His Only Son

His Only Son

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

His-Only-Son-2023-WEB-DL-DD5-1-H-264-x265
Un comentario de rhaindesign

Etiquetas

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x265
Publicau o: 2023-06-03
Descargas: 331
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

4000 tahun yang lalu, Keyakinan Ibrahim memberi harapan bagi jutaan orang.

Kisah lengkap hidupnya tercatat dalam Kitab Kejadian.

"Ibrahim bersukacita melihat hari-Ku. Dia melihatnya dan dia bersukacita.”

Yang paling pasti, Aku berkata kepadamu, sebelum Ibrahim adalah Aku - Yesus Kristus, 30 A.D. (Yohanes 8:56 & 58)

2000 SEBELUM MASEHI

Ibrahim.

Tuhanku...

Aku di sini.

Bawalah sekarang putramu...

Putramu satu-satunya, Ishak yang kau kasihi...

dan pergilah ke tanah Moria.

Dan di sana, persembahkan dia, sebagai korban

di salah satu gunung yang akan Ku-beritahu.

Tuhanku!

Tidak!

Tidak!!!

|Subtitle by RhainDesign|

Ibrahim?

Apa yang kau kerjakan, Ibrahim?

Semua keributan ini... Terlalu pagi!

Ibrahim?!

Tuhan meminta pengorbanan.

Dia bicara denganmu?

Dia sudah lama tidak bicara.

Aku harus pergi ke Moria.

Moria?!

Butuh dua hari untuk melakukan perjalanan...

Butuh tiga hari.

Kenapa kau tidak membangunkan Dia altar di sini...

Seperti yang kau bangun di Sikhem?

Seperti yang kau bangun di Hebron?

Karena Dia mengatakan Moria.

Tapi itu melintasi padang gurun,

Orang tua seperti kita...

Sarah!

Bukan aku yang buat keputusan!

Tuhan telah berfirman untuk pergi ke Moria.

Bertanyalah pada-Nya.

Kapan kita pergi?

Ishak dan aku akan pergi.

Ishak?

Kenapa Ishak?

Kenapa bukan orang lain?

Karena Tuhan memerintahkan.

Kau tahu itu sanggat menggangguku.

Aku tahu.

Jalan itu berbahaya, Ibrahim.

Sudah takdir Tuhan.

Dia akan membimbing kami melewati itu.

Tapi tetap saja, biarkan aku tenang.

Bawa orang lain bersamamu.

Tuanku!

Eliezer.

Bagaimana kabarmu pagi ini?

Tuhan datang padaku tadi malam.

Sungguh?!

Aku tidak pernah mendengar kau mengucapkan kata-kata itu...

sudah lama...

Lama sekali.

Aku harus pergi ke Moria.

Moria? Untuk apa?

Aku harus berkorban kepada-Nya di sana.

Cukup jauh untuk sebuah pengorbanan.

Sarah juga bilang begitu.

Dia bilang aku harus ajak orang bersama Ishak dan aku.

Mulai mengkhawatirkanmu di masa tuamu, ya, kan?

Jadi... siapa yang bisa kau sarankan?

Kelzar!

Kau tidak perlu jadi relawan bersama putramu.

Tidak, tentu tidak,

tapi jika aku harus tinggal di sini dan mengurus rumahmu,

setidaknya biarkan aku mengirim darah dagingku menggantikanku.

Lagi pula, dia orang terbaik yang kumiliki.

Semakin banyak alasan baginya untuk tinggal di sini.

Ada benarnya kekhawatiran Sarah...

bisa jadi jalannya tidak bisa diprediksi.

Abrahim... kau lupa,

Sejak kita pertama kali memasuki negeri ini puluhan tahun yang lalu,

Aku sudah melihat batas-batas perlindungan

yang diberikan Tuhan yang tumbuh di sekitarmu,

di sisimu.

Tidak ada tempat yang lebih aman untuk anakku.

Tuan Ibrahim, selamat pagi!

Selamat pagi, Nak.

Ya, Ayah?

Tuhan memanggil Tuan kita untuk perjalanan singkat, ke Moria,

untuk berkorban di sana.

Ayah mau kau pergi bersamanya...

Jika dia izinkan.

Tentu saja.

Bawa satu lagi orangmu,

Pastikan Tuan kita mendapatkan semua yang dia butuhkan.

Ya, Ayah.

Kapan kita berangkat?

Secepatnya.

Ayah?

Ada masalah?

Bagaimana pagimu, Nak?

Anak domba menyelinap ke dalam celah sempit di ujung barat.

Para gembala harus menurunkan aku

untuk mengeluarkannya.

Mereka harus menurunkanmu?

Harus ada yang melakukannya...

Kenapa bukan aku?

Kami agak mundur, tapi...

kami akan selesai pada sore hari.

Bagus.

Bagaimana dengan ayah?

Bagaimana pagi ayah?

Tuhan mendatangi ayah tadi malam.

Apa?

Tuhan Allah?!

Ya.

Dalam mimpi?!

Dia berdiri di hadapan ayah...

Sama seperti kau berdiri di hadapan ayah sekarang.

Dia bilang apa?

Dia bilang kita harus pergi ke Moria, kau dan ayah...

dan berkorban kepada-Nya di sana.

Moria?

Di mana itu?

Utara, sekitar tiga hari jalan kaki.

Kemasi tas dan temui ayah di tenda.

Kita pergi sebentar lagi.

Tapi tugasku...

Eliezer akan mengurusnya.

Semuanya sudah siap?

Hampir siap,

membuat penyesuaian akhir.

Ingatkan aku namamu.

Aku?

Eshcolam.

Kau gembala?

Aku mengerjakan apa saja yang diperintahkan.

Kebayakan mengurus kambing.

Maaf membuatmu menunggu, Ayah.

Sini.

Kita sudah siap?

Siap.

Baiklah... ayo berangkat.

Tunggu!

Ishak!

Pergi tanpa mencium ibumu?

Jangan pergi tanpa ucapkan perpisahan pada ibumu.

Jaga ayahmu.

Dia tidak semuda dulu.

Nyonya, rambut Tuanku mungkin beruban,

tapi kakinya masih kuat.

Aku yang akan menilai kaki suamiku.

Jaga dia.

Tentu.

Kemana perginya tahun-tahun itu?

Kami harus pergi.

Aku tahu.

Aku tahu.

Kemana perginya tahun-tahun itu?

Pastikan tidak ada bahaya yang menimpa putra kita.

Tuhan beserta kita.

Tuhan beserta kita.

Abram?

Abram?!

Apa yang terjadi?!

Ada apa?!

Empat puluh tahun yang lalu

Ada apa, Abram?

Kau terluka?!

Ada apa, Abram?

Abram!

Aku...

Aku bertemu... Tuhan...

Kau bertemu Tuhan?

Aku bertemu Tuhan...

Tuhan.

Dia muncul sebagai seorang pria di hadapanku.

Dia bicara padaku.

Apa maksudmu?

Aku harus pergi ke negeri yang akan Dia tunjukkan padaku.

Apa?

Berapa lama?

Selamanya.

Abram... nama baik kita,

Rumah kita,

Tempat kita di bait suci.

Semuanya akan berubah.

Aku tidak bisa lagi mengabdi padai Tuhan ayahku.

Ini penghujatan.

Kau tidak bisa menghujat kebohongan.

Abram, jangan katakan itu...

Dia telah berjanji memberiku nama besar...

Bangsa yang besar,

Semua keluarga di muka bumi

akan diberkati melalui...

Sebuah bangsa?

- Kita bahkan tidak punya anak. - Kita akan punya.

Sudah berapa lama kita mencoba?

Dia akan memberkati.

Dia akan membuka jalan.

Abram, kau bahkan tidak mengenal Tuhan itu!

Bagaimana kau tahu Tuhan itu baik?!

Bagaimana kau tahu Dia memang Tuhan?

More Indonesian subtitles for His Only Son

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left