As primeras 200 linias.
15 TAHUN LALU
- Kau berjanji padaku! - Sungguh?
Kau tak berguna!
FORENSIK
POLISI
BARANG BUKTI
Pak Leman, apa kau ingat bagaimana keadaan Bu Sara
saat terakhir kau melihatnya?
Maaf, Bu, aku tak ingat.
Kejadiannya sudah sangat lama.
Mungkin dia memberitahumu tentang masalahnya dengan orang lain?
Aku hanya tukang kebun, Bu.
Aku tak ikut campur dalam urusan internal keluarga ini.
Bukan itu yang aku tanyakan.
Pak Leman, bisa tunggu di sini?
Aku masih punya pertanyaan.
Baiklah.
Pak Razman.
Maaf mengganggumu selarut ini.
Prosedur.
Tak cukup denganku,
kini kau mengusik tukang kebunku juga, Inspektur.
Kami sudah kumpulkan semua barang untuk dikirim ke laboratorium…
sebagai barang bukti.
Itu akan membuktikan apa, Inspektur Liana?
Polisi seharusnya bekerja keras untuk mencari istriku di luar sana.
Bukan di sini.
Kami tak menuduhmu.
Hanya saja… Bukankah ini pernikahan keduamu
dan kedua istrimu menghilang?
Sepertinya ada pola.
Apa maksudmu?
Bahwa aku membunuh mereka?
Kau yang bilang, bukan aku.
Pak Razman, kami akan menghubungimu.
Ayo.
Semua berdiri!
Dengan izin Anda, Yang Mulia.
Saya, Sophia binti Abdul Ghani, sebagai pihak penuntut
bersama Shahidah binti Roslan, sebagai pihak penuntut juga.
Dan sebagai pihak pembela, tertuduh, Ammar bin Jaafar,
diwakili oleh Omar bin Ashraf.
Yang Mulia, sidang hari ini untuk mosi.
Yang Mulia, saya meminta agar dakwaan dibacakan kepada terdakwa.
Bu Puteri Ayu binti Sulaiman, pengadilan menyatakan Anda bersalah.
Dengan ini, Anda dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
- Ibu! - Sophia!
Ibu!
Sophia.
Sophia.
Yang Mulia.
Saya menyatakan tidak bersalah dan meminta persidangan.
Yang Mulia, dengan izin Anda,
saya meminta penetapan tanggal sidang mosi untuk penyerahan dokumen
kepada penasihat hukum terdakwa.
Sophia. Apa yang terjadi padamu tadi?
Kau terlihat kurang fokus.
Jangan cemas, Sophia.
Dia akan mendapatkan hukuman terberat.
Tan Sri Ammar punya koneksi.
Aku juga.
Mengesankan.
- Sampai jumpa di kantor. - Baik.
- Pak Saddiq? - Ya, itu aku.
Pak Saddiq, kau menangani kasus di sini?
Tidak, Sophia. Aku ke sini hanya untuk menyerahkan berkas kasus.
Pak Razman, perkenalkan, ini Sophia.
Abdul Ghani.
- Ya. - Pak Razman teman lamaku.
Aku yang memberi tahu dia tentang kasus penangkapan Tan Sri Ammar.
- Bukankah itu kasusmu, Sophia? - Ya, itu kasusku.
Tapi apa kaitannya?
Tan Sri seharusnya membeli salah satu propertiku.
Tapi itulah hidup. Aku tak menyangka jadi seperti ini.
Kau beruntung, dia tak sempat beli.
Omong-omong, Sophia, sukses untukmu dan kasusmu.
Pak Razman, semoga sukses untukmu dan propertimu.
Aku harus pergi sebelum tenggat waktunya.
- Baiklah. - Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Pak Razman.
Tunggu.
Properti yang seharusnya dibeli Tan Sri Ammar itu,
apa masih dijual?
Apa Bu Sophia mau beli?
Jika Pak Saddiq tak mampu, apalagi aku?
Sebenarnya, aku sedang mencari rumah semi tinggal tunggal.
Apa kau punya?
Sebenarnya punya.
Apa kau tak keberatan berurusan denganku?
Kenapa?
Kau tak kenal aku?
Kenal.
Tidak bersalah sampai terbukti bersalah.
Itu prinsipku.
Mungkin aku bisa minta nomormu?
Tentu, kenapa tidak?
- Semoga harimu menyenangkan. - Kau juga.
MARKAS BESAR KEPOLISIAN
Banyak hal dari semalam yang belum kita proses, Pak.
Aku sudah baca laporanmu.
Semalam tak ditemukan apa pun yang bisa membantumu dalam kasus itu.
Pak, istri sebelumnya hilang.
Kini, istri keduanya pun hilang. Pasti ada kaitannya.
Ini kasus besar, Liana!
Kau harus berhati-hati saat menyelidiki!
Pak, kau harus memberiku waktu lagi.
Aku tahu kau bekerja keras dalam kasus ini.
Tapi ada banyak kasus lain yang bisa diselesaikan.
Ya, tapi aku yakin bisa menyelesaikan kasus ini, Pak.
Berapa lama waktu yang kau butuhkan?
- Satu bulan. - Dua minggu.
Dua minggu.
HILANG 2023
BERSALAH
KECELAKAAN?
ISTRI RAZMAN HILANG
PERISTIWA TERKINI
KASUS YANG TAK TERPECAHKAN RAZMAN HASHIM
DIJUAL? 2019. TERAKHIR TERLIHAT.
JASAD? KORBAN NOMOR 1
Hei.
Pria ini mengikutiku pulang.
- Apa maksudmu? - Ini.
TOKOH BISNIS
Pria ini
tadi ada di pengadilan.
Ternyata, Tan Sri Ammar adalah calon pembelinya.
Tapi dia tak jadi membelinya karena ditangkap.
- Properti yang mana? - Entahlah, tak bertanya.
Kenapa? Kau mau tahu?
Jika kau mau tahu, aku bisa beri tahu. Aku akan tanya padanya.
- Caranya? - Aku punya nomornya.
- Bagaimana caranya kau punya nomornya? - Aku bilang aku mau beli rumah.
Kurasa dia datang di pengadilan karena dia tahu aku berteman denganmu.
Tidak.
Insting pengacaraku bilang kalau dia tak tahu soal itu.
Tapi jika dia datang lagi, segera kabari aku.
Aku bisa mengirim pengawal.
Dia lebih tampan aslinya daripada di foto.
- Hei! - Apa?
Cukup, mandilah. Aku sudah pesan piza.
Piza?
Baik, aku mandi sekarang. Jangan dimakan dulu, tunggu aku.
Menurutmu dia membunuh kedua istrinya?
Kurasa begitu.
Kasus seperti ini bukan hal baru.
Biasanya tersangkanya sama.
Pertengkaran hebat, suami membunuh istri.
Tapi itu opini profesionalku.
Lia.
Apa kau mau dengar pendapat profesionalku?
Aku tahu.
Perasaanmu tak penting,
tapi apa yang bisa kau buktikan yang ingin diketahui pengadilan.
Ya, benar.
Maka itu, kau harus memberitahuku.
Mungkin aku bisa memberikan pandangan yang berbeda.
Tak perlu, aku kenal dirimu.
Begitu kau sudah masuk, kau tak akan melepaskan kasus ini.
Beri tahu, kumohon.
Ayolah.
- Janji? - Ya.
Kau hanya boleh memberikan pendapatmu. Jangan berlebihan.
Aku janji.
Baik, tunggu.
Baik.
Ini istri pertamanya, Julie.
Seorang pebisnis wanita sukses yang mandiri.
Kaya dan cantik.
Tapi saat Julie hilang,
Razman yang mengajukan laporan.
Apa?
Mungkin agar dia tak terlalu dicurigai?
Mungkin.
Setelah itu, dia menikahi Sara.
Dulu dia punya bisnis, tapi berhenti setelah menikahi Razman.
Dia yang hilang tiga bulan lalu, 'kan?
Ya.
Baiklah.
Pola. Kita fokus di sini dulu.
Apa kesamaan kedua istri ini?
Keduanya tak punya keluarga.
Sama sekali tak punya keluarga?
Ya, tak ada. Yatim piatu.
Dan coba tebak?
Razman juga tak punya keluarga.
- Apa? - Ibunya meninggal. Ayahnya pergi.
Kakaknya entah di mana.
Itu sebabnya saat ini…
aku buntu.
Karena aku tak menemukan motifnya.
Tapi, Lia…
orang gila tak perlu punya motif.
Kabari aku. Paham?
Baiklah.
- Terima kasih banyak. - Baiklah, sampai nanti.
Jaga diri.
Permisi. Di mana toiletnya?
Toiletnya di sebelah sana.
No comments yet. Be the first to leave one.