أول 200 سطر.
Aku membicarakan asalmu.
Ibumu berbeda dari saudari-saudarimu.
Kamu pikir
bisa menyembunyikan itu dan menikah?
Apa kamu meremehkan keluargaku?
Sebaiknya jangan kamu teruskan.
Kamu ke rumahku dan juga menemui neneknya.
Kamu tahu neneknya akan sangat kecewa begitu mengetahuinya?
Aku tidak berniat menyembunyikan ini.
Aku baru mulai berpacaran dengan Joon Sang.
Aku tahu suatu saat harus memberi tahu keluarganya soal itu.
Aku kemari bukan untuk mendengar alasanmu.
Aku kemari untuk memintamu putus dengannya.
Aku tidak membuat alasan.
Aku memang bukan anak kandung ibuku.
Tapi aku memang mau memberitahu Ibu dan tidak berniat menyembunyikannya.
Maksudmu
kamu akan terus berpacaran dengan Joon Sang?
Apa dia tahu tentang ini?
Ya.
Astaga. Kurasa orang yang sama memang akan saling tertarik.
Tolong jangan berkata begitu.
Joon Sang sangat memikirkan Ibu. Dia mau menjadi anak yang baik.
Nona Geum.
Karena ini aku membencimu.
Ada insiden yang tidak kamu ketahui antara dia dan aku.
Kamu berlagak mengetahui semuanya,
lalu dia berubah sejak berpacaran denganmu.
Ini sangat tidak menyenangkan.
Aku yakin kamu mengerti maksudku.
Sampai jumpa.
Dan juga,
orang tuamu akan menentang hubungan ini.
Kamu sebaiknya mendengarkan mereka.
"Episode 68"
"Joon Sang"
Ya, Joon Sang?
Aku mau pulang bersama. Kamu di kantor?
Tidak, aku sedang di luar.
Benarkah?
Aku akan menjemputmu. Beri tahu kamu di mana.
Ayo makan malam bersama.
Tidak. Aku akan pulang hari ini.
Ada apa? Apakah terjadi sesuatu?
Tidak ada apa-apa. Aku keluar untuk rapat.
Busnya sudah tiba. Sampai besok.
Dia lebih berani daripada dugaanku.
Dia menatapku dan mengatakan semua yang dia mau.
"Resume, Geum Sae Na"
"Ayah, Geum Jeong Do"
Aku tidak bisa menggunakan putrinya sebagai model.
Masuklah.
Ya, Nyonya. Ada apa?
Batalkan kontrak iklan TV Nona Geum.
Lakukan pemotretan saja.
Apakah ada yang Ayah pikirkan?
Apa? Tidak. Ada apa?
Tahukah berapa kali Ayah menghela napas?
Ayah juga minum sendirian di kedai pada malam hari.
Bagaimana kamu tahu? - Apa?
Itu karena aku melihat banyak botol kosong di sini.
Aku putri Ayah. Aku bisa tahu.
Tidak ada yang ayah pikirkan.
Tidak ada.
Doo Na. Siapa yang membersihkan kedai kita?
Apa maksud Ayah?
Ayah datang pagi ini dan melihat kedainya bersih.
Rupanya soal itu. Aku. Aku yang membersihkannya.
Kamu? - Ya, pagi-pagi sekali.
Kamu tidak perlu melakukannya.
Itu sama sekali tidak sulit.
Ayah sebaiknya pulang.
Ayah terlihat sangat lelah. Aku akan menangani malam ini,
membersihkan ruangan, lalu pulang setelahnya.
Tidak usah. Kamu sebaiknya pulang.
Tidak. Ayah terlihat sangat lelah.
Ayah sebaiknya pulang.
Ayah tidak apa-apa.
Tidak. Aku merasa tidak enak. Ayah sebaiknya pulang.
Ayah harus beristirahat cukup dan memulihkan tenaga.
Baiklah. - Sampai jumpa, Ayah.
Geum Seol Hwa!
Sae Na. Kudengar pemotretanmu hari ini.
Maaf aku tidak mampir.
Bagaimana pemotretannya? - Bagaimana?
Kamu menghancurkan semuanya.
Apa maksudmu?
Pemotretanku berjalan sangat baik dan aku akan rekaman iklan TV.
Tapi lalu Bu Mo memanggilku. Menurutmu soal apa?
Mengenai nama aneh di resumeku.
Kenapa kamu selalu menghalangiku?
Hentikan, Sae Na!
Ayah.
Jangan mencoba menceramahiku.
Semua peluang baikku sirna karena dia!
Hentikan!
Jangan mengatakan itu kepadanya! Dia tidak bersalah!
Ayah.
Ayah, hentikan. Kami hanya mengobrol.
Diam! Kamu sama saja!
Kenapa kamu tidak melawannya?
Kamu tidak marah? Kamu tidak tahu caranya?
Ayah.
Seol Hwa, masuklah. Ayah harus bicara kepadamu.
Apa Ayah
baru saja memarahiku?
Dia pasti salah paham. Kita bicara lagi nanti.
Aku membencimu, Seol Hwa.
Ya. Kalau kita menerapkan sistem Rumah Sakit Daehan,
itu akan memberikan unsur praktis bagi acaranya.
Itu juga menguntungkan rumah sakit dalam hal publisitas.
Benar.
Baik, akan kusiapkan dan segera mengunjungi Anda, Direktur.
Ya.
Ada apa? Kamu berbicara kepada seorang direktur?
Itu soal pekerjaanku. Kami bekerja sama dengan rumah sakit.
Begitu. - Ayah, jangan marah.
Jangan begitu kepada Sae Na.
Apa maksudnya?
Ayah. - Diamlah!
Kenapa ayahmu?
Dia mendengar aku dan Sae Na. Itu bukan apa-apa.
Dia sangat marah. Sepertinya ada apa-apa.
Ayah. Sae Na kecewa. Wajar dia berkata begitu.
Dia tidak pernah mendapat kemauannya saat muda karena aku.
Aku selalu merasa tidak enak kepadanya.
Kenapa kamu seperti ini?
Apa kamu terbuat dari baja?
Kamu selalu berpura-pura tegar. Kenapa kamu selalu begitu?
Ayah. - Ini yang ayah lakukan kepadamu.
Setidaknya kamu bisa membenci ayah untuk ini.
Kamu tidak pernah marah. Kamu selalu menertawakannya. Kenapa kamu begini?
Meskipun marah, tidak ada yang akan berubah.
Bagaimana anak baik ini
bisa berpacaran dengan anak Nan Seol?
Ayah.
Hentikanlah.
Sepertinya Sae Na mengatakan sesuatu kepadamu.
Ibu akan memintanya diam.
Bagaimana kalau keluarga Joon Sang mengetahuinya?
Ibu Joon Sang sudah tahu.
Apa?
Siapa yang tahu soal apa?
Aku bertemu dengannya dan dia mengetahui semuanya.
Bagaimana bisa?
Apa Joon Sang tahu? Joon Sang mengatakan semuanya?
Tidak, bukan begitu. - Lalu bagaimana ibunya bisa tahu?
Itu tidak penting. Yang penting adalah hatiku.
Dia memintaku memutuskan Joon Sang. Kubilang aku tidak bisa.
Jadi,
apa dia memintamu putus dengan Joon Sang
karena kamu anak haram?
Itu tidak penting. Seol Hwa bilang tidak mau putus.
Bagus, Seol Hwa.
Kamu benar. Kamu tidak perlu putus dengan Joon Sang.
Apa maksudmu? Pernikahan ini tidak boleh terjadi!
Ayah tidak mau kamu mendengar hal seperti ini lagi. Hentikanlah.
Putuslah dengan Joon Sang.
Sayang. - Ayah.
Aku tadinya tidak akan berpacaran dengan Joon Sang.
Aku tahu ini akan terjadi
tidak peduli siapa yang kupacari, dan aku tahu kami akan tersakiti.
Tapi, aku tidak bisa menghindari ini selamanya.
Joon Sang memahamiku dan dia sangat perhatian.
Karena itu aku mau mencari tahu ujung dari kejadian ini.
Seol Hwa. - Kenapa kamu ini?
Ya. Jangan berkecil hati. Ibu membesarkanmu dengan baik.
Kamu putri ibu yang ibu kandung dengan hati ibu.
Kalau mereka mengatakan sesuatu, ibu akan maju.
Jangan mengkhawatirkan apa pun.
Ayah.
Aku memutuskan ini setelah memikirkannya baik-baik.
Aku tahu Ayah sedih dan khawatir, tapi percayalah kepadaku untuk ini.
Kumohon?
Kalau ke sini untuk temui Seol Hwa, kamu sebaiknya pergi.
Sepertinya dia tidak mau menemuimu hari ini.
Seok Hoon. Mari bicara.
Seok Hoon.
Berapa lama kamu akan tinggal di sana?
Apa maksudmu?
Kalau tahu mereka bukan keluargamu yang asli, sebaiknya kamu pindah.
Mereka keluargaku.
Asli atau tidak,
mereka keluargaku yang berharga.
Kurasa bukan hakmu memutuskan aku harus pindah atau tidak.
Keluarga?
Baiklah.
Kalau kamu bilang begitu, aku akan menganggap saranmu
soal tidak menemui Seol Hwa sebagai saran dari anggota keluarga.
Seol Hwa juga bilang hanya menganggapmu sebagai kakak.
Tapi,
kuharap kamu tidak ikut campur dalam hubungan kami ke depannya.
Bagaimana kalau aku mau ikut campur?
Jaga tindakanmu.
Jangan berani-berani menyakiti Seol Hwa.
Jaga sikapmu.
Seok Hoon.
Kamu sudah kelewatan. - Benarkah?
Kamu tahu yang dikatakan ibumu kepadanya?
Sepertinya kamu tidak tahu apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.