معلومات الإصدار

86-Eighty Six- episode 4
تعليق من MarBot
Retail from iQIYI.

الوسوم

other
نشرت في: 2021-05-31
تنزيلات: 11
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 181 سطر.

Kolonel Mirize!

Ayahanda!

Kalau ada yang masih hidup, tutup telinga kalian dan segera menunduk!

Apa kamu terluka?

Pengecekan selesai. Melapor untuk kembali.

Kamu mau?

Aku pikir tidak masalah untuk makan yang manis-manis di saat seperti ini ....

Atau mungkin kamu tidak suka cokelat?

Syukurlah.

Ayahanda ....

Padahal kami selalu berbuat jahat pada kalian, Eighty-Six ....

Tapi, kenapa Kakak malah melindungiku?

Iya, ya ....

Kami lahir dan besar di negara ini sebagai penduduk Republik ini.

Melindungi negara ini adalah kewajiban dan kebanggaan kami sebagai penduduk negara ini.

Kami berbeda dengan mereka yang hanya bisa bicara saja.

Makanya kami bertarung.

Kami akan bertarung dan melindungi negara ini sampai akhir hayat.

Aku punya seorang adik.

Kurang lebih seumuran denganmu.

Pasti dia sudah tumbuh besar.

Kakak tidak bertemu dengannya?

Aku masih belum bisa pulang.

Terima kasih.

Namaku Shorei Nouzen.

Panggil aku Rei.

Nama yang unik.

Memang nama yang cukup langka di sini, sih.

Kakak bukan orang asli Republik?

Aku dan adikku lahir di Republik,

tapi orang tua kami berasal dari negara tetangga.

Kamu tahu Kekaisaran Giad?

Negara yang membuat Legion.

Kakak tidak takut bertarung?

Tentu saja aku takut. Tapi ....

Kalau aku tidak bertarung, aku tidak akan bertahan hidup.

Aku tidak boleh mati.

Belum saatnya aku mati.

Aku harus pulang ke tempat adikku berada.

Bagaimana kabar kakakmu sekarang?

Dia sudah mati.

Lima tahun yang lalu, di garis terdepan kota timur ini.

Aku minta maaf.

Tidak apa-apa.

Waktu itu, kamu bertanya apa yang ingin kulakukan saat masa bertugasku selesai, 'kan?

I-Iya ....

Tidak ada hal tertentu yang ingin kulakukan.

Hanya saja, aku masih harus melakukan sesuatu.

Aku terus mencari kakakku selama lima tahun ini.

Mencari jasadnya?!

Bukan.

Pagi, Lena.

Pagi.

Maknyus!

Iya, 'kan?

Krimnya sih sintesis, tapi kalau stroberinya asli, lo!

Ah, iya.

Libur besok, mau lihat-lihat gaun buat pesta nanti?

Untuk Festival Revolusi.

Lah, sudah mau festival lagi?

Memang harus ikut, ya ....

Tentu saja.

Kalau menunda terus, nanti penjahit yang bagus pada sibuk semua, lo!

Maaf. Aku lagi agak sibuk sekarang.

Akhir-akhir ini kamu menolak ajakanku terus ya, Lena.

Kalau pakai gaun, bagaimana kalau kita mengundang pasangan pria juga?

Aku dengar kamu dijodohkan lagi, ya?

Ah, dengan Rudolf, ya. Dia cukup imut, lo.

Eh? Kamu memuji pasanganmu seperti itu ....

Jangan-jangan sekarang—

Mana ada.

Habisnya, dia ...

... masih 5 tahun, lo.

Walaupun kekayaan orang tuaku berlimpah, tapi masa harus begini?!

Kenapa kamu pasang terus foto orang yang dijodohkan denganmu selama ini?

Itu kerjaan bawahanku.

Supaya aku tidak lupa.

Kamu capek, ya? Mukamu pucat banget lo, Lena.

Masa, sih?

Kamu terlalu banyak menggunakan Para-RAID.

Aku kan sudah bilang kalau pembagian pandangan itu sangat membebanimu.

Hari ini kebetulan aku harus menganalisis pertempuran sampai pagi.

Aku mungkin terdengar memaksa, tapi kamu tidak akan dapat apa pun

meski kamu mengulurkan tangan pada Eighty-Six.

Kalau begitu, bukannya tidak masalah kalau kamu pergi ke pesta?

Tapi, kalau nanti ada penyerangan bagaimana?

Itu urusan gampang.

Lagi pula, di tengah perang begini malah pesta ....

Apa pun yang terjadi di dalam dinding tidak akan berdampak di sini.

Meskipun kami berterima kasih atas analisismu tentang informasi musuh,

kami juga tidak ingin mencuri waktu pribadimu, Mayor.

Apa aku terlihat seperti mencampuri urusanmu, Letnan Nouzen?

Tidak. Analisis secara menyeluruh dari atas sangatlah penting.

Terutama formasi pasukan musuh bisa ditebak dengan akurat,

jadi kami sangat tertolong.

Terima kasih banyak.

Syukurlah.

Tapi, kamu tidak perlu terlalu fokus mengurus itu.

Kalau kamu terlalu mengurus medan perang, nanti kamu akan jadi sepertiku.

Lelucon macam apa itu?

Baiklah.

Kalau begitu, akan kunikmati pesta ini dengan sepenuh hati.

Sebuah pesta konyol dengan sepatu hak tinggi dan gaun yang membosankan.

Hmph. Festival Revolusi, ya?

Kamu ingat sesuatu?

Aku ingat pernah melihat kembang api.

Di taman yang ada air mancur, di depan istana.

Istana?

Apa sebelumnya kamu tinggal di Distrik Satu, Letnan?

Aku tidak begitu ingat, tapi sepertinya begitu.

Begitu, ya!

Seingatku, aku pergi bersama kakakku dulu.

Maaf. Aku menanyakan hal yang tidak perlu lagi ....

Aku tidak keberatan.

Aku juga sudah tidak ingat wajah dan suara keluargaku.

Kakakmu dulu pernah bilang padaku, "Pasti dia sudah tumbuh besar."

Aku paham bahwa dia sangat mementingkan keluarganya.

Dia benar-benar ingin segera pulang.

Ke tempatmu berada.

Aku harap juga begitu, sih.

Bukannya kamu sekarang sedang patroli ya, Letnan?

Kamu sedang di kamar, ya?

Maaf.

Duh ....

Kalau kamu pikir itu tidak diperlukan, aku bisa hargai keputusanmu.

Aku pikir kamu marah padaku, Mayor.

Aku tidak segalak itu!

Kalau di sini, tidak ada yang melihat.

Ah, hei!

Maafkan aku, Mayor.

Mayor?

Ti-Tidak ada apa-apa!

Serius, tidak ada apa-apa!

Mayor, saatnya bersiap untuk pertempuran.

Eh, di sini tidak ada peringatan, lo?

Tidak.

Legion sudah datang.

Aku sudah cek. Siap meluncur kapan saja.

Peleton Tiga juga siap.

Dimengerti.

Kenapa kamu bisa tahu kalau Legion akan menyerang, Letnan Nouzen?

Mereka tidak keluar saat patroli, jadi bagaimana mereka bisa secepat itu?

Tolong putus sambungan ke Para-RAID, Mayor.

Kali ini, ada banyak Domba Hitam.

Akan berbahaya jika kamu tersinkron denganku.

Domba Hitam?

Kalau ingin tahu, nanti akan aku jelaskan.

Tolong matikan sinkronisasinya.

Tanpa Para-RAID, kita tidak bisa memeriksa keadaan, bukan?

Aku tidak akan memutus sinkronisasi.

Aku sudah memperingatkanmu.

Undertaker?!

Mereka terlalu banyak!

Kalau begini, kalian akan terkepung—

Ibu.

Tolong!

Tolong aku ibu!

Apa ini?

Ini bukan riuh ...?

Tidak!

Mayor!

Mayor Mirize!

Akan kuputus sambungannya, Mayor!

Mayor!

Aku tak ingin mati.

Kaie?

Suara itu ....

Kenapa ...?

Ti-Tidak ....

Tidak!

Aku tak ingin mati!

Ibu ....

Apa?

Ini bukan riuh ...?

Hari ini berisik sekali, ya!

Tidak ....

Apakah bakal baik-baik saja ...?

Tidak!

Mayor!

Mayor Mirize!

Tidak ....

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left