House of Wax

House of Wax

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

House of Wax 2005 1080p BluRay x264 DTS-FGT
Un comentario de Putra14
Netflix Retail.

Etiquetas

BluRay
x264
1080
TS
Publicau o: 2021-10-01
Descargas: 256
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Kau anak yang sangat baik.

Apa kau mau serealia, Sayang? Ini untukmu.

Dia bersikap bagai monster lagi hari ini.

Trudy, sialan, bantu aku.

Tak bisa lebih hati-hati?

Aku melakukan sebaik mungkin. Dia tak bisa dikendalikan.

Duduk diam. Hentikan!

Tolong tahan dia.

Jangan lakukan itu. Berhenti menendang!

Kenapa kau tak bisa seperti saudaramu?

Diam!

Tutup mulutmu!

MASA KINI

KEDAI

Ada tempat di Tribeca, sewanya 3.000 dolar.

Terlalu mahal. Uang tabunganku tak cukup untuk dua bulan.

Aku akan harus bekerja setiap saat. Aku tak masuk kelas sampai wisuda.

- Carly, jangan berpikir tak pergi. - Tidak.

Bagus, sebab aku amat bangga padamu.

- Itu hanya magang. - Di majalah InStyle.

Atau apa kau lebih suka selamanya di Waffle House sebagai pramusaji?

- Tidak, terima kasih. - Ya.

- Hei, Sayang. - Hei.

Maaf, ada dua pemabuk kampungan yang bergulat di kamar mandi.

- Benarkah? - Tak ada orang kampung di New York.

Tidak, tak ada.

Apa yang Blake lakukan?

Tampaknya dia lebih suka mobil itu daripada aku.

Kita punya waktu. Aku tak berusaha menjadikan ini masalah besar.

Kau tahu aku mau bersenang-senang di akhir pekan ini.

Namun, kenapa kakakmu harus ikut dengan kita?

Katamu orang tuamu tak akan membayar jaminannya lagi.

Memang tidak. Blake yang bayar. Dia mengundang kakakku.

Kurasa Nick membuatnya merasa lebih tangguh, aku tak tahu.

STADION BATON ROUGE JARAK 251 KM

Blake.

Blake.

STADION MEMORIAL

Baiklah.

Sayang, kembalilah.

Kau tahu bukan seperti itu.

Aku sedang melihat-lihat GPS dan melihat jalan pintas.

Kurasa itu akan menghemat sejam.

Agar kita bisa menghabiskan lebih banyak waktu….

Setuju?

Apa kabar? Halo.

- Apa kabar? - Cari pekerjaan.

Itu bagus. Ya.

Ini dia.

Bagaimana menurut kalian? Pertandingan besok akan seru?

Ya.

- Dalton, tolong jangan rekam aku. - Apa?

- Tidak merekam. - Lampunya menyala.

Turunkan kameranya. Dia tak suka ada orang di hadapannya.

- Dia menyerah di bawah tekanan. - Kau mau bilang apa?

Tidak, kurasa kau sudah cukup bicara untuk kita berdua, bukan begitu?

Kalian payah. Aku pergi dari sini. Sampai jumpa.

Dalton, letakkan kameranya.

Dasar.

Rekor penonton terbanyak

pertandingan futbol universitas tahun ini

- saat Louisiana dan Florida…. - Besok akan sangat ramai.

Berbicara soal ramai, kakiku sangat pegal.

Tenang, bukan salah Wade

mobil Hot Wheels kecilnya hanya cukup untuk dua orang.

Lebih mirip mobil shot wheels, bukan begitu?

Apa yang kau lakukan, ke tukang cukur dan meminta model rambut He-Man?

Diamlah, Dalton.

Kawan.

Kau menyakitiku.

- Apa ini? - Ya, ampun.

- Ini menyebalkan. - Berakhir sudah jalan pintasnya.

Semoga dia tak menyesatkan.

- Yang benar saja. - Ya.

Sial! Bangun.

Ya, Tuhan.

Lihat dia!

- Kau ketahuan. - Halo!

Ya, Tuhan! Apa yang mereka lakukan?

- Dia membersihkan giginya dengan itu? - Kau sedang apa?

- Lihat wajahnya. - Dia menelepon.

- Dia merona. - Kau tertangkap basah.

- Pelembap bibirku jatuh. - Pelembap bibirnya jatuh.

- Ya. - Yang benar saja.

Kau menjatuhkan pelembap bibirmu.

- Ada apa? - Ini sudah larut.

- Kau mau apa? - Teruskan, kita tak punya tiket.

Akan ada banyak calo di sana.

Jika teruskan, aku tak bisa terjaga untuk pertandingan.

Bagaimana jika berkemah? Kita sudah dekat.

Ya, berhenti saja di sini. Ayolah. Kita bangun pagi.

- Ya, baiklah. - Baiklah, kita berhenti.

Baik.

Hei, museum lilin.

KUNJUNGI MUSEUM LILIN TRUDY

- Kau suka hal semacam itu, Wade? - Ya, entah. Terkadang.

Kurasa jika kau suka sesuatu yang berpura-pura menjadi hal lain.

Yang jelas kau lakukan. Benar, Dik?

- Kita mau ke mana, Blake? - Aku hanya mencari privasi.

Kita berhasil sampai.

Bagus.

- Kalian suka, bukan? - Ini bagus.

Mobilmu payah.

- Paige, ikut aku. - Wade, beli mobil lebih besar.

- Bagaimana? - Tak bisa.

Tak ada gunanya membuatnya panik sekarang.

Dibandingkan saat kau mengetahui kau hamil?

Carly, aku tak yakin.

Kurasa kau harus berbicara dengannya.

Dia sudah lama menantikan pertandingan ini.

Aku tak mau merusak dengan pertengkaran.

Dia tak akan menikahimu. Orang tuanya tak akan setuju.

Kata siapa aku ingin menikah?

Lagi pula, haidku pernah telat.

Saat sudah pasti, aku akan bicara dengannya.

Ayo.

Ada kutu di sini.

Ya, jangan bantu kami.

- Ayo kita pasang tenda. - Ya.

Oper!

Kau tak mau… Terlalu lambat!

- Blake. - Ayo.

Touchdown!

Lemparan bagus.

Aku tahu kenapa mereka memberimu beasiswa.

Ya, itu tragedi besar, ya?

Ya.

Wade. Tolong bantu Dalton, ya?

Kumohon?

- Sampai jumpa, Wade. - Berengsek.

Kau bisa jadi menyebalkan kepadaku.

Namun, jangan ganggu dia.

Jadi, kau mengakui kau melakukan sesuatu.

Aku akui, menurut dirimu, aku melakukan sesuatu, tentu.

- Kau mengadukanku. - Aku tak mengadukanmu.

Saat sherif bertanya tentang mobil itu, kujawab tak tahu.

Aku tak tahu itu curian. Kau menyalahkanku karena itu?

Kau bisa saja melindungiku.

Kau ketahuan mencuri, itu salahku.

Kau melawan penangkapan, dan itu kesalahan polisi.

Dia memukulku.

Kau dikeluarkan dari tim futbol, itu kesalahan pelatih.

Ibu dan Ayah mengusirmu, itu salah mereka.

Kau tak bisa bekerja selama dua minggu,

salah semua manajer.

Aku dikelilingi oleh orang tolol.

Kenapa kau ikut? Untuk membuatku kesal?

Apa kau tak mengerti?

Kau kembaran baik.

Aku kembaran jahat.

Dewasalah. Kau sangat takut menganggap serius semuanya.

Ya. Setakut Wade meninggalkan Gainesville?

Kota New York. Kudengar ada gedung setinggi langit di sana.

Baiklah.

Blue 42! Hut! Lempar!

- Bau apa itu? - Baunya tak enak.

- Ya, Tuhan. - Dalton, kau buang air di celana lagi?

Tidak. Aku tak tahu. Mungkin.

Maksudku, aku memakai baju kerjaku, jadi….

Baunya sangat tak enak.

- Ada yang mati di sana. - Tidak, ada yang mati di sini.

Kita perlu minum agar hidup kembali. Berkati aku, Kawan.

Ayolah.

Hei, Carly cantik.

Hei, apa kepanjangan dari Wade?

Siapa?

- Apa kabar, Nick? - Hentikan.

- Kalian akan lakukan? - Pergi.

- Hentikan. - Apa? Ayolah, kau tahu kau mau.

Ayolah. Kau tak harus menyemprotkannya ke tubuhku.

- Lihat itu. - Terus bercanda.

Astaga.

- Dalton, apa yang kubilang? - Baik, aku yang salah. Maaf.

- Apa? Kameranya mati… - Kau menyiksaku dengan ini.

- Berikan kepadaku. Keadaan berbalik. - Tidak. Ayolah. Jangan…

Kau sangat manis di kamera. Kau terlihat tampan.

Kita mungkin harus melakukan sedikit perombakan.

- Bagaimana? - Dia seperti Smurf.

Jadi, kenapa kau mencuri mobil itu? Kau tak perlu melakukannya.

Untuk mendapatkan ketegangan, ya?

Semacam itulah.

- Kau akan keluar. - Entah.

Jika tidak, aku akan marah besar.

Sialan, Paige.

- Lihat betapa tampannya dirimu. - Hei.

Dia seperti Elton John, tetapi lebih homoseksual.

- Elton John homoseksual? - Kau terlihat seksi.

- Cocok dengannya. - Itu gayanya.

Kenapa kau tak pernah membuatku secantik itu, Carly?

- Hei. - Hei.

Berikan kameraku. Ayo, sekarang.

Ya, itu bagus. Tunjukkan aksi itu kepadaku.

Seksi.

Jangan memikirkannya. Aku tak akan menciummu.

Ayolah, kau tahu kau mau.

Aku hanya bercanda. Gila. Aku tak akan menciummu sama sekali.

Ya?

- Hei, kau butuh sesuatu? - Apa yang dia inginkan?

Bisa tolong matikan lampunya?

Baiklah, ini semakin menyeramkan.

More Indonesian subtitles for House of Wax

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left