Pagdaong

Pagdaong

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Pagdaong 2025 WEBRip id
تعليق من Kudalumping
01:17:49

الوسوم

webdl
manually_transcribed
نشرت في: 2025-12-20
تنزيلات: 136
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Hidup itu seperti selembar kertas kosong,

siap diisi dengan kisah yang akan menyembuhkan doa yang singkat.

Surat dan bait puisi menghadirkan senyuman,

mengalir bersama melodi angin yang penuh renungan.

Tapi di balik itu semua ada garis-garis tersembunyi.

Jejak kerinduan tertidur dalam kegelapan.

Ada rasa sakit dalam tinta yang menetes dari hati yang tabah,

kisah-kisah yang tak bisa lagi dihapus,

di halaman-halaman yang penuh kesedihan.

Halo?

Ada orang di rumah?

Ada orang di rumah?

Oh, Nona!

Untung kau ada.

Silakan tanda tangan di sini.

Terima kasih.

Oke.

Setiap langkah yang diambil bagaikan nyala api yang perlahan menjulang menyambut malam.

Setiap gerakan tubuhnya adalah kerinduan tersembunyi untuk membebaskan diri.

Pinggulnya memancarkan kelembutan yang manis.

Setiap lekukan, sebuah panggilan yang tak terucapkan,

kerinduan terpendam yang dipenuhi hasrat.

Kakinya menyentuh pasir,

seolah-olah menyuruhku datang dan mengikuti.

Matanya berbinar-binar dengan api yang menggoda,

bibirnya melontarkan janji-janji dari udara.

Setiap tarikan napas lembut, setiap lekukan halus,

dia seolah menantang malam itu sendiri.

Satu hal penting yang perlu diingat saat menulis adalah penggunaan artikel yang spesifik.

Mereka membantu mewujudkan ide-ide abstrak jadi kenyataan.

Misalnya,

“Hari ini cuacanya indah sekali.”

Jika kau menggunakan artikel tertentu,

sinar keemasan matahari menyentuh pipinya,

dan meninggalkan pancaran cahaya yang hangat dan lembut.

Sekarang, ayo kita kembali bekerja.

Jika ada bagian yang perlu menggunakan artikel khusus.

Cukup pelajaran untuk hari ini.

Terima kasih.

Hati-hati semuanya.

Halo, aku yang mengirimkan surat permintaan itu padamu.

Jade.

Kupikir mungkin kau orang yang sibuk

dan tidak mau menjawab.

Kritikus, ya?

Aku tidak percaya pada kritikus.

Carilah pekerjaan lain yang tak bergantung pada penghinaan pada karya seni orang.

Tentu saja.

Kau membutuhkan kritikus.

Semua karyamu hendaknya dituangkan dalam bentuk wacana.

Selain itu,

kami membantu menjelaskan karyamu pada para pembaca.

Jika tidak.

Jika tidak, lalu bagaimana?

Jika tidak, puisimu hanyalah baris dan kata-kata yang dikelompokkan bersama.

Tanpa makna?

Bukan salahku jika kau tak mengerti dari mana karya-karyaku berasal.

Sederhana saja, itu bukan untuk semua orang.

Seni tidak seharusnya bersifat egois.

Karya-karyaku tidak pernah bersifat egois.

Sekali lagi, bukan salahku jika kau tidak mampu memahaminya.

Kau menginginkan sesuatu yang mudah?

Di sinilah berbaring sang kritikus, yang dulunya begitu hidup.

Cepat menghakimi apa yang orang lain perjuangkan,

tapi ia tak pernah menghasilkan karya sendiri,

Seperti pohon yang mekar sempurna, dihiasi dengan keanggunan dan bunga tapi tanpa buah.

Sebuah puisi tidak tercipta hanya dengan menulis dan mencetaknya.

Pesan itu harus menyentuh hati, atau memengaruhi hidup seseorang.

Bagaimana itu bisa terjadi jika kau terlalu memanjakan karyamu?

Seni tidak dimaksudkan untuk dijelaskan.

Tapi, bisa kehilangan maknanya.

Ada dunia yang lebih besar yang menunggu untuk dijelajahi, Luna.

Siapa bilang?

Kau sekolah di mana?

Nuestro College.

Kenapa?

Suaramu terdengar agak familiar.

Dia pasti profesormu, 'kan?

Tano.

Pak Crisanto Balaquiot.

Orang paling munafik yang pernah kau kenal.

Aku tak percaya dia mengajarkan sesuatu tentang dunia.

Kenapa kau begitu keras kepala?

Kau sudah mahir menulis cerita romantis.

Jangan memaksakan omong kosong puitismu lagi.

Tapi kenapa?

Pasar tak tertarik dengan bahasa yang terlalu "mendalam" dalam novel-novel romantismu.

Sekalipun kau menciptakan karya terbaik sekalipun.

Jika orang-orang tidak bisa memahaminya,

itu bisa kehilangan maknanya.

Seharusnya terhubung dengan para pembaca.

Ada dunia yang lebih besar yang menunggu untuk dilayani.

Ini bahkan tidak sesulit itu

tidak mungkin penerbitku akan menerbitkan karya seperti ini.

Dengar,

kita tidak perlu mempersulit diri sendiri.

Apa pun yang laku,

Itu saja.

Selesai sudah ceritanya.

Kau bisa melakukannya nanti.

Kau punya banyak waktu melakukan itu.

Berhentilah melakukan itu sekarang juga.

Sudah kubilang 'kan, jangan lakukan itu lagi?

Apa-apaan?

Sayangku, maafkan aku.

Maaf, aku tidak bermaksud begitu.

Sayang. Aku sungguh tidak bermaksud begitu.

Sayangku, maafkan aku.

Dia tidak tahu bagaimana rasanya cinta.

Tidak tahu cara menghargai apa pun.

Kecuali apa yang menurut mereka seharusnya dirasakan,

atau apa yang mau mereka rasakan.

Dan sekarang dia mengajarkan cara melayani dunia?

Ayolah, Jade.

Tidakkah menurutmu itu menyedihkan?

Tapi dia bukan orang yang dimaksud dalam puisi-puisimu di buku itu.

Yah,

tidak sepenuhnya.

Tidak ada yang perlu dibahas di sini.

Terima kasih,

telah berkunjung.

Kau..

adalah bulan yang menerangi malamku.

Senyummu...

Membuat hatiku berdebar kencang.

Suaramu bagaikan nyanyian surgawi.

Ia memenuhi mimpiku dan menggerakkan jiwaku.

Hanya bersamamu aku merasakan kebahagiaan seperti ini.

Hatiku yang dulunya sunyi.

Sekarang dia bernyanyi karena ini.

Di mana dia?

Berapa lama lagi aku harus mengembara di ruang angkasa yang tak berujung?

Dunia tanpa nama di tempat yang tak terbatas?

Sebuah planet tanpa orbit tetap,

kesedihannya seluas bintang-bintang yang tak dikenal.

Dia adalah seorang bintang.

Di luar jangkauan tanganku,

cahaya yang kulihat tapi tak bisa kukendalikan.

Setiap gerakan yang kau lakukan terasa seperti tarian.

Gerakan tanganmu

adalah musik bagi hati yang merintih dalam kesunyian.

Dalam tarian ini, tatapanmu begitu dalam.

Sebuah kisah lahir, sebuah kisah manis yang patut disimpan.

Setiap langkah yang kau ambil, dunia bergetar,

seperti doa yang tak pernah berakhir.

Meskipun aku bukan bagian dari tawamu,

Aku hanyalah bayangan yang hanya menonton dan berlama-lama di sini.

Melihat senyum di wajahmu,

kebahagiaan itu cukup dan akan selalu kurangkul.

Suaramu seperti sebuah lagu.

Seperti lagu pengantar tidur untuk malam yang sunyi dan panjang.

Setiap langkah yang kau ambil, dunia bergetar,

seperti doa yang tak pernah berakhir.

Saat aku memejamkan mata.

Kaulah melodi yang kudengar.

Bahkan dalam mimpiku, aku tak berhenti mendengarkan.

Halo, Bu!

Lihatlah kalian, sangat produktif!

Oh, aku tidak tahu, ada hal seperti ini.

- Sumber air alami? - Apa itu?

Aku penasaran kenapa disebut seperti itu?

Alami karena memang ada di alam.

Hmm, bagaimana dengan laut?

Tentu saja laut merupakan sumber daya alam

karena memberikan pariwisata, lapangan kerja,

dan yang terpenting, makanan!

Bisa kita pergi ke gua itu?

Hah?

Hmm... oke.

Pokoknya jangan pergi ke bagian yang dalam, oke?

Hei semuanya! Tunggu sebentar.

Ayo kita bersihkan ini dulu.

Jangan khawatirkan ini lagi, ikuti mereka.

Terima kasih, Bu.

Hati-hati ya? Jangan pergi ke bagian yang terlalu dalam.

Ya, Bu.

AC?

Elly?

JL?

AC?

JL, Elly, kalian di mana?

Di mana sebenarnya anak-anak ini?

Aku menyuruh mereka jangan pergi terlalu jauh.

Anak-anak nakal.

Aduh!

AC? JL? Elly?

Apa yang kau lakukan di sini?

Apa yang terjadi padamu?

Aku mengalami kram kaki.

Kau baik-baik saja?

Aduh!

Maaf.

Sakit sekali!

Hei, lihat aku,

kau bisa melakukannya.

Aku akan menghitung satu sampai tiga, oke?

Satu dua tiga...

Silakan duduk.

Rilekskan kakimu lebih dulu.

Tenang, tenang,

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left