أول 200 سطر.
- S01E05 - Diterjemahkan oleh mifae
Hai, Derek. Aku terbang ke New York malam ini. Bisa bertemu dan bicara? Aku merindukanmu. Salam sayang, J.
Sial!
Yang benar saja.
Baiklah.
Hai, Derek. Aku terbang ke New York malam ini. Bisa bertemu dan bicara? J.
Oh, ya.
Tunggu. Bisa tahan pintunya?
Maaf. Terima kasih banyak.
Aku tak memperhatikan.
Bagus. P5.
Aku ada di lantai terbawah.
Itu menyebalkan.
Ya.
Menantikan liburan panjang akhir pekan?
Hari Valentine dan hari Presiden?
Kau jarang mendapatkannya, kan?
Sempurna, kan?
Kau tak perlu melakukan itu.
Aku tak mampu menahan diri.
Setidaknya kau bawa anggur.
Ya, dapat kontrak dengan klien.
Klien berkelas.
Lumayan.
Lihat gambar ini.
Ada yang punya masalah.
Ya.
Dengan bakat seninya.
Apa itu?
Apa liftnya berhenti?
Yang benar saja.
Coba kulihat dulu.
Kita bisa tekan tombol panggil.
Halo? "Berkedip saat panggilan dijawab."
Tombolnya tidak berkedip.
Halo?
- Halo? - Alarmnya?
Kau mau menekan alarm?
Itu kegunaannya, kan?
Ya, aku...
Baik. Aku akan menekannya.
Tak terjadi apa-apa.
Apa itu seharusnya berbunyi?
Aku tak tahu.
Semua tombolnya mati.
Halo?
Halo? Kami terjebak di lift.
Astaga.
Entahlah. Tampaknya sesuatu...
Pasti masalah listrik.
Bagaimana mungkin?
Lampu dan TV-nya masih menyala.
Ya.
Kurasa kita sudah dekat...
Tidak bisa dibuka.
Ternyata kekuatan superku tak berguna.
Lihat. Ada kamera di sana.
Halo?
Halo?
Kami ada di sini!
Halo?
Kurasa HAL 9000 ada di sana
dan melihat ini, kan?
Kau pakai operator apa?
Apa?
Kau dapat sinyal?
Tidak.
Aku memang jarang dapat sinyal di lift
atau area penting di kota besar.
Aku tak dapat sinyal sama sekali.
Kita empat lantai di bawah tanah.
Mungkin kita hanya perlu menunggu 1-2 menit.
Aku yakin seseorang sedang menanganinya.
Kuharap begitu.
Bukankah ada penjaga malam di sini?
Aku tak mau terjebak di sini sampai Selasa pagi.
Ayolah! Halo? Aku harus pergi!
Kau baik-baik saja?
Tidak, aku harus kejar pesawat.
Astaga. Aku turut prihatin.
Kau tak takut tempat sempit, kan?
Apa kau takut tempat sempit?
Tidak juga.
Kau bekerja di lantai berapa?
Lantai 49.
Color and Stanwich.
Apa pekerjaanmu di sana?
Penyelia nasabah.
Bagian humas.
Aku tahu. Color perusahaan besar.
Kalian punya tiga lantai, kan?
Lima lantai.
Finnegan Hartman.
Aku bekerja di sana.
Badan akunting.
Itu bukan pekerjaan...
Bukan...
Tapi aku orang baru di sana.
Begitulah.
Apa ini pernah terjadi sebelumnya?
- Di lift? - Kadang lift ini
mengeluarkan bunyi aneh, tapi...
biasanya selalu naik turun.
Yah...
Begitulah.
Sial.
Sial.
Baik. Ini pasti lebih kencang.
Tolong!
Aku bisa lebih kencang. Hanya sulit mengucapannya
karena aku harus...
Volume suaraku berbeda.
Tolong!
- Kau mau coba? - Tolong!
Tolong!
Mustahil kita orang terakhir
di gedung ini, kan?
Sebentar.
Apa...
Baik. Sebentar.
Bisa tolong pegangi?
Baik.
Aku punya ide.
Aku bisa menebaknya.
Ya.
Kurasa kita sudah saling kenal cukup lama.
Selalu ada jalan keluar di langit-langit, kan?
Ya.
- Siap? - Ya.
Baik.
- Siap? - Ya.
Kau naik sampai atas?
- Ya. Siap? - Baik.
- Tunggu. Siap? - Aku memegangmu.
- Kau aman. - Maaf.
- Beres. Siap? - Ya.
Baik.
Ya.
Aku tahu seharusnya aku jadi pemandu sorak.
Tak ada kata terlambat untuk mengejar impian.
Temukan sesuatu?
Kenapa tak ada pintu keluar?
Ya. Apa yang harus orang lakukan
dalam situasi darurat sungguhan?
Apa ini bukan situasi darurat?
Baik.
Apa... Kau baik-baik saja?
- Ya. - Kau baik-baik saja?
Ya. Bisa turunkan aku?
Ya. Maaf.
Kau tak apa-apa?
- Ya, aku hanya... - Coba kulihat.
Sungguh. Tak masalah. Aku hanya...
Harga diriku yang lebih terluka.
Baik.
Astaga.
Pesawatku.
Sudah berapa lama ini?
15 menit.
Baik. Rasanya sudah sejam.
Sekarang sudah sejam.
Ya, aku pasti ketinggalan.
Aku turut prihatin.
- Aku ingin menangis. - Tolong jangan menangis.
- Kenapa? - Aku tak punya tisu.
Maaf. Aku hanya berusaha memperbaiki situasi buruk ini.
Ini omong kosong.
- Amin. - Berengsek.
Rongsokan.
Rongsokan gembel!
Bajingan kampret!
Di mana mereka?
Aku setuju.
Omong-omong, aku Jennifer.
Aku tidak...
Apa?
Seharusnya kita sudah
berkenalan sekarang, tapi Guymon.
Guy.
Senang jumpa denganmu, Guy.
Senang jumpa denganmu, Jennifer.
Aku menyesal situasinya begini.
Situasi apa pun selain ini
adalam sejarah umat manusia
pasti lebih baik.
Masa?
Aku bersenang-senang.
Kau sering turun kemari?
Guy, aku tak yakin
- aku mau menjawabnya saat ini. - Aku tidak...
Pertanyaan itu biasanya disusul dengan
"Boleh kutraktir minum?"
Jujur saja, termosku kosong
dan aku sangat haus.
Baik.
Tak perlu bicara lagi.
- Tidak, aku... - Aku tak punya penyakit.
Bukan itu maksudku. Aku takkan minum airmu.
Aku memaksa.
Pilihannya ini atau kubuka anggurnya.
No comments yet. Be the first to leave one.