Close Enemies

Close Enemies (Frères ennemis)

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

Close Enemies 2018 NF WEB-DL
Un comentario de Putra14
Netflix Retail.

Etiquetas

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publicau o: 2020-01-29
Descargas: 25
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

PERSEMBAHAN NETFLIX

Polisi!

Tunjukkan tanganmu!

Angkat tangan!

Diam!

Awas!

Diam...

- Jangan sentuh aku! - Diam!

Diam!

Sial.

Tak ada laptop, ponsel.

Mana ponselmu?

Baik.

Marc! Kita harus pergi dari sini.

Ambil mobil. Kita keluarkan sasaran.

Aku tak bisa bahasa Arab, Keparat.

Pergi.

Ayo! Yang tepat.

Tepat, begitu. Tetap dengannya.

Ivan, imbangi. Jaga dia.

Awasi dia.

Hei. Tunggu.

- Ayo. Tendang dengan kaki kanan. - Halo?

- Ya, kami pulang semalam. - Lebih keras!

- Sama seperti terakhir kali? - Tendang lagi.

Ayo!

Kita bertemu besok, tempat dan waktu yang sama? Ya?

Ayo. Kini dengan kaki kirimu.

- Tendang! - Sampai jumpa.

Ayo!

Hei! Di sana!

- Kaki kiri. - Ya?

- Lebih keras! Ayo! - Tenang.

- Kita tiba. - Tendang.

Ada apa?

Tendang, Ivan.

Dengan kaki kirimu, ayo. Ayo!

- Pak, jangan main di sini. - Apa?

- Jangan main di sini. - Aku, Manu, dan anak itu.

- Kenapa? Hanya sebentar. - Pak.

- Lapangan di sana. - Kau mau bolanya!

Tunggu, dia cari masalah dengan polisi.

Hei, Manu, sudahlah.

- Biarkan. Ayo. - Jangan di sini, Pak.

- Kataku... - Tak ada waktu bermain.

Mungkin lain kali. Terima kasih sambutannya!

Kau akan ambil bola anak itu?

Didier Deschamps murahan.

- Kenapa kau bertengkar dengan mereka? - Siapa tadi?

- Sarkisian. Dia ambil 30 kilo. - Ya?

- Apa kabarmu? - Baik?

- Kau baik? - Ya, dan kau?

Hei.

- Kabarmu baik? - Apa kabar?

- Hai. - Nouri beruntung!

Imrane, lihat si cantik ini.

Dia keluar sekarang!

Nouri!

PENJARA HAUTS DE SEINE

Nouri!

Perubahan bagus, dari para pria berjanggut!

Dia tampak sehat.

- Apa kabar? - Apa kabarmu?

- Ya. - Kalian.

Senang melihat kalian.

- Dia menahan diri. - Dia tampan sekali!

- Kau baik-baik? - Kalian?

Kau baik saja?

- Senang melihatmu. - Terima kasih.

Nouri, apa kabar?

- Baik? - Alhamdulillah.

- Hei, ini bukan pemakaman! - Ya!

- Dia makin gemuk. - Ya. Dia makin gemuk.

- Dia gendut. - Apa kabar, Gendut?

- Kudengar bisnismu bagus? - Ya. Bagus.

- Pulang dari Portugal kemarin? - Ya.

Ya?

Mungkin aku ada klien untukmu.

Baik.

- Pertama, kita makan. - Raji adakan pesta untukmu.

Ayo, masuk mobil! Ayo!

- Ayo! - Ayo pergi!

- Cepat! Ayo bertemu di rumah Paman Raji! - Ivan, kemari!

- Ini buatan rumah! - Ivan!

Ayo!

Hei, Nouri!

Bawa dia ke sini.

Aku harus kembali ke Conakry.

Kenapa?

Kita harus urus transportasi antara Tangiers dan Conakry.

Aku bicara ke sepupu Rédouane pagi ini. Dia sudah minta uang lagi.

Dia akan rakus. Dia membuatku kesal. Kita pilih dia karena buru-buru.

- Tidak, kau yang pilih. - Baik. Aku buru-buru. Kini tak lagi.

Kita harus ambil alih, Manu.

Transportasi dari Conakry makan biaya.

- Empat ribu per kilo kokaina... - Hei!

Ada orang tak serakus sepupumu?

Tak tahu. Katanya dia perlu untuk bayar semua orang.

Mungkin itu benar. Aku kenal para orang kampung itu.

Persetan, terlalu mahal.

Kau tahu kita harus bagaimana? Ambil jalan laut.

Hindari Maroko, langsung dari Guinea ke Portugal.

Dengan begitu, kita hemat dua ribu...

- Dua ribu euro per kilo. - Ya, tetapi lebih berisiko.

Tidak juga.

Kau katakan sebaliknya bulan lalu.

Bulan lalu, aku tak tahu mereka coba menipu kita.

Turunkan aku di pintu keluar berikut. Aku harus belanja.

Aku mampir sebelum pesta, ya?

Ayo, ulangi itu. "Habibi..."

- Habibi. - Tidak. "Habibi alhamdulillah."

- Habibi alhamdulillah. - Ya, begitu.

Habibi alhamdulillah. "Wallah?"

Tunggu, Ivan. Beri ini kepada Ibu. Ya?

Baik.

Ayo, tekan belnya.

- Aduh! - Aduh!

- Kau terlambat sekali. - Maaf.

- Lepaskan mantelmu, Sayang. - Kalian tonton apa?

Kami ganti rencana.

Kami main sepak bola.

- Dari mana kau? - Dari mana-mana. Kami bertemu temanku.

Kami lakukan banyak hal.

- Kau bergaul dengan Imrane. - Asyik atau tidak?

- Ya! - Ya!

- Kutinggalkan 50 pesan. - Aku tahu.

- Dan? - Ini.

Sudahlah!

Sampai jumpa.

Ayo oper!

- Bagaimana kabarnya? - Mereka beli.

Kapan mereka beli? Sudah tiga perjalanan. Kau perlu berapa?

Tak tahu.

Kau memberiku masalah, Imrane.

Intinya bukan membantumu luncurkan bisnismu.

Demi nama ibuku, aku berupaya sebaiknya.

Aku harus cepat menatanya.

Entahlah. Mereka tunggu situasi.

- Bukan cuma aku yang mengedarkan. - Turunkan harga.

Mereka akan kira aku pengadu.

Penghasilanku saat ini sudah kecil.

Jika kali ini mereka tak beli, kami harus menahanmu.

Kami tak bisa menutupimu lebih lama jika tak serahkan Geng Reyes.

Mereka akan beli, sungguh.

Hubungi mereka lagi.

Dan tampak seperti orang bodoh? Mereka akan hubungi aku.

Semoga, demi kebaikanmu.

Keparat.

Oper ke sini!

- Apa kabar? - Kabarmu baik?

- Tunggu. - Tunggu.

Salam.

- Kabarmu baik? - Salam.

- Apa kabar? Baunya lezat. - Berkumpul saja.

Kabarmu baik?

- Apa kabar, Tuan Putri? - Hai.

- Kabarmu baik? - Ya.

- Mau teh? - Tak usah.

- Hei. - Hei.

- Hei! Cium aku! - Tidak.

Tak mau mencium lagi?

Jangan mengumpat di depan anakku!

- Yacine! - Aku belajar.

- Belajar? - Ya.

Beri aku ciuman. Pasti kau menonton video.

- Tidak. - Bohong.

- Kau menonton apa? - Kataku aku belajar.

- Beri aku ciuman. - Kau gila?

- Cium aku! - Sial!

Dan rapikan ini! Apa semua ini?

Aku pun tak dicium.

- Tak ada rasa hormat. - Itu sudah usai.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Salam. - Salam.

Jika kau terus tumbuh, akan kuhajar kau.

- Jangan tumbuh lagi. - Ayo. Cepat.

Kau baik saja? Kau tampak tegang.

Manu, kita ada 60 kilo kokaina dan tak ada telepon dari Reyes.

Tak apa-apa, kita cari pembeli lain. Tenang.

Aku akan tenang saat kita jual.

Sial. Kita harus mampir ke rumah Ikken.

Mau ganja? Jawab!

- Keparat. - Dia tak merokok.

Hai.

Ikken, ada dua keparat mengedar di luar.

Singkirkan mereka sebelum menarik polisi.

- Sudah kukatakan. - Singkirkan mereka.

Kokaina di persembunyian di wilayah 16.

Ambil lidokaina. Omar membagi malam ini.

- Pengiriman besok? - Ya.

Bantu Ikken dahulu

dengan dua bajingan di luar.

Ayo.

- Nouri, tak rindu penjara? - Tidak.

- Bersulang! - Bersulang!

Coba kuenya.

- Bersulang! - Bersulang!

Mohamed berkata,

"Padahal di papanku aku menulis, 'Istriku sakit,

putriku di rumah sakit, bayiku perlu susu.' Aku tak punya apa-apa.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left