You Are All Surrounded

You Are All Surrounded (너희들은 포위됐다)

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

You're All Surrounded Episode 10 720p LIMO
Un comentario de domeh
QC PASSED

Etiquetas

720p
720
Publicau o: 2014-06-13
Descargas: 50
Ta personas con problemas auditivos: Yes

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Diterjemahkan oleh kuryu_kohei/domeh

Aku jelaskan sekali lagi, aku bukan Kim Ji Yong.

Tapi...

aku memang mengenalnya.

Dia memintaku untuk memberitahumu.

Kau benar. Dia punya alasan untuk menyembunyikan jati dirinya.

Jadi mulai sekarang, tidak perlu kau tanyakan lagi.

Syukurlah.

Hei rekan, boleh aku tanya satu hal lagi pada temanmu si Ji Yong itu?

Tapi nanti dia kesal lagi, kalau aku banyak tanya.

Uh Soo Sun!

- Hei! - Apa?

Aku dengar, ada tetanggamu yang tewas dibunuh!

- Kalian ini bicara apa? - Kau tidak tahu ya?

Anaknya bersekolah di SMP Boomha! Kim Ji Yong!

Ibunya yang dibunuh.

Katanya, kemarin malam dia juga ikut menghilang.

Apa?

Maaf, apa kau butuh bantuan?

Saya kesini karena saya baru mendengar tentang Kim Ji Yong...

siswa SMP Boomha yang katanya hilang.

Kemarin malam saya melihatnya.,

Benarkah? Tunggu sebentar, aku akan memanggilkan Detektif yang berwenang.

Apa? Tidak ada orangnya? Sial...

Silahkan duduk.

Jadi, dimana kau melihatnya?

Di sekolah. Kalau saya ingat-ingat lagi...

pantas saja, waktu itu dia seperti sedang dikejar-kejar orang di lorong sekolah.

Terakhir saya melihatnya masuk ke ruang IPA.

Kenapa kau masuk ke ruang IPA? Kau sedang bermasalah lagi, ya?

Tolong diamlah!

Ya sudah kalau kau tidak mau memaafkanku, tapi jangan begitu dong.

Tapi saat saya mendatangi ruangan IPA itu, dia sudah tidak ada di sana.

Saat itu, ada orang yang keluar dari sana. Orang itu memiliki luka di bagian lehernya.

Luka?

Orang yang luka di bagian lehernya...

Apa kau ini temannya Kim Ji Yong?

Teman sih tidak. Tapi dia adik kelas saya.

Apa ada hal lain yang kau ingat dari orang itu, selain bekas luka di lehernya?

Orang itu memakai pakaian serba hitam dan memakai topi.

Berapa kira-kira tingginya?

Mungkin setinggi ini, ya?

Berarti, tingginya 178 centimeter. Baiklah.

Beritahu nama dan sekolahmu.

Baiklah, nanti aku akan memberikan laporan ini pada Detektif yang terkait.

Baiklah. Saya pamit dulu, kalau begitu.

Sampai nanti.

Apa tadi anak itu melaporkan tentang Kim Ji Yong?

Iya. Tapi Pan Suk-nya tidak ada.

Mungkin saat ini Detektif Seo sedang sibuk. Serahkan saja padaku.

Baiklah.

Ini.

Dia bukan selingkuhan.

Ibuku bukan selingkuhan. Ibuku hanya seorang orang tua tunggal.

Dan aku anak yatim.

Kau bawa saja payungku.

Aku pandai mengikat tali sepatu.

Kemana sih anak itu? Aku pikir, dia akan mengikatkan tali sepatuku lagi.

Tapi siapa sebenarnya orang itu?

Aku tidak menyangka kalau Dae Gu itu ternyata Ji Yong.

Apa yang Dae Gu katakan?

Dia menyangkalnya.

Benarkah?

Sepertinya dia bukan hanya tidak suka padaku. Tapi dia sudah membenciku.

Tapi aku bisa terima.

Nanti dia pasti berubah.

Dia tidak tahu saja, apa yang sudah kau lewati selama ini.

Dia pasti tidak akan membencimu, kalau dia tahu...

apa saja yang sudah kau lakukan untuk menemukannya sejak saat itu.

Jangan beritahu Sa Kyung, biarkan dia tahu sendiri.

Seandainya dia tahu kalau Dae Gu itu Ji Yong...

Aku mengerti.

Apa kau baik-baik saja, hyungnim?

Aku baik-baik saja. Lagipula, kejadian ini sudah terjadi 11 tahun yang lalu.

[11 tahun yang lalu, pada malam kejadian]

Hei, Mi Sik!

Aku harus menjemput anakku. Sa Kyung masih ada tugas mengajar.

Paling lama 50 menit lagi aku kembali. Boleh?

Ya sudah, tidak apa-apa.

Ini, Seo Pan Suk.

Hai, Ji Yong!

Aku tahu apa yang sedang dicari pembunuh itu.

Bandul itu. Aku menemukannya di halaman depan rumahku.

Aku menaruhnya di dalam jaket sekolah yang kau temukan saat itu.

Bagusnya.

Aku dengar saat itu dia membicarakan tentang bandul itu di telpon.

Benarkah? Itu petunjuk penting.

Terima kasih sudah menelponku. Dimana kau sekarang?

Tadinya aku ingin menelponmu. Biar kujemput kau sekarang.

Tidak usah.

Kau jangan sendirian. Dimana kau sekarang?

Kau sedang di sekolahmu, ya? Aku langsung ke sana sekarang.

30 menit lagi aku akan tiba di sana. Jangan kemana-mana.

Iya, Detektif. Kita sudah mendapatkan petunjuknya.

Apa anda masih memegang jaket sekolahnya Ji Yong yang saya berikan waktu itu?

Kata dia, ada bandulnya di dalam jaket itu.

Sepertinya si pembunuh itu masih mencari bandul itu.

Bandul?

Tunggu sebentar ya, kuperiksa dulu.

Ada.

Baguslah.

Saya langsung ke sana setelah mengantar pulang Ji Yong,

Baik, Pak.

Hai, saya Ayahnya Joon Woo.

Maaf, tapi mungkin saya akan terlambat 1 jam. Iya.

Saya minta maaf. Tapi saya usahakan akan ke sana lebih cepat.

Ji Yong? Ini aku.

Kenapa kau matikan lampunya? Ji Yong?

Ji Yong?

Ke mana anak itu?

Kenapa dia tidak menjawab telponnya?

Hei, Ji Yong?

Halo, maaf saya terlambat menjemputnya! Saya akan langsung menjemp....

Apa? Baiklah...

Joon Woo kecelakaan. Dia keluar kejalanan saat menunggu anda...

Joon Woo!

Joon Woo! Kau tidak boleh menyerah, nak! Ibu sudah di sini!

Ayah, cepatlah!

Aku kan sudah tembak Ayah! Harusnya mati dong!

Cepat, Yah!

Ayahku orang yang paling berani di dunia.

Dia sering menangkap penjahat.

Selamat pagi, Dae Gu!

Itu susu pisangku.

Kan' masih ada susu biasa di sana.

Kau kan' tahu Dae Gu tidak suka minum susu biasa.

Menurut dia, susu biasa itu rasanya aneh.

Yang benar saja. Padahal susu biasa kan' enak!

Kau mau ini, ya? Masih ada setengah nih.

Tidak usah.

- Mari makan./- Mari makan. Telur dadar spesial buatan Tae Il!

Apa kemarin malam Uh Soo Sun ke sini?

Iya.

Tidak suka wortel juga?

Nanti kau kembalikan ini padanya. Aku menemukannya di lantai.

Kalau ini sampai hilang, dia bisa kena masalah nih!

Kehilangan identitas itu termasuk pelanggaran berat!

Tapi, kenapa dia ke sini?

Ya ampun. Kau pakai bawang juga, ya?

Kau tidak suka sayuran ternyata. Jangan makan!

Padahal enak.

Hei Gook, Tae Il!

Hei, Detektif Uh!

Selamat pagi, rekan.

Bagaimana kakimu? Sudah baikan?

Setelah bangun tidur, aku sudah merasa baikan.

Oh, iya!

Kemarin malam kau meninggalkan ini di tempat kami!

Ya ampun! Aku malah tidak sadar sama sekali!

Terima kasih ya!

Hei apa benar, dulu kau seorang Dokter?

Aku memang lulusan Kedokteran, tapi aku keluar saat masih Dokter magang.

Kenapa keluar?

Di sana tidak menyenangkan.

Begitu ya.

Dia payah, kan?

Tapi tidak sepayah Eun Dae Gu sih.

Kenapa kau ingin bertemu denganku sepagi ini?

Apa anda masih ingat anak yang bernama Kim Ji Yong?

Anak yang dinyatakan hilang setelah kasus pembunuhan Perawat Sekolah Masan.

Aku ingat. Kenapa kau membahasnya sekarang?

Anggota tim saya yang baru Eun Dae Gu, sebenarnya dia adalah Ji Yong.

Apa anda sudah tahu hal itu?

Iya, aku tahu.

Begitu, ya?

Kalau begitu, kenapa anda tidak memberitahu saya?

Apa anda sengaja menugaskan Ji Yong menjadi bawahan saya?

- Memang benar. - Kenapa? Apa alasan anda?

Aku yang membantunya sejak berada di panti asuhan itu.

Sampai suatu hari dia mendatangiku, dan bilang ingin menjadi Polisi.

Saat itu aku sadar, kalau dia ingin menjadi Detektif, dia harus menjadi bawahanmu.

Agar dia mengetahui kau yang sebenarnya,

aku sadar, emosinya mungkin saja bisa meluap.

Kalau anda bilang begitu, apa mungkin anda yang membuatnya berpikir seperti ini?

Bukan. Ini hanya kebetulan saja.

Apa anda bisa saya percaya, Bu Ketua?

Percaya atau tidak, memang beginilah kenyataannya.

Bandul? Tunggu sebentar, kuperiksa dulu.

Ada.

Itu dia.

Kita bicara di luar saja.

Kenapa Ibu ke sini?

Apa begitu caramu bicara pada Ibumu...

yang sudah lama tidak bertemu denganmu?

Memangnya kau pikir kenapa Ibu datang ke sini?

- Berapa lama tugasnya? - Tiga hari.

Aku lelah sekali!

Ibu tidak habis pikir, kenapa kau mau bertugas di tempat seperti ini...

melakukan pekerjaan konyol seperti ini!

Apa Ibu datang hanya untuk memberitahuku hal itu?

Ayahmu sudah berbicara dengan pihak rumah sakit. Mereka...

sudah tidak mempermasalahkan kepergianmu lagi.

Jadi jangan macam-macam lagi, ayo pulang!

Sebaiknya Ibu pulang. Aku masih punya banyak kerjaan.

Apa kau akan tetap begini? Kenapa kau memperlakukan Ibu seperti ini?

Nanti aku telpon Ibu. Pulanglah.

Kau juga ikut. Kita bicarakan di rumah.

Jawab Ibu! Ibu tidak akan pergi sebelum kau jawab!

Ya sudah. Minggu ini, aku akan berhenti.

Sekarang, Ibu pulanglah.

More Indonesian subtitles for You Are All Surrounded

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left