As primeras 200 linias.
Naik ke panggung
- Kita akan menari malam ini - Naik ke panggung
- Semua kerabat dan temanku - Naik ke panggung
- Kita akan menari malam ini - Naik ke panggung
- Tak ada akhir malam ini - Naik ke panggung
- Satu dengan anjing hitam - Naik ke panggung
Naik ke panggung
Aku tak akan berhenti menari
Aku tak akan berhenti menari malam ini
Aku pergi ke lapangan
Aku pergi ke lapangan
Lalu aku membawa segelas wiski
Sekarang isi gelasku
Aku pergi ke lapangan
Aku pergi ke lapangan
Lalu aku membawa Semua temanku dari Delhi
Yang tidak berkelas
Lakukan sesukamu
Malam ini aku tak akan beranjak Dari lantai
Kau mengundangnya ke sini?
Kakaknya Pinky, Shammi,
berkerabat dengan Pak Bhuller.
Aku sungguh tak paham pertengkaran itu soal apa.
Pergilah.
Kenapa kalian tak bisa berteman seperti saat kuliah?
Tidak akan!
Dia tak berkelas sepertiku.
Di mana Khanna?
Arahkan saja aku ke mereka.
Akan kuhabisi mereka menjadi bubur.
Awas, Paman.
- Berdiri tegak saja tak bisa. - Paman.
Pinky.
Di mana kau? Aku datang, Pinky.
Aku tak mengerti.
Ada apa dengan ibumu dan Bibi Laali?
Pertemanan mereka membingungkan,
permusuhan mereka juga.
Hanya saja ada.
Kenapa kau mencuri desainku?
Aku tak mencuri desainmu, kau yang mencuri.
Kau bahkan memakainya di hari yang sama denganku.
Ini dijahit oleh desainer Manish Malhotra.
Aku tak pergi ke penjahit lokal sepertimu.
- Manish Malhotra? - Ya.
Yang di Karol Bagh?
Apa?
Ayo kita makan malam.
Semua orang memuji ayam menteganya.
Bagaimana kau tahan dengan Khanna saat kuliah?
Aku bisa apa?
Ibuku harus bersaing dengan Bibi Laali dalam segala hal.
Terkadang kupikir kalian mungkin ada hubungan
karena menghabiskan waktu bersama.
Itu tak akan pernah terjadi.
Saat orang-orang kampus tahu aku ingin menjalin hubungan,
mereka akan mengantre di luar kelasku. Karena aku yang terbaik.
Ini dia si pecinta gratisan mengendus makanan gratis.
Akan kukirimkan video ini ke ibumu.
Lalu kita akan lihat betapa bijaknya kau.
Nak, ayo masuk.
Aku lapar sekali.
Nandi penyedia kateringnya.
Ayam menteganya lezat.
Duluan saja, Paman.
Aku mau ajari putri Bhalla dahulu.
Aku pergi dengan mobilku
Hey, ke mana kau bawa ayam menteganya?
Maaf, Pak. Hanya untuk keluarga.
Aku tahu. Aku juga keluarga. Sajikan padaku.
Jangan membodohiku. Kau bukan keluarga.
Kurang ajar, sajikan ayam mentega padaku!
Kurang ajar!
Aku akan menghadapimu malam ini
Di mana
Di mana sup lentil
Aku akan memukul wajahmu
Aku akan memukul wajahmu Dan membuatnya merah
Aku ingin minum
Aku ingin minum dengan ayam mentega
Aku ingin minum dengan ayam mentega
Naik ke panggung
- Kita akan menari malam ini - Naik ke panggung
- Semua kerabat dan temanku - Naik ke panggung
- Kita akan menari malam ini - Naik ke panggung
- Jangan berhenti malam ini - Naik ke panggung
- Satu dengan anjing hitam - Naik ke panggung
- Naik ke panggung - Naik ke panggung
- Aku tak akan berhenti menari - Naik ke panggung
Aku tak akan berhenti menari
Ya, ada apa?
Teji membuang sampah dari rumahmu di pekaranganku.
Simpanlah.
Beri tahu dia atapku bukan tong sampah.
Katakan saja sendiri saat dia datang ke rumahmu di malam hari.
Saat ini dia hanya akan mendengarkanku.
Simpan sampahmu.
Ambil itu.
- Teji! - Ya, Kakak Ipar.
Ada apa?
Kali lain saat kau ingin membuang sampah,
lempar ke ruang tamu keluarga Bhalla.
UNIVERSITAS TEKNOLOGI INDIA
Jangan cemas, Bu.
Aku akan lebih unggul dari anaknya Bhalla.
Dia pikir dia terlalu pintar.
Ya, Bu.
Mengalahkan bocah itu adalah satu-satunya misi hidupku.
Mata ibu dan anak itu akan terbelalak melihat nilaiku
atau kau bisa mengubah namaku.
Menang adalah kebiasaan keluarga Khanna, bukan hobi.
Akan kukirim foto wajah cemberutnya setelah hasilnya.
Aku terbaik, Bu, dan aku tahu itu.
Baik, Bu. Dah.
Nanti kutelepon lagi.
PERPISAHAN KELAS TEKNIK ELEKTRO
Ada apa?
Bau mulut?
Sekolah hampir usai.
Sekarang apa?
Masih ada perpisahan, ujian akhir.
Mari kita hidup di saat ini, Sayang.
Dengar, kita berhasil selama ini
karena kita hanya berpura-pura di akhir pekan.
Benar.
Bagaimana sekarang?
Ibuku tak menyukaimu.
Jadi, aku tak tahu.
Kita tak akan menikah.
Biarkan semua berjalan seperti biasa.
Jangan konyol.
Kita jelas akan menikah.
Aku akan meyakinkan kedua ibu.
Aku yang terbaik.
Kau tahu jika Mogambo dan Gabbar tahu tentang kita
akan ada perang geng di jalur Lajpat Nagar.
Kau tak tampak takut pada ibumu saat ingin bercinta.
Itu tidak benar.
Saat itu aku hanya memikirkanmu.
Bahkan, aku selalu memikirkanmu.
Ibu
Ibu
Ibu
Ibu
Jika ayahku tahu soal kita
Dia tak akan mengampunimu
Kuberi tahu saja
Kau datang di dalam mimpiku Diam-diam setiap malam
Ibuku tak menyukaimu!
Ibuku tak menyukaimu!
Ibu
Ibuku tak menyukaimu!
Atau wajah tampanmu Kuberi tahu saja
Meski aku masih mencintaimu, Sayang
Meski aku masih mencintaimu, Sayang
Kau adalah hidupku Aku sangat mencintaimu
Demi dirimu Aku bertengkar dengan ibuku
Kau adalah hidupku Aku sangat mencintaimu
Demi dirimu Aku bertengkar dengan ibuku
Sayang, namamu sangat indah
Tanpamu aku tak punya tujuan
Tanpamu aku tak punya tujuan
Aku tak punya tujuan
Ibu
Ibuku tak menyukaimu
Atau wajah cantikmu Kuberi tahu saja
Meski aku masih mencintaimu, Sayang
Meski aku masih mencintaimu, Sayang
Aku tak merasa bahagia tanpamu
Aku terus melantunkan Namamu siang dan malam
Aku tak merasa bahagia tanpamu
Aku terus melantunkan Namamu siang dan malam
Dengar, mulailah lantunkan namaku
Jangan menatap gadis lain
Pegang tanganku dan nikahi aku
Menikahlah denganku!
Ibu
Ibuku tak menyukaimu
Atau wajah tampanmu Kuberi tahu saja
Meski aku masih mencintaimu, Sayang
Meski aku masih mencintaimu, Sayang
Puneet Khanna.
Aku tahu kau tak akan pernah berani, jadi, aku akan bertanya.
Maukah kau menikah denganku?
Ayo, Puneet!
Terimalah!
Terimalah, Puneet!
Pergi atau kupercahkan botol ini.
Jangan begitu, Sayang.
Kau akan terluka. Dewasalah.
Di atas kepalamu!
Aku ingin bicara.
Aku ingin menikah.
Aku tak mau menikah sekarang.
Aku belum siap.
Baik. Katakan tanggal, waktu, dan tempat. Tunda selama yang kau mau.
Kuharap kau tahu itu hanya akan membawa masalah.
Itu juga membuat kerusuhan.
Kau akan menikahi siapa pun yang ibumu pilih.
Dia mengabaikanku
No comments yet. Be the first to leave one.