As primeras 200 linias.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Astaga.
EPISODE 12
Kau tak apa-apa?
Ya. Tak apa-apa.
Sepertinya tadi aku berhalusinasi.
Lepaskan!
Lepaskan aku, Berengsek!
Lepaskan!
Tidurlah sebentar.
Saat bangun, kau akan lebih baik.
Kau hebat sekali.
Membunuh orang yang mau hidup,
tapi mempertahankanku yang mau mati.
Sepertinya kau
benar-benar akan menjadi Tuhan.
Lepas dia, biar aku saja.
Gantung ini.
Tolong gantung di sana.
Kenapa Pak Yu tak ada? Berisik sekali.
Dia berhenti.
Ada manajer baru.
Bu Baek.
- Déjà vu? - Ya.
Déjà vu muncul
saat frekuensimu sama dengan dirimu di dunia lain
dan kau lihat gambaran sekilas dirimu di sana.
Kau tahu aku dulu di klub radio, 'kan?
Tapi kenapa kau beri tahu ini?
Aku melihat diriku barusan.
Dia sedang bersama orang yang mirip denganmu.
Orang yang mirip aku berambut pendek,
dan yang mirip kau pakai baju pasien.
Baju pasien?
Na-ri!
Aku paham kau terluka
dan bisa saja bicara aneh karena itu.
Aku tanya karena ini sudah kedua kalinya.
Siapa itu Na-ri?
Kenapa banyak yang memanggilku Na-ri?
Myeong Seung-a. Anak baru Pers Istana.
Bicara formal. Pandai bekerja. Pandai bicara.
Kubilang "sembuh",
bukan Na-ri.
Aku mau cepat sembuh.
Itu tujuanku sekarang.
Mau aku beri tahu jalan keluar untuk orang
yang tak bisa bohong sepertimu?
Ini sudah waktunya
meminta nomor ponselku.
010...
Ternyata kau.
Orang yang dia bicarakan.
Matanya sangat cantik.
Apa?
Hei, Anak Baru.
Simpan nomor ponselmu.
Jangan berikan kepada pria lain.
Hampir saja ketahuan.
Dia sangat mirip dengan Na-ri.
Wajah itu tetap cantik walau di dunia yang berbeda.
Na-ri...
Apa kau baik...
Na-ri...
Jo Eun-sup...
aneh akhir-akhir ini.
Apa dia punya cita-cita aneh lagi?
Selamat datang.
Boleh lihat menunya? Aku baru kali pertama ke sini.
Silakan.
Apa ini?
Ini teh susu kami yang paling terkenal.
Di dalamnya ada boba kenyal dan puding.
Itu seperti bahasa asing.
Sepertinya enak. Aku mau itu.
5.800 won.
Ini uangnya.
Tolong tunggu sebentar.
Sudah datang? Tunggu sebentar.
Eun-bi dan Kka-bi belum selesai.
Kenapa datang lebih awal?
Mana japchae -ku?
Japchae itu sudah cerita lama.
Kau bilang mau beri aku japchae . Ayo cepat berikan kepadaku.
Ini minumanmu.
Maaf.
Kami sudah kenal dari kecil.
Ya.
Ini enak.
Silakan datang lagi.
Kau tak lihat ada tamu?
Kenapa kau potong rambut?
Na-ri, pinjam mobilmu. Yang di luar.
Kau bahkan tak punya SIM.
SURAT IZIN MENGEMUDI JO EUN-SUP
Protokol VIP sudah melewati persimpangan Naegok-dong.
Menuju ke markas Badan Intelijen Negara.
Bertahanlah. Tunggu aku, Letnan Jeong Tae-eul.
Aku akan ke sana.
Aku pasti
akan menemukanmu.
Aku ingin semuanya
mencari orang dalam gambar ini menggunakan mahadata.
Kita berpacu dengan waktu.
Ini permintaan tolong,
bukan perintah raja.
- Baik, Baginda. - Baik, Baginda.
Bisa beri aku gambarnya, Baginda?
Aku mengambil gambarnya dari CCTV.
Jadi, resolusinya rendah.
Apa bisa dikenali?
Ya, tak masalah.
Tapi mungkin memakan waktu karena kita tak tahu
lokasi spesifik orang yang dilacak.
Aku tunggu.
Baginda, ada telepon.
PEDANG ABADI
Ya, Yeong.
Detektif Kang menelepon dan dia bilang
dia menemukan Luna,
lalu terluka waktu mengejarnya.
Suruh Detektif Kang meneleponku sekarang.
Jangan lupa suara beratmu.
Aku butuh satu laptop dan ruangan yang tenang. Apa bisa?
Ya. Aku akan siapkan, Baginda.
Aku sudah lihat videonya.
Dia ke arah Istana Busan.
Ya. Jika lihat fail ketiga sekitar detik ke-15,
Aku yakin itu Luna.
Ini bukan orang yang kau cari,
tapi terima kasih.
Benar...
Apa?
Semoga cepat sembuh.
Aku akan menghubungimu lagi.
Ini spesifikasi target kita.
Jaket abu-abu, celana olahraga, sepatu putih,
dan rambutnya mungkin diikat.
Telusuri jalan dari Pasar Timur ke arah Istana Utama.
TAE-EUL
SIN-JAE
Jo Eun-sup?
Aku Jo Yeong. Letnan Jeong tak jawab telepon.
Tolong datang ke Yeouido. Aku butuh bantuan.
Kau pegang ponsel Eun-sup?
Ada apa?
Tapi kau akan berutang kepadaku.
Aku tunggu.
Kau juga
boleh istirahat sekarang.
Terima kasih.
Tak masalah.
Sudah kau cari tahu?
Aku harap kau bawa informasi baik.
Aku sudah pastikan alibi dari empat orang yang bekerja bergantian.
Tak ada yang aneh dari Lee Gi-yun, Yun Do-gyeong, dan Kim Su-a.
Jadi,
ada sesuatu dengan Park Suk-jin?
Park Suk-jin keluar dua kali dan pergi ke toko buku di daerah kumuh.
Hari-hari dia keluar sama
dengan hari saat Baginda tak punya jadwal.
Setelah dari toko buku,
dia membakar benda ini.
Dan aku melapor karena toko buku yang sering dia datangi,
adalah markas pelaku pengkhianatan yang Baginda serang.
Apa?
Kenapa orang seperti itu
bisa masuk istana?
Lewat jalur khusus keturunan kontributor negara.
Kakeknya bernama Park Dong-u.
Tapi sebenarnya dia bukan cucu Park Dong-u.
Apa maksudmu?
Park Suk-jin yang asli tinggal dengan nama Min Seon-yeong di Pyongan.
Dan Min Seon-yeong pernah kehilangan anaknya dulu.
Apa?
Min Seon-yeong.
Aku sudah sangat hati-hati dan teliti dalam mempekerjakan pegawai istana,
tapi ternyata kau penyelinapnya.
Siapa nama aslimu?
Apa kau Min Seon-yeong yang pernah kehilangan anakmu?
Tutup mulut kalian.
Jika kejadian ini
diketahui orang di luar istana,
kalian akan kena hukuman tiga turunan sesuai perjanjian kerja istana.
- Baik, Kepala Wanita Istana Noh. - Baik, Kepala Wanita Istana Noh.
Panggil dokter istana,
dan bawa dia ke istana luar.
Dia harus diselamatkan.
Aku harus tahu
siapa yang menutup mulutnya.
Kau!
Menyetir yang benar!
Aku hampir mati.
Kau tak bisa mati di sini,
Perdana Menteri Koo.
Apa mukaku seperti pegawai negeri?
Kau salah orang.
Aku pasti benar.
No comments yet. Be the first to leave one.