ブザー・ビート〜崖ã£ã·ã¡ã®ãƒ’ーãƒãƒ¼ã€œ
As primeras 200 linias.
Kita tidak akan menikah?
Maafkan aku.
Bagiku saat ini masih tidak mungkin.
Kau ingin tinggal bersama kami??
Bukannya dia lebih bisa diandalkan dari pada anjing pengawas itu?
Kawasaki memang hebat sekali!
Aku juga sangat menghargainya.
Sebagai seorang pria, aku anggap dia keren.
Telpon ini...
Kotak masuk
Tidak ada e-mail baru
Sampai kapan kau merasa yakin pada dirimu sendiri?
Hadapilah kenyataan!
Bersikaplah lebih dewasa!
Hei... Mai, dengar.
Kau ingat telpon yang kita ambil di bus waktu itu.
Iya.
Ternyata itu punya Kamiya.
- Eh? Yang waktu itu? - Iya!
Telpon yang aneh itu?
Benar.
Dan orang yang waktu itu kita lihat sedang berlari. Dia adalah Kamiya.
Benarkah?
Benar.
Lalu, ternyata waktu itu kita juga satu bis bersama dengannya.
Ini berarti jodoh!
Jadi maksudnya,
dialah jodoh itu...
Iya! Dialah jodoh itu!
Jadi dialah cupid yang menjodohkan Riko dan Kawasaki seperti ini!
Ternyata benar!
Jika dilihat dari tulisan "ya" di "Kamiya". [ 'ya' dibaca seperti 'arrow' - seperti panahnya Cupid]
Aku yakin dia itu sebenarnya malaikat yang menyamar sebagai manusia.
Aku harus berdoa padanya juga.
- Aku jadi penasaran? - Hah? Ada apa?
Tidak, tidak apa-apa.
Jangan bilang kau kira si Kamiya itulah yang menjadi jodohmu?!
Tidak, bukan itu maksudku...
Lalu maksudmu Kawasaki bukan jodohmu?
Bukan itu!
Jahat sekali! Riko, kau ini jahat sekali!
Kan sudah kubilang, aku tidak begitu!
Dengar, lagipula si Kamiya sudah punya pacar yang cantik, kan?
Pacar?
Ah, benar, tapi sulit diterima ya, wanita sok itu, bukan?
Dia dengan wanita yang seperti tim pemandu sorak itu.
Yang selalu tersenyum dan menari dengan pakaiannya yang minim,
Bahkan seorang Cupid saja bisa sangat mencintainya.
Iya. Tampaknya dia sudah sangat mencintainya.
Itulah sebabnya kenapa aku dan Kamiya hanya berteman saja.
Kami hanya teman.
Teman saja, kami hanya teman yang tinggal berdekatan.
Teman yang berjodoh!
Baiklah.
Katakan padaku agar aku lega.
Apa?
Katakan kalau kau tidak mencintai si Kamiya.
Aku tidak mencintai Kamiya.
Aku tidak mencintainya.
Aku tidak mencintainya.
Aku mencintai Kawasaki.
Aku mencintai...Kawasaki.
Lebih kerasa!
Aku mencintai Kawasaki.
Aku mencintai Kawasaki.
Aku mencintai Kawasaki.
Hei, kenapa kau memaksaku mengatakan ini, Mai!
Kau memang harus mengatakannya.
Aku kemari hanya ingin bilang kalau aku tidak bisa ikut pulang dengan mobilnya Kawasaki, tapi...
- Apakah aku boleh mengajakmu. - Iya!
Kalau begitu kita naik kereta saja.
Sudahlah, tidak apa-apa.
Kita pulangnya berempat saja!
Lagipula, kalian berdua kan tinggal di satu tempat.
Benar. Jangan cari masalah deh.
Memangnya tidak apa-apa?
Aku boleh ikut juga?
Kau tidak perlu ikut.
Lagipula kita kan belum tinggal serumah.
Iya, maafkan aku. Aku pulang dengan kereta saja.
Jadi kau serius, aku jadi merasa tidak enak,
tapi tolong jaga pemain kami.
Aku harap Shuji tidak akan mengganggumu.
Tidak sama sekali. Malah dia bisa sangat membantu kami, ini justru sebuah kehormatan.
- Terima kasih atas semuanya. - Ya.
Ah, Naoki, mau ikut?
Ah. Bagaimana ya
From: Natsuki Aku ingin bertemu denganmu juga. Maafkan masalah kemarin.
Aku sendiri saja! Terima kasih banyak.
Aku pulang naik kereta saja.
- Hati-hati. - Iya!
Naoki kelihatannya bahagia sekali.
Ah. Dia dan Natsuki mungkin habis bertengkar.
Buzzer Beat ~Ujung sang pahlawan~
Episode 04
Cepat pergilah.
Kau yakin tidak ingin putus dengannya?
Tidak.
Tidak.
Karena kau
tidak ingin serius denganku, bukan?
Iya.
Aku tidak mau.
Hentikan.
Naoki mau datang!
Lain kali,
maukah kau ikut denganku untuk bertemu teman-teman kampusku?
Apa?
Aku ingin mengenalkanmu dengan mereka.
Iya.
- Naoki?! - Hah?
Naoki! Tolong aku!
Naoki, bagaimana ini?
Serangga... Ada serangga!
Serangga itu pasti masuk saat aku sedang membersihkan kaca.
Dimana serangganya? Tunggu disini.
Baiklah.
Baiklah, baiklah, baiklah.
Syukurlah.
Aku takut sekali.
Mengejutkan aku saja. Kupikir ada orang jahat yang masuk.
Terima kasih!
Kau habis berbenah.
Iya. Menurutku udara disini agak sedikit lembab.
Naoki.
Maafkan aku soal kemarin.
Aku tidak bersungguh-sungguh dalam ucapanku itu.
Aku terkejut.
Kau bisa berpikir seperti itu tentangku.
Tapi, terima kasih, aku jadi bisa memikirkannya juga.
Aku jadi tahu kenapa Natsuki bisa berpikir seperti itu,
aku telah memikirkannya.
Tapi memang benar jika seorang pria tidak memiliki percaya diri, mau jadi apa kan?
Menurutku aku sudah terlalu banyak memanfaatkan Natsuki
dan bergantung padamu.
Maafkan aku.
Tidak! Tolong jangan meminta maaf.
Naoki, kau terlalu baik.
Aku tidak baik.
Kau memang baik.
- Mau kopi? - Iya.
- Tapi... - Iya?
sebagai seorang wanita memang tidak masalah jika disebut "lemah-lembut",
tapi bagaimana jika seorang pria yang mendapat julukkan itu?
Kurasa semua orang menyukai pria yang lembut.
Iya.
Tapi, terkadang...
perkataan ini sepertinya mencari "aman" saja.
Itu tidak benar.
Tapi, aku memang benar menyukai Naoki yang lembut seperti ini,
Aku rasa aku menyukai...
Naoki, seorang pemain basket yang sedang bersinar.
Iya.
Aku pasti akan bersinar.
NBA mungkin sulit kuraih, tapi,
Aku akan berusaha masuk ke NBA
dan mengikuti Olimpiade juga,
dan di dunia perbasketan Jepang, aku pasti akan sampai dipuncaknya!
Aku merasa aku akan mendapatkan yang terbaik.
Tolong awasi aku.
Baiklah.
Aku merasa lebih baik!
Baiklah!
Jangan bilang...
serangga itu bukan satu-satunya serangga diapartemennya.
Tidak mungkin kan...
Itu jelas perselingkuhan!
Tapi, kita kan belum jelas.
Kau meninggalkan Yusuke dengan kucing, saja?
Tapi dia dapat kucing itu dari mantan Istrinya.
Itu artinya dia masih suka sama mantan Istrinya!
Itu sama saja perselingkuhan terselubung!
Dia mungkin tidak membohongimu secara langsung, tapi dia sudah melakukannya dipikirannya!
Iya! Benar!
Mereka berdua jelas masih saling mencintai!
Hei, tenanglah, kak.
Aku sudah tenang! Aku memang selalu tenang!
Ngomong-ngomong, ambilkan aku! Aku mau minum!
Buatkan minuman yang seperti di kelas olahragaku.
Ah, itu?
Tetap saja, Yukino.
Karena kau dan Yusuke sudah memutuskan untuk menikah,
itu artinya kau juga harus melupakan masa lalu pernikahannya.
Tapi yang tidak bisa kumaafkan ternyata dia masih melakukan hubungan itu!
Terlebih lagi kucing itu,
dengan wajah Hira-mayannya, jadi semakin mirip dengan wanita itu!
Jadi semakin sulit untuk dimaafkan!
Hei? Tunggu sebentar.
Seharusnya bukan 'Hira-mayan', tapi 'Himalayan', kan?
Kau tidak boleh membawa masalahmu kerumah ini. Jangan mengganggu kami!
Selamat malam.
Terima kasih untuk saat itu.
- Nada kali ini kedengarannya beda ya? - Iya.
Nanti, aku harus menggantikan adik kelasku di konser mininya,
karena itulah aku berlatih musik ini.
Kawasaki kesana juga?
Tidak. Aku tidak memberi-tahunya, tidak memberi-tahunya.
Ini bukan konser sungguhan.
Ini hanya hiburan di pasar swalayan saja,
kami akan bermain didepan para pengunjung dan bahkan kami membereskan kursi kami sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.