معلومات الإصدار

Mr Back ~ Episode 10
تعليق من asm4fru1ty
http://www.facebook.com/AsmaFruity.ISC

الوسوم

other
نشرت في: 2014-12-06
تنزيلات: 29
ضعاف السمع: Yes

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Diterje

Diterje mahkan

Diterje mahkan oleh

Diterje mahkan oleh Tim

Diterje mahkan oleh Tim Asma

Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

Ada Delapan Rasa Sakit dan Penderitaan yang dilalui manusia.

Kelahiran, Penuaan, Penyakit, dan Kematian.

Dengan empat hal ini...

Menghadapi hal-hal yang kau benci.

Rasa sakit menghadapi hal-hal yang kau benci.

Mengucapkan Salam Perpisahan pada Kekasihmu.

Rasa Sakit mengucapkan Salam Perpisahan pada Kekasihmu.

Rasa Sakit tidak mendapatkan apa yang kau mau.

- Halo? - Eun Ha Soo? I'll make it quick.

Cepat datanglah ke Rumah Sakit.

Rumah Sakit?

- Apa yang terjadi? Apa dia dioperasi? - Ya.

Dia tidak boleh dioperasi.

Kita harus menghentikan operasinya sekarang!

- Aku akan Mulai Anestesi. - Iya.

Kenapa dia begitu lama?

Kita harus menghentikan operasinya sekarang.

- Ini serius. - Apa yang terjadi?

Apa yang membuatmu begitu lama? Aku bisa gila.

- Kesini. - Apa yang sedang kau lakukan?

- Tak bisakah kau melihat bahwa dia sedang dioperasi? - Dia membutuhkannya sekarang.

Jika ada dia di dekatnya, Rasa sakitnya akan hilang.

Dia bisa hidup lagi.

- Sadarlah, Manajer Sung! - Ya Tuhan.

Bagaimana kondisinya?

Dia tidak dalam kondisi yang kritis, kan?

- Kita harus menyelamatkannya! - Kenapa kau melakukan ini?

Aku akan menjelaskannya nanti.

Lepaskan aku sekarang. Eun Ha Soo, ayo pergi.

Kubilang lepaskan aku.

Kubilang lepaskan!

Kita akan mulai sekarang. Pisau Bedahnya.

- Ada apa itu? - Jantungnya berhenti.

Sudah siapkah?

Lima, enam, tujuh, delapan, sembilan...

- Sudah siap. - Clear! Shock!

Charge.

Satu, dua, tiga, empat...

◆ Ep iso de 10 ◆

- Bagaimana dia? - Dia sembuh dengan sangat cepat...

tapi dia masih harus istirahat sekarang.

Kenapa tanda ini mengatakan, 'Tidak Boleh Ada Pengunjung'?

Pasien tidak ingin melihat siapa saja sekarang ini.

Dia bisa bergerak

jadi dia meminta penjaganya untuk tidak masuk juga.

Apa yang sedang dia lakukan? Aku harus tahu bagaimana keadaannya.

Dia setidaknya harus membiarkan kita melihatnya.

Tapi itu hal yang bagus kesadarannya kembali lagi sebelum operasi.

Apa maksudmu rasa sakitnya akan berhenti jika ada Eun Ha Soo disampingnya?

Ugh...

Sulit sekali dijelaskan...

Kenapa kau menentang operasinya?

Ugh, ketika dia bangun, kau bisa tanya sendiri padanya.

Aku tidak berhak mengatakan apapun.

Aku akan tanya Sesuatu pada Dokter dan kembali lagi.

Pulanglah.

Bagaimana denganmu?

Aku berencana mengantarnya pulang dan kembali kesini.

Aku bisa naik Taksi.

Masuklah. Aku juga ada sesuatu yang kuberitahukan.

Silakan saja. Sudah larut malam, jadi biarkan dia mengantarmu pulang.

Jadi kau bilang bahwa kau telah melihatnya seperti itu, huh?

Ya.

Kubilang padanya pergi menemui Dokter.

Kurasa kau juga mengetahui tentang ini.

Aku sungguh tidak peduli, jadi...

Kalian berdua muncul begitu...

Tapi aku bisa merasakan bahwa kalian saling mencemaskan dan peduli.

Aku yakin kalian berdua akan berhubungan dengan baik.

Dia begitu mirip Mendiang Ayahku.

Sehingga mungkin saja sulit.

Setelah Ayahku Meninggal Dunia

Aku ingin seorang Kakak yang setidaknya mirip dengannya.

Begitulah perbedaan diantaranya entah itu kau menyukai Ayahmu atau tidak.

Jujur saja, tidakkah kau merindukannya?

Kita semua seperti itu, kau tahu.

Entah itu kau menyukai seseorang atau tidak

jika seseorang tiba-tiba pergi

kau terus memikirkan hal-hal yang tidak bisa kau katakan.

Kau menyesal atas perasaan yang tidak berhasil dengan yang lainnya.

Begitulah yang juga aku rasakan.

Bagaimanapun juga, Aku bersyukur.

Ada seseorang yang mencemaskan kakakku.

Dan... dia akan membaik.

Jangan khawatir.

Jika dia tiba-tiba sakit lagi atau terjadi sesuatu

- tolong telepon aku. - Iya, Pasti.

Apa? Dia menghilang dari Rumah Sakit?

Kemana perginya dia dalam kondisi yang seperti itu?

Dae Han bilang dia bisa gila.

Dia datang menemuiku.

Dia bilang ingin menemui seorang Psikiater.

Semakin banyak waktu yang dia habiskan dengan Choi Shin Hyung

semakin merasakan bahwa dia seperti mendiang Ayahnya.

Ya Ampun, Aku bahkan merasakan begitu.

- Bisakah kau bayangkan bagaimana yang harus dirasakan Dae Han? - Tetap saja...

Tidak peduli seberapa banyak teknologi telah berkembang, dia tidak mungkin semuda itu.

Tuhan Melarang, jika dia benar-benar kakak kita, apa yang harus kita lakukan?

Kita dengan sengaja menendangnya keluar di tengah hujan.

Kita juga mengejek dia seperti ini.

Omong kosong apa itu?

Bagaimana mungkin dia itu Mendiang Presdir Choi?

Apa kita sedang syuting film fiksi atau bagaimana?

Aku tidak tahan dengan pengucapanmu.

Disamping itu, kenapa dia menghilang di depan kita?

Apa dia punya semacam penyakit yang tidak kita ketahui?

Tampak seperti dia di diagnosa penyakit yang parah?

- Jika begitu, kenapa dia menghilang? - Benar.

Mungkin dia mengidap semacam penyakit yang menular...

Seperti kutu yang muncul dimana pun.

Apa kau lupa dia itu tidak mempedulikan kita?

- Sadarlah, Kakak Ipar! - Itu benar.

Itu lebih baik jika dia menghilang selamanya seperti ini

tapi aku merasa dia akan menampakkan diri lagi, huh?

Bagaimana jika lain kali dia menampakkan diri dengan senjata rahasia?

Dia akan mempelajari bela diri dan menggunakan pedang melawan kita seperti pendekar kungfu.

Seolah-olah dia ingin membunuh kita seperti ini dan begini...

Sayang, ini aku.

Ya Ampun, bukankah kau bersenang-senang.

Kemana perginya dia?

Dia menghilang sewaktu aku tidur.

Manajer Sung, bagaimana kau mengenal Choi Shin Hyung?

Kenapa kau tiba-tiba membicarakannya?

Kalian berdua terlihat sangat dekat.

Tidak terlihat seperti kalian berdua baru bertemu beberapa bulan lalu.

Cuma karena dia Putranya Mendiang Presdir Choi.

Ditambah lagi, dia meminta aku menjaga putranya sebelum dia meninggal dunia.

Oleh sebab itu aku melakukan yang terbaik.

- Kenapa? Apa mengganggumu? - Bukan begitu.

Bagiku, kendati kau tampaknya sedang membantu mendiang Ayahku.

Itu tidak mungkin benar. Ayahmu sudah meninggal!

Melihat bagaimana tingkahmu kemarin di Rumah Sakit membuatku lebih penasaran.

Ketika kau meminta menghentikan operasinya

dan ketika dia di ruang penyembuhan.

Caramu mencemaskan sesuatu yang akan terjadi pada Choi Shin Hyung...

bukan karena permintaan mendiang Ayahku...

tapi kau kelihatan sangat tulus.

Ya Ampun, benarkah?

Itu karena aku begitu emosional. Lain kali aku akan mengendalikan emosiku.

Kau pasti benar-benar khawatir.

Apa benar-benar itu saja?

Tentu saja! Kenapa aku menyembunyikan sesuatu darimu?

Aku menyukaimu.

Aku tidak tahu apa aku berhalusinasi tentang Mendiang Ayahku...

Hatiku memberi tahuku bahwa dia pasti Ayahku

Tapi otakku tidak menyetujuinya.

Darahnya pasti identik dengan darah Mendiang Ayahku...

Tapi dia tidak mungkin Ayahku.

Dia juga bilang dia bukanlah Ayahku, sehingga itu membuatku gila.

- Jika kau merasa dia itu Ayahmu, pasti iya. - Apa?

Karena mereka begitu mirip, kau tahu.

Ngomong-ngomong, tolong kau cari tahu dimana keberadaan Choi Shin Hyung.

Jika kau menemukannya, tolong kau beritahu aku.

Tentu saja, Iya.

- Apa karena itu kau memanggilku kemari? - Ya.

Kau kan bisa meneleponku!

Aku pasti berlari mencarinya.

Ya Ampun, itu bukanlah apa apa.

Karena dia tidak pernah mempercayaiku.

Tidak sama sekali.

Ayah.

Ayah, Ayah!

Kurasa kau adalah Ayahku. Ayah.

Ayah, ayah!

Ayah, ayah!

Ayah, bolehkah aku makan daging babi asam manis hari ini?

Ini, makanlah ini.

Bukan jjajangmyun, tapi daging babi asam manis.

Kenapa kau memesan Daging Babi asam manis saat kau tidak bisa menghabiskan ini?

Makanlah.

- Aku tidak mau makan! - Kasar sekali.

Kami ada permainan tentang orang tua dengan sebuah bongkah di TK kemarin

Ayah tidak datang.

Semua orang tua anak-anak lain datang untuk berfoto.

- Mereka juga membawa bunga. - Cukup Ibumu saja yang ada disana.

Ayah sibuk bekerja kemarin.

Cepatlah.

Tidak, Aku tidak mau memakannya.

Makanlah!

Apa kau tidak akan makan?

Kubilang makanlah!

Apa bagusnya dengan Daging Babi Asam Manis yang kecil ini, huh?

Aku bahkan tidak bisa membelikannya ini.

Kenapa aku melakukan itu padamu?

Kenapa dulu aku hidup seperti itu?

Kehidupan menguntungkan macam apa yang kucoba jalani?

Kurasa sudah tepat hidup seperti itu pada waktu itu.

Maafkan aku.

Maafkan aku, Putraku.

Apa kau baik-baik saja?

Mr. Back (Mr Baek / 미스터 백 / Miseuteo Baek) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Mr. Back (Mr Baek / 미스터 백 / Miseuteo Baek)

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left