As primeras 200 linias.
Maaf.
Siapa ini?
Hei, Suet? / Ya, bicaralah.
Kau bisa menggantikanku kali ini?
Apa, sekarang?
Dari Mong Kok ke Tai Po
Isteriku sedang dalam persalinan dan Aku mau ke RS.
Maaf, aku sibuk.
Sibuk? Kau hanya sedang berjudi, bukan?
Yang menu saja, aku hanya bersenang-senang.
Apa untungnya bagiku?
Suet, kawan, tolong aku!
Kau hutang uang padaku, tapi kau boleh bayar bulan depan!
Aku benar-benar tak tahu jalur Tai Po.
Tunggu, aku menang!
Suet, rutenya mudah sekali.
Mereka bayar saat naik. Mulai dari Jalan Argyle ke Waterloo.
Terus melalui terowongan Lion Rock...
... menuju pacuan kuda.
Melewati Universitas dan ambil Jalan Tai Po.
Akhirnya sampai ke Jalan Kwong Fuk.
Baiklah, terserah. Aku bayar hutangnya 6 bulan lagi, setuju?
Apa? Itu tawaran yang sulit!
Setuju?
Baiklah, setuju.
Cepat, brengsek!
mulai jam 2 subuh, dari perempatan Jalan Mong Kok.
Selanjutnya berhenti, stasiun subway Mong Kok
Hati-hati kalau jalan, 4 mata!
Apa yang kau lihat?
Minggir! kau menghalangi jalan!
Aku akan menabrakmu!
Dasar idiot!
Ini kurang bagus, ada lagi yang lain?
Lebih baik naik busl berikutnya.
Oke, kita sudah penuh.
Ayo berangkat.
Aku hanya perlu satu paket.
1 paket? / Itu cukup untukku.
Dasar brengsek!
$3.000, bayar!
$3.000?
Bajingan! kau takkan bisa lolos!
Berapa tarifnya?
$13... $26 untuk berdua.
Terima kasih.
Sekarang aku menuju ke Mei Foo.
Aku takkan kembali ke Tai Po malam ini.
Aku tidak bisa...
Kenapa tidak? Kukira kita ada janji kencan?
Memang, tapi entahlah.
Hari ini aku datang bulan.
Memangnya kenapa?
Bisa sial kalau melakukan itu saat datang bulan. / Aku tidak percaya takhayul.
Kau nakal sekali!
Bukan berarti kita belum pernah melakukannya,
tapi itu menjijikkan.
Kalau begitu aku akan kembali ke Tai Po, kau akan merindukanku?
Tentu saja.
'F' untuk Ferguson, 'F' untuk failure (kegagalan)!
Menurutmu? Kita akan menang tahun ini!
Tunggu saja, Mourinho akan kembali musim depan.
Maaf, Ferguson pensiun!
Tidak mau berdebat denganmu. / Kenapa? Takut kalah?
Coba lewat sana.
Diam di sana!
Dasar bajingan! Pergilah jika kau berani!
Aku takkan pernah meminjamimu uang lagi!
Apa maumu?
Terserah, kau bertindak gila.
Aku tanya untuk yang terakhir kali...
Kau pergi atau tidak?
Sudah cukup, ayo pergi!
Dasar brengsek, kuberitahu,
Jika ayahku dengar soal hal ini, dia akan membunuhmu.
Baguslah, aku bisa tidur lebih awal!
Kau lihat apa, tunjukkan.
Menemukan yang bagus?
Hei, anak muda!
Duduk di depan, kita akan segera berangkat.
Bukan urusanmu!
Hati-hati kalau jalan! / Maaf.
Hei, duduk di depan. / Maaf, maaf.
Ayo, berangkat.
Kau duduk di sini!
Sudah kubilang kau jangan ikut campur!
Oke, sudah penuh!
Duduk yang baik! Kita segera berangkat!
Kita berangkat!
Sial, bukankah mereka yang tadi bertengkar?
Itu kecelakaan besar.
Operator.
Setelah tikungan jalan Mong Kok,
baru saja melihat kecelakaan, telepon ambulans!
Siapa pun yang mendengarku?
Hei, orang terakhir yang belum membayar.
Dia tertidur.
Pak supir, dia tertidur.
Sudah tidur?
Baiklah, aku mengerti.
Dia bisa membayarnya saat turun.
Kerja membuatmu kelelahan, aku tahu.
Waktunya memanggil kakakku.
Hei, Keung.
Ada apa?
Hei, isteri Lam mau melahirkan!
Sungguh saat yang membahagiakan.
Aku menggantikannya malam ini.
Dia memberiku waktu 6 bulan untuk melunasi hutang!
Bukankah kesempatan yang menyenangkan?
Sudah kubilang ini hari keberuntunganku!
Kau benar.
Halo, halo...
Hei, ini aku, Suet!
Biggie, Keung, Kit tinggi!
Ada yang mendengarku?
Halo? Tak seorang pun yang menjawab?
Ada orang di sana?
Maaf, aku suaraku terlalu keras.
Ada yang tahu apakah bayinya Lam sudah lahir?
Halo? Halo?
Ada yang mendengarku?
Alat brengsek, aku tahu seharusnya tidak pelit!
Kau tidak bisa menghubunginya?
Dia tidak mengangkatnya, bagaimana denganmu?
Aku sudah mengirim selusin pesan. Tak dibalas sama sekali.
Dia menyeret kita ke Tai Po untuk menonton sepak bola di TV.
Sekarang kita di sini...
... dan dia tidak mengangkat telepon! Dasar brengsek!
Akhirnya kau sadar! Kau terlalu baik padanya!
Jangan bicara omong kosong! Terus telepon dia.
Sayang, kau ke mana?
Sudah berkali-kali kukirim SMS, kenapa tidak kau balas?
Telepon balik aku.
Sayang, apa kau memperhatikan...
... ada yang aneh dengan jalan ini malam ini?
Kau benar. Ada yang salah, tidak biasanya begini.
Jalan bisa sesepi ini, aneh kan?
Tak ada seorang pun, bahkan mobil pun tidak ada.
Apa anehnya bila begitu?
Jalan ini selalu sepi.
Tidak, ini terlalu aneh. Tidak terlihat satu mobil pun.
Jam berapa sekarang, teman?
Pertandingan Liga Premier sudah berjalan.
Salah dia kita berada di Tsim Sha Tsui.
Kita menonton pertandingan dan pulang.
Lalu teman kita di Tai Po meminta kita menonton La Liga.
Kau memakai kaos tim Inggris untuk menonton La Liga?
Tepat sekali.
Dulu saat aku masih di Divisi pertama,
kami begadang sepanjang malam!
Sopir, tolong berhenti di Four Pillar. / Baiklah.
Universitas China Jam 02.53 Pagi
Terima kasih.
Kawan, ada apa? Kau baik-baik saja? Papah dulu dia ke trotoar.
Perutku sakit.
Apa yang bisa kita lakukan di tengah malam?
Aku akan menelepon klinik.
Telepon terus, kita bawa dia ke asrama.
Bertahanlah.
Kita hampir sampai.
Kita dudukkan dia. / Pelan-pelan.
Berbaringlah dulu. Jangan menakutiku.
Apa gara-gara yang kau makan? / Tidak mungkin, kita baik-baik saja!
Jangan berdebat, ayo cari bantuan.
Ayo.
Apa ini? Tekonya kosong!
Wow... Benar-benar sepi.
Benarkah ini Tai Po?
Baiklah, siapa yang turun di sini?
Apa? Tidak seorang pun?
Pak supir?
Kita sudah di Tsuen Wan belum?
Tsuen Wan? / Ya.
Ini Tai Po.
Tai Po?
Oh sial.
Tidak ada yang turun.
Apa kau bercanda?
Tersambung tapi tidak ada yang mengangkat.
Sudah kucoba beberapa kali.
Aku tak bisa menemukan pacarku.
Dia tidak membalas pesanku.
Jaringan apa ini? Besok aku mau ganti kartu!
Apa yang terjadi? Sinyalnya bagus.
Hei, kalian mau turun atau tidak?
Aku tak mengerti, mereka tak menjawab teleponnya.
Mereka biasanya masih bangun sampai jam 5 pagi.
Jangan khawatir!
Jika sok tenang, kau coba sendiri!
Hei! Jika di sini tujuan kalian, cepat turun!
Tunggu!
Tak seorang pun menjawab telepon kita.
Pasti terjadi sesuatu.
Tak ada seorang pun di jalanan.
Satu-satunya yang di sini hanya minibus kita.
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Kita coba radionya? / Ide bagus!
Jangan merusaknya.
Ini bukan minibusku.
No comments yet. Be the first to leave one.