As primeras 200 linias.
Apa adikku akan mati, Ayah?
Hanya Tuhan yang tahu, Nak.
Tuhan yang mana?
Tuhan Ibu atau Tuhan Ayah?
Ibu dan Ayah mungkin berasal dari tempat berbeda
atau berdoa dalam bahasa berbeda,
tapi kami memercayai satu Tuhan, Özgür.
Kami percaya pada cinta dan kasih Tuhan.
Kami harap Dia lebih tahu dari kita, Nak.
Güneş!
Güneş! Putriku!
Musa! Musa, cepat!
Sayang!
Güneş!
Saat kematian datang,
ritual, lonceng gereja, azan, mantra Buddha,
semua bernyanyi dengan nada sama.
Karena akhir hidup adalah kesedihan paling umum yang dialami manusia.
Tentu, cara kita menerima kematian berbeda-beda di tiap budaya.
Misalnya, di Spanyol dan Meksiko,
seseorang yang dikenal sebagai La Llorona menangis keras untuk berduka.
Di Kilimanjaro, ada ritual memainkan musik saat berduka.
Jadi, menurut kalian, cara kita menerima kematian
dibentuk oleh masyarakat kita atau oleh sifat alami kita?
Jika kalian tak terikat dengan agama, budaya, atau tradisi,
bagaimana kalian berpamitan dengan orang yang disayang?
Bagaimana kalian menerima kematian?
Untuk kelasku, ini topik untuk…
ADA - SENANG PENDANAANNYA DISETUJUI. SEMOGA KAU MENIKMATI AFRIKA.
Untuk tugas terakhir kalian. Kumpulkan pada hari Jumat.
- Pak, jangan tinggalkan kami. - Tetaplah di sini.
Jika kalian mengerjakan tugas dengan baik, aku akan memikirkannya.
Sekarang pergilah. Ini kelas terlama kita. Ayo!
- Sampai jumpa, Pak. - Sampai jumpa.
ADA - SENANG PENDANAANNYA DISETUJUI. SEMOGA KAU MENIKMATI AFRIKA.
ANOTHER SELF
Dia tak menjawab.
Kau bilang, "Hati-hati. Semoga berhasil."
Apa yang harus dia jawab, Sayang?
Menurutku kau harus jawab sendiri.
Kau mau pria itu atau tidak?
Maksudku, aku sudah maju selangkah.
Apa yang dia lakukan? Dia bilang, "Aku mau pergi setahun. Dah, jaga dirimu."
Kau sebut itu maju selangkah, Sayang?
Ya, apa lagi?
Saat kau menikah dengan Selim,
kau memintanya untuk menunggumu saat kau akan ke luar negeri.
Kenapa kau tak mau menunggu Özgür?
Akan kuberi tahu.
Kurasa masalahnya bukan kepergian Özgür ke Afrika.
- Itu hal lain. - Apa itu?
Dia bilang dia tak mau punya anak.
Kau mau punya anak?
Teman-Teman.
Aku ingin berkeluarga sekarang.
Apa?
Biar kuberi ciuman. Kemari.
Aku juga akan menciummu. Kemari.
- Kau juga kuberi. - Tentu.
Baiklah. Nema problema , Sayang.
Dia sudah jelas tak mau punya anak.
Jadi, dia bukan orang yang tepat.
Hubungan yang tepat, pria yang tepat…
Mungkin yang tepat bagi kita dan kenyataan hidup tak sama.
Dia bilang dia tak mau anak.
Dan kau mau.
Relakan saja, demi Tuhan.
Tidak mungkin! Apa maksudmu? Jangan lepaskan dia.
Aku melihat bunga api di matamu. Kau menyadarinya?
Hal semacam ini tak mudah terjadi di usia kita.
Jika kau yakin dengan hubungan ini, dan jika kau belum menikah,
jangan lepaskan dia.
Apa yang akan kau lakukan dengan Erdem, Leyloş?
Apa yang bisa dilakukan?
Kedai itu terbakar. Kami tak punya pemasukan.
Kami meminjam uang dari orang tuaku. Itu mau habis.
Erdem harus kuapakan? Aku usir? Dia akan makan atau minum apa?
- Dia akan ke mana? Tidur di mana? - Kenapa kau peduli pada Erdem?
Apa kau orang tuanya?
- Benar. - Biar dia membusuk.
Ia harusnya berpikir sebelum selingkuh.
Tapi jika Erdem tak menyelamatkanku dari kebakaran,
aku takkan ada di sini sekarang.
Kalian sadar itu?
Maaf, Sayang. Erdem menyelamatkanmu dari apa?
Leylo malangku.
Lihat.
Ini. Lihat siapa yang menyelamatkanmu.
- Ini lelucon? - Bukan.
- Yorgos menyelamatkan kami? - Ya.
Yorgos yang menyelamatkan kami dari api?
Kau membohongiku lagi, Erdem.
Pegang ini, Sevgi.
Lihat? Jadi, putuskan sekarang, oke?
Hidup terlalu singkat.
- Aku harus pergi. - Ke mana?
Aku akan menemui jaksa.
Aku akan memberi tahu mereka bagaimana bajingan itu mengancamku.
Sayang. Hati-hati, ya?
Baik. Sampai jumpa.
Aku tertipu lagi.
KEDAI ELENI
Hai, semuanya.
Seperti yang kalian tahu, Kedai Eleni jadi target serangan keji sebulan lalu.
Lihat.
Syukurlah kami tak terluka,
tapi beginilah keadaan Eleni tercinta.
Para pelaku dibebaskan
tanpa hukuman karena kurangnya bukti.
Tapi aku masih belum kehilangan harapan.
Sayangku, terima kasih atas semua dukungan kalian.
Aku sudah membaca DM kalian. Terima kasih banyak atas dukungannya.
Jaga diri kalian. Sampai bertemu lagi di Kedai Eleni.
Salam sayang.
Yorgos.
Aku sangat berterima kasih.
Aku tak tahu.
Kau yang menyelamatkan kami dari api.
Kami berutang nyawa padamu.
Baik Erdem maupun aku.
Terima kasih banyak, Yorgos.
Kau tak perlu berterima kasih. Yang penting kau baik-baik saja.
Apa rencanamu?
Aku memutuskan untuk kembali ke Kreta.
Tapi jika kau memintaku tinggal…
Bisakah kau beri aku waktu?
Terkadang kita kecanduan
pada suatu hubungan, zat, atau perasaan.
Mungkin yang terpenting bukanlah menghentikan kecanduan.
Tapi mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan kekosongan yang tersisa
usai kita menyingkirkannya.
Saat menghabiskan waktu bersama Deniz,
aku sadar beberapa hal berubah dalam diriku.
Mungkin cinta tanpa syarat tak berarti mencintai secara buta.
Mungkin yang kita butuhkan bukan cinta tanpa syarat, tapi penerimaan.
Mampu menerima orang yang kita cintai beserta semua yang mereka lalui
dan cerita yang membawa mereka sampai hari ini.
Aku punya sesuatu untukmu.
- Apa ini? - Bukalah.
Kau suka?
Aku sangat suka.
Biar kupakaikan.
Kemarilah.
Kau suka?
Ini indah. Terima kasih.
Semoga membawa keberuntungan.
Mungkin masalahnya bukan masa laluku, keluargaku,
atau apa yang menimpa leluhurku.
Mungkin ini saatnya bertanggung jawab atas pilihanku sendiri.
Kita akhirnya bersama, Halime.
Kami amat merindukanmu. Lihat, semua orang menunggumu.
Halime! Selamat datang, Sayang!
Kemarilah.
Kita ikat agar tak terbang.
Kenalkan. Ini Nenek Muko, ibuku.
Dan ini Kakek Rıza, ayah Fiko.
Selamat datang, Cantik.
Lihat. Ini rumah kami.
Dan ini kebun besar kami.
- Kau anak yang manis, puji Tuhan! - Sangat manis.
Anda dari Hatay? Anda mirip sekali dengan kakek saya.
Tidak, aku dari Adana. Tapi Hatay dan Adana sangat dekat.
Halime, Sayang, kami menyiapkan kamar yang indah untukmu.
Halime, untuk saat ini, sampai masa percobaan berakhir,
kita akan berkunjung ke sini, oke?
Saat kau merasa nyaman,
dan mereka siap,
kau bisa tinggal di sini secara permanen.
Tentu saja, jika kau mau. Oke?
Baiklah. Bolehkah aku menciummu?
Kemari, Sayang.
Baiklah!
Tebak kita mau ke mana. Ke pergola.
Aku sudah menyiapkan makanan. Kita semua lapar, bukan?
- Ayo, kita makan bersama. - Ayo. Kau duluan.
Silakan.
Mungkinkah kita menerima cerita yang kita tinggalkan
tak peduli seberapa besar kehilangan kita dalam hidup?
Apa kau pernah memperbaiki hubunganmu sebelumnya, Ada?
Apa artinya bagimu?
Aku siap. Maukah kau membantuku untuk melakukannya?
Kau sudah jadi muridku selama dua tahun. Kau tahu apa yang harus dilakukan.
Baik. Terima kasih.
Terkadang kita berpikir penghalang kita untuk memulai hubungan
adalah luka kita di hubungan sebelumnya.
Tapi bagaimana dengan luka yang kita buat?
Mungkinkah kita bisa menerimanya tanpa menghadapinya?
Toprak, saat aku menggugurkan kandungan tanpa memberitahumu,
amarahku mengalahkan nuraniku.
Kini aku sadar saat bertemu kau setelah bertahun-tahun,
aku menyalahkanmu atas prioritasmu, dan aku kasar serta tak berperasaan.
Terima kasih atas momen indah yang kita bagi bersama, Toprak.
Aku memberinya tempat penuh kasih di hatiku.
Aku memikul bagian tanggung jawab atas semua kesulitan yang kita alami.
Aku serahkan bagianmu padamu.
Aku memberikan tempat di hatiku untuk anak kita yang tak sempat lahir.
Selim, aku menyalahkanmu karena berselingkuh, karena tak jujur,
tapi seberapa jujur aku padamu?
Seberapa terbuka aku terhadap keinginan dan kebutuhanmu?
Kini aku sadar betapa manipulatifnya aku
No comments yet. Be the first to leave one.