As primeras 200 linias.
~ yi yan zhi nian yi nian zhi zhuo ~
~ zhu ding jiu ci fei wo bu huo ~
~ ming zhi shi huo wei he hai bu zhi suo cuo ~
~ zui hao bu jian zui hao bu nian ~
~ ro ci cai ke bu yu ni xiang lian ~
~ duo yi bu de ca jian ~
~ jiu bu bu lun xian ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ rang wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo duo xiang nian ni duo yao yuan ~
~ zao zhi dao shi ku guo ~
~ zhe yi ke ye bu xiang tao tuo ~
~ ke xi zhe zi yan tai ci yan ~
~ liang ge shi jie zhi hou ~
~ bu xiang tao tuo ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo you duo me xiang nian ni you duo yao yuan ~
~ zao zhi dao jie ju shi bu neng kang ju de cuo ~
~ ting liu zai zhe yi ke ~
~ zhi hao qing shen yuan qian ~
Episode 7 Penerjemah: Runi @IDWS
Aku telah menyelidiki dan membuktikannya.
Kasus yang melibatkan Putera Mahkota untuk mencuri pajak...
dilakukan oleh orang licik yang membawa nama Putera Mahkota...
untuk membodohi rakyat dan melakukan tindak kejahatan.
Semua orang yang terlibat akan ditangkap oleh Kementerian Keamanan.
Terima kasih Huang Ama telah mengetahui kebenarannya dan menyatakan ketidakbersalahanku.
Putera Mahkota, mesi kau tidak bersalah,
tapi, bukan berarti kau tidak melakukan kesalahan.
Kau tidak mengawasi bawahanmu dan memanjakan mereka.
Pepatah mengatakan, "Pekerjakan orang yang kaukenal".
Itu cara terbaik untuk menjalankan negeri.
Aku akan mengingat perkataan Huang Ama.
Mulai sekarang, sudah pasti aku akan lebih berhati-hati.
Perkataan yang Huang Ama katakan barusan...
"Pekerjakan orang yang kaukenal"...
membuatku menyadari suatu hal.
Apa yang kausadari?
Aku percaya para pejabat yang menyerangku sangat berani dan bertindak benar.
Bawahan setia yang tidak akan bertengkar demi kekuasaan...
Mereka adalah orang terbaik bagi Dinasti Qing kita.
Dia haruslah diberi hadiah, dia itu...
Adik ke-10.
Laut Timur sungguh dalam dan luas...
karena dengan rendah diri menerima setiap aliran sungai.
Meski lima gunung agung di Cina sungguh besar ukurannya,
hal itu tidak membuat sebutir kotoran bergetar.
Putera Mahkota, hatimu yang demikian itu...
adalah keberuntungan bagi kekaisaran dan rakyat.
Aku menyetujuinya.
Setiap pejabat istana akan dinaikkan statusnya.
Putera Ke-10 akan dihadiahi 1000 tael emas.
Aku berterima kasih pada Huang Ama.
Terima kasih, Huang Ama.
Huang Ama, aku belajar dari pengalaman pahitku ini.
Dalam kasus masalah pajak ini,
aku terus memikirkannya hal ini.
Di samping fakta aku melakukan tugas dengan tidak benar,
alasan apa lagi yang membuat orang lain bisa salah paham padaku?
Percaya bahwa aku akan mengkhianati Huang Ama dan melakukan pemberontakan?
Jadi, bagaimana menurutmu?
Alasan itu mungkin...
lemahnya hubungan dan kurangnya komunikasi di antara para pangeran.
Karena itulah mereka salah paham padaku dan membiarkan hal ini begitu saja.
Hal ini sangat menyedihkan.
Para putera yang selalu bertengkar bukan sesuatu yang orang tua mereka ingin lihat.
Karena itu, untuk mempererat hubungan di antara para pangeran,
Aku meminta Huang Ama...
mengizinkan para pangeran ikut dengan Huan Ama dalam inspeksi keluar berikutnya.
Putera Mahkota, kau telah mengatakan hal yang ingin kukatakan.
Orang bijak mengatakan hanya keluarga yang memiliki satu hati yang dapat memenangkan pertempuran.
Kalian para pangeran harus ingat hal itu.
Kami mengerti.
Kalau begitu hadiah dan inspeksi kali ini akan diurus oleh Putera Mahkota.
Pangeran ke-4.
Kau kutugaskan untuk membantu Putera Mahkota.
Baik.
Adik ke-4.
Tidakkah kaulihat betapa bahagianya Huang Ama tadi?
Adik ke-4.
Saat kaukatakan Huang Ama takkan menghukumku,
aku tidak berani mempercayainya.
Kupikir Adik ke-4 hanya ingin menghiburku.
Tidak disangka Adik ke-4 lebih memahami Huang Ama daripada aku.
Huang Ama selalu bersikap lembut,
terutama padamu, Putera Mahkota.
Jika Huang Ama tidak tertarik dengan kata-katamu,
beliau tidak akan membuatmu mendapat tugas sebesar tadi.
Kau benar.
Jika Adik ke-4 tidak menasihatiku dalam 'pertempuran' kali ini,
aku takut tidak percaya diri mengubah kekalahanku ini menjadi kemenangan.
Kurasa, kali ini aku menang telak.
Biarkan saja Adik ke-8 dan para anteknya menerima kekalahan telak.
Putera Mahkota terlalu berlebihan.
Aku hanya ingin menolongmu dan Huang Ama menyelesaikan masalah ini.
Tolong jangan membesarkan masalah ini sehingga menyinggung perasaan yang lain.
Adik ke-4.
Kau ini terlalu peduli dengan hubungan persaudaraan kita,
tapi Adik ke-8 dan para anteknya itu berbeda denganmu.
Aku percaya masalah ini tidak ada hubungannya dengan Adik ke-8.
Ini hanya karena Adik ke-10 berbicara seenaknya.
Putera Mahkota tentu mengerti kalau Adik ke-10 terlalu berterus terang...
dan tidak berpikir lebih dalam akibat dari perbuatannya itu.
Adik ke-4.
Kadang, kau ini terlalu berprasangka baik pada orang lain.
Kau tidak boleh menurunkan rasa curigamu.
Jika seseorang memperdaya dirimu, memang kau mau membantunya menghitung keuntungan darimu?
Kurasa masalah ini tidak sesederhana itu.
Aku juga yakin Huang Ama berpikir sama.
Kenapa kau mengatakan itu?
Kau pikir Huang Ama tidak tahu bagaimana aku bisa terlibat dalam kasus pajak ini?
Hari ini, Huang Ama tidak menghukumku.
Kau tahu kenapa?
Kenapa begitu?
Selain yang telah kaukatakan tadi,
Huang Ama ingin mengingatkan semua orang,
terutama Adik ke-8 dan kelompoknya.
Untuk mengingatkan mereka siapa penguasa masa depan Dinasti Qing kita.
Sebenarnya, Huang Ama ingin mengambil kesempatan ini dan mengingatkan mereka akan hal itu.
Ini adalah peringatan untuk mereka agar tidak melanggar batas.
Meski aku tidak membalas akan apa yang terjadi padaku hari ini,
aku juga harus menunjukkan peringatan pada mereka.
Adik ke-4.
Apa kau punya rencana?
Selama Huang Ama dan Putera Mahkota keluar kota,
Putera Mahkota memberi saran pada Huang Ama...
agar aku yang mengatur pemerintahan untuk sementara.
Bagus. Kelihatannya Putera Mahkota mempercayai Kakak ke-8.
Adik ke-10!
Otakmu itu diisi apa?
Apa kau sudah lupa hubunganmu dengan Kakak ke-8?
Baru-baru ini kau "menyerangnya" di depan Huang Ama.
Apa kaupikir Putera Mahkota bisa bersikap murah hati?
Itu... itulah yang tak kumengerti.
Ini karena Putera Mahkota ingin membalas kita dengan menepuk dua lalat dengan sekali tepuk.
Apa artinya itu?
Membuat Kakak ke-8 mengatur pemerintahan sementara, hanyalah siasat.
Masalah sekecil apapun,
Kakak ke-8 harus memberi tahu Huang Ama yang sedang berada di luar kota.
Jika Kakak ke-8 membuat kesalahan,
Putera Mahkota akan mendapat kesempatan dan membuat masalah.
Dia dengan sengaja memberikan kekuasaan kepada Kakak ke-8.
Intinya, dia tidak ingin kita ikut ekspedisi kali ini.
Jadi, mereka dengan bebas bisa menceritakan rumor yang tidak-tidak kepada Huang Ama.
Masuk akal.
Rumor yang diulang tiga kali bisa jadi kebenaran.
Dia tidak ingin kita ikut mereka,
dan ingin membuat kita tahu perbedaan status di antara kita.
Kita hanya bisa mengawasinya.
Kurasa, Putera Mahkota secara halus ingin memperingatkan kita...
jika kita tidak patuh, kita harus berurusan dengannya.
Huang Ama sangat menghargai perdamaian di antara kita sebagai saudara.
Putera Mahkota berpura-pura murah hati seperti itu...
sesuai dengan keinginan Huang Ama.
Dia membuat siasat begitu, kita juga bisa.
Saat itu, tidak akan ada yang mengontrol kita.
Ibukota menjadi milik kita.
Kita bisa melakukan apa yang kita suka.
Diam kau!
Aku...
Memang perkataanku salah lagi?
Putera Mahkota justru ingin kita melakukannya.
Dengan begitu, kita dapat dengan mudah berbuat kesalahan.
Siasat yang digunakan Putera Mahkota sungguh licik.
Siasat licik itu bukan dari Putera Mahkota.
Lalu... siapa dia?
Kakak.
Cangkir-cangkir ini sungguh indah.
Apa kau yang merancangnya?
Jika Kasim Li tidak menemukan orang yang bisa membuatnya,
cangkir-cangkir ini takkan bisa dibuat.
Saat Kaisar dan para pangeran bepergian nanti,
mereka pasti senang menggunakan cangkir-cangkir yang Kakak buat ini.
Kakak, tidakkah kau ingin bepergian bersama mereka?
Kau ingin ikut tidak?
Jika aku membayangkan pemandangan di padang rumput dan segarnya udara di sana,
tentu saja aku ingin ikut.
Pasti bisa pergi.
Kakak harus menggunakan cangkir- cangkir itu untuk menyajikan teh.
Kalau tidak, rasanya sayang sekali.
Benar.
Tidak terlalu menyedikan kok.
Selama orang yang menggunakan cangkir-cangkir itu senang, itu tidak apa.
Kenapa kita tidak memintanya pada Kasim Li?
Aku bingung bagaimana memintanya agar kita diizinkan ikut.
Kakak Ruoxi.
Ada berita bagus.
Guru bilang Kakak boleh ikut pergi dengan rombongan ekspedisi kali ini.
Benarkah?
Tentu.
Bagaimana dengan kami?
Kalian juga akan ikut dengan Kakak.
Bagus!
Kasim Li sungguh orang yang pengertian.
Dia memperlakukan kita dengan sangat baik.
Ini bukan karena Guru.
Kudengar ini saran seorang pangeran...
dan Kaisar tidak menolak saran ini.
Pangeran? Pangeran yang mana?
No comments yet. Be the first to leave one.