Pink Guinea Pig

Pink Guinea Pig (Marmut Merah Jambu)

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

Marmut Merah Jambu 2014 NF WEB-DL
Un comentario de Putra14
Netflix Retail.

Etiquetas

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publicau o: 2019-11-29
Descargas: 29
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat siang, Ina-nya ada?

Selamat malam, Paman.

Jadi, kamu temannya Ina?

Ya, Paman, benar.

- Nama kamu? - Nama saya Dika, Paman.

Dika.

Kamu pasti orang yang pernah datang

lalu mengacaukan pesta ulang tahunnya Ina, bukan?

- Tidak, itu bukan saya, Paman. - Saya tidak akan lupa.

Ini.

- Tidak, itu bukan saya, Paman. - Saya tak lupa kamu melakukan itu.

Sudahlah.

Taruh kembali tehnya.

Tidak usah dituang. Bawa masuk ke dalam!

Perintah saya sulit dimengerti?

Paman, sabarlah.

Kamu, keluar.

Jadi, sebenarnya begini, Paman. Saya mendapat ini kemarin.

Ya, anak saya memang akan menikah besok.

Lalu?

Saya mau memberikan ini, Paman.

Kamu mau mencoba mengacaukan, menggagalkan pernikahan anak saya, ya?

Seperti di film-film, begitu? Ya?

Tidak, Paman, saya bisa jelaskan. Jadi...

Keluar kamu.

Di rumah ini tidak ada orang kecuali saya.

Kamu hanya berurusan dengan saya. Paham, tidak? Keluar!

Paman, saya bisa menjelaskan semuanya, terutama soal luka itu.

Tetapi saya butuh waktu lama untuk bercerita, bisa tiga jam.

- Belum lagi harus ke toilet... - Tidak!

Satu jam, Paman. Beri saya satu jam untuk bercerita, Paman.

- Setengah jam. - Tetapi kalau setengah jam...

Dimulai dari sekarang.

Ya?

Ceritanya dimulai dari sebuah telepon, Paman.

Jadi, waktu itu, di kamar saya...

Telepon sekarang?

Halo? Momo?

Ini Bertus, siswa kelas 1B. Apakah kamu mau menjadi pacarku?

- Tidak! - Halo?

Ya, halo, Sandra.

Sandra, ini Dika. Jadi, begini...

- Dika? Dika banci? - Banci?

Banci? Tidak, aku bukan ban...

Halo? Ini Bertus, siswa kelas 1B.

Halo?

Halo? Ya, kamu mau menjadi pacarku, tidak?

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif,

mohon hubungi beberapa saat lagi.

Halo? Kamu mau menjadi pacarku, tidak?

Mendingan aku mati!

- Sudah habis? - Tinggal satu lagi, Dik.

Tetapi sepertinya yang ini tidak bisa lewat telepon, Dik.

Ber, kamu yakin?

Lewat telepon saja gagal, bagaimana bila bicara langsung?

Menyatakan cinta itu harus banyak, agar kemungkinan diterimanya banyak.

Kalau kunyatakan cinta ke 100 wanita, dengan probabilitas sepuluh persen,

aku mungkin akan diterima sepuluh kali. Memangnya kamu tidak belajar matematika?

Ber, tetapi yang namanya dua unsur itu harus cocok-cocokan.

- Memangnya kamu tidak belajar kimia? - Sudah, tidak usah sok pintar.

Lihatlah ini.

- Halo, Cynthia. - Ya, Bertus?

Kamu mau, tidak...

Tunggu dulu.

Kalau kamu mau menyatakan cinta kepadaku, aku tidak mau, ya?

Apakah kamu mau siomainya kumakan?

Soalnya sedari tadi kulihat sepertinya enak.

Terima kasih, ya?

Tunggu, kubunuh dahulu kumannya.

Terima kasih.

Apa, ya, yang kurang dari kita?

Maaf, kami mau duduk di sini, jadi kalian pergilah.

Maaf, ya, kami yang lebih dahulu duduk di sini.

Kenapa kamu emosional?

- Kamu yang emosional! - Lalu kenapa?

Ri, Jim.

- Michael. - Michael.

Sudahlah, tidak usah ribut-ribut.

Teman-teman, maaf, ya, kami mau kongko di sini.

Ya, tidak apa-apa, silakan. Tadi sedikit kotor.

Dik, bangun.

- Tidak apa-apa. Ini kotor. Silakan duduk. - Bagus, Teman-teman. Terima kasih.

Dik, rambutnya wangi sekali.

Ya, benar.

Dik, bagaimana caranya, ya, kita bisa seperti Michael?

Ber, dia itu populer.

Coba kamu tanya saja satu sekolah, siapa yang tidak mengenal dia?

Michael itu pria yang berbeda dari yang lain.

Soalnya kata orang-orang, dia itu vegetarian.

Keren, tidak memakan udang.

JOMLO KRONIS

Sepertinya vegetarian bukan itu.

Selain ganteng, anaknya juga jujur.

Padahal saya sudah beri tahukan menyontek saja saat ulangan, tak apa-apa.

Dia tidak mau.

Sayang, saya sudah tua.

Meskipun dia ketua tim basket, ternyata dia juga mahir bermain sepakbola.

Kemarin, 11 orang timku melawan dia sendirian.

Kalah semuanya.

Bahkan kalahnya 5-0.

Michael itu shio-nya tikus, zodiaknya aries.

Dia lahir Senin wage.

Lalu...

Sekarang aku paham.

Itulah masalah kita, Dik: kita payah.

Kita harus populer supaya bisa bahagia.

Memangnya kita sama sekali tidak terkenal, ya, Ber?

Begini, Dik. Bahkan kepala saja tidak mengenal kita.

- Sore, Bu. - Sore.

Itu siapa?

Tidak tahu, Bu. Sepertinya bukan murid sekolah ini.

Ber, memangnya kenapa populer dan urusan wanita

sekarang menjadi penting sekali bagi kamu?

Dik, begini. Kamu tahu, bukan, di SMA, kita bisa bertemu jodoh kita.

Makin lama kita bertemu dengan jodoh kita, makin lama kita menikah.

Ber, kamu sunat saja tak kunjung berani, sudah membicarakan menikah.

Dahulu waktu masih muda dan bersekolah, Paman populer, tidak?

Sangat populer! Pamanmu ini!

Bagaimana cara untuk populer, Paman?

Kamu harus seperti zaman paman dahulu.

Kalau zaman paman, bermainlah sepatu roda, makan permen karet,

pasti kalian terkenal.

- Hai, Laki-laki! - Hai, Laki-laki!

Gaya itu nomor satu.

Percayalah pada paman.

Ya, memang

itu memang populer dan paling keren pada zamannya paman.

Tetapi kamu tidak mungkin melakukan itu, bukan?

Apa kabar, Teman?

Kamu, kamu, kamu,

apa kabar?

Kalian sedang apa, Kawan? Boleh ikutan, tidak?

Sudah berapa kali saya bilang jangan bermain kartu di sekolah!

Yang ini bagus, Bu.

- Untuk saya, ya, Bu? - Boleh.

- Yang ini bagus. - Ya, saya juga belum punya kartu ini.

Gara-gara kalian, kartuku diambil!

Kalian resek!

Teman-teman, maaf sekali, aku tidak tahu akan jadi seperti ini.

Kalau kalian tidak mendatangi kami dengan baju Taman Lawang seperti itu,

pasti tidak akan begini!

Sabar.

- Diam kamu! - Sudah, "cuting" saja. Cubit putingnya!

Tidak! Jangan "cuting".

Putingku sensitif.

- Ya, jangan, putingnya sensitif. - Kamu tahu dari mana?

- Sudah, cubit putingnya! - Jangan...

PIKET PMR

Perlahan-lahan.

Dasar payah!

Gara-gara kamu. Lihat, kita menjadi seperti ini.

Dik, apa salahnya aku mencoba membuat kita populer?

Populer. Hanya itu yang ada dalam pikiranmu?

Lagi pula, memang kenapa kita harus menjadi populer?

- Dik, kita ini... - Sudahlah, Ber.

Menjadi populer sudah tidak penting bagiku.

Sekarang yang penting...

hidupku tenang.

Halo. Dika, ya?

Ya, benar.

Cepat sembuh, ya?

Tunggu!

Bagaimana kamu bisa tahu namaku?

Ya, 1B, bukan?

Bagaimana kamu bisa tahu...

kelasku?

DIKA - KELAS: 1B

Terus! Yang di belakang, terus!

Pak, saya sudah tidak kuat.

- Saya juga, Pak. - Kenapa kalian?

- Puting saya sakit, Pak. - Puting saya juga, Pak.

Kalian berdua habis melakukan apa?

Saya tidak peduli. Kalian istirahat saja. Yang lain, terus!

- Yang lain, terus! - Ya, Pak!

- Aku tidak mau dekat-dekat denganmu. - Pergilah saja.

- Yang di belakang itu, terus! - Ya, Pak.

Ayo, lanjut.

Cantik, ya?

Dia itu wanita yang saya taksir sedari dahulu.

Pak, Ina masih kelas satu SMA.

Bukan Ina, tetapi guru sejarah, Bu Marsha.

Tetapi sayang dia sudah menikah dengan pemain bas terkenal pada zaman saya.

Memang benar, Nak,

yang bukan siapa-siapa tidak akan bisa mendapatkan hal besar.

- Jangan tidur, lanjutkan, terus! Ayo! - Sudah capai, Pak!

Kenapa kamu?

Biar aku yang membayari siomai itu.

Ber, aku lupa membawa uang.

Aku bayari siomaimu, tetapi aku pinjam uangmu dahulu.

Nanti kubayar lagi kepadamu.

Baiklah.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left