أول 200 سطر.
Diterjemahkan oleh : iamklopers , CalVter , miss_p1nky
Ada apa dengan orang itu?
Apa dia mengenalinya?
Tidak, tampaknya dia tak mengenalinya..
Apa dia benar-benar tak tahu wajah tunangannya?
Tuan muda!
Oh, Dol Sue.
Jika kau memutuskan untuk memakamkannya, kau harus bertanggung jawab sampai akhir.
Apa yang kau lakukan?
Aku mau ke kantor dulu. Jadi selebihnya kau yang urus.
Apa yang kau katakan?
Kau bilang kau akan pergi setelah selesai!
Ada sesuatu yang harus kuurus dulu.
- Karena wanita itu, kan? - Apa?
Wanita apa?
Wanita yang tadi.
Kau benar-benar keterlaluan.
Bagaimana kau bisa punya seorang kekasih tanpa kuketahui?
Aku merasa dikhianati.
Ah, itu...
- Bukan seperti itu. - Apa maksudmu bukan seperti itu?
Dimana kau bertemu dengannya?
Bagaimana bisa aku tak mengetahuinya?
Apa lagi yang tak kuketahui?
Kenapa kau diam saja?
Kau sudah selesai bicara?
Kalau begitu, urus sisanya sebelum kau kembali.
Yang benar saja.
Kau sudah datang?
Kau benar-benar...
Sudah kubilang jangan pergi.
Kenapa?
Apa yang kau bicarakan?
Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan.
Kau pasti bercanda. Kau datang memakai pakaian lain.
Dimana? Dimana pakaian itu?
Dimana?
- Dimana? - Kenapa kau melakukan ini?
Dimana?
Di sini?
Kulitmu...
Maafkan aku.
Yah...
Aku juga.
Bagaimana kau bisa melecehkan seorang wanita di dalam kamar?
Kau benar-benar lelaki muda pemberani.
Diam!
Mari kita lanjutkan...
Yang kita bicarakan sebelumnya.
Tentang apa?
Apa benar kau kembali untuk mencari kebenaran atas kematianmu?
Aku sudah mengatakannya padamu.
Baiklah kalau begitu.
Pertama-tama, berikan tusuk rambutnya.
Tusuk rambut itu?
Aku meninggalkannya di dunia lain.
Apa?
Kenapa kau membentakku?
Kau tak bisa membawa benda apapun dari dunia lain.
Kenapa menurutmu aku datang dalam keadaan telanjang?
Lagi pula,
Itu benda hantu. Aku manusia sekarang.
Kalau begitu kau datang tanpa tusuk rambut itu?
Kenapa kau terus membesar-besarkan masalah tusuk rambut itu?
Itu bahkan bukan tujuan sebenarnya.
Aku kembali menjadi manusia setelah menjadi hantu.
Tapi, kenapa tusuk itu menjadi jauh lebih penting?
Bagiku, tusuk itu jauh lebih penting daripada hantu rendahan sepertimu!
Hantu rendahan?
Sudah kubilang berkali-kali kalau aku manusia sekarang.
Apa kau tuli?
Apa gunanya menjadi manusia di luarnya saja?
Apa kau tahu apa yang sebenarnya dirasakan manusia?
Aku juga tahu.
Kau tahu.
Tentu saja, kau tahu.
Kau bilang jantungmu berdetak?
Kau mungkin bisa meniru dari apa yang pernah kau dengar.
Kau orang yang mengerikan.
Apa?
Ya, benar.
Kau anak yang mengerikan bagi ibumu juga, kan?
Barusan kau bilang apa?
Kau ucapkan kata-kata yang menusuk ke jantung seseorang.
Kau pasti melakukan hal yang sama pada ibumu.
Tutup mulutmu!
Ibumu, bukan hilang. Dia meninggalkanmu karena dia tak suka melihatmu, kan?
Kubilang tutup mulutmu!
Pepatah mengatakan "Jika kau melihat satu hal, kau bisa mengetahui sepuluh hal.
Apa yang belum pernah kau ucapkan dengan mulutmu itu?
Kau.
Kau!
Orang sepertimu.
Berani-beraninya orang sepertimu...
Aku mau tinggal bersama ibu. Aku tak mau pergi.
Tuan muda. Ayahmu sedang menunggu.
Aku tidak mau pergi.
Akan lebih baik jika aku tak punya ibu sejak awal.
Diterjemahkan oleh : iamklopers , CalVter , miss_p1nky
Hei.
Kenapa kau terlihat seperti itu?
Aku sekarang manusia. Jadi, tidak tidur menyebabkanku jadi seperti ini.
Jujur, aku tak bisa melihat apa pun sekarang.
Apa aku terlihat seburuk itu?
Kenapa kau tertawa?
Kau begitu sensitif kemarin.
Aku kehilangan akal sehatku sesaat.
Jika kau sudah tahu maka begitulah.
Bukan berarti yang kau lakukan itu benar.
Kita berdua patut disalahkan jadi mari kita saling memaafkan dan melupakannya.
Aku tak pernah mengucapkan kata maaf.
Kalau begitu kita pendam saja di dalam hati kita.
Itu adalah...
...tusuk rambut ibuku.
Apa?
Tusuk rambutmu.
Itu tusuk rambut yang kuberikan pada ibuku.
Benarkah?
Tapi...
Kenapa ada padaku?
Itu maksudku.
Itu yang ingin kutanyakan padamu.
Aku benar-benar...
Aku benar-benar tak tahu.
Tentu saja, karena kau hilang ingatan.
Itu masalahnya.
Mungkin aku mengambilnya secara kebetulan.
Atau mungkin ibuku memberikannya padamu.
Mungkin juga kau mengambilnya dengan paksa.
Bagaimanapun juga, jawabannya ada di dalam ingatanmu.
Jadi?
Hingga kini, kau adalah satu-satunya petunjuk yang kumiliki untuk menemukan ibuku.
Jadi apa?
Kau ingin aku membantumu?
Tidak.
Mari kita bekerja sama.
Bekerja sama?
Apa dengan menemukan ibumu kita bisa temukan kebenaran atas kematianku?
Coba pikir.
Ibuku bersembunyi di Miryang sekitar tiga tahun yang lalu.
Lee Seol Im juga menghilang sekitar tiga tahun yang lalu.
Yang terpenting Lee Seol Im memiliki tusuk rambut ibuku.
Lee Seol Im yang hilang ditemukan mati.
Maksudku kematianmu dan hilangnya ibuku mungkin ada kaitannya.
Aku tahu maksudmu.
Jadi maksudku kita seharusnya bekerja sama untuk menemukan kebenaranmu dan ibuku.
Kau butuh waktu berapa lama?
Entahlah.
Jadi itu sebabnya waktu itu kau membantuku?
Ya, sudah kubilang.
Mungkin aku pemberani,
tapi aku bukan orang yang murah hati.
Mulai sekarang, jangan mengatakan kau pandai menilai orang.
Bekerja sama?
Itu bukan bekerja sama.
Dia mungkin akan pergi begitu saja setelah menemukan ibunya.
Dasar hakim tak tahu malu.
Ini adalah akhir dari hari-hari kita yang terjebak diantara Yang Mulia Choi dan Hakim.
Jika kita mendengarkan perintah Yang Mulia Choi seperti sebelumnya, maka kantor ini...
...akan menjadi dunia kita sekarang.
Kalian sudah bekerja keras.
Tapi apa ini benar-benar akan berakhir? Mungkin...
Jangan bicara yang tidak-tidak.
Siapa gadis itu?
Hei, nona!
Aku.
Siapa kau berani-beraninya masuk tanpa izin?
Aku Arang.
Arang?
Maksudku atas izin siapa kau bisa masuk kesini?
Hakim.
Selain itu,
izin apa?
Aku ke sini dengan kedua kakiku sendiri.
Lagipula tak ada yang menjaga gerbang kantor.
Perhatikan gerbangnya.
Apa dia pria yang kemarin?
Barusan kau bilang apa?
Kau tak jadi pergi?
Aku berubah pikiran.
Kenapa?
- Ada yang harus kukerjakan. - Apa itu?
Ada sesuatu...
Sesuatu seperti apa?
Aku ingin pulang sekarang.
Tunggulah sebentar lagi.
Sampai kapan?
Hentikan.
Pasti Wanita itu. Ini semua salahnya, kan?
Bagaimana bisa wanita itu lebih penting daripada aku?
Apa yang dia bicarakan?
Dia tak jadi pergi, jadi Hakim Kim akan tetap menjadi Hakim Kim?
Ayo kita pergi sekarang.
Jadi, aku akan tetap menjadi hakim.
Selain itu,
gadis yang kubawa akan tinggal bersama kita.
Gadis yang kau bawa?
Dia adalah puteri guruku.
Pasti gadis yang tadi.
Camkan saja itu dan kerjakan tugas kalian.
No comments yet. Be the first to leave one.