أول 129 سطر.
Aku senantiasa memikirkan dan mencari-cari berita tentangmu, nak.
Dan setelah melihat dan bertemu denganmu...
Berat rasanya meninggalkanmu, nak.
Ayah, aku sudah menunggu pertemuan ini sejak kecil.
Sekarang, aku akan selalu tinggal bersamamu dan melayanimu dengan sepenuh hati.
Tentu, nak.
Aku kemari untuk membawamu pulang.
Siapa yang mengajarimu keterampilan memanah sehebat ini?
Ibu selalu mengatakan bahwa, seekor merak senantiasa
menetaskan telur yang didalamnya warnanya putih dan kuning.
Meski merak mempunyai warna bulu yang berwarna-warni
Akulah anakmu.
Aku lahir dengan bekal keahlianmu.
Paman Krishna selalu mengingatkanku untuk belajar ilmu perang.
Karena membantu ayahku untuk mengalahkan semua musuh2nya adalah jalan kemenangan.
Ibu juga selalu mengingatkanku untuk bersiap untuk mati.
Untuk memenangkan perang untuk pembalasan atas penghinaan bibi Drupadi.
Aku tahu pamanmu adalah orang yang sangat cerdas.
Ibumulah yang bodoh!
Mengapa kau harus mati, anakku?
Kau dilahirkan untuk hidup lama.
Dimana ibumu? Dan di mana pamanmu?
Ibu ada di kamarnya
sementara paman berada di ruang latihan bela diri.
Paman Duryodhana datang mengunjunginya.
Untuk apa Duryodhana
datang kemari?
Maafkan aku, Guru.
Maafkan aku.
Pikiranku menerawang.
Saya melihat musuh
ada dimana-mana.
Guru, Semua yang aku temui menganggapku sebagai musuh.
Tidak ada sukacita yang tersisa
dalam hidupku.
Akhiri penderitaanku, Guru. Bunuh aku!
Pangeran Duryodhana.
Kau tak pantas untuk... menangis.
Guru...
Aku akan jujur denganmu.
Yang membuatku sangat takut melebihi..
gelapnya malam pekat.
Kehormatanku, mimpiku
dan hidupku.. telah hilang cahayanya, Guru.
Aku merasa lebih sakit.. dari kematian yang paling sakit.
Sama seperti nasib burukku.
Pandawa....
telah merong-rong semua kebahagiaanku, Guru.
Hingga saat ini...
Apa yang telah dilakukan para Pandawa?
Mereka telah dihukum ke pengasingan
sementara Kau menghabiskan hidupmu
Di istana yang nyaman.
Pengasingan, Guru?
Apakah Aku salah memberi mereka hukuman ke pengasingan?
Jika mereka tidak terlibat dalam perjudian
mereka tidak akan diasingkan.
Tapi, Guru
Aku terlahir dalam ketidakadilan.
Mengapa mereka beranggapan aku tak layak sebagai pewaris kerajaan ayahku?
Mengapa?
Mengapa ayahku tak boleh mewariskan tahtanya untukku?
Mengapa?
Bagaimana bisa seluruh wangsa Arya begitu tidak adil padaku?
Pandawa bersikeras merebut kedudukanku.
Subadra yang harusnya aku nikahi
Mereka culik.
Cobalah ingat...,
Seharusnya dulu aku kembali dari Dwarka
dan menikahi adikmu Subadra.
Seluruh wangsa arya menertawakanku, guru.
Guru...
Aku tidak menyalahkanmu.
Sebaliknya, aku hanya menyalahkan..
Pandawa yang telah menghina dan menjatuhkan martabatku...
Itu saja yang ingin kukatakan.
Sekarang Pandawa
telah kembali dan ingin merebut istana wangsa arya ku.
Dan mereka telah mengirimkan pesan pernyataan perangnya melawanku.
Bagaimana aku bisa aku dikatakan bersalah?
Bagaimana bisa aku dikatakan menganiaya mereka, Guru?
Duryodana, Kau telah menelanjangi seorang wanita di ruang perjudian.
Apakah itu tidak cukup untuk membuktikan kesalahanmu?
Ketika dia menghinaku dan rekan2ku di tengah-tengah sebuah pertemuan
Dan aku membalasnya, atas tindakan mereka ini..
Apakah tindakanku ini salah, Wasudewa?
Bila dalam hal ini, bila dianggap..
balasan penghinaan yang aku berikan terlalu menyakitkan,
Aku mohon maaf.
Aku bersedia untuk menebus dengan hukuman yang sama.
Aku akan melakukan itu, guru
tapi tolong akhiri ketidakadilan ini.
Guru...
perang ini akan benar2 terjadi
Dan ini akibat dari perbuatanku.
Seluruh The dinasti Kuru kekayaan akan dilenyapkan.
Guru...
Hanya Kau,
yang dapat mencegah perang ini dari mengambil tempat.
Aku? Apa yang bisa aku lakukan dalam hal ini, Pangeran Duryodhana?
Dukungan mu adalah kekuatan untuk Pandawa, Guru.
Jika kau menarik dukungan mu
Pandawa bahkan takkan bisa bermimpi untuk berperang.
Mereka tidak bisa.
Apa yang kau katakan benar adanya, Duryodhana?
Apa yang akan kita lakukan?
Wasudewa,
Wasudewa, kami tidak bermaksud
meminta dukungan
dari Balarama.
Kami hanya dapat meminta,
agar kalian berdua
tidak memihak
siapapun.
Kau tidak perlu khawatir tentang itu, Syakuni.
Hal itu tidak akan pernah terjadi.
Pangeran Duryodhana benar.
Hasil dari permainan dadu tidak bisa djadikan
sebagai alasan untuk perang.
Oleh karena itu, akuberjanji pada kalian hari ini
Bahwa aku,
dan Krishna atau prajurit Yadawa lainnya
tidak akan mengambil senjata mendukung Pandawa.
Guru.. Kata-katamu membuat Kami bahagia, Balarama.
Bahwa aku,
dan Krishna atau prajurit Yadawa lainnya
tidak akan mengambil senjata mendukung Pandawa.
Kakak.
Apa maksud keputusan itu?
No comments yet. Be the first to leave one.