As primeras 200 linias.
Ada yang tidak beres?
Lihatlah aku.
Seok Hoon.
Ada yang tidak beres, bukan?
Kamu tidak menjawab ponselmu, dan kini kamu sangat diam.
Seol Hwa.
Katakan ada apa.
Kamu berjanji tidak akan pernah merahasiakan apa pun.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi jangan memendamnya sendiri.
Aku akan selalu bersamamu.
"Episode 108"
Kamu tidak bisa memberi tahu mereka.
Begitu kamu datang dan bilang kamulah Joon Sang yang sebenarnya,
hubunganmu dan Seol Hwa akan berakhir.
Jangan bergerak.
Saat melihat lukamu, mereka akan bertanya-tanya.
Aku melakukan ini agar kamu tidak mendapat masalah.
Aku sudah memberimu kesempatan untuk pergi.
Aku akan pergi jika menurutku kamu tidak lagi berguna bagiku.
Pikirkan saja nasibmu sendiri.
Ini lucu.
Nenek, Ayah, atau Ji Sang...
Kubagikan rahasiaku denganmu yang tidak kubagi dengan orang lain.
Aku melakukan ini demi keselamatanku sendiri.
Sepertinya kamu belum cukup terekspos di media.
Kamu mungkin menyembunyikan dirimu karena identitas palsumu.
Mulai kini, eksposlah dirimu secara aktif.
Buat semua orang tahu bahwa kamu putra sulung keluarga ini.
Cari cara untuk menyelesaikan ini.
Terus kabari aku. - Baiklah.
Dokter Han.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Selamat pagi. - Selamat pagi.
Kudengar kamu mengunjungi rumahku kemarin.
Ibuku khawatir karena kamu bergegas pergi.
Terjadi sesuatu, maka aku harus pergi mendadak.
Begitu rupanya.
Ayah.
Min Hee.
Ada majalah yang mau mewawancarai keluarga kita.
Aku ingin tahu kapan waktu yang pas bagi Ayah.
Maksudmu mereka akan mewawancarai seluruh keluarga kita?
Aku tidak yakin Joon Sang akan setuju.
Dia sudah setuju. - Benarkah?
Itu mengejutkan. Biasanya dia tidak suka itu.
Jika Joon Sang tidak keberatan, mari kita lakukan.
Pak Choi akan memberitahumu jadwalku.
Baiklah.
Min Hee, kamu luar biasa.
Kamu bahkan menukar hasil tes ayah kandung.
Tidakkah kamu merasa bersalah?
Aku tidak bisa merasa bersalah saat ini.
Aku sangat putus asa sampai-sampai tidak bisa memikirkan orang lain.
Apakah kamu akan
terus memercayai pembohong itu dan menjauhkanku demi keselamatanmu?
Siapa yang memberimu hak mencampuri kehidupan orang lain?
Pikirkanlah kenapa aku akhirnya seperti ini.
Semuanya salahmu.
Apa?
Jika kamu tidak menyingkirkanku dengan kejam...
Tidak. Jika kamu mengingatku,
bukan Seol Hwa, setelah kecelakaan itu,
aku akan bersamamu sekarang.
Segalanya tidak akan menjadi serumit ini.
Kamu menyalahkanku atas perubahanmu?
Jangan menyalahkan orang lain.
Kamu berubah karena keserakahanmu sendiri.
Apa pun yang kamu katakan, aku tidak akan pernah menyerah.
Tidakkah kamu melihat pimpinan?
Dia sangat menyayangi Joon Sang. Begitu juga neneknya.
Bayangkan betapa terkejutnya mereka jika mengetahui yang sebenarnya.
Selama kamu tetap diam, semuanya akan tetap sama.
Kamu juga akan bisa tetap bersama Seol Hwa.
Aku akan bisa tetap bersama Seol Hwa?
Kamu...
Benar. Aku tahu Seol Hwa adalah putri ibu mertuaku.
Tahukah kamu bagaimana aku bisa menikahi suamiku?
Semuanya berkat itu.
Aku mengancamnya menggunakan fakta bahwa Seol Hwa adalah putri ibunya.
Kamu... - Kalau
kamu memutuskan menguak yang sebenarnya,
aku juga akan harus memberi tahu Seol Hwa.
Aku akan memberitahunya siapa ibunya.
Selamat pagi. - Kamu harus memperbaiki itu.
Selamat pagi. - Hai.
Selamat pagi. - Hai, Ji Sang.
Kenapa kamu terlihat sangat serius sepagi ini?
Aku tidak bisa menghubungi Seok Hoon.
Dia tidak menjawab ponselnya.
Dia pasti sibuk.
Jadwalnya sepertinya sangat padat.
Pemilihannya juga sebentar lagi.
Aku tahu itu. Tapi kurasa ada yang tidak beres.
Tapi dia memang terlihat agak aneh di depan rumahku kemarin.
Di depan rumahmu?
Ya, dia hanya berdiri di sana, menatap rumah.
Aku memanggilnya, tapi dia tidak menjawab.
Apakah terjadi hal lainnya?
Nenekku khawatir karena dia tampak tidak sehat.
Selain dari itu, aku tidak yakin.
Aku tidak peduli soal ukuran atau lokasinya.
Aku bisa menandatangani kontraknya hari ini.
Kamu di sini. Aku baru hendak ke ruanganmu.
Kenapa?
Kenapa? Kamu pergi pagi-pagi sekali, jadi, aku tidak bisa bertemu kamu.
Apakah ada yang harus kamu lakukan?
Kudengar kamu mendatangi rumah pimpinan kemarin.
Ji Sang bilang melihatmu.
Apakah terjadi sesuatu di sana?
Tidak.
Seol Hwa, aku harus menemui pimpinan.
Baiklah. Aku akan ke ruanganmu setelah selesai bekerja.
Pulanglah lebih dahulu. - Tidak apa-apa.
Aku akan menunggumu. Nanti kita makan malam bersama.
Jangan menungguku.
Seok Hoon.
Banyak yang harus kulakukan.
Pulanglah lebih dahulu.
Banyak organisasi dan individu yang menjanjikan donasi.
Rencana menggunakan anggarannya untuk lahan juga sudah disetujui.
Terima kasih untuk kerja kerasmu.
Jika kamu mau minum-minum denganku, kabari aku saja.
Baiklah.
Karenamu, aku merasa jauh lebih baik.
Setelah berbicara kepadamu tentang masa laluku,
aku merasa lebih tidak bersalah atas yang menimpa Joon Sang dan ibunya.
Omong-omong,
apakah dia... - Ya?
Maksudmu ibu Joon Sang? - Ya.
Bapak bilang dia meninggal dalam kebakaran.
Apakah makam ibunya di Namwon?
Bukan. Abunya ditaruh di sebuah kuil dekat rumah kami.
Aku memindahkannya saat membawa pulang Joon Sang.
Aku tidak sering ke sana karena merasa terlalu bersalah.
Joon Sang sepertinya berkunjung ke sana sesekali.
Maaf, Ibu.
Aku sangat terlambat.
Maaf
aku lupa mengenai Ibu.
Maafkan aku, Ibu.
Dokter Han, kenapa kamu ke sini?
Abu seseorang yang kukenal ditempatkan di sini.
Aku ingin mengunjunginya.
Begitu rupanya. Siapakah orang itu?
Dia seseorang yang sudah lama kucari.
Astaga. Dan dia sudah meninggal?
Siapa pun itu, kamu pasti sangat sedih.
Aku merasa gelisah,
maka aku datang mengunjungi ibu Joon Sang.
Dialah yang kucari.
Ibuku.
Dan kamu
adalah nenekku.
Joon Sang sepertinya sedang melalui kesulitan.
Aku akan meminta ibunya untuk menjaganya.
Dia sudah dewasa dan bahkan menikah,
tapi aku masih mencemaskannya.
Seperti apa dia?
Maksudmu ibu Joon Sang?
Dia orang yang baik dan sopan.
Joon Sang mewarisi sifat ibunya.
Omong-omong,
apa yang terjadi kemarin?
Aku khawatir karena kamu bergegas pergi.
Apakah kamu sakit?
Tidak.
Syukurlah. Kamu jangan sakit.
Kamu selalu merawat orang sakit.
Jaga dirimu sendiri, Dokter Han.
Nenek.
Sebelumnya kamu tidak mau memanggilku begitu.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Aku hanya ingin memanggilmu "Nenek.
Kamu konyol.
Sebaiknya aku masuk sekarang.
Hati-hatilah. Biar kutemani.
Kamu mau?
Terima kasih, Dokter Han.
Apa rencanamu?
Kamu meminta sekretarismu memata-mataiku untuk mengetahui itu?
Kamu pikir bisa menghentikanku dengan melakukan itu?
Aku akan melakukan semuanya untuk menghentikanmu.
Jangan menyeret Seol Hwa ke dalam masalah ini.
Aku datang untuk mengatakan itu.
Kamu tahu siapa ibu Seol Hwa.
Aku tidak mengerti bagaimana kamu bisa berpikir menikah dengannya.
Kini aku sadar kamu bisa lakukan itu karena kamu bukan Joon Sang.
Kamu benar. Aku mau menikahi Seol Hwa dan pergi bersamanya.
Selama dia bersamaku, kupikir aku bisa hidup normal.
Kupikir aku bisa bahagia untuk kali pertama.
Bersama Seol Hwa, aku merasa bisa menjadi
anak polos seperti diriku yang dahulu lagi.
Itu sebabnya aku tidak mau kehilangan dia.
Kamu hanya memanfaatkan dia.
Kamu juga memanfaatkannya untuk mengancamku saat ini.
Sudah kubilang akan lakukan apa pun untuk tetap bersama keluargaku.
Keluargamu? - Ya, keluargaku.
Nenekku, ayahku, dan adikku.
No comments yet. Be the first to leave one.