Memory

Memory (기억)

Descargar subtítols en Indonesian

Specials

Información d'a versión

Memory Episode 09 By GoldenEto [ ass/srt ]
Un comentario de GoldenEto
Quality Manual Translations. Please support and Rate. IF YOU WISH TO RESYNCH/RESIZE THE SUBTITLE, DO NOT REMOVE NOR REPLACE THE CREDIT/MARKING. TQ ^^

Etiquetas

other
Publicau o: 2016-04-17
Descargas: 10
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

=Memory= =Brought to you by GoldenEto=

Setidaknya dia harus tahu siapa pembunuh yang membunuhnya.

Orang tua korban tidak bisa tidur saat malam. Tapi bajingan itu mungkin bisa tidur dan makan dengan tenang.

Ini membuatku gila !

Kenangan itu selalu mengejarku meskipun aku sudah berusaha melarikan diri.

Sebagai ayahmu, Aku sudah melakukan segalanya demi melindungi hidupmu.

Belakangan ini aku ingin tahu sesuatu ...

Kenapa kau merekrut Pengaraca Park.

Anggap saja balas budi.

Tapi kemungkinan akan ada orang yang menyadari perubahannya.

Selama Ia masih bisa bertahan, aku harap Seon Hwa ssi dapat mendukungnya.

Sepertinya istriku berselingkuh. Bagaimana ?

Jadi, anda akan melakukan apapun yang diinginkan Shin Yeong Jin ?

- Ini adalah pekerjaan kita. - Jangan bawa-bawa aku !

Aku menelpon setelah membaca artikel soal tabrak lari.

Tolong jangan lakukan telpon iseng.

Anak yang meninggal adalah putra pengacara Park Tae Seok.

Kali ini berbeda. Aku akan menemukannya.

Dong Woo itu anakku !

Aku akan beritahu padanya apa yang sudah diperbuatnya.

Aku yang paling ingin menangkap bajingan itu melebihi siapapun.

Aku ini ayah Dong Woo, Park Tae Seok.

Episode 9

Sedang apa kau ?

Sudah datang ? Apa sandinya ? Aku lupa.

Cepat buka pintunya. Dong Woo pasti lapar.

Kau sudah gila ?

Aku membelikan sushi udang kesukaan Dong Woo.

Kau gila ?! Sudah sinting ?!

Sushi Inyeon

- Ah itu ... - Hentikan kebiasaan mabukmu !

Nomor yang anda hubungi tidak aktif.

Tidak diangkat ?

Menantu Park keterlaluan.

Harusnya menelpon kalau akan selarut ini.

Halo ?

Dimana ?

Ya,

Sekitar jam berapa ?

Terima kasih. Aku akan kesana.

Makan duluan dengan anak-anak.

Mau kemana ?

Aku akan kembali.

Ada apa ?

Ya ... benar ... minuman.

Aku ... kebanyakan minum alkohol.

Aku mabuk, jadi kepalaku aneh. Maaf.

Ah, aku memang gila. Sudah tidak waras ...

Semabuk apapun diriku ... ya ... hmm.

Park Tae Seok sudah gila. Sudah tidak waras.

Jangan banyak alasan, dan lekas pergi.

Sidang Soo Ji ... tidak diragukan lagi. Kau adalah hakim hebat. Sangat keren.

Ah ... lalu ini.

Kau belum makan malam, kan ?

Kenapa kau seperti ini ?

Kenapa mendadak begini padaku ?

Yah, tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ...

Karena kau sudah punya uang dan terkenal, kau jadi tumpul dan merasa bosan ?

Setelah punya segalanya ! Apa hidup ini terasa melelahkan ?!

Bukan begitu.

Mana bisa aku makan benda itu !

Hari itu, aku janji membelikannya untuk Dong Woo ... tapi tidak bisa kutepati.

Bahkan saat aku lewat di depan restoran sushi, aku rasanya ingin memuntahkan makananku.

Mana bisa kau malah menyuruhku makan itu !

Kau bilang kau sudah lupa dan hidup tenang. Kau bilang kau sudah lupa semuanya !

Teruskan hidupmu yang seperti itu. Jangan merasa menyesal dan jaga keluargaku sendiri !

Eun Seon.

Sushi Inyeon

Terima kasih.

Tidak apa-apa. Tapi, bukankah Jeong Woo alergi udang ?

Benar. Kenapa ?

Ia bilang putranya sangat menyukainya dan hanya makan sushi udang.

Menantu Park masih belum pulang ?

Bukan apa-apa.

Hubungi aku kalau Tae Seok ssi sudah pulang. Aku tutup.

Ayah Jeong Woo, datang kemari, kan ?

Ya, dia kemari.

Apa dia berkata dia akan kemana ?

Kenapa tanya itu ke aku ?

Aku sedikit kaget. Sepertinya kau salah paham soal sesuatu.

Aku tidak salah paham.

Kalau tidak salah paham, maka pasti ada alasannya kau datang kemari mencari Park Tae Seok.

Meskipun aku tidak tahu kalian punya masalah apa. Itu tidak ada hubungannya dengan itu.

Aku mengerti kalau sikap Park Tae Seok ssi bisa membuatmu salah paham.

Tapi, kau mendadak datang kemari membuatku tidak mengerti.

Aku minta maaf kalau kau tersinggung.

Aku tidak bisa memberi penjelasan yang tepat. Tapi aku tidak salah paham.

Kedepannya akan tetap begitu. Aku bicara jujur.

Bagaimanapun, aku tidak ingin tersangkut paut dalam masalah kalian.

Mulai sekarang, aku tidak ingin bertemu seperti ini lagi denganmu.

Aku ada urusan, aku pergi dulu.

Permisi.

Ini diitinggalkan ayah Jeong Woo disini.

Bawa saja.

Putraku alergi udang.

Kudengar Dong Woo suka dengan sushi udang.

Kalau begitu, buang saja.

Kau kasar sekali.

Ah, aku tidak sensitif. Maaf.

Kang Yoo Bin

Aku akan kesana.

Apa Tae Suk sama sekali tidak penasaran ? Menelponpun tidak.

Aku sudah menyiapkan sewaan kamar untukmu.

Katanya seminggu lagi akan kosong. Kau hanya tinggal mengganti wallpaper ruangan dan pindah kesana.

Jaksa memintaku tidak pergi jauh, seandainya aku dicari sebagai saksi.

Menantuku punya selera bagus.

Bajunya pas seperti dijahit untukku.

Menantuku.

Oh, ini aku.

Tidak ada masalah, bukan ?

Tentu. Tae Seok sudah pulang ?

Tidak, masih belum ... sebentar lagi dia pulang.

Ya, ibu mertua juga istirahat.

Ibu.

Kenapa disitu ?

Ah ...

Memikirkan soal ini dan itu.

Udaranya juga bagus.

Sedang memikirkan apa ?

Aku tahu banyak ahli bedah, tapi tidak satupun yang berguna.

Pikiran seperti itu.

Apa maksudmu ?

Aku banyak kenal dokter ahli bedah.

Tapi ... tidak satupun yang bisa memperbaiki kepalaku.

Akan lebih baik kalau aku Kanker ... setidaknya aku bisa dioperasi ... atau terapi radiasi.

Tapi penyakit terkutuk ini ... aku tidak bisa melakukan apa-apa.

Karena aku pasti kalah meskipun aku bertarung mati-matian, aku merasa sesak sekali.

Jangan merasa gundah.

Kau sudah melakukan perawatan.

Kalau berusaha keras, kau bisa bertahan dalam kondisi ini selama 10, 20, bahkan 30 tahun.

30 tahun ?

Sampai dengan Yeon Woo lulus kuliah.

Tidak, aku terlalu serakah.

Aku harap aku bisa bertahan sampai Jeong Woo lulus kuliah.

Sampai aku melihat Jeong Woo lulus dan bekerja, maka aku bisa tenang sedikit.

Setelah hari seperti ini, aku tidak yakin lagi soal itu.

Sayang.

Kau tahu ...

Aku rasa bukan hanya otakku yang rusak.

Otakku berkali-kali menghapus ingatanku.

Tapi hatiku terus mengingatnya.

Masalah yang tidak boleh kulupakan, malah dihapus otakku.

Masalah yang ingin kulupakan, diingat oleh hatiku.

Kepalaku yang rusak.

Tapi kenapa malah hatiku yang terasa sakit ?

Dong Woo ... berkali-kali hidup kembali.

Tapi begitu aku sadar, dia tidak ada.

Dia menghilang.

Kedepannya, aku rasa ini akan terjadi berkali-kali,

sepuluh kali dan bahkan ratusan kali,

Seperti neraka.

Sepertinya ...

aku sedang dihukum.

Mana mungkin begitu ?

Aku orang jahat.

Aku sering menyakiti orang lain, arogan dan bodoh.

Tidak benar. Kau orang baik.

Aku tahu itu.

Makanya aku menikahimu. Karena kau lelaki baik.

Apa aku pernah jadi orang baik ?

Sekarangpun kau sudah jadi orang baik.

Bagiku, kau akan selalu menjadi orang penting di hidupku dan di dunia ini.

Kau orang baik. Seterusnya akan tetap begitu.

Hatimu tidak boleh lemah.

Pengobatan selalu diperbaharui, kau akan lebih baik.

Kau harus tetap kuat demi anak-anak.

Harus begitu. Aku harus kuat.

Mau pulang ?

Ayo.

Yeong Joo.

Seo Yeong Joo.

Kenapa ?

Aku senang menyebut namamu.

Bukan dengan panggilan ibunya siapa.

Mulai sekarang, aku akan memanggil namamu.

Dengan begitu, aku tidak akan ... melupakan namamu.

Obat tidur, 10mg

Kenapa belum tidur ?

Kamu ... apa yang kau pikirkan ?

Ada obat tidur.

Kenapa belum tidur ?

Kamu ... apa yang kau pikirkan ?

Ada obat tidur.

Sayang.

Pergilah tidur.

Kau kira, aku memikirkan apa ?

Jangan-jangan kau mengira ... aku ...

Aku belakangan ini banyak pikiran, jadi aku susah tidur. Makanya aku ingin minum obat tidur.

Sayang ...

Aku akan buatkan teh herbal.

Aku bukan orang yang lemah begitu.

Aku punya dirimu dan anak-anak.

Buat apa aku berpikiran rendah begitu ?

Seperti katamu, aku akan bertahan selama 20 atau 30 tahun.

Aku akan rajin olah raga, aku akan makan semua yang kau berikan dan jadi kuat. Mengerti ?

Jangan khawatir.

Aku masih sehat.

Aku aku masih AS di Firma Hukum Tae Seon.

Aigoo, dasar.

Kalau hati Seo Young Joo jadi lemah bisa bahaya.

More Indonesian subtitles for Memory

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left