As primeras 157 linias.
Selamat datang kembali!
Selamat datang kembali.
Astaga, senangnya aku.
Syukurlah, kalian pulang dengan selamat.
Bergantian dan beristirahat itu penting bagi kita.
Baiklah, ini adalah hadiah dariku untuk kalian.
Tak terasa sudah satu tahun, ya.
Ini pesta penyambutan kedua kalinya untuk kalian.
Aku senang kali ini bisa memberikan hadiah langsung ke kalian.
Aku pulang.
Aku pulang.
Aku pulang.
Aku pulang.
Aku pulang.
Syukurlah.
Ya.
Ayo langsung kita mulai pestanya!
Apa kau sudah selesai melakukan perhitungan?
Tampaknya hukuman bagiku tak terelakkan, ya.
ROTI PANGGANG PRANCIS
Unit Independen Khusus.
Ya. Itu artinya, kita hanya mesti membasmi Legion seperti biasa, 'kan?
Benar.
Itu adalah gagasan pribadiku yang kusesuaikan dengan permintaan kalian
yang ingin bertarung di garis depan.
Hanya saja, kalian harus menemui perwira yang akan menjadi atasan kalian.
Ya, tidak masalah.
Bukan masalah, 'kan?
- Benar. - Ya.
Shin, bagaimana denganmu?
Militer Front Barat kehilangan 60 persen pasukan mereka.
Seluruh Akmil, Pusdikpassus, dan Secata PK sudah dipindahkan dan diperbarui.
Namun, kita masih kekurangan jumlah prajurit.
Di sisi lain, meskipun kita sudah memusnahkan Legion dalam jumlah besar,
markas besar mereka tidak mengalami kerusakan apa pun.
Diprediksi bahwa kondisi medan tempur ke depannya akan semakin memburuk.
Itu artinya, jika hal ini terus berlanjut, umat manusia akan musnah dan kalah.
Benar, 'kan?
Ya.
Kita harus menjaga garis pertahanan,
sembari fokus untuk menghancurkan objek vital Legion.
Unit Independen Khusus akan ditugaskan untuk misi penghancuran tersebut.
Tidak kusangka kau memiliki gagasan yang sama.
Kita akan membuat pasukan serbu yang beranggotakan para Eighty-Six.
Mohon maaf, tetapi kurasa ini bukanlah hal yang cukup bijaksana.
Mau bagaimanapun, ini sudah keinginan dari mereka sendiri.
Meski mereka sendiri sudah paham seberapa berharganya mereka,
aku tak memiliki hak mencegah mereka hanya karena rasa kasihan.
Jika memang mereka ingin memilih medan tempur mereka sendiri,
aku ingin menemani dan berada di sisi mereka.
Mengenai para Eighty-Six tersebut,
apakah perwira yang akan menjadi atasan mereka nanti sudah menyetujui?
Mereka sudah bicara dengannya.
Walau sebenarnya aku juga khawatir,
tetapi tampaknya itu tidak perlu.
Lagi pula…
AFILIASI, NORDLICHT PANGKAT, LETNAN
Ini bunga dariku.
Terima kasih.
Lama tak jumpa.
Eugene.
Maaf, ya. Aku terlambat datang.
Eugene, perang di Front Barat masih sama seperti saat kau masih hidup.
Kami berhasil bertahan hidup.
Dahulu kau pernah menanyakan apa alasanku bertarung, 'kan?
Sejujurnya, aku pun masih belum mengerti.
Aku tidak memiliki alasan bertarung seperti halnya yang pernah kau katakan.
Namun, hal yang ingin kutunjukkan pada mereka…
Hal yang ingin kutunjukkan pada mereka yang sudah mengikuti sampai akhir…
Bukanlah hanya medan tempur saja, dan itulah yang kutahu.
Lautan, dan pemandangan yang suatu saat nanti akan kau tunjukkan ke adikmu,
aku tak pernah ingin melihat pemandangan itu.
Namun, aku ingin memperlihatkan betapa indahnya lautan.
Jika aku diperlihatkan sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya,
kupikir mungkin alasanku untuk bertarung adalah hal itu, untuk saat ini.
Aku akan datang lagi.
Dan nanti, akan kuberi tahu padamu sesuatu yang belum pernah kau lihat.
Marcell?
Nina yang menulis suratnya, dia adalah adik Eugene.
Dia terus menulis surat untuk kakaknya yang sudah tiada.
Ini adalah kesalahanku.
Tunggu!
Kenapa kau menerimanya?
Ini semua salahku.
Kuberikan amplop ini padamu.
Akulah yang menyuruh Nina untuk menulis surat.
Rasanya memilukan, tetapi tak bisa kuhentikan.
Namun, aku juga tidak ingin menyalahkan diriku.
Aku sudah menyalahkanmu atas semua yang sudah terjadi.
Maaf.
Maaf.
Aku minta maaf.
Padamu dan padanya.
Aku…
Syukurlah kau bisa tersenyum.
Terima kasih banyak!
Shin, kenapa kau tidak mengganti lambangmu?
Apa?
Kau keberatan?
Aku tidak keberatan menggambarnya, tetapi…
aku merasa simbolmu itu pembawa sial.
Kupikir aneh mengatakan ini,
tetapi bukankah sudah saatnya kau berhenti menopang kami?
Mungkin kau ada benarnya.
Namun, selama enam tahun ini, aku tak pernah menemui kesialan.
Karena aku tak pernah memikirkan hal itu.
Ya, terserah…
Tampaknya kau sudah tak tahan lagi, ya.
Banyak yang terjadi, dan memang itu terlihat seperti pembawa sial.
Entahlah.
Namun,
kupikir aku sudah mengantar mereka pergi dengan baik.
KALENDER BINTANG, 20 MARET 2150
Kakak…
Sulit bagiku melihat masa depan tanpa kehadiranmu, Kakak.
Aku sudah tak memiliki harapan, ataupun keinginan lagi.
Aku belum tahu apa tujuan hidupku.
Namun…
Sungguh kugambar, ya.
Aku…
Aku memiliki orang-orang yang tak berniat meninggalkanku.
Ada yang bilang bahwa mereka senang dengan kehadiranku.
Maka dari itu, mungkin aku sudah tidak apa-apa sekarang.
Aku sudah bisa hidup sendiri.
Terima kasih.
Aku tahu itu.
Aku tak akan melupakan kalian.
Aku adalah…
Dewa Kematian.
Mari bertarung.
Kita tak bisa mewujudkan impian kita, jika Legion masih membelenggu kita.
Demi mereka.
Demi mereka semua.
Demi dirinya.
KALENDER BINTANG, 26 DESEMBER 2149
Aku bisa pulang dengan selamat berkat kalian.
Takkan kulupa.
Aku sudah kembali, Ayah.
Pada malam perayaan Festival Revolusi,
serangan besar-besaran terhadap Legion dimulai.
Aku bertarung bersama banyak rekan.
Bersama dengan orang-orang dari Distrik 86 yang memenuhi panggilan kewajiban.
Takkan kulupa.
Namun,
Republik kini sudah hancur.
Hanya dalam satu minggu.
Meskipun begitu, kami berhasil memperjuangkan garis pertahanan.
Dua bulan kemudian, tibalah bantuan militer dari negara lain.
Ada yang datang dari Timur Jauh di seberang daerah kekuasaan Legion.
Mereka, Republik Federasi Giad,
sudah tahu tentang diskriminasi yang dialami oleh para Eighty-Six.
Mereka yang selamat di Distrik 86 diselamatkan oleh Republik Federasi,
mereka diberi kesempatan menjadi warga sipil Republik Federasi jika mau.
Kekejaman sudah berakhir.
Banyak bantuan militer yang menetap di sini sekarang.
Mereka melanjutkan pemberian bantuan dalam skala terkecil, tetapi…
Hei! Kenapa punya dia lebih banyak?
No comments yet. Be the first to leave one.