As primeras 200 linias.
Translated by: "CoolBreeze"
Kapal Uap Claridon
Kapal yang dibanggakan
kapal yang mulia.
Namun seiring berjalannya kapal, kapal yang tua ini...
Sebuah kapal yang sangat tua.
Selama 38 tahun, dia telah melewati semua yang bisa diberikan ke arahnya.
Angin topan,
Kabut yang tebal,
panas membakar dari panasnya tropis.
Sekarang, dia dijadwalkan hanya untuk lima penyeberangan lagi.
Kemudian sebuah kapal yang baru,
dengan kecantikan yang mewah dan ramping akan menggantikannya.
Saat itulah Claridon akan terlupakan.
Dia mempunyai janji dengan galangan pemusnahan kapal ,
tapi itu sebuah janji yang tak pernah dia tepati,
karena ini adalah pelayaran terakhir.
PELAYARAN TERAKHIR
"Api di Ruang Mesin"
Nampaknya kita akan bisa berharap cuaca yang baik beberapa hari ke depan.
Aku permisi.
kau sudah peringatkan Tn. Mace?
Ya, Pak. Dia menunggu kita di foyer.
Translate & Re'synchronize For Your Comfort By "CoolBreeze"
Oh, Kapten. Beritahu aku, siapa yang akan menang turnamen tenis meja?
Kurasa kamu.
Makan siangmu nyaman?
- Michaels, pelayaranmu nyaman? - Baik sekali, Pak.
Kudengar kita akan temui cuaca bersahabat.
Oh, bagus sekali.
Collection of 50 's to 90 's and Might Some of 20's Movies Translated by: "CoolBreeze"
Seberapa buruk?
Mereka mencoba karantina api di ruang boiler, Pak,
tapi sebaiknya kita cepat.
Perlahan, aku tak mau takuti penumpang.
- "Skipper" benar. ( Kapten ) - Apa yang terjadi?
Salah satu jalur pipa umpan putus. Rusak pecah begitu saja.
Keluarkan minyak yang terbakar ke mana-mana.
~Simple Support for my Translation~ "Just "GOOD RATE", Nothing Else"
Ayo, bawa "APAR" ke sini.
Ayo semua, cepat!
Ayo, bantu aku di sini!
Bantu dia, ayo!
Terlihat sangat buruk tadi, Pak.
- Semuanya dalam kendali, Skipper. - Seberapa parah kerusakan?
Untungnya tak banyak yang bisa terbakar di sini.
Tapi lihatlah di sana.
Nyala api sedang ditarik ke dalam cerobong asap itu.
Jika saja beberapa lapisan dalam cerobong asap itu telah berkarat.
Apa yang akan terjadi?
Tn. Mace, kirim orang ke setiap dek. Patroli seluruh area sekitar cerobong asap.
Jika api itu mengenai panel kayu, Pak. Hanya Tuhan yang bantu kita.
Aku tak'kan ikut, kukatakan padamu itu.
Ayo!
Pope di sini.
Taburi bahan kimia. Periksa terus dan kami akan ke sana.
Api tembus ke Dek-D.
Oke, pimpinlah mereka.
- Oke, ayo pergi. - Ayo.
Ayo gerak cepat.
Ayo, siapkan APAR itu terbuka.
Ayo semuanya cepat.
- Lampu di sana berkedip-kedip. - Tak ada yang perlu di khawatirkan.
Ada apa?
Di mana?
Ruang makan kelas kabin.
Kau sudah infokan ke Kapten?
Ya, pak.
Ayo, bawa APAR itu ke sini.
Saluran buangnya di belakang sekat sebelah sana, Pak.
Ayo.
Cepat pergi.
Ayo, bantu yang sebelah sini!
Kita beruntung ini terjadi di ruang makan kelas kabin.
Setidaknya tutup lebih awal dari ruang makan utama.
Benar.
Bagaimana menurutmu, Kapten?
Mungkin sebaiknya kau mulai ingatkan penumpang.
Jika hal ini tak terawasi kita, Pak, kita dalam masalah besar.
Hal terbodoh yang bisa kita lakukan, Tn. Walsh,
yaitu buat penumpang khawatir yang seharusnya tidak.
Selama api terlokalisir di area,
Aku mau dijauhkan dari semuanya sebisa mungkin.
Ya, Pak.
Pergilah ke atas, Tn. Osborne.
Bersosialisasi dengan penumpang, bersikap seakan tak ada yang terjadi.
Ya, Kapten.
Angka 7 yang beruntung.
B-7.
- Bagaimana denganmu? - Tujuh. Buruk sekali denganku.
- Kupikir bisa menang jika... - Lihat kartunya Jill.
- N-45. - N-45, Jill.
60.
- Kurasa 73. - G-60.
Tujuh puluh tiga.
60
G-60
Tujuh puluh tiga.
73.
- O... - Tujuh puluh...
- O-73. - Bingo! Bingo!
Majulah, sayang. Ambil hadiahmu.
- Pemenang Bingo. - Kartumu.
Jika kartunya benar,
dia memenangkan hadiah utama $40.10 pada siang ini
Hampir saja, Pak. Aku tak suka melihatnya lebih dekat lagi, Pak.
Satu hal yang membuatku terganggu.
Sulit bayangkan api sepanas itu tanpa timbulkan kerusakan di sana.
Semuanya terlihat baik saja, kan?
Sejauh ini, iya, Pak.
Kini triknya menjaga agar urusan pemadaman api ini tak membesar.
- Mommy, lihat. - Oh!
- $40. - dan 10 sen.
Sekarang kita ngapain?
Kurasa harimu sudah cukup seru.
Maaf, Pak. Kami sedikit khawatir.
Kami melihat ada asap keluar dari ventilasi itu.
Kami di atas sana, kami melihatnya.
Kuyakin tak ada apa-apa.
Hal itu mungkin adanya kerusakan di pengendali di ruang mesin,
atau banyak hal lainnya. Aku permisi.
Tetap saja, pemikiran adanya api di kapal membuatku takut.
Tidak ada apa-apa, sayang. Lupakan.
Bob, sesulit apa jika kita matikan dulu 2 atau 3 jam?
Menurutmu itu perlu?
Kita bisa lebih baik untuk lakukan pemeriksaan, Pak.
Tentu saja, aku tahu itu akan memundurkan jadwal kita.
Biaya pembatalan. Biaya lembur dan beban porter.
Dan mungkin akhir dari Claridon.
Maksudku, berhenti di tengah lautan setelah yang terjadi.
Bisa dianggap sebagai perangkap api, kan?
Sudah cukup sulit menjual kamar di kapal setua ini.
Bagaimana dengan kru?
Kau benar soal itu, Skipper.
Kapal lain tak bisa tampung setengah dari penumpang ini,
tidak hingga kapal baru diluncurkan.
- Ya, tak banyak risikonya. - Ada resikonya, Pak.
Kemarin kita melalui "Zero-zero Fog".
Berapa banyak kapal di jalur kita yang melebihi 1 knot? ( 1.852 km/h )
Tidak ada, Pak.
Dan berapa lama perusahaan kapal bertahan dalam bisnisnya...
jika mereka berhenti berhari-hari setiap kali menghadapi cuaca seperti itu?
Itu hanya masalah menyeimbangkan kondisi.
Benar.
- Berikan aku laporan saluran jalur umpan. - Baik, Pak.
Mommy, acara boneka.
- Bagu sekali. - Ya, tak di sangka-sangka?
Oh, Mommy, aku bisa nonton acara boneka?
Tentu saja, sayang.
Ini dia.
Bolehkan aku dansa, Ny. Henderson?
Aku senang sekali, Tn. Henderson.
Minum?
Tolong, dua martini.
Kau tahu, ada sesuatu yang sudah lama tak kau katakan padaku.
Apa itu?
Jika aku harus beritahu padamu...
Oh.
Semua bisa bilang "aku mencintaimu".
Baiklah kalau begitu, katakan.
Itu terdengar murahan.
Oh, kumohon.
Aku lebih suka menunjukannya padamu.
Kapten harusnya menurutimu dan menghentikannya.
Dia punya masalah sendiri.
- Mulai periksa jalur umpan. - Dengan tekanan tinggi?
Dengar, itu sulit, aku tahu. Lakukan yang terbaik.
Ayo, mulai!
Kau tahu cara mereka pilih kapten untuk pekerjaan mewah ini?
Mereka harus lewati banyak tes.
Tentu, dia harus lulus tes dansa, kepribadian,
tahu cara menipu penumpang, membuat lelucon. Itu yang penting.
- Kau cukup judes, Walsh? - Oh, bukan.
Ayahku pernah berlayar dengan Skipper seperti dia.
Pecundang yang hanya berpikir untuk pecahkan rekor,
dan tidak pernah susahkan penumpang,
hingga akhirnya terlambat.
Kapal apa?
"The Titanic."
Oke, ayo.
Mari kita mulai di sini. Ambil lempengan ini.
Selamat siang, Kapten.
Pelayaran pertamamu, Ny. Henderson?
Ya, ini pertama untuk kami semua.
Bagaimana kau tahu nama kami?
- Rahasia kecilku. - Oh.
Suamiku di transfer ke Tokyo.
Nampaknya kami akan lama di sana.
Oh, kurasa kau akan menyukainya.
Tentu saja, kau akan rasakan perbedaan dari Sacramento.
Kau bahkan tahu kami dari mana.
Di simpan untuk tamu yang baik.
Ayo berenang, boleh?
- Bagaimana sayang? - Kenapa tidak.
Hei, Hank, ke sini sebentar.
- Pengukurnya macet lagi? - Ya, itu hanya tunjukan 196 pound.
Guncang keras seperti ini.
Tiga ratus pound?
Pengukur kacau itu jadi gila.
- Jika itu karena pengukurnya. - Itu sudah pasti.
No comments yet. Be the first to leave one.