As primeras 200 linias.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
MISI PUTRI TIDUR
Itu kau?
Nah, sudah dapat?
Ya, tentu.
Hei, bawa barangnya kemari!
Tidak mudah mencuri barang itu.
Dulu benda itu dimiliki para penyihir terkuat di dunia,
legendaris Harem bersaudari, sebelum mereka diasingkan selamanya.
Sana!
Ini adalah benda yang sangat indah.
Wah, bukankah ini agak... kebanyakan?
Aku membayar agar kau tutup mulut.
Aku terpesona.
Senang berkenalan.
Ugh!
Hati-hati.
Maaf.
Sayang, aku harus pergi, tapi akan selalu kusimpan
namamu di hatiku.
Karabas Lombard sudah kuawasi, dia tak pernah meninggalkan tempat ini.
Bagus. Ini ramuan transformasi kita.
Tanpa penyamaran, mustahil.
Ayo!
Kamu bawa jamnya?
Mm-hm.
Kalian salah tempat, bocil.
Ini pegadaian, bukan toko mainan.
Kami tahu.
Kami mau menggadaikan sesuatu.
Waduh.
Barang curian, ya?
Orang tua kalian di mana?
Membusuk di desa.
Kami diam-diam kabur dari rumah.
Lalu pindah ke kota besar.
Sendirian.
Wah, kalian datang ke tempat yang tepat.
Aku punya suguhan khusus untuk anak-anak nakal seperti kalian.
Ayo, minum.
- Aku tidak mau. - Aku juga tidak.
Bukan kalian yang memutuskan.
Kalian akan minum sampai habis dan berubah menjadi boneka.
Jadi, itu bukan boneka, tapi anak-anak?!
Sekarang mereka melayaniku.
Ayo, minum!
Buktinya sudah jelas.
Kamu tertangkap basah.
Karabas-Barabas, kamu ditangkap, Sob.
Apa?
Siapa kalian?
Agen Hansel.
Ini Agen Gretel.
Badan Keamanan Sihir.
Agen? Tapi kalian kan anak-anak.
Siapa bilang kami anak-anak?
Nah, ini kami.
Angkat tangan!
Sampai jumpa.
Lagi-lagi Karabas yang licin berhasil kabur.
Kejar dia.
Tunggu di sini.
Kami akan kembali menjemputmu.
Ayo!
Hansel, hentikan kudanya.
Caranya?
Anak panah bius.
Kena!
Mmm.
Kena kamu!
Bisa kita bicarakan baik-baik? Berapa yang kamu mau?
Ayolah!
Lagi-lagi Hansel dan Gretel
berhasil menghentikan penjahat itu melarikan diri.
Pertunjukan selesai.
Istirahatlah di penjara.
Nah, tingkat kejahatan pun menurun.
Karl Luklary mencuri permata.
Apa hubungannya denganku?
Laporkan saja dia.
Oh, itu kata sandinya.
Oh, iya.
Maaf.
Maju!
Dari pengagummu?
Ya.
Kami berkenalan di pegadaian.
Kapan? Bukankah kamu menjaga pintu masuk?
Ini soal prioritas.
Bagimu, karier yang utama.
Aku juga punya kehidupan pribadi.
Kulihat itu.
Maukah agen terbaik kerajaan memberiku tanda tangan?
Aku juga, dong.
Kalau aku di sini, dekat jantung.
Kalian yang terbaik!
Kalian yang terbaik!
Oh, aku juga merindukanmu, sayang.
Ah, Agen Hansel dan Gretel.
Laporkan, Agen.
Dalam pengejaran berkecepatan tinggi, tersangka berhasil ditangkap dan...
dilumpuhkan.
Anak-anak korban sihir Karabas telah dipulihkan
- dan dikembalikan kepada orang tua mereka. - Luar biasa!
Siap melaksanakan tugas, Agen Ibu Tiri.
Apa itu?
Penemuan terbaruku!
Jika ada sihir yang digunakan di suatu tempat di kerajaan,
- peta ini akan menunjukkannya. - Keren!
Ini akan sangat berguna bagi kita.
Benar sekali!
Lampu hijau menunjukkan praktik sihir legal.
Kalau yang merah?
Tempat sihir digunakan secara ilegal.
Gretel, Hansel, tangani itu.
Siap, Bos.
Ayo, sekali lagi!
Satu, dua, tiga, kucek matamu.
Temukan bolanya, dapatkan hadiahnya.
Heh, yang kiri.
Oh, hampir saja.
Oke, sekali lagi!
Apa-apaan, Kek? Singkirkan itu!
Singkirkan, bau tauk?
Cobalah peruntunganmu, anak muda.
Tiga banding satu.
Kemarin, satu keping saja orang menang 40 keping emas.
Mungkin kamu juga akan beruntung.
Baik, kita main. Aku pertaruhkan uangku.
Dan kamu pertaruhkan semua yang kamu menangkan
dari kakek tua ini.
Awas, jangan lengah. Perhatikan baik-baik.
Kamu akan dapat bonus karena penglihatanmu tajam.
Yang ini.
Sayang sekali, tebakanmu salah.
Apa?
Kok bisa?
Silakan ambil kembali barang-barangmu.
Oh, terima kasih!
Terima kasih banyak!
Tunggu, kamu pasti penyihir.
Dan kamu penipu dan pembohong.
Kawan-kawan, beri pelajaran pada pesulap ini biar kapok.
Hah?!
Sepertinya ini tempatnya.
Yakin?
Yakin.
Gravitas!
Nula!
Permisi.
Mereka harus ditenangkan.
Gravitas!
Jangan bergerak!
Kami dari AMB.
Kamu ditangkap.
Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri.
Nama saya Pangeran Ragnar.
Saya datang atas undangan pribadi raja kalian.
Begitu.
Tapi Anda melanggar hukum, Yang Mulia.
Penggunaan sihir memerlukan izin khusus.
Ya, tentu. Saya mengerti.
Sudah kubilang, sihir itu dilarang.
Berani sekali kamu!
Sudah, cukup.
Anda, Pangeran, ikut saya.
Maaf, Nona, tapi kamu bukan tipeku.
Apa?
Kamu terlalu tegang dan bahkan
agak galak.
Aku bukan tipe orang yang suka hubungan penuh kekerasan.
Kamu!
Penyihir ini menyerangku!
Apa yang terjadi?
Mulai sekarang, setiap kali kamu berbohong, hidungmu akan
semakin panjang.
Untuk mengembalikan hidungmu seperti semula,
kamu harus melakukan tiga perbuatan baik.
Tidak, ampun! Jangan suruh aku berbuat baik.
Tidak perlu sekejam itu.
Sepertinya Anda tidak dengar, Pangeran Ragnar. Jadi, kita ulangi.
Saya agen AMB, bertugas menjaga keamanan sihir.
Di kerajaan kami, sihir tanpa lisensi dilarang.
Artinya, dengan menggunakan mantra ini, Anda melanggar hukum.
Jadi saya minta Anda menghapus mantra dari hidungnya.
Sepertinya justru pendengaranmu yang bermasalah.
Aku ini seorang pangeran,
jadi aku tidak tunduk pada perintah siapa pun.
Kita buktikan.
Kenapa tidak?
Gretel!
Sebagai informasi, AMB mewajibkan kita mengantar tamu
berdarah kerajaan ke istana dengan selamat.
Sebaiknya dengarkan dia, Agen Duri.
Nah, ini gawat.
Memang masa laluku kriminal, tapi
aku belum pernah membuang mayat.
Dia masih hidup, kok.
Baik, kamu pegang tangannya. Aku pegang kakinya.
No comments yet. Be the first to leave one.