As primeras 200 linias.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Baik.
Boleh aku bicara?
Aku akan bicara.
Kurasa aku tahu ini tentang apa.
Jadi, untuk memulainya,
mohon ingat bahwa apa pun yang terjadi antara aku dan Tuan Varga,
kuharap itu sudah berlalu,
karena setelah semua yang terjadi,
kau terbebas dari apa pun.
Kau bahkan tak ditahan selama sehari penuh.
Kuakui jalan menuju itu agak sulit,
namun jalan menuju keadilan jarang mulus.
Jadi, aku berharap pada akhirnya,
hasil akhir yang berbicara.
Kau berurusan dengan sepupuku, Tuco.
Tuco?
Ya, tentu.
Aku melihat kemiripan keluarga.
Sepupumu membuat kagum. Dia berhati besar
dan hasrat yang tinggi untuk keadilan.
Dia pemarah, ya?
Aku tak menyadarinya.
Bagaimana kabar nenekmu?
Tuco memberitahuku tentangmu.
Kau si mulut besar.
Ya.
Orang-orang di rumah itu,
mereka memanggilnya apa?
Jalang.
Jalang, ya.
Benar.
Tuco yang kukenal
akan menguliti hidup-hidup dan mengumpani bola mata mereka.
Namun, ada kau.
Kau mengoceh dan mereka bebas.
Itu sungguh menakjubkan.
Mereka naik kursi roda.
Jadi, aku dan Ignacio,
kami punya pekerjaan untukmu.
Sungguh?
Kami punya masalah hukum.
Masalah hukum? Fantastis!
Aku sangat...
Tunggu dulu, kukira aku akan...
menelan kondom berisi heroin.
Tidak. Mungkin nanti.
Ada orang kami ditahan di MDC,
- ditahan dua hari lalu. - Karena apa?
Nanti dijelaskan.
Kami perlu dia beri tahu sesuatu ke polisi.
Hal-hal penting.
Hal-hal penting, paham.
Kami ingin dia berkata sesuai instruksi kami.
Tidak lebih, tidak kurang.
Namun, polisi tak boleh tahu itu dari kami.
Jadi, kami mengutusmu ke sana,
beri tahu dia caranya,
dan mereka tak bisa mendengarkan.
Rahasia pengacara dan klien.
Ya, itu.
Itu sungguh pujian.
Boleh kutawarkan... ini?
Dengar, kujamin ada lima dari ini di MDC saat ini.
Seperti menaruh ponsel ilegal di anus tahanan,
jika kau tahu maksudku.
Kau bicara langsung ke orangmu.
Tanpa perantara.
Lebih baik jika kau bersamanya.
Kau cocok untuk ini.
Itu cuma...
Luar biasa. Hanya itu istilahnya.
Perlu diketahui, aku harus memperingatkanmu
bahwa tarifku sudah naik.
Jadi, pakai cara ini bisa jadi mahal.
Seberapa mahal?
Mahal.
Ini...
- Maksudku... - Ya?
Ya.
Astaga, itu akan menyita waktuku,
selain persiapan, transportasi,
biaya kilat...
Hitungannya kira-kira tujuh ribu...
delapan... sembilan ratus dua puluh lima dolar.
Ya.
Ya.
Tujuh ribu sembilan ratus dua puluh lima?
Itu tarif rata-ratanya, maka...
Entahlah.
Tentu.
Karena kau repot,
bulatkan ke 8.000.
Baiklah kalau begitu.
Lagi.
Entahlah, Mike.
Bagaimana kalau kau pulang
dan kupanggilkan taksi?
Masukkan ke kasir dan tuangkan lagi.
- Hei. - Ya.
Kau lihat itu?
Lakukan sesuatu untukku.
Lepaskan itu.
Apa?
Di sana,
yang ketiga dari bawah.
Entahlah, Mike.
Pelanggan mengirim ini.
Ini tradisi.
Lepaskan.
Maaf, Mike.
Lepaskan.
Kau sudah cukup minum.
Lepaskan sekarang.
Tolong.
Astaga. Kau tahu itu adikku.
Hei, dia cantik. Hanya itu maksudku.
Aku berusaha meneleponnya.
Lihat si bodoh ini.
Baik, mari bermain.
Kakek, mau ke mana?
Kau punya 20 dolar untuk dipinjam?
Jangan takut.
Aku tak menggigit.
Aku punya lebih dari 20 dolar, Berengsek.
Hei, kakek ini berani juga.
- Kau biarkan si tua bicara begitu? - Tunggu, Kek.
Jadi?
Hei.
Hei.
Sudah selesai?
Hampir.
Terima kasih.
- Semua baik-baik saja? - Ya.
Aku sedang merayakan.
Merayakan apa?
Aku baru sadar semua klienku seharian besok adalah pro bono.
Tak ada Mesa Verde.
Baik.
- Untuk keadilan. - Ya.
Kalau kau?
Yah...
Aku bertemu...
beberapa orang menarik...
dan mengalami beberapa...
suka dan duka.
Namun, kau tahu?
Secara finansial,
Saul Goodman baru saja mengalami hari terbaiknya.
Ka-ching!
Bagus untuk Saul.
Sebaiknya aku bersiap untuk besok.
Benar. Kalahkan mereka.
Numilifor bukan untuk semua.
- Hubungi dokter jika Anda punya... - Maaf.
Efek samping termasuk...
Apa yang kau lakukan?
Aku harus bongkar untuk membersihkannya.
Hei.
Cukup...
biarkan saja.
Lihat ini.
Kau pesan makan?
Ya?
Ignacio?
Apa?
Aku ingin bertemu Ignacio.
Siapa ini?
Ayahnya.
- Semua baik-baik saja? - Ya, tentu saja.
Boleh Ayah masuk?
Tak apa?
Tak apa-apa.
Hai.
Amber, ini ayahku.
Salam kenal.
Salam kenal juga.
Permisi.
Mau kuambilkan sesuatu?
Mau kopi?
Tidak.
Besar sekali.
Dan baru.
Apa kabar Ayah?
Gutierrez memberiku tawaran. Dia ingin beli toko itu.
Sungguh?
Jangan beri tahu aku.
Dia ingin mengubahnya jadi toko ban lain?
Bukan.
Dia ingin tetap begitu.
Namun...
dia menawariku lebih dari nilai jualnya, bahkan termasuk tanahnya.
Ayah akan apa?
Ayah selalu ingin mewariskannya kepadamu.
Ayah...
Ayah akan bekerja 11 jam sehari selama sisa hidup Ayah?
Apa pendapatmu?
Kedengarannya bagus.
Mungkin jadi...
peluang pensiun Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.