As primeras 200 linias.
Simpanlah pakaian ini di bagasi jinjingmu.
Sudah lapor masuk?
Sam!
Lapor masuk daring?
Ya, itu yang sedang kulakukan.
Kau sedang apa?
Kapan kata sandinya diubah?
Ada apa, Preet?
Dulu kata sandinya ulang tahunku.
Ya…
Kau ubah?
Kau sedang apa?
Pastikan sudah lapor masuk.
Biar kutunjukkan.
- Apa kata sandinya? - Akan kutunjukkan.
- Sam, kata sandi. - Aku…
Sebut kata sandi sialan itu, Sam!
- Kau sudah gila? - Gila?
- Kau bicara apa? - Kenapa ubah kata sandimu?
Ini yang ada di benakmu?
Kau sembunyikan apa?
Dia kulit putih?
- Atau wanita India? - Loveleen!
Sudah dua bulan kau kuamati.
Kumohon, Preet.
- Cukup sudah dramamu. - Kumohon, Ayah nanti bangun.
Biar dia bangun!
Biar tahu kegilaan putranya.
- Aku tak salah! - Kalau begitu, buka ponselmu!
Kenapa defensif?
- Kembalikan ponselku. - Tidak. Mau apa?
- Preet, apa yang kau lakukan? - Tidak!
Cukup!
Kau pikir dirimu siapa?
- Apa yang kau lakukan, Preet? - Kau kira aku tak tahu?
Aku tahu semuanya. Aku sudah lihat.
Ibu!
Loveleen!
Kenapa kau ajak Juno?
Bawalah Nikki pergi.
Maafkan aku.
Biar kujelaskan.
Kita sampai di sini.
Tidak. Ini, ambil ponselku.
Aku bisa jelaskan. Ambil ponselku.
Itu bukan apa-apa.
Maaf aku memukulmu. Maaf.
- Dengarkan aku. - Jangan ganggu aku. Pergi.
Preet!
Preet!
Preet!
Preet, apa yang kau lakukan?
Tunggu.
Preet, bisa kujelaskan. Jangan pergi. Preet.
Kau meninggalkanku dan anak-anak?
Kumohon, Preet.
Setidaknya pikirkan keluargamu. Aku…
Preet, kumohon jangan. Dengar aku.
Ini rumahmu.
Kumohon, Preet.
Preet, tidak.
Preet, jangan.
Preet!
TIGA TERLALU BANYAK
Belok kanan di depan.
Pergilah ke klinik malam ini.
Janji temunya sudah tiga kali dibatalkan.
Apa itu toko suamimu?
Ada kabar soal Johnny Malang? Di mana dia dipenjarakan di Himachal?
Bu, kami sudah mengirim surel resmi ke Kepolisian Himachal.
Kantor Kombes juga sudah menghubungi.
Tapi kau tahu bagaimana kasus antardaerah.
Kita hanya akan dibantu jika membantu mereka.
KEPOLISIAN DALERPURA
Jadi, serahkan ke Waheguru.
Ada apa dengan semua ancaman ini?
Preet mengancam Johnny akan melapor ke polisi.
Sementara, Preet diancam Sam. Ada apa ini?
Mari kita cari tahu.
Bagaimana kau bisa mengurus dua anak sendirian?
Sekarang sudah biasa.
Dengan bantuan Loveleen.
Dia pengasuh kami.
Dia tinggal bersama kami di AS.
Preet membawanya dari desa sebelah.
Kenapa Preet tak pulang ke AS denganmu?
Itu masalah kecil. Ada salah paham.
Aku mengobrol daring dengan seseorang, lalu dia tahu.
Cuma mengobrol, itu pun hanya beberapa kali.
Sudah coba kujelaskan ke Preet.
Namun, dia tak mau dengar.
Bagaimana caramu?
Kau ancam dia?
Kalian mencurigaiku?
Aku tak ada di sini.
Sebaiknya kalian interogasi saudara Preet, Baljinder.
Dia ingin Preet pergi dari rumahnya.
Itu benar.
Sampai ada kekerasan fisik.
Juga dikirimi somasi.
Somasi apa?
Aku tak tahu secara detail.
Namun, tak ada yang suka ketika seorang istri
lupa bahwa tempatnya adalah di rumah suaminya.
Aku memohon kepada Preet
untuk pulang bersamaku,
ke rumah kami.
Untuk kami bahas dan selesaikan.
Dia tidak muncul di bandara.
Aku malah dapat pesan dari bank saat mendarat di California.
Preet mentransfer 600.000 dolar dari rekening bisnis bersama kami
ke rekening pribadinya.
Aku punya dua restoran di AS.
Ada pengeluaran harian.
Tagihan yang harus dibayar.
Itu tak mudah.
Bisnisku pun berantakan.
Saat kusampaikan ke Preet,
dia bersikeras
hanya akan mengembalikan uang itu
kalau hak asuh kuserahkan kepadanya.
Mereka anakku juga.
Mereka bersekolah di sana.
Kehidupan mereka di sana.
Ada yang kukatakan karena emosi.
Namun, itu tak berarti aku mengancam dia.
Bagaimanapun, dia istriku.
Kuakui,
aku berbuat salah.
Kami sudah lama menikah.
Kadang suami khilaf.
Namun, kenapa dia dengan penari itu?
Dia hancurkan keluarga kami.
Bagaimana menurutmu?
Mungkin kekasih atau suaminya.
Itu yang terjadi di empat dari lima kasus serupa.
Kita harus selidiki saudara Preet lebih dalam.
Apa isi somasi itu?
Aku akan cari tahu soal pengacara Preet.
Baiklah.
Berikutnya!
Izin.
Bu.
Silakan duduk.
Aku ingin melaporkan orang hilang.
Siapa yang hilang?
Ayahku.
Dari mana asalmu?
Desa Banauria. Distrik Hazaribagh. Jharkhand.
Sejak kapan hilang?
Kapan terakhir kalian bicara?
Kami belum bicara…
tapi…
Dia mengirimkan surat ini saat tiba di sini.
Suratnya dikirim dari kantor pos di dekat stasiun kereta.
Baiklah.
Giliranku bertanya,
apa yang harus kulakukan dengan surat dari 20 tahun silam?
Kau punya fotonya?
Ya, ada.
Sudah berapa lama foto ini?
Sudah 23 tahun.
Ini foto terbaru yang kau punya?
Jangan tersinggung,
tapi kau lama sekali menyadari ayahmu hilang.
Isi formulir ini.
Cantumkan semua detail.
Namun, jangan berharap banyak. Entah apa dia masih hidup…
Coba kita lihat
berapa dari kalian yang bisa menebak kolaborasiku dengan siapa berikutnya.
Benar! Jawabannya DJ Kalashnikov.
Paaji, menurutmu bibirnya asli atau dioperasi?
Aku cuma mencoba membunuh waktu.
Hei, Goldy, mendekatlah.
Apa maumu?
Tolong bawa figuran pergi.
Lanjutkan.
Berengsek!
Apa yang terjadi?
Masih belum paham, Bodoh?
Kami polisi sungguhan.
Ada polisi datang!
Nona Bunny Gulati!
Ayo, ada yang harus dibicarakan.
Ya, apa?
Di mana Johnny Malang?
Mana kutahu?
Dia pacarmu.
Itu hubungan tanpa ikatan.
Maaf, apa?
Pak, itu bukan hubungan serius.
Sudah pudar sejak aku pergi dari studio tari.
Apa Preet Bajwa alasanmu pergi?
Maaf.
Astaga, Preet tewas, ya?
Jangan tertawa.
Preet bukan sainganku.
Dia kalah telak di duel tari kami.
Duel tari dengan lagu "Dil Toh Pagal Hai"?
Benar!
No comments yet. Be the first to leave one.