أول 200 سطر.
Qin Feng.
Kenapa mendaftar Akademi Kepolisian Tindak Kriminal?
Coba lagi tahun depan.
Bukan masalah besar.
Kubelikan tiket pesawat.
Berliburlah ke Thailand selama sepekan.
Dia akan menyambutmu.
Dia adalah keponakan
istri sepupu suami buyutmu.
Sepupu jauh ketigamu.
Detektif Nomor Satu Pecinan.
Tang Ren.
Apa?
Putra Nenek Wang menghilang?
Ini kasus penting.
Aku akan menerimanya.
Turun dari mobil.
Emasnya tidak ada di sini.
Kau yakin?
Sudah dicari ke setiap sudut. Nihil.
Pak Huang.
Kon Tai di sini.
Terima kasih, Pak Huang.
Untuk apa?
Karena melindungi TKP untukku.
Kau memakai narkoba?
Ini wilayahku,
jadi kasus ini milikku.
Kutangani perampokan emas selama tiga bulan,
hampir menangkap tersangka dengan barangnya.
Sekarang emasnya hilang
dan tersangka mati.
Kau bilang ini kasusmu?
Wilayahku, kasusku.
Apa?
Ada masalah dengan itu?
Jangan sampai kupukul!
Kutuntut karena menyerang polisi.
Ada masalah dengan itu?
Dugaan senjata pembunuhan.
Kenapa masih di sini? Periksa sidik jari.
Kenapa masih di sini? Periksa sidik jari.
Periksa pintu masuk lain,
jendela, atau paket.
Periksa pintu masuk lain,
jendela, atau paket.
Ambil rekaman CCTV di luar rumah
dan kirim ke ruanganku.
Ambil rekaman CCTV di luar rumah
dan kirim ke ruanganku.
Coba ulangi lagi kata-kataku!
Coba ulangi lagi kata-kataku!
Aku menang!
Tang Ren, kau sungguh beruntung.
Apa kau harus pergi?
Jangan pergi setelah menang.
Pergi?
Ada naga biru langit minum di kiri,
kibas ekor harimau putih di kanan.
Taruh pasir di sakumu,
uang pun mengikuti.
Duduk di depan pohon,
Dewa Kesejahteraan menghampiri.
Aku akan memenangkan
semua hal darimu
termasuk semua pakaianmu.
Bukan kau.
Laporan autopsi.
Itu milikku!
Apa yang kau lihat?
Sedang apa kalian di sini?
Kalian pikir sedang main film gangster?
Kalian berdua,
datang ke ruang rapat.
Ayolah.
Ayolah.
Korban, Sompat,
pria, 37 tahun, pemilik Bengkel Sompat.
Tersangka perampokan emas di Pecinan.
Penyebab kematiannya adalah trauma benda tumpul di kepala.
11 luka fatal di belakang kepala.
Menurut tepi luka,
pembunuh pria paruh baya.
Senjata pembunuhnya
adalah wajra besi ini.
Aku tidak percaya dia membunuhnya dengan itu.
Sidik jari?
- Sedang diporoses. - Ya.
Pintu masuk?
Menurut penyelidikan, hanya satu
pintu masuk ke bengkel selain pintu depan.
Ya.
Pembunuhan ruang terkunci.
Semua rekaman CCTV
dekat Bengkel Sompat sudah dibawa.
Ada empat kamera di luar pintu depan.
Rekaman CCTV
otomatis ditulis ulang setiap tujuh hari.
Aku membawa rekamannya ke sini.
- Benar. - Bagaimana dengan emasnya?
Hilang.
Kurasa rekan-rekan Sompat membunuhnya
- dan mengambil emasnya. - Benar.
Kalian semua tahu Tuan Yan pemilik emas itu.
Bahkan Wali kota meneleponku karena ini.
Aku merasakan banyak tekanan.
Orang yang menangkap tersangka
dan mendapatkan emas kembali
akan menjadi
Wakil Kepala.
Siap, Pak.
Tang Ren, kau kehilangan keahlianmu.
Konyol.
Ayolah.
Halo!
Pak Tang, kapan kau akan ke sini?
Qin Feng.
Selamat datang di Thailand.
Maaf membuatmu menunggu.
Kau tahu aku detektif terkenal
dan sedang mengurus banyak kasus.
Aku sedang menangani kasus besar.
Apa kau
bisu?
Aku
tidak bisu,
tapi gagap.
Lupakan sekolah.
Setelah beberapa hari bahagia di Thailand,
kau bahkan akan melupakan nenekmu.
Thailand tempat paling menarik
di seluruh dunia,
dan surga bagi para pria.
Tai,
minum tiga gelas karena terlambat.
Aku sedang ada kasus.
Kenapa?
Bukan apa-apa.
Di mana sepupumu?
Ini. Itu dia.
Tidak mirip denganmu.
Tidak semanis aku, 'kan?
Dia bosku.
Tai dari kepolisian Pecinan.
Bersenang-senanglah.
Aku yang traktir.
Jangan khawatir. Aku tidak akan memberi tahu nenekmu.
Berapa usiamu?
Kau masih perawan?
Kau menyukai pria?
Shemale?
Dia stres di rumah.
Ayo! Minumlah.
Percayalah kepadaku untuk beberapa hari.
Ini akan jadi perjalanan yang mencerahkan bagimu.
Bersulang.
Bersulang. Kau di Bangkok.
Kau juga diberi obat?
Kau minum punyaku?
Punyaku bahkan lebih keras!
Diam!
Kenapa melakukan ini
di usia semuda itu?
Aku tidak...
Apa?
Kau tidak merasa cukup?
Kali ini air panas
dan lain kali asam sulfat.
Siapa kau?
- Aku... - Sepupu paralel.
Dia adikku.
Kau tahu siapa
gadis baik dan mulia
yang kau intip ini?
Dia induk semangku.
Gadis tercantik di Pecinan.
Xiang.
Dia sepupumu?
Semanis aku, 'kan?
Sama bajingan denganmu.
Tang Ren.
Mari main Mahyong.
Tunggu sepekan lagi.
Jadwalku sudah penuh.
Paman Xiang. Pagi.
Siapa dia?
Sepupuku.
Chun.
Ukurannya lebih besar.
Anak nakal.
Mampir minum teh kapan-kapan.
Ingat.
Jangan panggil aku paman.
Kenapa?
Berhenti menanyakan alasannya.
Mereka semua berpikir aku lahir setelah tahun '90-an.
Jadi, aku harus memanggilmu apa?
Panggil aku Tang.
Kau panggil aku apa?
Qin
No comments yet. Be the first to leave one.