The Testaments

The Testaments

Descargar subtítols en Indonesian

Temporada 1

Información d'a versión

The Testaments S01E05 DSNP WEB h264-ETHEL
Un comentario de tedi
Retail ADSNP | 40:57 Resync for DSNP

Etiquetas

webdl
Publicau o: 2026-04-22
Descargas: 53
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Sebelumnya di The Testaments…

Kami amat bersyukur atas betapa baiknya kalian menyiapkan para putri kami.

Tentu saja menurutmu mudah. Kau sudah berlatih berbulan-bulan.

Kau masih harus pelajari dansa pembuka.

Becka mengajariku berdansa untuk Pesta Dansa.

Terima kasih, Becka. Dia butuh semua bantuan.

Penjaga? Tolong bacakan kartu itu.

"Agnes, selamat, kau sudah mencapai tonggak sejarah ini.

Tuhan telah memberkatimu dalam segala hal. Aku menantikan dansa di Pesta Dansa."

Aku tak menginginkan ini untuk kita berdua. Aku tak mau menikah.

- Selamat datang di rumah kami. - Terima kasih, menerima kami, Komandan.

Kalian menunjukkan ketabahan Gilead pekan lalu.

Kumohon, aku tak akan dinikahkan dengan pria dari Koloni, bukan?

Apa yang terjadi?

Dia menumpahkan tehnya.

Agnes menemukan bonekanya!

Burukkah?

Tentu saja buruk.

Buruk sekali. Pesta Dansa sudah dekat pula.

Ayahku akan merawatmu dengan baik. Janji.

Ini hanya obat penenang ringan.

Tahu-tahu, kau akan bangun dengan senyum sempurna.

Di Gilead, kita tak boleh memikirkan tubuh.

Tubuh kita maupun orang lain.

Aku bahkan tak yakin apa yang ayah Becka lakukan kepadaku,

tapi rasa malu tetap menguat dalam diriku bagai ombak.

Kucoba memendamnya.

Tumbuh di sini menjadikan kami pakar memendam perasaan.

Menutupinya dari orang lain itu mudah. Tapi menutupinya dari diri sendiri?

Pada hal itulah Gilead membuat kami unggul.

- Kau tampak cantik. - Terima kasih, Rosa.

Penjahit itu benar-benar hamba Tuhan. Berputarlah.

Itu gaun yang indah. Ibu menyukai yang Ibu pakai ke malam dansa Ibu.

Gaun beludru hitam, tanpa tali.

Artinya tanpa lengan atau bahu.

Sudahlah, masa yang berbeda. Kau merasa siap?

- Kurasa begitu. - Sedikit keyakinan akan bagus.

Kau harus berbuat apa jika seorang Komandan menawarkan minum?

- Menolak. - Bukan. Bersikaplah ragu.

"Wah, aku… Aku tidak…"

Dia akan memaklumi, atau mendorong.

Jika dia bersikeras?

Aku menerimanya dengan anggun.

Tapi jangan terlalu anggun. Kau gadis saleh, bukan orang sombong.

Ibu tahu instruksi Ibu keras,

tapi Ibu hanya ingin yang terbaik untukmu. Kau tahu itu, bukan?

Ya, Ibu.

Ini akan menjadi malam istimewa. Kau pasti menginginkan kenangan indah.

Gilead mengurangi masa remaja kami menjadi hampir nihil.

Sebelum ini, kami masih anak-anak. Setelah ini, kami menjadi wanita bersuami.

Ini satu-satunya malam kami untuk merasakan masa remaja.

Aku tak akan biarkan apa pun merusaknya bagiku.

Lagi pula, itulah acara yang akan menentukan masa depanku.

Berapa orang bisa mengatakan itu tentang malam dansa mereka?

Indah sekali!

Inilah mereka. Para Hijau tahun ini.

Kalian akan baik-baik saja bahkan dengan kegugupan itu.

Tapi kami mohon Engkau membimbing kami.

Bimbing kami menuju kesuksesan agar kami bisa memenuhi kehendak-Mu. Amin.

- Amin. - Jangan lupa tersenyum.

Agnes! Aku senang kau sudah tiba.

Jika aku harus menyaksikan lingkaran doa Jehosheba semenit lagi,

aku akan menjerit.

Hei, kau pasti bisa.

- Kau mau berlatih dansa… - Tidak, aku tak apa-apa.

Wah, kalian berdua tampak sangat cantik!

Kalian pasti sangat bersemangat. Aku sangat iri.

Kuharap kau bisa berdansa dengan Komandan Henry.

Kudengar dari segi rupa, dia amat diberkati.

Tidak. Jangan pikirkan dia. Dia Komandan rendahan.

Komandan terbaik baru muncul belakangan.

Kalian sangat mujur.

- Anak-Anak! - Diam, Anak-Anak.

Di luar sana, ada calon suami kalian.

Malam ini, kalian akan jumpa dengannya, dan segera berbagi hidup dengannya,

membesarkan anak dengannya.

mencintai dan mematuhinya sebagaimana dia akan mencintai dan melindungi kalian.

Tuhan menyertai kalian, Anak-Anak. Terpujilah Tuhan!

- Terpujilah Tuhan. - Terpujilah Tuhan.

Kau tampak sangat cantik.

Kau pasti bisa.

- Terima kasih, Shu. - Baik, Anak-Anak. Ayo berbaris.

- Ya! - Terima kasih.

Tadi kau bertanya apakah kami berharap menemukan cinta.

Tapi kami tahu apa tentang cinta?

Kami berharap menemukan suami,

dan diajari untuk mencintai suami kami karena mereka suami kami.

Bukan demi alasan lain.

Bibi Lydia, hasil kerjamu dalam gadis-gadis ini sungguh luar biasa.

Mereka memang hebat!

Bagus.

Pamerkan! Terpujilah Tuhan.

- Indah, Anak-Anak. - Berkat bagi kita semua.

Sungguh indah. Indah. Saatnya Dansa Ayah.

Hai, Ayah!

Siap, Manis?

Agnes?

Maaf. Sore penuh berkat, Ayah.

Malam penuh berkat, Komandan Mackenzie.

Pegang tangan putriku.

Lebih berharga daripada permata.

Boleh aku berdansa denganmu?

Dengan rahmat-Nya.

Aku berdansa…

dengan seorang anak lelaki.

Kami sempat merasa ingin tahu sekaligus takut

pada makhluk-makhluk aneh yang akan segera menjadi pria.

Pria yang akan melindungi kami…

atau menyakiti kami.

Bias optimisme adalah istilah yang kudapat baru-baru ini dari psikiater.

Itu adalah perasaan yakin kebaikan mungkin terjadi,

meski semua bukti menunjukkan sebaliknya.

Tunggu! Beri jalan.

Astaga. Indah sekali.

- Mereka tampil bagus. - Yang itu? Dia?

Aku harus memeriksa Bibi Lydia.

Ini teh herbal.

Baunya tidak enak.

Ya.

Dari mana kau dapat resepnya?

Sepupuku.

Seperti apa rasanya?

Kewanitaan, dan jamur.

Hei, sisakan untukku.

Akulah yang harus memfermentasi jelatang di lemariku.

Aku hanya ingin seteguk.

Aku ingin kembar tiga, Hulda.

Saat Helen beranak kembar,

suaminya membelikannya Mercedes dan anting berlian.

Maaf, aku tak banyak bicara. Aku menghitung langkahku.

Aku juga.

Mungkin seharusnya aku ikut kelas dansa lagi,

tapi ada penayangan film di barak, maka aku menonton saja.

Benarkah?

Ya. Tentang hiu raksasa yang meneror kota kecil.

- Jaws! - Kau pernah menontonnya?

Belum, tapi ayahku memberitahuku saat kami pergi ke pantai.

Katanya, itu salah satu film favoritnya.

"Kau butuh perahu yang lebih besar."

Benar juga. Kau belum menontonnya.

Kau menyukai kelas-kelasmu?

Beberapa saja.

Aku menyukai sulaman dan musik.

Kau bisa memainkan apa? Piano? Gitar?

Dulcimer berpalu.

Bagus. Lagu apa yang kau sudah pelajari?

"The Foggy Dew". "Pachelbel's Canon".

Kau sangat cantik.

Tuan-Tuan. Pergilah tanpa aku.

Aku segera menyusul.

Tuhan menciptakan kita semua,

tapi Dia tak terburu-buru denganmu, bukan?

Mungkin, jika kau gadis yang baik,

gadis Putih ini bisa menjadi Hijau.

Lalu kau, matang.

Jangan menyentuhku.

Jalang sesat!

Komandan?

- Gadis ini bermulut kasar. - Jangan merepotkan dirimu.

Aku akan mengurusnya.

Dalam penjagaan-Nya.

Dalam penjagaan-Nya, Komandan.

- Apa kau gila? - Sisi Toronto muncul.

Hilangkan. Kecuali kau ingin kehilangan lidah.

- Maaf. Aku tak siap untuk pria mesum. - Silakan, ini Chapin.

Dimengerti. Semua aman.

Dengar, kau bekerja dengan baik.

Hal yang kau sadari pada cokelat itu? Itu membantu.

- Benarkah? - Ya.

- Bisakah kau temukan lebih banyak? - Tentang apa?

Jika Komandan Mackenzie menemui Jepang,

mungkin dia mengaturkan kesepakatan artileri…

- Mana bisa aku… - Pelankan suaramu.

Kurasa Agnes tak akan tahu apa pun tentang itu.

Dekati dia saja.

Kau saja yang mendekatinya.

Jadi, mereka sudah mengatakan sesuatu?

Tentang aku?

Kau masih berusaha mengeluarkanku dari sini, bukan?

Buktikan dirimu sepadan dengan kerepotannya.

Bereskan kekacauan ini sebelum aku menghajarmu!

Angkatan tahun ini cantik-cantik.

Bisa membuat leher pria terkilir.

Baik, Judd.

Kurasa para pemuda ini telah bangkitkan selera mereka.

Kini, ayo tunjukkan di mana mereka akan makan.

Tuan-Tuan, mereka calon istri kalian.

Mari bersikap layak, ya?

Tentu saja. Kita hanya merayakan.

Tuan-Tuan.

Untuk para wanita Gilead.

Hei, itu isyaratku.

Tunggu. Mereka datang.

Ceritakan semuanya.

- Hei, bagaimana? - Agak membingungkan.

Ada Komandan yang memandangimu?

Kurasa tidak.

Sungguh? Kau tampaknya suka berdansa dengan komandan pertama itu.

Kukira mungkin kau telah menemukan jodoh.

Kenapa kau memperhatikan tindakanku?

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left