أول 200 سطر.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 7"
Aku adalah
putra Bapak.
Kubilang aku putra Bapak.
Bapak tidak mengerti?
Kurasa kamu terlalu banyak minum.
Ini membuatku gila.
Dengar. / - Bapak mengenal Ahn Soo Jin, bukan?
Aku yakin Bapak mengenal Ahn Soo Jin.
Bapak tidak mengingat Ahn Soo Jin?
Dahulu Bapak pasti berpacaran dengan banyak wanita.
Dari segi penampilan, Bapak sepertinya tidak begitu.
Ahn Soo Jin?
Benar. Ahn Soo Jin.
Aku putra wanita itu, Pak Byun Hyun Soo.
Sekarang Bapak sudah ingat?
Aku tidak mengharapkan Bapak
menangis tersedu-sedu atau semacamnya,
tapi tidak kuduga Bapak akan tenang dan berpura-pura tidak tahu.
Tunggu.
Apa kebetulan...
Tidak. Baiklah.
Silakan duduk dahulu.
Untuk apa aku duduk di sini?
Aku datang bukan untuk mengobrol dengan Bapak.
Aku hanya ingin memberi tahu Bapak. Kurasa Bapak harus tahu
bahwa putra Ahn Soo Jin lahir dan hidup di dunia ini.
Pak Byun Hyun Soo.
Aku yakin Bapak hidup bahagia tanpa mengkhawatirkan apa pun.
Aku yakin Bapak bisa tidur pulas setiap malam.
Hari ini,
aku sungguh sedih,
jadi,
menurutku akan adil jika Bapak juga merasa tidak nyaman.
Kuharap Bapak sedih malam ini,
dan akan lebih baik lagi jika selera makan Bapak hilang.
Bapak sungguh membuatku gila.
Raut wajah Bapak tidak berubah sejak tadi.
Dalam 35 tahun,
Bapak bertemu dengan putra Bapak untuk kali pertama.
Sial.
Bukankah setidaknya Bapak harus menanyakan namaku?
Meski Bapak tidak ingin tahu
soal kehidupanku selama ini?
Permisi. Tunggu!
Taksi. / - Permisi.
Mari bicara.
Jangan sentuh aku!
Mari jangan bertemu lagi.
Aku...
Hei.
Permisi. Hei.
Tunggu. / - Antarkan aku ke Star Palace.
Hei. Mari bicara sebentar.
Sebentar saja. Tolong.
Apa yang kulakukan?
Memangnya aku sedang syuting drama?
Kini acaranya sudah berakhir.
Aku tidak biasanya begini.
"Oh My Boss"
"Park Chan Woong"
"Hapus Pesan"
Kami memutuskan untuk tidak pergi berlayar.
Kenapa Ibu tidak pergi sendiri?
Mana bisa ibu pergi sendiri jika ayahmu tidak ikut?
Jeong Hwan, ibu sangat stres.
Ayahmu bersikap seperti remaja yang sedang puber.
Dia terlalu tua untuk puber.
Dia bahkan tidak bicara kepada ibu belakangan ini.
Saat dia bicara, dia hanya mengeluh dan marah.
Dia bersikap seperti orang yang sungguh berbeda.
Dia merepotkan ibu.
Kemarin, dia bahkan memindahkan ranjang dari kamar kami
ke ruang belajarnya tanpa memberi tahu ibu.
Ibu, mungkin kalian sudah menikah sebagai pria dan wanita,
tapi wajar untuk melalui tahap itu dan hidup seperti teman.
Tapi pasangan suami istri harus tidur sekamar,
meskipun tidak tidur seranjang.
Kurasa
Ibu masih menyukai Ayah.
Astaga. Terserah.
Jeong Hwan, ibu sungguh serius sekarang.
Ibu melalui banyak hal karena ayahmu.
Tapi ibu tidak bisa diam saja.
Astaga, Ibu pasti sedih.
Astaga, Ayah seharusnya memperlakukan Ibu seperti ini.
Ibu menikahi Ayah karena sangat mencintai dia
meski Kakek menentang pernikahan Ibu.
Benar, bukan? Kakekmu terus menanyai ibu
apa yang ibu sukai dari ayahmu dan menentangnya.
Benar. Sabarlah.
Apa? / - Kamu memakai parfum?
Ya. Wangi, bukan?
Ini hadiah dan aku mencobanya.
Aku harus pergi. Aku sibuk. / - Baiklah.
Astaga, wangi sekali.
Ibu sungguh menyukai
pria yang memakai parfum.
Baiklah, aku pamit sekarang.
Ini hebat.
Ayah.
Aku meminta Ayah membuatnya dengan susu, bukan yoghurt.
Benar. Maafkan ayah.
Akan kuambilkan untukmu.
Ayah juga salah kemarin.
Maaf. / - Orang menjadi pikun saat tua.
Kenapa kamu berangkat kerja pagi sekali?
Aku banyak pekerjaan.
Aku tidak punya waktu. Masukkan ke botol minuman.
Lihat dia memerintah kita.
Sayang. / - Baiklah.
Apa punggung Ibu sakit? Kenapa Ibu terus mengelus punggung?
Apa? Tidak, ini tidak sakit.
Hanya gatal. Itu saja.
Kamu selalu pulang larut saja sudah buruk.
Apa kamu juga harus berangkat kerja pagi-pagi?
Ayah, biar aku saja.
Ibu harus menelepon CEO kami dan mengeluh.
Apa maksudmu? / - Ada pegawai baru,
dan ibunya menelepon CEO untuk mengeluh.
Dia bertanya kenapa putranya selalu lembur.
Katanya dia selalu tampak lelah saat pulang.
Aku berangkat.
Ibu sering mendengar sosok ibu macam itu.
Kamu pulang larut lagi? / - Ya.
Sampai jumpa. / - Sampai jumpa.
Sayang, aku juga akan berangkat lebih pagi hari ini.
Ada banyak yang harus disiapkan sebelum membuka restorannya.
Kamu belum melakukannya kemarin? Kamu pulang larut semalam.
Aku
sibuk mengurus hal lain.
Aku berangkat.
Baiklah. Pastikan kamu sarapan.
Jeong Hwan.
Kamu sedang apa?
Aku menuju kantor.
Aku harus cepat menuntaskan pekerjaan agar bisa berkencan.
Bagaimana denganmu?
Aku sedang melihatmu.
Sedang apa kamu di sini?
Sulit sekali menemuimu, jadi, aku ingin mengantarmu.
Masuklah.
Bagus.
Kukira kamu akan menjadikanku raja jika kamu kujadikan ratu.
Ya, Ratu-ku.
Kamu sudah sarapan? / - Belum.
Ayahku membuatkan jus pisang. Kamu mau?
Tentu. Kenapa kamu sangat sibuk belakangan ini?
Aku berwenang atas kasus penipuan,
dan ada tiga kotak kontainer penuh kertas yang harus dibaca.
Itu mengingatkanku pada 10 kotak kontainer milik orang lain.
Hei, kita sudah membicarakan itu.
Baiklah. Aku akan melupakannya hari ini.
Terima kasih.
"Lim Yeon Ji"
Ini Yeon Ji.
Kenapa dia meneleponmu pagi-pagi sekali?
Dia menelepon karena naskahnya. Sebentar.
Hei, Yeon Ji.
Jeong Hwan, apa kamu menuju kantor?
Kapan kamu akan sampai?
Apa naskahnya sudah siap? / - Tidak, masih kutulis.
Aku menuju kafe kopi terdekat.
Akan kubelikan minuman jika kamu sebentar lagi tiba.
Kopi moka dengan banyak krim kocok di atasnya.
Mau yang kecil atau besar? / - Tidak, aku masih lama.
Kedengarannya kamu memakai pengeras suara. Kamu menyetir?
Kamu sangat tangkas.
Dia sedang menyetir.
Siapa ini? / - Aku?
Aku Hye Young. Apa kabar?
Hai. / - Kamu pasti sibuk belakangan ini.
Sampai jumpa di kantor, Jeong Hwan.
Ini enak.
Joong Hee.
Kamu sedang tidur?
Apa...
Joong Hee.
Joong Hee.
Joong Hee.
Joong Hee. Bangun!
Apa kamu mau mati?
Kukira kamu mati. Kukira aku kehilangan pekerjaan.
Menjauh dariku. Minggir.
Ada ribut-ribut apa ini?
Joong Hee.
Semua ini anggur?
Kukira hal lain.
Kenapa kamu ke sini?
Kamu mengabaikan teleponku berhari-hari.
Aku tahu kamu kesal karena dramanya gagal,
tapi jika kamu terus minum...
Diam. Kamu memperparah pengarku.
Ini bukan kali pertama terjadi.
Kurasa ini membentuk citramu.
Citraku hancur.
Kurasa akhirnya kamu sadar.
Ayo bangun dan mandi.
No comments yet. Be the first to leave one.