As primeras 200 linias.
TANDA-TANDA KEHIDUPAN
PUSAT PERAWATAN ST. LICCI
Kopi hitam, dua saset gula.
Bagus!
Sudah memeriksa bangsal?
Setenang berjalan menembus taman.
Hei.
Sayang? Kau sudah lama koma.
Tetapi semua akan baik-baik saja.
Dengarkan suaraku. Kau mengalami kecelakaan parah.
- Ayo. - Tak apa, Sara.
Enam tahun amatlah lama.
Kami akan memindahkanmu ke bangsal neurologi.
Apa itu?
Terima kasih.
Terima kasih.
SISTEM BLUEBIRD
JARINGAN GAGAL
Aku seperti sudah kenal kalian.
- Ih. - Tak boleh masuk begitu saja.
Terakhir kali aku...
Halo.
Maaf, alat kami rusak karena mati listrik. Kami hanya menerima tunai.
Tunai apa?
Ada ATM di toko minuman keras di Peachtree.
Tak apa-apa. Sungguh.
Kami akan ke bank sebentar dan... Betul, tak masalah.
Tunggu. Seseorang harus di sini.
- Lari! - Astaga!
Bagus.
...mengejar kita!
- Aku pakai hak tinggi. - Cepat.
Lupa sesuatu?
- Kau bercanda? Berikan... - Tidak.
Bayar atau kau beli tas norak baru.
Atau aku lapor manajer kau mencurinya?
Tenang.
Ada apa, Archie dan Veronica?
- Jangan ikut campur. - Kalian bayar saja.
Cody, aku tak butuh bantuanmu.
Bukan kau yang kuselamatkan, tetapi mereka.
Benar. Aku membantu kalian.
Karena Alia bisa menghajar kalian
sebelum kalian merengek ke orang tua kalian.
Jadi, bagaimana jika berikan saja uangnya?
Untuk mesin kasir dan untukmu.
Maukah kau ke prom denganku?
Padahal bisa kubereskan sendiri. Aku tak butuh bantuanmu.
Kurasa begitu. Sudah kebiasaan.
Tetapi itu seru. Kita bisa saja dapat lebih banyak.
Aku lega tak dipecat gara-gara mereka.
Memang kenapa? Lagi pula, pekerjaanmu ini hanya sementara.
- Begitu? - Ya. Sungguh. Lihat ini.
Lihatlah.
Teman Gus, Stevie, menjual mobil ini hanya seharga 1.700 dolar.
Agar sukses di LA, kita harus terlihat sukses.
Ya, dan harganya 3.200 dolar,
padahal uang kita baru 2.673 dolar.
Jadi, skenario terbaik,
kita pergi... entahlah, sepuluh pekan lagi?
Mobilnya pasti sudah laku.
Maka kita tunggu mobil lain.
- Astaga. - Kita butuh rencana sungguhan.
Kenapa kau selalu ingin menunggu?
Aku hanya ingin waktunya tepat.
Tak akan ada waktu yang tepat.
Tetapi ini akan jadi permulaan.
Halo?
Bagus sekali.
- Remaslah. - Ibu.
Ibu.
Ini aku.
Alia?
Alia?
- Kenapa dia? - Dia tidak...
- Dia bahkan tak mengenaliku. - Kemarilah, kita bicara.
Kebingungan dan hilang ingatan ini normal.
Tetapi dia bisa bicara. Anggap itu pertanda bagus.
Sebetulnya, ini keajaiban.
Keajaiban.
Saat ibumu dibawa kemari enam tahun lalu,
di sini terlihat bahwa kerusakannya permanen.
Dan di sini, terlihat... sebagian kerusakan itu telah pulih.
Maksud Dokter, dia akan sembuh?
Aku tak pernah melihat hal seperti ini...
Jujurlah. Pemulihan apa yang dimaksud? Berapa lama?
Alia, dengar. Otak,
kadang memiliki kemampuan untuk pulih sendiri.
- Telepon sekarang. - Tetapi butuh waktu...
Aku harus menelepon.
Baik, Sara. Menelepon siapa?
Aku harus menelepon.
Kau harus menelepon siapa?
Tahu nomornya?
404-555-0169.
Halo?
Ibu berusaha menelepon siapa?
- Ibu? - Alia...
Ingatan adalah sesuatu yang rumit. Kita selesaikan satu per satu.
Hari ini berjalan lancar. Kita mulai dari sana. Ibumu sudah siuman.
Selamat hari Natal, Hanukkah, dan Kwanzaa!
Astaga. Lego EV3 yang baru? Terima kasih, Ibu!
Tentu saja, Sayang. Siapa sangka putriku maniak mainan?
Hei. Ibu sudah dapat video kirimanku.
- Hai. Ya. - Wow.
Videonya membantu. Terima kasih.
Jadi, sudah waktunya pemeriksaan fisik Ibu.
Kita siapkan dirimu. Ya, Sayang?
Di mana kuletakkan sepatumu?
Kau menaruhnya di bawah kursi di sebelah jendela.
Kau lihat?
Kau bisa berbahasa Spanyol?
Ibu bisa berbahasa Spanyol?
Kurasa begitu.
Bagus sekali, Sara. Kupercepat, ya?
Hijau.
Marah.
Dua puluh tujuh.
Pria, wanita, anak-anak.
Itu benar. Tetapi apa hubungan di antara mereka?
Ibu, ayah...
Aku dapat nilai sempurna pada Skala Koma JFK dan Glasgow.
Aku sangat layak dirawat jalan.
Sara, pemulihanmu memang menakjubkan.
Kami hanya mencari tahu kenapa
dari begitu banyak yang kauingat, ada beberapa hal yang... terlupa.
Dokter bilang bersama keluarga
bisa melatih sirkuit di otak yang mengatur ingatan jangka panjang.
Biarkan aku pulang dengan... putriku.
Mungkin nanti... aku mulai ingat.
Rumah kita tak seperti yang lama, aku bergantung pada uang tip.
Kau punya ayah?
Butuh seorang ayah untuk membuat anak.
Aku tahu itu, Alia.
Maaf. Ya.
Maksudku... aku tak mengenalnya.
Sejak dahulu kita hanya berdua. Kita lebih suka begitu.
Aku membuatmu sedih.
Tidak.
Ibu yakin siap meninggalkan RS?
Dokter Koh hanya berusaha membantu.
Dia sudah berusaha semampunya.
Aku hanya ingin kondisi Ibu membaik. Kenapa buru-buru?
Aku tak bisa di sini lebih lama. Aku mau berenang.
Dia bukan ibuku. Seperti tak sepenuhnya sadar.
Kukira aku perlu jelaskan soal reproduksi padanya.
Dan dia bicara bahasa Spanyol.
Dia berbahasa Spanyol?
Ya, itu tak seaneh panggilan "Alia".
- Aku... - Dia tak pernah memanggil namaku.
Selalu dengan panggilan sayang.
Sebelumnya selalu panggilan "Manisku".
Alia, boleh kukatakan sesuatu?
Jawabannya bukan di ingatannya.
Bukan?
Meski ingatannya pulih, mungkin dia masih asing denganmu.
Pikirkanlah.
Bukankah kau telah berubah dibanding enam tahun lalu?
Kejanggalan yang kaurasakan bukan masalah medis.
Ini soal dua orang yang saling mengenal lagi.
Rasanya membantu, 'kan? Air itu.
Setelah apa yang kaualami,
rasanya melegakan untuk persendian yang kaku itu.
Sepertinya aku melihatmu di kafetaria.
Ya, aku menerima teleponmu.
Kalau begitu, kenapa lama sekali?
Tentu aku mencari Stone. Itu yang pertama kulakukan.
Jika mereka punya rekamannya, pikirmu aku akan diam?
Ibu.
Kata dr. Koh, dokumen kepulangan Ibu siap besok pagi.
Setelah itu kujemput.
Alia, ini Wayne. Dia...
Aku teman lama ibumu.
Kau dari agensi tari?
Bukan. Dari kampung halaman yang sama.
Chicago? Kau tak beraksen Chicago.
Terima kasih, Nona. Aku berusaha keras menghilangkannya.
Aku senang kau mampir. Sampai kapan kau di sini?
Tergantung pekerjaanku.
Mungkin kita bisa berkumpul sebelum kau pergi?
Aku ingin tahu lebih banyak tentang ibuku saat dia seumuranku.
Maka aku akan datang dengan kisah-kisahnya yang memalukan.
Sampai jumpa pukul 09.00, ya?
Kau punya anak yang pintar.
Apa dia akan menghambat?
Tak ada yang tak bisa kuatasi.
Tempatnya agak jelek, tetapi ini hanya sementara.
Setidaknya itulah rencananya.
Maaf, ini... sungguh...
Tak apa.
Apa kau tak bersekolah atau semacamnya?
Tidak, aku sudah lulus.
Ibu lapar? Aku membuat roti lapis keju pimento.
Resep andalan Ibu. Resep Ibu satu-satunya. Ibu tak bisa memasak.
Duduklah.
- Atau akulah yang tak bisa memasak? - Bukan, tetapi ini... kuat.
- Maksud Ibu... pedas? - Ya. Pedas.
Maaf. Dahulu Ibu biasa makan dengan banyak sambal.
- Biar kubuatkan makanan lain. - Tak apa. Aku tak lapar.
Aku ingin tidur siang.
No comments yet. Be the first to leave one.