Roosters

Roosters (Haantjes)

تنزيل الترجمة Indonesian

الموسم 2

معلومات الإصدار

Roosters 2025 S02 DUTCH NF WEB h264-EDITH
تعليق من tedi
Retail NF (8 eps)

الوسوم

webdl
نشرت في: 2026-05-13
تنزيلات: 17
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Hei, Sayang. Aku pulang.

Hai, Cinta.

Lihat siapa yang datang. Anak-anak.

Anak-anak?

Ayah!

Hei!

Hai, Kawan.

- Hai. - Hei.

Sudah lama sekali.

Itu bukan salah kami. Kalian saja yang takut istri.

- Kau iri saja. - Ambil.

- Tidak dulu. - Kenapa?

- Ya. - Aku ada wawancara kerja besok.

Ayolah. Jarang-jarang kita kumpul begini.

- Anehkah aku ingin bekerja lagi? - Kau punya tabungan.

Ini bukan cuma soal uang, tapi harga diri.

Harga diri sudah ketinggalan zaman. Itu yang kupelajari di kelas itu.

Kelas bodoh itu merusak semuanya.

Yang mana? Kelas Bram, atau mahakaryamu, "Kembalinya sang Ayam Jago"?

Tertawalah sesuka kalian.

Sebotol saja. Kau takkan direkrut juga.

Terimalah. Kau sudah diboikot.

Salah sendiri dia mau jadi ayam jago.

- Stevie juga ada andil. - Jangan sebut Stevie.

Dia belum move on.

Kau yang belum move on dari Pam.

Ya, tapi setidaknya aku mengakuinya.

Kejujuran. Itu juga kupelajari di kelas itu.

Bagus sekali.

ROOSTERS

- Kurang dingin. - Ya.

Sayang sekali.

Greg! Kenapa kau tak mencuci pakaian olahraga Jason?

Kapan itu jadi tugasku?

Pantas saja dia selalu dipilih terakhir. Semuanya bau, ih.

Bisa antar mereka? Aku telat kerja.

Tidak, aku harus ke tempat ujian SIM.

- Oh, ya? - Astaga.

Bu, aku tak enak badan…

Astaga… Kau tak apa-apa?

Apa yang kau lakukan? Jangan…

Ini roti dan air. Kau polos sekali.

Jangan mengada-ada. Kau harus sekolah.

Dia takut.

Dia takut akan dipukuli Koos.

Siapa Koos?

Anak yang tinggal kelas dan meneror seisi kelas.

Balas pukul saja.

- Apa? - Ya.

Laporkan saja ke guru. Nanti dia yang mengurusnya.

Mengadu ke guru?

Kau mau dia dikucilkan seisi kelas?

Ada aturan sosial. Seperti di penjara.

Kalau sikapmu baik, semua pasti aman. Oke? Dah.

Tunggu. Kau yang antar mereka.

Akan kujemput nanti sore.

Bu, aku sakit kepala dan demam.

Jason, jika ada yang merundungmu, tendang saja. Mengerti?

Lihat Ibu.

Nih. Debuk! Oke? Biar dia kapok.

Oke, ayo. Ambil tas kalian. Cepat. Kita sudah terlambat.

Lumayan juga.

Enam menit 30 detik per kilometer.

- Makin oke. - Aku akan membuatmu bugar.

Mau mandi bareng?

Oh, boleh. Tapi aku harus melakukan peregangan dulu.

Baiklah.

Mungkin kalian bukan pasangan yang seburuk itu.

Ini kesalahan.

Ayah harus lebih giat berlatih.

Ayah seharusnya tak rujuk dengan ibumu.

Apa? Tidak.

Ayah kira Ayah ingin dia kembali, tapi sekarang…

Ayah tak merasakannya lagi.

Ayah pasti bercanda.

Ibu tak pernah sesantai ini.

Lalu bagaimana dengan Ayah? Ayah tidak santai.

Ayah merasa seperti orang munafik. Penipu.

Itu cuma stres.

Ayah selalu kebanyakan berpikir.

Bahkan seksnya pun terasa canggung.

Sekarang Ayah mau apa?

Ayah tak pandai mengakhiri hubungan, ingat?

Ivo? Sabunnya habis. Bisa ambilkan?

Astaga. Dia minta lagi.

Ayah tak sanggup, Tess. Ayah habis berlari lima kilometer.

Bisa kau saja yang ambilkan?

Jangan menatap Ayah seperti itu. Bantulah. Ayah harus apa?

- Sabun yang lavender. - Ya.

MBAK VAMPIR

#HIDUPENAKDENGANSTEVIE

CEWEK CUMA MAU BERSENANG-SENANG!

Mike Mulder?

Ya. Hai.

- Kristel van der Maesen. Apa kabar? - Ya, baik.

Kau tidak asing, ya. Apa kita pernah bicara?

Oh, aku ingat.

Kau orang dari kelas itu. Kembalinya sang Ayam Jago.

Ya. Lucu, sih.

- Oke, ayo. - Ya.

#HIDUPENAK DENGAN STEVIE

Nyonya Stevie?

Nyonya?

Nyonya Stevie?

Astaga, Nyonya. Ini sudah pukul 12.00!

Ayo!

Aku masih mau tidur, Andrea.

Nyonya harus mencoba gaun untuk Anugerah Influenser.

Itu, 'kan, bisa besok. Aku tak butuh apa pun hari ini.

Aku cuma mau roti dan telur.

Tak perlu jus buah?

Ada sesi pemotretan bikini juga.

Maksudmu apa?

Tidak ada.

Kuperiksa dulu apa telurnya masih ada.

Dan jangan lupa ada sesi penandatanganan buku hari ini.

Buku sialan!

Wah, enak. Lezat.

Ada yang bisa membayariku dulu? Nanti kuganti.

- Selalu. - Aku serius.

Hei.

- Aku diterima. - Apa?

- Serius? - Ya.

Kepala fiksi di perusahaan TV itu.

Aku kembali lagi, Bung.

- Mike yang traktir. - Ya.

Mereka tahu soal kelasmu?

Ya, tak masalah.

Bos baruku malah mentertawakannya. Dia wanita hebat.

Baguslah.

Aku ingin meninggalkan Desirée.

- Apa? - Ya.

Begitulah. Kukira aku akan bahagia, tapi setelah kami kembali bersama,

aku tak merasakannya lagi.

- Sini, bayar. Lima puluh euro. - Tidak.

Kalian bertaruh soal hubunganku?

Kau bahkan tak bisa bertahan setahun?

Mantap.

Mau bilang apa ke Desirée? Dia bisa menghabisimu.

- Bagaimana Pam memutuskanmu? - Kami sama-sama sepakat

untuk putus dan memberi ruang satu sama lain.

Oh, begitu.

Kenapa aku yang pergi?

Karena Desirée takkan pergi.

Kau juga bisa diam saja. Pindah ke tempat lain dan mundur teratur.

Atau tinggal sama Mike.

Jangan harap. Aku tak mau menampung pengungsi lagi.

Pengungsi? Aku yang berberes rumah.

Malah semestinya aku dibayar.

Membayarmu untuk berbaring di sofaku? Kau bukan pacarku.

Itu seksis.

Tenang saja. Kau akan segera terbebas dariku.

Sudah dapat tempat?

Belum. Aku lagi mencari restoran.

- Aku mau buka usaha lagi. - Dengan uang siapa?

Aku akan minta Pam menangani urusan administrasi.

Kukira Pam tak mau kau hubungi.

- Dia lagi sok jual mahal saja. - Oh.

Begitu melihat perubahanku, dia pasti mengejarku lagi.

Mau kupesankan telur dan roti panggang?

Enak. Pasti lezat.

Kapan kau akan bilang Pam punya pacar baru?

Merel melarangku.

- Dia mengundangku ke Bonaire. - Wah, serius?

SEKOLAH BERKEMUDI KOTA MEREL

Dia main selancar layang di sana tiap tahun.

Serius?

Armand mungkin 60 tahun, tapi tubuhnya seperti 40 tahun.

Greg malah kebalikannya.

Tapi kubilang takkan ke sana sampai dia resmi bercerai.

Jadi, sekarang dibawa santai saja.

Andai aku jadi pengacara.

Kau selalu bertemu duda menarik. Aku hanya bertemu remaja berjerawat.

Bagaimana hubungan terbukamu? Sudah dapat teman kencan?

Belum. Kapan aku bisa melakukannya? Aku tak punya waktu.

Bagaimana Greg?

Entahlah. Kami sepakat tak membahasnya, jadi aku tak tahu.

Padahal itu yang serunya.

Dia bahkan tak mencuci baju, jadi kurasa dia tak sempat kencan.

Duh.

"Bu Guru Muntah"?

Kenapa?

Hai, Esther. Apa kabar?

Jason menendang Koos cukup keras.

Benarkah?

Pasti sakit.

Kami suruh dia melapor ke Anda jika ada masalah.

Nyatanya tidak.

Mungkin Koos pantas mendapatkannya, 'kan?

Jika anak saya diserang, dia boleh membela diri, 'kan?

Sekolah ini tak menoleransi kekerasan antargender.

Gender? Apa kaitannya dengan itu?

- Jason cuma tendang tulang keringnya. - Ya.

Koos itu perempuan.

Dia menendang tulang kering Koos.

Ha?

Kau hampir punya seluruh blok ini di portofolio properti?

Ya, bisnis berjalan baik.

Kami akan memasang jendela atap.

Kami akan memasang pompa panas. Ini garasi dalam ruangan.

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left