أول 200 سطر.
Bersulang.
"10 September 2012"
"Dua hari sebelum pendaftaran militer Pil"
Jung Ae./- Ya?
Apa yang sangat kamu sukai dari Dal Soo?
Kudengar mereka memberikan senapan K2.
Gayamu harus seperti ini saat membidik sasaran.
Dia ceroboh, menawan,
terlihat polos, tapi sebenarnya cerdas.
Kelihatannya dia tidak begitu tertarik denganku,
tapi terkadang, dia sangat baik kepadaku.
Dia tipeku.
Dia tipe pria nakal.
Berhati-hatilah.
Omong-omong, kalian menyukai pria seperti apa?
Aku akan mencarikan pria sempurna dan menjodohkan kalian.
Soo Jin, seperti apa tipemu?
Aku?
Mereka memberimu makan, tempat tinggal, dan pakaian.
Aku menyukai
Ya, semoga kamu pulang dengan selamat, Pil.
sosok yang royal dan baik,
dibandingkan pria yang penuh perhitungan.
Yang paling penting, aku lebih menyukai pria atletis.
Bagaimana denganmu?
Aku?
Aku menyukai
pria yang tidak menginginkan pujian untuk semua hal,
tapi diam-diam penuh perhatian.
Serta, pria yang memberiku kekuatan untuk terus berusaha.
Baiklah, aku paham.
Kenapa sepertinya aku mengetahui pria yang kalian maksud?
Kurasa dia seseorang yang ada di sekitar kita.
"Episode 7"
Pil.
Pil.
Pil.
Bangunlah. Ayo.
Apa? Siapa itu?
Tidurmu nyenyak?
Soo...
Soo Jin.
Ayo keluar. Aku membuatkanmu sarapan.
Sarapan?
Aku membuat tumis daging dan japchae.
Jadi, keluarlah, ya?
Ada apa ini?
Kenapa dia berpura-pura menjadi istriku?
Tunggu.
Kenapa Soo Jin membuatkan sarapan di rumahku?
Benar.
Jika menjadi seperti ini...
Apakah aku...
Apa aku menikahi Soo Jin?
Astaga, benarkah? Tunggu.
Serius? Ya ampun.
Hei, Lubang Got. Kamu selalu menyulitkan hidupku,
tapi kamu muncul dan memberiku keberuntungan ini.
Tunggu, apakah ini sungguh bisa kupercaya?
Mungkin saja aku bermimpi.
Tunggu.
Ini berarti kami pengantin baru.
Baiklah, aku harus berganti pakaian. Berganti pakaian.
Aku sudah menantikan momen ini.
Sarapan yang sempurna.
Istri yang cantik.
Kurasa kami belum punya anak.
Itu bagus.
Kamu di sini./- Aku tidak ingin merusak
bulan maduku dengan mengurus anak-anak.
Soo Jin, kamu memasak semua ini
untukku?
Tidak semuanya.
Baiklah. Biar kucicipi masakanmu.
Jangan. Cucilah tanganmu dahulu.
Boleh aku memakan udang goreng?
Tidak. Cucilah tanganmu.
Tidak. Aku ingin sarapan sekarang.
Tidak. Cuci tanganmu./- Kumohon, Soo Jin.
Dia memang penggila kebersihan.
Ayah.
Kamu masih teler?
Sedang apa Ayah di sini?
Kamu bertanya kepada orang
yang sedang duduk di toilet.
Menurutmu apa?
Ayah, ini rumah Soo Jin dan aku...
Saat kamu
melihat seseorang sedang buang air besar,
jangan diganggu.
Pil,
Soo Jin memasak banyak makanan untukmu.
Ya ampun. Lihatlah japchae buatannya ini.
Kenapa kamu bisa begitu cantik
dan sangat pintar memasak?
Tapi aku tidak bisa menjamin rasanya.
Pil, cobalah.
Soo Jin, apakah kita
tidak menikah?
Apa?/- Kita tidak menikah?
Apa maksudnya?
Kurasa dia masih teler.
Mari makan.
Ini hari ulang tahunku?
Baiklah. Anggap saja ini hari ulang tahunmu.
Soo Jin membuat tumis daging pedas yang amat lezat.
Cobalah ini.
Anak pintar.
Ini, makanlah.
Ini selada gulung yang dibuat dengan cinta.
Ayah, tidak usah.
Kalau begitu, mau ibu buatkan?
Ini.
Ibu, tidak usah.
Cobalah buatanku.
Ini.
Makanlah ini./- Tunggu...
Makanlah milik ibu./- Itu...
Makanlah./- Kenapa kalian melakukan ini?
Astaga.
Ya ampun.
Ada apa dengan Ayah dan Ibu?
Jika Soo Jin dan aku tidak menikah,
kenapa dia membuatkan sarapan di rumahku?
Astaga, ini gila. Apa yang terjadi?
Apakah lingkungan rumahku memang secantik ini?
Tunggu.
Perasaan apa ini?
Aku belum pernah merasa seburuk ini.
Pil.
Goo Gil.
Kamu baik-baik saja?/- Goo Gil.
Aku merasa sangat aneh.
Orang-orang yang kukenal tampak berbeda.
Lingkungan kita juga terlihat aneh.
Apakah aku gila?
Tampaknya kamu ingin menyangkal kenyataan.
Tapi waktu berlalu sangat cepat.
Sulit dipercaya inilah akhirnya.
Tunggu. Goo Gil. Apa maksudmu?
Akhir?
Bagaimana caraku menjelaskannya?
Kamu yang lebih paham.
Apakah aku sekarat?
Kenapa kamu berkata begitu?
Kamu membuatku sedih.
Sampai nanti.
Apa?
Aku sekarat?
Itukah sebabnya
semua sangat baik kepadaku?
Lubang got sialan itu!
Aku
akan menghancurkannya sekarang.
Hei, Pil! Kamu tidak mau sarapan?
Pil itu anak yang aneh.
Tatapannya tertuju kepadaku,
tapi entah di mana hatinya berada.
Dia selalu berada di dekatku,
tapi terasa sangat jauh.
Jadi, saat aku melihat Pil,
aku bahagia
sekaligus merasa sedih.
"Episode 7, Apa yang menghentikan kita?"
Apa yang terjadi?
Aku tidak koma,
tapi sekarat.
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Jangan sampai kehilangan aku.
Atau aku akan membunuhmu.
Soo Jin melarangku kehilangan dia.
Tapi kurasa dia tidak mengingatnya.
Hei.
Kenapa kamu menyetel ulang semuanya
dan menjadikan semua yang kulakukan sia-sia?
Beri tahu aku.
Kini aku harus bagaimana?
Kamu yang membawaku pergi,
jadi, pasti mengetahuinya.
Kamu sedang apa di sini?
Kamu sedang apa?
Tolong bawakan itu.
Hei.
Kenapa kamu menyuruh teman yang sedang sekarat
untuk mengangkat tas berat ini?
Tapi kamu masih hidup.
Bawalah itu dan ikuti aku.
Astaga, tidak ada waktu untuk ini.
Cepatlah.
Berikan itu.
Aku sudah memberi tahu urutannya.
Kamu salah. Ulangi lagi.
Ini yang pertama.
Kamu akan menjual sate
di pemakamanku, bukan?
Ya. Tergantung jumlah pengunjungnya.
Tapi kita sudah tahu siapa saja yang akan datang.
Kamu tidak memiliki banyak teman.
Kamu membuatku merinding.
Hei.
No comments yet. Be the first to leave one.