The Doors: Mr. Mojo Risin' - The Story of LA Woman
As primeras 200 linias.
Film akan dimulai 5 menit lagi. Sebuah pengumuman yang tanpa arti.
Semua yang tidak mendapatkan kursi harus menunggu hingga pertunjukan berikutnya.
"L.A Woman" seperti kembali keasalnya dan itu sangat simpel dan sangat "nge-blues". Juga..
Itu hanyalah bentuk pencintraan tentang diri kami.
Dan "rock n roll" seharusnya memang berada diluar alurnya.
Sebuah album adalah bentuk perasaan. Itu sama halnya seperti bermain.
Itu mungkin album yang paling menyenangkan yang pernah dibuat.
1970, kami punya tanggungan satu album lagi, dan ini kemungkinan menjadi album terakhir kami.
Kami akan membuat album dengan "momen zen" yang tepat waktu.
Kami tidak membahas masa yang akan datang.
"Masa depan masih belum pasti. Akhiran selalu lebih dekat."
Album inilah yang merangkum semua itu..
Dengan kemasan yang rapi dan ditujukan "The Doors" secara pribadi kepada pendengar.
Mereka mendapatkan kesatuan dari yang mereka butuhkan.
Untuk diberikan ke pendengar mereka jika mereka masih memiliki..
..Apa yang orang sukai secara apa adanya dari mereka.
Secara musik, ku kira itu akan bertahan..
Hingga 40 tahun yang akan datang, dan itu akan masih menjadi album yang istimewa.
Ku beritahukan padamu sekarang. Mereka berumur 16, 17, 18 tahun.
Yang mendengarkan "The Doors" pertama kalinya.
Sebagai band pendatang baru, dan membuat mereka terpukau.
Kami band yang beranggotakan 4 orang. Aku selalu berpikir jika kami seperti..
Modern jazz quartet didalam rock n roll.
"The Doors" memposisikan secara dalam didalam sejarah kebudayaan.
Jika bukan hanya didalam rock n roll, tapi juga untuk negara Amerika.
Mereka telah membentuk diri dalam kesadaran Amerika.
Mereka telah menjadikan diri mereka sebagai yang istimewa.
Seiring berjalannya waktu hingga tahun 69.
"The Doors" telah mencapai, mungkin.. Popularitas antar benua.
Kami hanyalah yang hina, kotor dan menjijikan.
Aku mengira mereka tidak mencari ketenaran. Tapi ketenaran yang datang ke mereka.
Kemudian, dari mana nama "The Doors" berasal?
Itu berdasarkan buku dari Aldous Huxley, "The Doors of Perception".
Lalu datang dari kalimatnya "William Blake".
"Jika pintu persepsi yang dibersihkan.."
"Orang akan melihat hal-hal seperti yang mereka inginkan."
Titik, titik, titik. "Tak terbatas."
Akan selalu ada budaya baru yang akan lahir.
Itu disebut pergeseran budaya. Tapi kami selalu berpendapat..
Itu hanyalah budaya baru yang datang. Budaya dari abad ke-21.
Mereka bekerja berdasarkan intelektual dan tahapanan lirik.
Selalu tinggi dibandingkan orang-orang lainnya.
Dan bagiku, mereka akan berada diatas bersama "The Beatles" dan "Dylan".
Jim memimpin dengan puisinya.
Ia tidak mengibarkan bendera dan berkata, "ikuti aku".
Ia meraih kedalam hatimu dan punggungmu, lalu mengguncangmu dengan keras.
Lalu membuatmu berpikir siapa dirimu.. Dan apa yang terjadi denganmu.
Kami mempertimbangkan diri kami seperti cerminan dari masyarakat.
Kami hanya berkomentar atas apa yang terjadi.
Ada banyak hal yang perlu dijelajahi. Itu hanyalah permulaan.
Aku bepikir, "Oke, kami sudah membuat tiga album.."
"Dengan pengaturan yang sama, Dengan sususan yang sama."
"Ayo kita ajak pemain terompet dan pemain dawai".
Ide untuk menggunakan dawai dan terompet adalah hal yang Ray and aku diskusikan..
Bahkan sebelum kami membuat album pertama. Itu karna kami mencintai musik jazz.
Dan itu salah satu yang ingin kami coba dan lakukan.
Mereka telah sukses. Mereka telah membuat album yang hits.
Mereka punya album yang sempat dianggap orang lain sebagai sampah.
Mereka sebenarnya telah berhasil merasakan pengalaman bermusik.
Hanya dengan kurang dari empat tahun.
Apa yang telah mereka lakukan, pertama di album "Morrison Hotel"
kemudian "L.A. Woman", ketika mereka ingin kembali ke blues.
Mereka adalah band yang sesuai pada eranya.
Yang memiliki batasan atas apapun yang terjadi.
Dan batasan adalah tempat yang selalu kau inginkan.
Ini "Changeling". Ini lagu pertama yang kami rekam.
Dan ini menjadi lagu pertama didalam album "The Doors".
Mereka datang dengan salah satu rocker terkenal bernama "The Changeling".
Dan hal pertama yang kau dengar dari yang dikatakan Jim Morrison adalah, "Ikuti saja."
Oke, Aku siap mengikuti. Ayo lihat apa yang kau punya.
Ku pikir, dalam mengantisipasi Kepergiannya..
Ia telah melalui semua hal.
Apalagi yang bisa kau lakukan sebagai penyanyi dari suatu band rock?
Ia selalu berbicara tentang dirinya, jika dialah yang berubah pada lagu itu.
Ia hanya mengungkapkan apa yang akan terjadi.
Ia berkata pada semua orang, "Ini saatnya".
"Kau akan melihatku berubah".
Kami pernah ditembak dijalanan, di Kent State.
Bobby Kennedy meninggal. Martin Luther King meninggal.
Pemimpin perdamaian terhebat kita telah dibunuh.
Itu adalah saat yang buruk.
Permasalahan rasis di Amerika telah mencapai puncaknya.
Dan pada tahun 1970 terjadi penyerangan ke Kamboja.
Pada tahun yang sama "L.A. Woman" dibuat.
Vietnam saat itu benar-benar memanas.
Kami mencoba keluar. dijalanan terjadi kekacauan.
Kehancuran telah terjadi diseluruh Amerika.
Jim merasa jika kau mengubah yang ada didalam, lalu akan mampu mengubah dunia.
Ia sangat tidak terbuka terhadap politik.
Tapi kami sedang berada ditengah angin topan.
"The Changeling", bagiku cukup mewakilkan..
Dan berbicara untuk semua hal tersebut, jika kita harus terus bertahan
Sampai beberapa tahun berikutnya.
Dan terjadilah perubahan di Amerika. Dan faktanya jika kamilah "sang pengubah" keadaan.
Janis Joplin meninggal pada tahun itu.
Kemudian Jimi Hendrix meninggal tahun itu juga. Keduanya karena overdosis.
Lalu Jim mulai menjerumuskan dirinya pada obat-obatan dan alkohol.
Morrison, ia pernah ditangkap.
Ia pernah masuk pengadilan. Ia gila mabuk-mabukan.
Ia bisa mendapatkan wanita yang diinginkannya.
Ia telah melalui semua hal itu.
Orang itu mencari cara untuk mengambil alih dunia.
Mereka menyediakan semacam soundtrack untuk..
Bukan hanya untuk melawan budaya, tapi untuk kesadaran liberal.
Itu dalam bentuk proses pertumbuhan dan mereka ingin jadi bagian darinya.
Itu terus terjadi hingga akhir penggarapan album. Dan apa yang terjadi setalah album selesai?
Ia pergi keluar kota. Ia tidak yakin jika ia harus tetap berada disana.
Ia bisa meninggalkan apapun dibelakangnya.
Dan mencoba untuk menemukan hidup baru di Paris. Atau mungkin, ia mati.
Pengerjaan "Been down so long" sangat terserah padaku.
Dan apapun yang ia nyanyikan di album "L.A. Woman".
Ia merasakan secara telak dari sistem keadilan Amerika..
..Ketika sistem peradilan amerika memiliki kemampuan untuk menindas.
Selama aku bersama "The Doors", mereka telah diserang oleh pembangungan.
Ada kampanye konstan untuk menggelincirkan kami.
"The Doors" menciptakan ancaman dipusat kota Amerika.
Hanya disana adalah pusat generasi para remaja..
..Yang berdiri dan berkata, "Tidak, itu tidak baik untukku".
"Aku punya kedudukan. Aku punya kehidupan". Dan saat itu tidak ada yang bisa diteladani.
Miami menjadi titik balik dalam karir "The Doors".
Itu malam yang sangat luar biasa. Panas dan berkeringat.
14,000 orang menunggu "Lizard King" datang ke Miami.
Jim berasal dari Florida. Ia pulang kampung dari from California.
Kalian tau aku lahir disini.
Kalian tau?
Aku lahir disini di Melbourne, Florida. 1943.
Lalu aku menjadi cerdik, pergi ke kota kecil bernama Los Angeles.
Dan mereka tidak melihat.. Tidak sebagai penampil atau penggemar.
Tapi hampir seperti ilmuwan sosial.
Fenomena dari hubungan ini.. Antara band rock dan penonton.
"Apa yang kulakukan? Bagaimana bisa aku menghancurkannya?"
Kalian semua orang-orang yang sangat bodoh!
Kalian semua para budak!
Membiarkan orang memberitahu kalian atas apa yang akan kalian lakukan
Jadi berapa lama kalian akan membiarkan mereka menindas kalian?
Tidak ada aturan. Tidak ada hukum
Lakukan apa yang kalian mau. Lakukan.
Lalu Jim akhirnya berkata ke mereka. Dia bilang, "Apa yang kalian inginkan?"
"Apa yang kalian mau dari kami?"
"Kami adalah band rock n roll. Kami memainkan beberapa lagu bagus"
"Tapi kalian mau sesuatu yang lebih, bukan?"
"Yaa!"
Percayalah Jim Morrison akan melakukan apapun yang ia katakan.
Dan itu sangat menakutkan bagi orang-orang.
Lalu Jim Morrison akan berkata, "Bagaimana jika aku menunjukkan kelaminku?"
"Itu yang kalian mau?"
Dan aku berpikir, "Oh, tuhan, Orang itu pasti mabuk."
"Dia akan mengekspos dirinya sendiri. Kami berada dalam kesulitan".
"Ini akan menjadi bencana."
Itu sangat menyiksaku. karna aku telah menemukan jalan hidupku.
Dan aku mencintai musik. Dan vokalis kami memiliki perjanjian dengan setan.
Mereka datang mencari kekacauan. Dan mereka mendapatkannya.
Sungguh. Sangat berpengaruh besar dan suatu kehancuran besar terjadi padanya.
Ia ditangkap karena tindakan tidak senonoh.
Mengeluarkan kata-kata kasar. Mabuk didepan umum.
Yang menjadi favoritku, simulasi senggama secara lisan.
Pertamanya ketika konser, lalu kejadian setelah konser.
Kemudian persidangan yang diberatkan kepada Jim.
Dia memutuskan untuk mengubahnya menjadi masa percobaan.
Apa yang kami lakukan saat itu..
Adalah permasalahan ekspresi kebebasan berkesenian.
Sehingga ia didakwa bersalah dalam 2 hal dan akan dihukum selama 3 tahun.
Mungkin kurang dari setahun setengah di Raiford. Penjara Raiford.
Jim orang yang berjiwa lepas. Itu hampir tak dapat diterimanya.
Mengancam akan kesadarannya dengan hal semacam itu.
Tur kami harus dibatalkan. Meskipun kami memiliki jadwal tur 20 kota.
Miami adalah kota pertama.
Kami tidak bisa tampil dimanapun.
Pemilik gedung pertujukan mengadakan pertemuan besar-besaran.
Dan mereka melarang kami dari hampir semua gedung pertunjukan besar di Amerika.
Itu hampir menghancurkan band. Bahkan mungkin membunuh Jim.
Itu benar-benar menghancurkan citra seorang artis.
Ketika mereka tau, jika mereka telah membuat perbedaan.
Dan mereka telah melakukan sesuatu.
Lalu secara tiba-tiba, ia hanya bisa mencoba untuk bertahan dengan apa adanya.
Baiklah, kita tak bisa tampil. Ayo rekaman saja.
Ku pikir kembali kedalam studio adalah cara membuat mereka kembali fokus.
Karna ketika mereka berada di studio, adalah alasan mereka untuk bersatu.
Seperti semula itu tergantung kepada mereka sendiri.
Kami kembali bersama di ruang kerja "The Doors".
Disudut "La Cienega" dan "Santa Monica".
Pertanyaan pertamanya adalah, "Ada yang punya lagu?"
Dan tentu saja, Jim dan Robby muncul dengan..
Keseluruhan lagu lagi. Seperti hal yang biasa mereka lakukan.
"The Doors" telah kembali latihan. Mencoba membuat album baru bersama.
Yang kemudian akan menjadi album "L.A. Woman".
Aku datang ke beberapa latihan dan Jim, khususnya, terlihat merasa bosan.
Tidak mampu megerjakannya secara lepas
Paul tidak senang. Lalu ia keluar. Anggota band juga tidak senang.
Karna ia bilang pada mereka jika ia tidak suka dengan musiknya..
Tak seperti dengan apa yang ia inginkan. Lalu ia pergi meninggalkan sesi itu.
Aku kemudian tau jika ia ingin bertemu kembali dengan kami di "Sunset Sound".
Dan mendengarkannya kembali.
Kami bermain buruk. Bermain dengan sangat buruk.
"Riders On The Storm" tidak bagus.
Lalu Paul Rothchild, berpendapat terdengar seperti musik "cocktail".
Tidak ada lagu yang bagus saat itu.
Kau tidak bisa rekaman dengan baik dengan perasaan yang semaunya.
Ku bilang, "Album ini akan menjadi bencana."
Satu ketika aku datang, masuk ke dalam studio..
No comments yet. Be the first to leave one.