As primeras 180 linias.
Sial, waktunya bekerja.
Dingin sekali. Kenapa aku harus pergi sebelum fajar?
Sesekali, gagak bangun lebih pagi daripada orang-orang di sini.
Ini kembalianmu, 20 yen.
Terima kasih banyak.
Aku mengantuk sekali.
Sebenarnya apa yang kulakukan?
Kau lagi.
Ini, jangan sampai tertinggal.
Boleh aku minta juga?
Boleh aku minta bento juga?
Itu melanggar peraturan. Maaf.
Tapi kau memberi bento pada gagak.
Aku ketinggalan kereta terakhir dan harus berjalan kemari dari Shinjuku.
Anggap saja kau memberikannya pada gagak.
Ini. Hanya tersisa bento nori.
Bagus!
Jika ada yang tahu, aku akan mendapat masalah.
Apa nama depanmu, Uozumi?
Rikuo.
Terima kasih, Rikuo.
Aku Haru. Kau mahasiswa?
Aku lulus tahun ini,
masih mencari pekerjaan.
Kau suka gagak?
Bukannya suka…
Setelah mengenal mereka, mereka cukup manis.
Namanya Kansuke. Ia manis, 'kan?
Sampai jumpa. Terima kasih atas bentonya.
Wanita aneh.
Rupanya kau di sini.
Uozumi, kembalilah bekerja.
Maaf, Kinoshita.
TOSERBA NIKO NIKO
AKAN DIADAKAN REUNI UNIVERSITAS
Hari kerja keras lainnya.
Saatnya berpamitan.
Kita mungkin tidak menemukan pekerjaan di sini,
dan kita bukan mahasiswa lagi.
Kita tidak bisa terus bekerja paruh waktu.
Siapa itu?
Hei.
Fukuda, kau rupanya.
Tempat ini terlihat sama tiap aku datang.
Kotor, tak rapi, dan penuh kenangan lama.
Kau tidak membawa hadiah saat mengunjungi teman yang miskin?
Kenapa kuhabiskan uang hasil kerja kerasku untuk penganggur sepertimu?
Jadi, kau menerima kartu pos untuk reuni kelas?
Apa itu sungguhan? Bukankah kita baru lulus tahun ini?
Kita bekerja lebih dari enam bulan. Waktunya mengeluhkan pekerjaan kita.
Sepertinya aku tidak akan ikut.
Orang tidak akan suka jika penganggur sepertiku datang.
Semua orang akan merasa canggung.
Kau sudah berusaha mencari pekerjaan?
Kau bahkan tidak berusaha, ya?
Tentu saja aku berusaha, awalnya.
Tapi kemudian aku sadar.
Tidak ada yang ingin kulakukan.
Orang tidak selalu mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.
Kau bekerja di toserba hanya karena tidak punya pilihan.
Bukankah kau juga begitu?
Tapi itu jauh lebih mudah karena pekerjaan paruh waktu.
Kita bisa berhenti kapan saja.
Dalam pekerjaan paruh waktu, atasanmu tidak akan berharap banyak.
Pokoknya, datang saja ke reuni.
Lagi pula, kau kenal semua orang.
Shinako Morinome juga akan datang.
Seharusnya tidak kusebut namanya?
Tidak, bukan masalah besar.
Kukira dia ada di Kanazawa?
Tidak, kudengar dia mengajar di SMA setempat.
Aku ingin bertanya sejak lama.
Dahulu, kalian berpacaran, 'kan?
Tidak.
Begitu, ya.
Kalian berdua selalu bersama.
Ternyata begitu.
Hanya berteman?
Hai, Rikuo.
Kau rupanya.
Apa aku terdengar aneh?
Kau bersemangat seperti biasanya.
Kinoshita, aku ke karaoke hari ini, dan suaraku habis.
Ayo ke sana bersama kapan-kapan.
Tentu.
Asalkan kau yang bayar.
Aku harus bekerja.
Aku hanya mampir.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Haru, datanglah ke sini tiap hari.
Bukankah wanita itu aneh?
Dia selalu bersama gagak. Itu tidak masuk akal.
Bodoh, siapa yang peduli? Orang akan memakluminya karena dia manis.
Benarkah?
Benar.
Kau tak suka wanita lebih muda?
Uozumi.
Selamat datang.
Lama tak bertemu.
Shinako.
Ini lebihan makanan dari reuni.
Kau habiskan makananmu selagi aku pergi?
Sebenarnya…
Selamat datang.
Kau tampak sibuk.
Aku akan menunggumu di restoran dekat Kannana.
Mampirlah sepulang kerja.
Siapa wanita cantik itu? Di mana kau bertemu dengannya?
Terima kasih banyak.
Jadi, itu hanya pekerjaan tiga bulan?
Ya, setelah itu aku mendapat pekerjaan di SMA.
Tidak ada yang benar-benar berubah.
Baru enam bulan. Apa yang kau harapkan?
Kini aku merasa lebih baik.
Sudah lama aku tidak bertemu Shinako.
Dia sama seperti dahulu.
Ada yang ingin kau lakukan, Uozumi?
Aku ingin menjadi guru.
Uozumi, jangan membolos kelas.
Shinako selalu memperhatikan orang lain.
Kau masih mengendarai sepeda.
Aku belum punya mobil. Maaf.
Bukan itu maksudku.
Kita sering berjalan lewat sini saat masih kuliah, 'kan?
Karena kau membahasnya…
- Aku agak mabuk. - Obrolan basa-basi.
- Aku ketinggalan kereta. - Dahulu kita remaja.
Entah apa dia memahami perasaanku. Sepertinya dia tidak tahu.
Orang-orang pasti meremehkanku.
Bagaimanapun, kita teman sekelas.
Sulit membayangkan kau memakai setelan dan terlihat rapi.
Aku tidak pantas mendapatkan Shinako.
Karena itulah…
aku tidak bisa tidak ingin mengurusmu.
Mungkin…
Mungkin aku memang menyukainya.
Kita sudah sampai. Terima kasih sudah mengantarku pulang.
Sampai jumpa.
Shinako.
Temui aku lagi.
Tentu.
Uozumi, ini.
Apa ini?
Band kami akan segera merilis CD sendiri.
Kami butuh sampul album.
Aku tidak sehebat itu.
Tidak masalah. Kami semua payah.
Mohon bantuannya soal ini.
Meski begitu, aku tetap tidak bisa.
Musik…
Jika bisa melakukan hal seperti itu, mungkin aku bisa berubah.
Tunggu, gagak ini…
Rikuo, kau rupanya.
Apa yang kau lakukan?
Berjalan-jalan dengan Kansuke.
Ia tak bisa jalan dengan baik.
Jangan hanya berdiri mengobrol di sini.
Hei!
Kenapa kau menyeretku kemari?
Bermainlah.
Orang tuamu tidak keberatan kau selalu membawa gagak?
Aku tidak punya orang tua.
Kau hidup sendirian?
Ya.
Kansuke satu-satunya keluargaku.
Boleh aku minta juga?
Bukankah kau masih SMA?
Aku kuliah di Universitas Tokyo.
Kau bercanda denganku?
Aku pergi ke toko hanya untuk menemuimu.
Terima kasih banyak.
Kenapa kau tidak terkesan?
Aku tidak bodoh.
Aku tidak terkesan oleh wanita aneh yang tiba-tiba muncul.
Astaga. Kau rendah hati.
Tidak tertarik sedikit pun pada wanita misterius yang cantik.
Sebenarnya, aku sudah lama mengenalmu.
Benarkah? Sejak kapan?
Jika berusaha cukup keras, kau mungkin akan mengingatku.
No comments yet. Be the first to leave one.