As primeras 200 linias.
Hei Nenek...
Hmm?
Tahu nggak sih, anak laki-laki yang duduk di sebelah sana?
Ah, Mio-kun, kan?
Dia sering beli roti kita
dulu bareng ibunya.
Aku kembali.
Aku lapar!
Selamat datang di rumah.
Suzu-chan ada di mana?
Nggak datang, katanya lembur belum selesai.
Ah, Eri! Jangan...
makan itu dulu...
Enak!
Umibe no Étranger
Tunggu! Cepatlah!
Selamat pagi!
Kamu, anak yang selalu duduk di sini...
Shun...
Mau ambil sayuran dari...
Oh, lagi kerja?
Enggak, nggak apa-apa.
Ini dari Nenek.
Oh, terima kasih.
Shun-chan, makan ini.
Miyako Cafe
Aku kembali.
Oh, terima kasih.
Segera!
Sudah datang!
Satu kari...
Dan... Nasi tako!
Aku akan bantu!
Kumohon.
Oke!
Permisi, di mana meja resepsionis penginapan?
Oh, iya,
silakan duduk di sini dan tunggu sebentar.
Selamat datang!
Siapa yang pesan bir?
Ini!
Sepertinya kita bisa pesan minuman.
Datang!
Hei, kamu! Tunggu!
Ini sisa makanan dari tokonya.
Ah, belum makan?
Belum.
Ah!
Iya, jelas.
Pasti sudah menunggu makan malam.
Kamu mau itu?
Eh?
Ah, tentu saja.
Terima kasih banyak.
Oh tidak, itu tidak apa-apa.
Selamat kembali.
Astaga, hujan tiba-tiba turun deras.
Bagus sekali.
Terima kasih.
Baru saja, Mio-kun datang.
Dia bilang itu berkat rotinya.
Dia membagi ini dari bibit ibunya.
Oh...
Ibu Mio-kun telah meninggal katanya.
Selalu hanya mereka berdua dan sekarang dia sendirian.
Dan dia masih di SMA.
Aku yakin dia merasa kesepian.
Mio...
Apa yang kamu inginkan untuk makan malam?
Kari.
Tapi kita makan itu kemarin dan kemarin lagi.
Yang lain?
Eh?
Lalu, ini!
Hari ini hari tanpa uang?
Tidak, ayomakan kepiting.
Benar?
Iya.
Kepiting!
Kepiting...
Terima kasih atas makanannya!
Kepiting...
Enak!
Enak, kan?
Iya! Aku mau tambah!
Tentu, sebanyak yang kamu mau.
Boleh aku duduk di sampingmu?
Terima kasih.
Terima kasih atas bunganya.
Ya...
Hei, kenapa kamu selalu melihat dari sini?
Tidak ada yang spesifik.
Tidak merasa kesepian karena selalu sendirian?
Apa?!
Huh? Maaf...
Kamu yang selalu melihatku!
Itu menakutkan.
Jijik.
Hei, tidakkah kamu pikir Hashimoto kadang terlihat seperti perempuan?
Ah, mengerti.
Mungkin dia gay?
Iye, tempat dudukku tepat di sebelahnya!
Ya Tuhan, aku mungkin sudah kalah!
Ah, kamu sudah bangun.
Suzu-chan?
Oh, dia sudah bangun?
Kamu pingsan lagi.
Eh, tidak mungkin!
Aku mau mengambilnya.
Shun, ada yang terjadi?
Tidak, tidak ada.
Suzu-chan juga, terima kasih.
Apa itu?
Hanya saja orang yang kusuka kebetulan sama gender.
Kenapa rasanya aneh, ya...
Apa itu?
Pekerjaan...
Kudengar kamu menulis novel.
Ah, tapi ini bukan naskahku. Cuma persiapan...
Yah, tidak masalah kan?
Aku bilang sesuatu yang kejam.
Maaf.
Hah?
Kemapa kamu meminta maaf?
Karena aku...
Karena semua orang menatapku dengan mata perihatin.
Karena aku tidak punya keluarga.
Kesedihan dan kesepian...
Itu sesuatu yang cuma aku yang mengerti.
Aku tidak mau belas kasihanmu ketika kamu tidak mengerti.
Aku pikir begitu juga kamu...
Tidak!
Ah, baiklah,
aku hanya tertarik padamu dan mau mencoba bicara denganmu.
Itu hanya motif terselubungku.
Ada apa dengan itu?
Alasan yang bodoh. Seperti kamu mencoba mendekatiku.
Tapi...
Aku senang...
Shun, makan malam apa?
Huh? Tunggu!
Oh, ya Tuhan?
Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan!
Eri?!
Ada cowok cakep lagi di sini!
Apa urusanmu datang kesini hari ini?
Eri!
Oh, timing yang pas!
Serbu!
Ya?
Jadi namamu Shun?
Iya. Ditulis dengan karakter 'kuda'.
Aku Mio.
Haruskah kita pulang?
Kamu menulisnya dengan kata 'buah' dan 'pusat'.
Ohh..
Kita harus pulang dan masak malam.
Kari!
Tentu!
Kari! Kari! Kari!
Shun, kamu...
Hmm?
Kamu buruk dalam memancing.
Pemberitahuan: Hari Libur
Tunggu, di mana ikan-ikan nya?
Tidak bisa menangkap satu pun.
Erm, Shun?
Bahkan satu pun?
Diam!
Aku pulang.
Hah?! Apa yang kamu katakan?!
Kamu makan di sini juga!
Eh?
Nah,
terima kasih untuk makanannya!
Terima kasih untuk makanannya.
Mio-kun, kamu pandai masak.
Iya, karena dulu aku membantu di rumah.
Paham.
Ini, Mio-kun.
Terima kasih.
Cowok ini sama sekali tidak berkembang.
Lihat saja.
Lalu jangan makan.
Shun selalu khawatir soal kamu.
Eri! Jangan ngomong hal-hal yang tidak perlu!
Tapi itu benar!
"Aku merasa khawatir apa dia makan teratur baik di rumah."
Aku tidak mengatakan itu! Berhenti!
Apakah kamu suka kari, Mio-kun?
Uh, aku suka...
Hmm?
Lucu sekali!
Oh kamu! Diam dan makan saja!
Lihat kamu, begitu bahagia.
Eri!!
Suzu! Aku mau ayam goreng!
Tentu.
Hei, apa kau mendengarkan?!
Tidak sama sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.