Panor

Panor (พนอ)

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

Panor 2025 THAI WEB-DL CATCHPLAY
Un comentario de tedi
Retail CATCHPLAY | 2h 3m

Etiquetas

webdl
Publicau o: 2025-07-02
Descargas: 285
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Tidak ada hewan yang disakiti atau dibunuh selama pembuatan film ini.

Ibu Pertiwi melahirkan segalanya.

Musim panas.

Musim hujan.

Musim dingin.

Juga musim sihir.

Musim yang ditakuti oleh semua orang.

Inilah saatnya mereka yang menggunakan sihir hitam

melepaskan kekuatan untuk menguji kuasa mereka.

Mereka yang memiliki nasib buruk mungkin menjadi korban,

- akhirnya terkutuk atau lebih buruk. - Tutup toko! Pulang!

Ayo, cepat! Pergi sekarang!

Aku akan menata rambutmu besok, pergi saja!

Aku akan menutup toko.

Angin yang jahat berembus

seperti bisikan kematian itu sendiri.

Dorong, Nuan, dorong!

Aku lahir pada hari itu.

Dorong!

Ya, dorong!

Ya, Nuan! Sedikit lagi!

Dorong sekarang!

Bayinya keluar!

Dorong!

Keluar!

Dasar anak iblis!

Sembilan Tahun Kemudian

Ingin membeli bebek? Ayam? Bebek?

Bebek!

Aku tahu yang itu sudah lama.

Ini segar, percayalah.

Terima kasih.

Siapa namamu?

Baiklah, biarkan aku memberimu nama.

Mulai sekarang, namamu Panor,

jadi orang akan menyayangi dan memujamu.

Ulurkan tanganmu.

Semoga kau menjadi anak yang baik.

Umur panjang, sehat, dan makmur.

Biksu!

- Biksu! - Kepala Wihara! Kau baik-baik saja?

Astaga, Kepala Wihara! Aku tidak bisa menyentuhnya.

Biksu!

Biksu!

Biksu!

Nuan, aku sudah bilang jangan membawa anak iblis itu ke sini.

Biksu!

Biksu!

- Dasar pembawa sial. - Apa yang terjadi kepadanya?

Panor

Kelas 12

Panor Boonsuk

Satu babak lagi! Lakukan lagi!

- Lompat! - Satu, dua, tiga!

Benar! Gol!

Ayo!

Dia andal!

Kiri!

Kau yang terbaik, Pong!

Ayo, lagi.

Sangat berani.

Semua orang di sekolah tahu Pong milik siapa.

Dasar murahan.

Kau ingin aku menamparnya, Jib?

Tidak perlu.

Pulang, Anak-Anak?

Masukkan baju kalian dengan benar.

Istirahat sepuluh menit, minum air, lalu kita bermain lagi.

Baiklah, terima kasih.

Pong, ini minumanmu.

Tanah itu menelannya.

Malaikat yang jatuh, ya?

Kau baik-baik saja?

Berdiri.

Ada apa dengannya?

Apa?

Sial, cepat panggil guru!

Berhenti menggaruk!

- Apa yang terjadi kepadanya? - Aku tidak tahu.

Bawa Chompoo ke rumah sakit.

Kenapa menghalangi, Anak Sial? Minggir!

Pergi!

Ini, es kopi hitam.

Terima kasih, Paman.

- Hati-hati, jangan sampai tumpah. - Baiklah.

Mau membeli apa?

Terima kasih banyak.

Untuk kari ikan kukus pekan lalu.

- Terima kasih, Bibi. - Ya.

Kau memberiku terlalu banyak.

Simpanlah. Anggap saja itu hadiah.

Terima kasih.

Aku pikir kau harus membuat dua sampai tiga pencuci mulut lagi.

Aku akan membantumu menjualnya.

Baiklah.

Ibumu berbeda.

Dia tidak melakukan apa pun seharian,

hanya meninggalkan anaknya untuk mencari nafkah.

Apakah kau lulus SMA tahun ini?

Kau sudah memutuskan akan belajar apa selanjutnya?

Aku akan ikut ujian untuk menjadi guru.

Aku ingin menjadi guru.

Bagus.

Menurutku kau akan melakukannya dengan baik.

Belajar dengan giat.

Aku pamit, Bibi Yam.

Kari ikan kukus!

- Silakan. - Dua bungkus.

Studio Foto Trisoon

Pindah di pertengahan tahun

pasti merepotkan dalam mengurus dokumen.

Aku sudah terbiasa. Ayahku sering pindah.

Jika dia dia naik jabatan, artinya itu layak.

Namun, kau tidak punya banyak teman, ya?

Sudah selesai.

Kari ikan kukusmu, Paman Tri.

Panor.

Paman, ini temanku.

Apakah kau tidak mau tersenyum untuk fotonya?

Kenapa kau tidak tersenyum?

Seperti ini, tunjukkan gigimu. Senyum.

Ya. Tangan di pinggulmu.

Siap?

Senyum.

Terus tersenyum. Satu, dua, tiga!

Sialan!

Mau ke mana kau?

Aku menyerah!

Beri aku uangnya!

Ini hanya bunganya.

Pastikan kau melunasi seluruh utangmu ke Pak Kieng.

Piak, awas!

Polisi!

Polisi!

Polisi!

Polisi!

Jangan sentuh aku!

Kau ingin membunuhku?

Bunuh aku saja!

Sama seperti kau membunuh ibuku!

Anak iblis! Kenapa kau di sini?

Apakah Piak ada? Aku membawa pencuci mulut untuknya.

Sudah kubilang jangan mendekati putraku.

Pergi, dasar anak sial! Pergi!

Panor!

Panor!

- Pergi! - Ibu!

Panor, apa yang kau lakukan kepadanya?

Ibu!

- Anak Iblis, kau membunuh istriku! - Ibu!

Bu, ada apa? Ibu!

Itu sebabnya Piak membenciku.

Apakah kau takut padaku sekarang?

Tidak, tentu saja tidak.

Siapa yang akan takut?

Biarkan mereka berpikir apa saja.

Aku beruntung berteman dengan penyihir.

Panor, aku melihat Piak ditusuk, tapi dia tidak terluka.

Piak juga menggunakan sihir hitam?

Ini, ambillah. Aku tidak mau memakannya.

Seperti seseorang yang akan tenggelam

Berjuang mati-matian untuk berenang ke tepi pantai

Jika kau tidak menghindari patah hati

Tolong angkat yang terjatuh

Tarik aku ke tepi pantai hatimu

Aku merasa mengapung di tengah lautan air mata

Berharap langit akan memiliki belas kasihan

Membiarkan aku bertahan

Jika ada cinta sejati

Aku akan segera bersamamu, Anakku.

Apa yang Ibu lakukan?

Tolong jangan lakukan ini. Aku mohon.

Lepaskan.

Lepaskan.

Mayat siapa? Siapa dia?

Nama pria ini adalah Tos, Inspektur.

Dia menjual ikan di pasar.

Dia sudah memancing sejak dia masih kecil.

Dilihat dari keadaan mayatnya, dia tidak tenggelam.

Aum, apakah kau tahu sesuatu tentang ini?

Tadi malam, aku hanya minum dengannya seperti biasa.

Sebelum pergi, katanya dia akan memancing di dekat rumah Nuan.

Rumah Nuan?

Inspektur!

Lihat ini.

Aku pikir Tos pasti dikutuk.

Panor, kau membunuh suamiku, ya?

Panor!

Dasar jahat! Kau membunuh suamiku!

Aku akan membunuhmu!

Panor!

Panor! Aku akan membunuhmu!

Dasar gadis jahat!

Ayo, duduk di sini.

Semua orang gila di sini.

Bagaimana mereka bisa menuduhmu tiba-tiba?

Pria itu benar-benar tampak seperti dikutuk, Taew.

Apa yang kau temukan, Panor? Beri tahu aku.

Aku bermimpi aku mengikuti seorang pria ke kuil telantar.

Dia memiliki tato yang sama dengan mayat itu.

Panor subtitles in other languages

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left