Rabu jenerêshon (Love Generation) - First Season

Rabu jenerêshon (Love Generation) - First Season

Descargar subtítols en Indonesian

Temporada 1

Información d'a versión

Love Generation 1997 S01E09 1080p WEB-DL AAC H 264-NSBC
Un comentario de Akogi
Viu

Etiquetas

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Publicau o: 2020-10-08
Descargas: 31
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Midori.

Riko?

Aku pulang.

Apa yang terjadi?

Tidak ada apa-apa.

Apa? - Apa?

Kepala Departemen, cobalah.

Baiklah. - Terima kasih.

Ini, cobalah.

Kusarankan kamu mencoba sperma ikan ini.

Setelah memakan ini, kamu akan sekuat harimau.

Sulit untuk merasa senang

saat mendengar ini dari seorang pria.

Di mana gadis menarik yang pernah ke sini?

Kenapa dia tidak datang hari ini?

Maksudmu Uesugi?

Dia kembali ke kampung halamannya.

Ajak dia lain kali.

Katakan itu tidak nyata.

Tentang kamu

memeluk Sanae

atau mencium Sanae,

katakan itu semua palsu.

Hanya kamu

yang kumiliki.

Hanya kamu yang kulihat.

Tidak ada jalan kembali untukku sekarang.

Selamat datang!

Selamat datang!

Pasti perjalanannya melelahkan.

Bukankah kamu harus kembali bekerja?

Tidak apa-apa. Aku punya banyak cuti.

Mari kita buka.

Aku mau makan.

Ini. - Mari makan.

Mari makan. - Kerang ini

khusus untuk Riko.

Jangan iri padanya. - Benarkah?

Apa? - Apa?

Kenapa Riko mendapat perlakuan khusus?

Itu wajar. Lagi pula, aku hanya sesekali kembali.

Wajar? Kamu tampak sangat bangga.

Riko, kamu harus ambil kesempatan ini

untuk tinggal sementara dan membantu keluarga.

Benar. - Lagi pula,

Sachiko sedang hamil,

dan aku akan pergi ke Tokyo tahun depan.

Lebih baik kamu pindah kemari.

Itu jika kamu lulus ujian masuk universitas.

Bagaimana apinya?

Kompornya sudah lama tidak dipakai.

Apinya terkendali? - Tidak masalah.

Kelihatannya bagus.

Akan kuambilkan untuk Ayah.

Kamu mau makan apa? - Apa saja.

Sayang, ambilkan bir.

Bir? Tentu.

Riko,

apa kamu bertemu pria tampan di Tokyo?

Midori,

apa rencanamu di Tokyo?

Aku hanya ingin tahu lebih banyak.

Tidak ada.

Kamu suka menonton TV, bukan?

Kamu pasti berpikir bisa bertemu pria seperti Izam

dari Shazna di Tokyo, bukan?

Apa? Siapa mereka?

Kamu tidak tahu? - Tidak.

Payah sekali.

Tokyo hanyalah tempat berkumpul

untuk orang-orang dari pedesaan.

Para pria di Tokyo sangat ambisius

penuh kebohongan, dan hanya tampan, tapi tanpa isi.

Kurasa keputusanmu tepat

untuk menikahi pria dari sekitar sini.

Kenapa? Kamu terdengar seperti membenci pria Tokyo.

Benar, bukan?

Aku tahu!

Riko pasti dicampakkan oleh pria Tokyo.

Jika tidak, dia tidak akan kembali tiba-tiba.

Midori!

Hei, mau minum?

Tentu! Ide bagus.

Bagaimana denganmu?

Tentu.

Teppei?

Sesekali pergilah bersantai.

Tapi angka ini tidak sesuai. Aku mau menyelesaikannya dahulu.

Begitu rupanya. - Benarkah? Kami pergi.

Terima kasih. - Terima kasih.

Terima kasih atas kerja kerasmu. - Terima kasih atas kerja kerasmu.

Kenapa ini tidak sesuai?

Aku akan menjawab teleponnya.

Tidak apa-apa.

Hai, ini Peepolo.

Halo?

Halo, ini Riko?

Jadi,...

Ini aku.

Salah sambung.

Bagaimana aku bisa salah sambung, Bodoh?

"Episode 9"

Riko belum kembali. Kamu pasti khawatir, bukan?

Apa?

Ibunya tidak sehat.

Jadi, mereka pasti ingin dia tetap di sana.

Jika kamu membiarkannya,

dia mungkin akan tinggal di sana selamanya.

Benarkah?

Sulit memastikannya.

Tapi kupikir,

di saat seperti ini,

kita bisa pakai kesempatan ini untuk membina hubungan.

Astaga, aku hanya bercanda.

Namun, kenapa kamu mencium Sanae?

Aku mendengar sedikit.

Karena aku bodoh.

Teppei, kamu terlalu baik.

Tapi dengan sikap seperti itu,

kamu hanya akan menyakiti mereka.

Kurasa Riko akan kembali besok.

Ayah bisa kembali lebih dahulu.

Kereta akan segera tiba.

Bawalah ini.

Tidak.

Aku tidak haus.

Ambil saja.

Meski tidak haus, bisa dipakai menghangatkan tangan.

Ini bisa untuk rekan kerjamu.

"Pulau Niijima, Endo, Hata"

Riko...

Ada apa?

Jika terlalu berat, kamu bisa kembali.

Jika semuanya tidak berjalan lancar

dengan pria itu,

kamu bisa pulang saja.

Kamu tidak perlu berlagak kuat di depan kami.

Semuanya berjalan lancar bagi kami.

Lagi pula, aku bekerja di Tokyo.

Bagaimana bisa aku pulang karena hal-hal konyol

seperti bertengkar dengan pacarku?

"Fujita"

Kalian tidak akan mempertimbangkannya?

Benar.

Kalian akan menyesal jika membuat keputusan yang terburu-buru.

Jika membatalkan pernikahan, itu akan memengaruhi reputasi kalian.

Begini...

Itu

karena

aku.

Itu semua karena kesalahanku

dan itu membuatmu dalam masalah, Pak Fujita.

Maafkan aku.

Aku salah paham padamu selama ini.

Kudengar kamu pria yang akan meninggalkan pacarmu

untuk melindungi diri sendiri.

Itu membuatku takut.

Jadi, aku penasaran apakah status sosialmu

sepenting itu bagimu?

Dahulu aku pria seperti itu.

Aku tidak akan menyangkalnya.

Saat itu,

aku baru saja menjadi jaksa

dan tidak percaya diri.

Aku takut pada masyarakat ini dan merasa tidak aman.

Apa yang paling penting?

Saat itu, aku masih tidak bisa mengetahuinya.

Saat ini,

yang paling penting bagiku

adalah perasaanmu.

Aku tidak peduli dengan reputasiku.

Jika kamu merasa tidak bisa bersamaku,

aku akan menghormati keputusanmu.

Maafkan aku.

Kereta telah tiba di Tokyo.

Terima kasih sudah bepergian bersama kami.

Kereta ini akan berhenti di stasiun.

Kereta akan tiba di Peron 12.

Apa di penginapan keluargamu sangat sibuk?

Ya, karena Olimpiade akan segera dimulai.

Kamu sudah makan?

Ya.

Kamu tidak kedinginan?

Tidak.

Pakai ini.

Kenapa kamu begitu baik kepadaku?

Aku marah kepadamu.

Jika kamu begitu baik kepadaku,

aku tidak bisa terus marah padamu.

Aku memikirkanmu

selama di kampung halamanku.

Makin kupikirkan, aku makin marah

dan itu membuatku sedih.

Aku berusaha berhenti memikirkannya.

Tapi aku tetap tidak bisa

memikirkan kenapa

kamu melakukan itu dengan Sanae?

Atau aku berpikir

apa yang kalian lakukan saat ini?

Aku belum bertemu Mizuhara sejak saat itu.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left