Información d'a versión

Backstreet Rookie S01E15 WEB-DL 1080p H265 AAC-FLTTH
Un comentario de jaac
https://nontonmulu.com/episodes/nonton-backstreet-rookie-season-1-episode-15/

Etiquetas

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Publicau o: 2020-08-07
Descargas: 37
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 176 linias.

Saet-byul,

Aku juga ingin menjadi

seseorang yang istimewa bagimu.

Maukah kau menerima tulipku?

Pak Choi,

aku akan menjawab itu

nanti.

Aku tak bermimpi untuk menjadi orang sehebat dirimu,

tetapi aku juga ingin meraih sesuatu sendiri.

Akan kujawab saat lulus GED.

Tentu. Kau telah menungguku selama ini.

Jadi, kini giliranku menunggumu.

Saet-byul, jangan pernah merasa belum mencapai apa pun.

Kau bertanggung jawab, setia, gigih,

dan rajin.

Itu sebabnya kantor pusat

menunjukmu sebagai asisten manajer toko.

Saet-byul, kau sudah hebat.

Kau mengagumkan.

Terima kasih, Pak Choi.

Bukan apa-apa.

Bagaimana kau menyiapkan semua ini?

Tempat ini indah.

Apa kau menyiapkan wine?

Wine apa?

Orang biasanya minum wine saat berada di tempat seperti ini, 'kan?

- Wine apa? - Mungkin aku kebanyakan menonton drama.

Maksudmu ini?

Inikah yang kau inginkan?

Kau saja yang minum. Aku akan pergi dan menanam tulip.

Aku kalah lagi.

Selamat datang.

Yong-pil.

Kemarilah.

Jang-mi, bagaimana kau bisa kemari?

Kau pernah bilang bahwa kau mengelola toserba di Shinseong-dong.

Aku juga butuh bantuanmu sebelum ke Tiongkok besok.

Bantuan apa?

Apa menurutmu kita bisa menemukan Boon-he

jika kau menanyai asosiasi alumni Busan?

Boon-hee lagi? Kau harus melupakan dia.

Bagaimana bisa?

Boon-hee adalah orang yang paling kurindukan

sejak meninggalkan Korea.

Jang-mi, aku sungguh tak tahu apa yang Boon-hee lakukan.

Aku tak bertemu Gong-hee selama 40 tahun. 40 tahun!

Ayah!

Kenapa Ayah bilang Ayah tak tahu...

Kau datang rupanya.

Itu putramu, Yong-pil?

Dia tampan.

Halo.

Bagaimana kau bisa mengenal ayahku?

Kami berteman saat SMA. Namaku Hong Jang-mi.

Halo.

Jang-mi, aku mencintaimu.

Omong-omong, pukul berapa ini?

Jang-mi, kemarilah.

Aku harus bicara dengan anakku tentang hal yang sangat penting.

Begitukah?

Ya. Aku akan segera meneleponmu jika ada kabar dari Boon-hee.

Jadi, tunggu teleponku di Tiongkok, ya?

- Aku harus di sini sampai bertemu... - Pergilah.

Pergilah!

Baiklah.

Celaka.

Ayah! Aku tahu dia cinta pertama Ayah,

tetapi kenapa Ayah bilang tak mengenal Ibu?

Itu semua kesalahpahaman. Ceritanya panjang.

Ayah, tak ada cerita yang bisa membenarkan itu!

Dahulu Jang-mi berteman baik dengan Boon-hee,

tetapi Boon-hee tak mau menemuinya!

Kenapa? Kenapa Ibu tak mau menemuinya?

Dengar.

Aku cinta pertama Boon-hee,

sementara Jang-mi cinta pertamaku.

Boon-hee dan Jang-mi bersahabat.

Jika menjadi ibu, kau mau menemui Jang-mi?

Astaga.

Sahabatku menghilang

tanpa meninggalkan sepucuk surat pun.

Kau pasti merindukannya.

Mana mungkin. Wanita sialan itu. Aku sudah menghapusnya dari kepalaku.

Apa itu teman baik Bu Gong yang pergi

tanpa meninggalkan sepucuk surat pun?

Saet-byul, bagaimana kau mengetahuinya?

Bu Gong memberitahuku tentang dia,

dan dia tak pernah mau bertemu dengannya lagi.

Benar, 'kan? Sudah kubilang!

Jangan beri tahu Ibu bahwa Jang-mi ada di Korea, ya?

Ayah!

Ambil alih sifku. Punggungku sakit.

Tidak, Ayah harus berjaga di toko semalaman.

Ayo, Saet-byul.

Pak Choi, kurasa...

Kurasa kau harus memberitahunya...

Kenapa semua orang selalu memihak Boon-hee?

Apa salahku?

- Ibu, kami pulang. - Kami pulang.

Lihat itu.

Kenapa kalian berdua pulang? Bagaimana dengan toko?

Ayah akan berjaga semalaman.

Dia menghindariku belakangan ini. Apa dia melakukan kesalahan?

Tidak ada. Ibu sedang apa?

Kudengar merendam kaki

adalah hal terbaik untuk menghilangkan bengkak kaki.

Beli mesin perendam kaki saja.

Mesin perendam kaki? Kita masih membayar cicilan kursi pijat Ayah!

Harga mesin itu 200.000 won. Kita tak mampu membelinya.

Sebenarnya, menurutku ember itu sudah cukup. Itu bahkan bisa memijat.

Bisa memijat? Tidak.

Tentu saja bisa, Bu.

Lihat? Ini.

Aku akan memijat bahumu.

- Apa? - Bahumu tegang sekali.

Ini hari yang sangat memanjakan.

Mungkinkah ini hari keberuntunganku?

Aku tak tahu mau harus membelikan Ibu apa dengan gaji pertamaku sebagai konsultan,

mau kubelikan mesin perendam kaki?

- Benarkah? - Ya. Sepatu juga.

Tidak, jangan belikan aku sepatu.

Aku mungkin akan kabur jika kau memberiku sepatu.

Akan kubelikan sepatu dengan gaji pertamaku sebagai asisten manajer.

Apa? Kau akan menjadi asisten manajer?

Aku sudah serahkan kepemilikan toko.

Mereka akan promosikan Saet-byul sebagai asisten manajer.

Benarkah?

Luar biasa! Berita bagus.

Selamat, Saet-byul.

- Terima kasih. - Luar biasa.

Sempurna.

Pak Choi memang pria yang hebat.

Dia sungguh anak yang sempurna,

sekaligus pria yang sempurna.

Aku ingin menjadi

seseorang yang istimewa bagimu.

Maukah kau terima tulipku?

[Kenapa aku tak bisa langsung menjawabnya?]

[secara perlahan, selangkah demi selangkah,]

Hei.

Aku akan membuat ramyeon enak.

Kalian keluar berbarengan?

- Aku mau mengambil air. - Aku mau ke toilet.

Begitu rupanya.

[aku akan membuatkanmu ramyeon lezat dengan telur di atasnya.]

[Pecahkan kuning telurnya? Jauh lebih enak jika tak pecah.]

Apa yang kalian lakukan?

- Kalian berdua menari? - Ya.

Kami menari.

Lihat itu. Kau mewarisi bakatku.

Saet-byul, saat masih muda, aku penari yang hebat.

Menarilah, Saet-byul!

Aku tak akan pernah menolak untuk menari.

Bu Gong, kau tak mau tidur?

Aku merasa sangat segar

setelah kau memijat bahuku!

Namun, Ibu harus bekerja pagi-pagi sekali besok.

Ibu sebaiknya tidur.

Kenapa kalian menungguku tidur?

- Kami mau tidur. - Kami mau tidur.

- Tentu saja. - Ya.

Kalian tidurlah lebih dahulu. Aku mau menonton TV.

Apa? Baik, aku akan tidur sekarang.

- Selamat tidur! - Selamat tidur.

Selamat tidur! Keluarlah jika kalian bosan.

Tentu.

Tunggu.

Apa?

[Mulai sekarang, "Anggur" berarti, "Sampai jumpa."]

[Lalu, "Stroberi" berarti, "Tidak." Mengerti?]

Anggur.

Dia manis sekali. Anggur!

Anggur! Selamat malam.

Anggur? Anggur.

Ini menggemaskan!

Ibu, bagian ini tentang tanggal pembukaan toko.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left