King Solomon's Mines

King Solomon's Mines

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

King Solomons Mines 1985 BluRay H264 AAC-RARBG
Un comentario de tedi
Retail AMZN Resync for BluRay

Etiquetas

bluray
Publicau o: 2026-04-03
Descargas: 29
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Bagaimana?

Simbolnya jelas dari Kanaan.

Kau bisa menerjemahkannya?

Apa ini peta untuk...

Sekilas, tapi aku harus mempelajarinya. Aku butuh waktu.

Itu mustahil, Profesor Huston.

- Siapa ini? - Kau akan menerjemahkannya sekarang.

Tidak akan. Ayolah, Profesor.

Buka pintunya!

Saat itu sudah diterjemahkan.

Pintuku!

Sekarang...

kau akan menerjemahkannya,

Profesor.

- Di mana tempat ini? - Di sana.

Lalu kenapa kita ke sini?

Jarak terpendek antara dua titik adalah garis lurus.

Nn. Huston, percayalah.

Di luar sana sangat kejam.

- Kita kehilangan bayangan kita. - Apa maksudnya "bayangan"?

Kita diikuti selama beberapa jam terakhir.

- Apa maksudmu "diikuti"? - Maksudku, kita pergi ke suatu tempat

dan seseorang menyelinap di belakang kita dan mengikuti.

- Tapi kenapa? - Kau mungkin lebih tahu jawabannya.

Coba beri tahu aku.

Itu dia. Tongola.

Umbopo, dirikan kemah di sana.

Aku ikut. Lebih aman memasuki Tongola bersama.

Kita takkan lama sampai bisa terlibat masalah.

- Apa maksud Umbopo "lebih aman"? - Tongola tak dikenal atas keramahannya.

Mungkin kita harus membawanya bersama kita.

- Mungkin mereka semua harus ikut. - Tidak.

Masalah di Tongola adalah Dogati.

Astaga, Sersan, hentikan musik mengerikan itu.

Aku tak bisa. Perintah Kolonel Bockner.

Sersan, jika kau ingin terus bisa menelan, hentikan musiknya.

Kolonel Bockner? Sarapanmu yang memuakkan mulai dingin.

Pergilah. Pergi!

Dasar binatang. Kotor sekali.

Bagaimana kau bisa tahan dengan tempat ini?

Hewan-hewan kotor ini yang paling menguntungkan bagiku.

Ya. Karena kau orang Turki dan tidak berprinsip. Primitif.

Seperti negara terkutuk ini.

Kau bahkan tak menghargai musik bagus. Ini Wagner, dasar orang Turki bodoh.

Kau sadar aku mulai tak sabar?

Sangat tak sabar. Begitu juga Kekaisaran Jerman dan tentaranya.

- Pendudukan Jerman di Afrika... - Diam! Aku juga mulai tak sabar!

Atas kesombonganmu, dasar munafik pemakan sosis.

Bodoh.

Panitia penyambutan kita.

- Pria itu masih mengikuti kita. - Apa yang dia inginkan?

Ada yang tak ingin kau menemukan ayahmu.

Di sana.

Aku melihatnya. Dia datang ke kota. Quatermain bersamanya.

Quatermain.

Kita berada di Tongola yang indah. Kurasa sudah saatnya kau jujur kepadaku.

Jujur kepadamu? Aku tak mengerti.

Kau merahasiakan sesuatu dariku sejak awal.

Kita mau rute ke tambang, Dogati. Tambang. Quatermain bukan masalah.

Jadi, berhentilah gemetar saat namanya disebut, dasar pengecut Turki.

Aku punya masalah dengan Quatermain. Dia menganggap dirinya pria berprinsip.

Sepertimu, dia keberatan dengan keberadaanku di kota menyedihkan ini.

Lalu kenapa? Dia bukan masalah bagi Jerman. Kita bunuh saja dia.

- Tahanan? - Budak.

- Perbuatan Dogati. - Dogati?

Dengan 100 dolar, kau bisa memilikinya seumur hidup.

- Seratus dolar? Itu mengerikan. - Kau selalu bisa menawar.

Kolonel, gadis itu akan segera menjadi milik kita.

Lalu Quatermain akan menyembah di kakiku.

Nn. Huston, ini kaum Mapaki.

Kita bicarakan nanti, Bos. Permisi.

Jangan khawatir, mereka hanya berbelanja.

Kanibal.

Aku mempekerjakanmu untuk membawaku ke rumah Isis, bukan ajak berkeliling.

- Ada di halaman sebelah. - Terima kasih.

Kau mau, Pak? Sangat murah. Peliharaan yang baik, Pak.

Nn. Huston?

Nn. Huston?

Jessie?

Kau melihat seorang gadis Amerika?

- Aku punya... - Aku tak mau membeli...

- Beli untuk nona ini. - Jangan menghalangiku.

Aku mau karpet itu.

Maaf. Warnanya salah.

Keluarkan aku sekarang juga!

Penenun yang luar biasa di Tongola. Karpet yang bisa bicara.

Tenang!

Jessie.

Astaga.

Bagaimana cara menguncinya?

Sudah. Bagaimana lagi aku bisa membantu wanita cantik yang kesulitan?

- Apa kau Kassam? - Aku Kassam.

Bagus. Kau tak tahu betapa senangnya aku melihatmu.

- Aku mencari ayahku, Jediah Huston. - Dia akan menemuimu di sini hari ini?

- Tidak hari ini. - Silakan melihat-lihat sambil menunggu.

Dia menulis dua bulan lalu bahwa dia akan menemuimu tentang peta.

Banyak orang datang menemuiku tentang banyak peta.

Ini artefak yang menakjubkan Asli Mesir, dari zaman Firaun.

Lain kali saja. Kau pasti ingat dia. Dia pria yang tinggi, kurus, beruban.

- Itu peta yang sangat istimewa. - Aku punya banyak peta istimewa.

Sudah. Cocok untukmu. Ini juga.

Tak bisakah kalian menerima jawaban "tidak"? Aku tak memakai gelang.

Hei, apa yang kau lakukan? Apa yang kau rencanakan?

Bukan apa-apa. Kita membahas ayahmu dan peta yang sangat istimewa.

- Quatermain! - Mejaku!

Baru satu jam di kota, kau sudah berteman dengan orang jahat.

Kumohon. Aku hanya menunjukkan gelang budak Mesir.

Dia sudah cukup melihat. Lepaskan dia dari benda itu.

Jika kau suka ini, aku yakin bisa memberimu harga bagus.

Begini saja. Akan kuberikan setengah harga.

Di mana ayahku, dasar joki unta berpakaian murahan?

Aku sangat tersinggung. Sudah kubilang, aku tak tahu apa-apa.

Sebelumnya, hidungmu tak ditodong pistol.

Ya, aku mulai ingat.

Huston, katamu? Huston...

Pria kurus dan tinggi.

Rambut beruban.

Ya, dia sempat di sini. Dia memeriksa peta, lalu pergi.

- Peta apa? - Bisakah berhenti mengulur waktu?

- Aku terlalu malu untuk mengatakannya. - Coba saja.

Ke tambang Raja Salomo.

- Apa? - Kau lihat? Quatermain tahu.

Ada ratusan peta palsu. Ratusan jumlahnya.

Banyak pedagang tak bermoral menjualnya pada turis yang tidak curiga.

Pedagang mana pun akan menjual peta padamu. Semuanya palsu.

Peta? Lupakan petanya!

Katakan di mana ayahku. Buat dia beri tahu di mana ayahku!

Tolong jangan sentuh. Itu tak ternilai.

Tak ternilai dan tak dijual? Seperti bukan dirimu, Kassam.

Formaldehida. Orang Mesir menggunakan natron. Ini baru.

- Usianya 4.000 tahun dan kau sebut baru? - Lebih seperti empat hari. Masih basah.

Kau pikir...

- Rupert! - "Rupert?"

- "Rupert?" Aku ditipu. - Kau membunuh asisten ayahku!

- Tidak, sumpah! - Di mana ayahnya, Bajingan?

Aku tak tahu, sumpah.

Bicaralah atau kucincang kau jadi makanan buaya.

Aku membeli mumi asli. Aku ditipu, percayalah.

Jika kau tak mulai bicara, aku akan mulai menyayat.

Kumohon. Jangan.

Jangan.

Aku punya anak yang sakit. Hampir buta.

Patungku! Astaga!

Kassam, aku harus menembakmu sebelum dia membunuhku.

Ini nasib buruk bagiku.

Simbol-simbol ini dari Kanaan.

Astaga.

Ini dia, bukan? Ini petanya.

Ya. Tapi kau merusaknya.

- Ini peta? - Ya. Kau lihat?

Perutnya adalah dataran Nalog, mengarah ke dua gunung kembar, payudara Sheba.

Rupert yang sudah mati, petanya... Ini membuktikan ayahku pernah di sini.

Bunuh aku dan kau takkan menemukan Huston.

Kalau begitu, dia masih hidup?

- Ya. Dogati dan Bockner menangkapnya. - Bockner?

Itu membuatku jijik. Orang-orang serakah memaksa Prof. Huston menerjemahkan peta.

- Di mana dia ditahan? - Ayahmu keras kepala.

Itu yang membuatnya tetap hidup.

Itu sebabnya mereka mengincar putrinya, sebagai jaminan.

Aku pribadi merasa jijik dengan konsep seperti itu.

- Di mana dia? - Aku tidak tahu.

Aduh.

Jangan mendorongku lagi! Bangun! Kalian berdua terjebak.

- Aku akan mengurusnya. - Jessie, jangan!

Akan kutangani dia.

Terima kasih, Nn. Huston.

Kau urus dengan baik.

Jika kita selamat melalui ini, meski diragukan,

ingat, senjata untuk ditembakkan, pisau untuk dilempar.

Lihat ini, Kassam.

Kau punya dua pilihan, lari secepat mungkin

atau naik dan padamkan agar kita bisa bicara.

- Waktumu 20 detik. - Allahu akbar!

Ayo. Kita pergi dari sini.

Ayo.

Pengecut.

Melihatmu sekarat akan membuatku sangat senang, Quatermain.

Aku mendapatkannya!

- Ayahku masih mereka tahan. - Terbunuh takkan membantunya.

- Umbopo, sembunyikan dia. - Baik, ayo.

Tidak!

- Umbopo, tolong lepaskan aku. - Aku akan melindungimu.

Ini mengakhiri kebodohanmu di Tongola. Peta hancur, waktu terbuang, bencana.

Petanya ada di kepala Huston, dan kita menangkapnya.

Berengsek! Penolakanmu untuk bicara,

sikap keras kepalamu yang kurang ajar, menghambat kami!

Besok kita naik kereta ke kamp Jerman di Barumba,

dan di sana aku hanya akan ucapkan dua kata kepadamu, "bicara atau mati."

Itu tiga kata.

Kau...

Jika saat kita tiba di Barumba kau belum tunjukkan jalan ke tambang,

aku akan mengupas kulitmu, sedikit demi sedikit.

Maaf, Kawan. Aku tak bisa bahasanya.

"Pistol" Aku mengerti.

Boleh aku merokok?

Aku mendapatkannya!

Cepat masuk! Dogati dan orang Jerman mengejarku.

- Umbopo, ayo. Ayolah. - Ayo.

Ayo. Masuklah.

- Apa ini? - Itu tiruan.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left