As primeras 200 linias.
~ yi yan zhi nian yi nian zhi zhuo ~
~ zhu ding jiu ci fei wo bu huo ~
~ ming zhi shi huo wei he hai bu zhi suo cuo ~
~ zui hao bu jian zui hao bu nian ~
~ ro ci cai ke bu yu ni xiang lian ~
~ duo yi bu de ca jian ~
~ jiu bu bu lun xian ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ rang wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo duo xiang nian ni duo yao yuan ~
~ zao zhi dao shi ku guo ~
~ zhe yi ke ye bu xiang tao tuo ~
~ ke xi zhe zi yan tai ci yan ~
~ liang ge shi jie zhi hou ~
~ bu xiang tao tuo ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo you duo me xiang nian ni you duo yao yuan ~
~ zao zhi dao jie ju shi bu neng kang ju de cuo ~
~ ting liu zai zhe yi ke ~
~ zhi hao qing shen yuan qian ~
Episode 9 Penerjemah: Runi
Yang Mulia, Anda terlalu lelah dengan kegelisahan Anda.
Karena itulah aliran Qi Yang Mulia tidak mengalir dengan lancar.
Hamba akan membuat ramuan agar membuat Anda tenang.
Setelah meminumnya, hamba harap Yang Mulia dapat beristirahat dengan baik.
Dengan istirahat, secara alami Anda akan merasa lebih baik.
Kemarahan dan frustrasi hanya akan membuat kondisi kesehatan Anda memburuk.
Aku putera yang tak berbakti.
Andai beban Huang Ama bisa dibagi dengan diriku.
Meski saat Putera Mahkota melakukan hal memalukan bagi negeri kita...
- Aku pantas mati... - Pangeran ke-4.
Aku di sini.
Cari orang yang dapat mengawasi Putera Mahkota.
Untuk keperluan lain, lakukan yang menurutmu pantas.
Baik, akan kulakukan.
Kakak ke-4.
Apa rencanamu selanjutnya dengan melihat situasi sekarang ini?
Ini bukan tugas yang mudah.
Putera Mahkota mengharapkan bantuanmu.
Apa Kakak ke-4 masih akan membelanya?
Adik ke-13.
Ini hanya mengatakan kebenarannya.
Sikap arogan Putera Mahkota selalu ditutupi olehmu dan Huang Ama. Kau juga selalu menolongnya.
Tapi, dia tetap tak berubah.
Selalu bersikap ceroboh dan sembarangan.
Kali ini, dia telah menjatuhkan nama baik negeri kita dan mempermalukan Huang Ama.
Bahkan, kali ini Huang Ama telah menghukumnya dengan berat.
Jadi, Kakak ke-4... apa kau masih ingin membela dirinya?
Masalah dicabutnya gelar Putera Mahkota terjadi karena kemarahan Huang Ama.
Tapi, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Kita hanya perlu melakukan hal yang memang harus dilakukan...
dan menaati setiap perintah Huang Ama.
Tak perlu ikut campur urusan orang lain.
Barusan, aku mendengar pembicaraan para menteri...
mengenai masalah dicabutnya gelar Putera Mahkota di luar istana Qianqing.
Bahkan Menteri Wang yang biasanya bersikap tenang...
terlihat sibuk mencari tahu tentang kabar ini.
Dia bahkan tidak memperhatikan langkahnya sampai-sampai menabrak Menteri Feng!
Topi beliau hampir terjatuh!
Benar-benar lucu!
Benarkah?
Menteri Wang kelihatannya sangat ceroboh ya?
Biasanya beliau selalu tenang dan serius.
Tapi, kali ini, dialah yang paling panik.
Itu wajar.
Sekarang, beliau jadi bahan tertawaan.
Kita mungkin merasa itu lucu, tapi tidak bagi Menteri Wang.
Apa karena dicabutnya gelar Putera Mahkota?
Masalah ini bukan masalah kecil!
Posisi Putera Mahkota saat ini kosong.
Para menteri sedang memikirkan harus menjadi pengikut pangeran yang mana.
Hal ini juga menyangkut masa depan mereka.
Mereka tidak boleh membuat kesalahan.
Aku yakin mereka sedang kebingungan.
Tapi, kurasa kita membutuhkan seorang Putera Mahkota.
Kakak, siapa menurutmu yang kemungkinan mendapat gelar itu?
Kurasa Pangeran ke-8.
Kaisar baru-baru ini menitahkannya untuk mengurus masalah kerajaan.
Para menteri memuji sikap bijaksananya.
Mereka bahkan bilang, beliau bisa menjadi Kaisar yang baik.
Aku tak setuju.
Pangeran ke-14 tampan.
Dia juga berani di medan perang.
Kurasa, Pangeran ke-14 pilihan yang bagus.
Kau salah. Jika menyangkut masalah keberanian,
Pangeran ke-13 sama beraninya dengan Pangeran ke-14.
Perlu diingat juga, Pangeran Pertama tetap saja putera kaisar yang pertama.
Jika kalian melihat dari usia, beliau juga kandidat yang patut diperhitungkan.
Kakak, bagaimana dengan pilihanmu?
Kaisar sudah tahu dalam hatinya siapa yang pantas menjadi Putera Mahkota.
Ini bukan sesuatu yang bisa kita bicarakan begitu saja.
Kita harus tahu posisi kita. Cukup mengerjakan tugas kita.
Tidak masalah siapa yang akan menjadi tuan kita nanti,
kita hanya perlu memastikan kenyamanannya.
Bicara sedikit dan bekerja giat.
Tidak perlu ikut campur.
Perkataan yang sangat bagus.
- Kasim Li. Guru. - Kasim Li.
Kalian semua harus harus belajar dari Ruoxi.
Terima kasih pujiannya, Kasim Li.
Saya hanya ingin hidup saya berjalan dengan tenang.
Masih banyak hal yang perlu saya pelajari jadi Kasim Li.
Kau sudah tahu bagaimana melindungi dirimu sendiri.
Rasanya, kau tidak perlu nasihat dariku lagi.
Di istana ini, tidak ada yang bisa memprediksi masa depannya.
Saya masih membutuhkan bantuan dari Kasim Li dalam banyak hal.
Baiklah, kalian semua kembalilah bekerja.
Baik.
Ruoxi.
- Salam hormat, Pangeran ke-14. - Berdirilah.
Kakak ke-8 memang sibuk, tapi dia menitipkan itu...
Aku harus memberikan surat itu padamu.
Dia ingin aku memberikannya langsung padamu.
Memastikan kau menerimanya.
Bagiku, kau ini sama pentingnya dengan masalah pemerintahan di hati Kakak ke-8.
*Surat cinta ini adalah puisi dari Puisi Dinasti Song: Qin Guan. Judul: Dewi di Atas Jembatan Burung Pica.
Di antara awan yang indah dan bintang-bintang jatuh.
Di seberang sungai surgawi, mereka bertemu.
Sebuah malam pertemuan yang menyebrangi langit musim gugur.
Melampaui segala kesenangan duniawi.
Momen kemesraan yang sama.
Menuju mimpi indah.
Mereka menahan perpisahan di atas jembatan burung pica.
Namun, jika cinta mereka abadi,
mereka tidak perlu bersama setiap hari.
Yang Mulia, tehnya sudah dingin.
Hamba akan menggantinya dengan yang baru.
Yang Mulia.
Jangan diambil.
Yang Mulia.
Petisi-petisi itu adalah permintaan...
untuk membatalkan keputusanku mencabut gelar Putera Mahkota.
Lebih baik aku tidak membaca semua itu.
Lapor Yang Mulia.
Pangeran ke-3 ingin menemui Anda.
Suruh dia masuk.
Baik.
Ruoxi, hidangkan teh.
Baik.
Pangeran ke-3 ingin bertemu dengan Kaisar.
Apa yang ingin disampaikannya ya?
Kau bilang alasan kenapa Putera Mahkota bersikap kurang ajar dan tidak seperti dirinya akhir-akhir ini...
semua karena strategi yang telah direncanakan Pangeran Pertama?
Itu benar.
Apa buktinya?
Aku mendengarnya dari seorang kasim yang bertugas di kediaman Kakak pertama.
Kakak Pertama dan beberapa Pendeta Lama mengadakan pertemuan rahasia.
Dia juga telah menggunakan sihir Pendeta Lama untuk mengutuk dan menyakiti Kakak ke-2.
Hal ini membuat Kakak ke-2 kehilangan akal sehat.
Jika kau sudah mengetahuinya,
kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal?
Karena aku ini bodoh.
Kupikir, seharusnya aku tidak mempercayai hal-hal berbau mistis.
Dan juga, aku tidak menyangka Kakak Pertama menginginkan posisi Putera Mahkota.
Karena itulah aku tidak memikirkan hal itu saat...
Kakak pertama dan para Pendeta Lama berhubungan...
sampai Kakak ke-2 kehilangan akal.
Aku mendapat informasi ini dari kasim yang bekerja di kediaman Kakak Pertama.
Karena itulah, aku berani melaporkan masalah ini.
Jika yang kaukatakan itu salah,
kau takkan kuampuni.
Jika aku bohong, aku bersedia dihukum oleh Huang Ama.
Perintahkan pasukan kekaisaran untuk memeriksa kediaman Pangeran Pertama.
Baik.
- Apa yang kalian lakukan? - Minggir.
Berpencar dan periksa semuanya.
Baik.
Tuan, kabar buruk.
Pangeran Pertama, silakan keluar.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Apa yang terjadi suamiku?
Jangan takut. Ada aku di sini.
Cepat. Ayo cepat.
Cepat... cepat periksa.
Berbaris yang rapi.
Coba katakan! Apa ini?
Boneka itu ditemukan di kediamanmu.
Tanggal kelahiran Putera Mahkota tertera di boneka itu.
Apa yang akan kaukatakan untuk pembelaanmu?
Huang Ama.
Aku terlalu berambisi mengincar kekuasaan.
Karena itu aku mengambil tindakan yang tak termaafkan.
Puteramu telah salah.
Tolong maafkan puteramu ini, Huang Ama.
Kau ini kakak tertua.
Harusnya, kau bisa menjadi teladan.
Tapi, demi kekuasaan dan singgasana,
kau menjadi berhati jahat dan busuk.
Kau menggunakan cara yang jahat untuk membahayakan saudaramu sendiri.
Jika aku membiarkanmu begitu saja,
aku tidak bisa memenuhi tanggung jawabku sebagai kepala keluarga dan kaisar negeri ini.
Dengarkan baik-baik titahku.
Pangeran ke-2 akan dicabut gelarnya...
dan dikeluarkan dari segala tugas kenegaraannya.
Jabatannya akan diturunkan menjadi orang biasa.
Dikurung selamanya di Zhong Ren Fu.
Huang Ama.
Seret dia!
Ampuni puteramu ini!
No comments yet. Be the first to leave one.