أول 192 سطر.
Sweet!
Secret Admirer
Shh.
Shh, shh, shh, shh, shh.
Shh.
- Shh. - Shh.
- Oh, hey. Pagi, Tigress. - Apa yang terjadi?
Shh!
Monkey sedang menyiapkan lelucon bangun yg terbaik yg pernah ada buat Po.
- Ini pasti akan hebat! - Ingin lihat?
Jangan bercanda. Tentu saja saya tidak ingin untuk...
Ooh, ini kelihatannya bagus.
- Po. - Mmm.
- Kau terlambat untuk latihan! - Saya datang!
Unh. Oh.
Ow!
Berhasil! Kau telah dikerjai.
Heh, heh, yeah, kerja bagus. Berhasil mengerjai ku lagi.
Kau beruntung aku bukan orang yang nakal atau pendendam atau... nyaah!
Oof.
Arg!
Baiklah kalau begitu.
Saya tidak menyukainya, Shifu, bahkan tidak sedikit pun.
Inspektur Woo dan putrinya harusnya sudah tiba sekarang.
Astaga. Kau tidak mengira bahwa sesuatu
yang buruk telah terjadi pada mereka?
Saya akan mengirimkan tim untuk mencari mereka sekaligus.
- Hyah! - Ow, unh.
Uh-oh. Ow!
Kelihatannya Tuan Monkey baru saja mendapatkan Po nya.
Monkey, kau tidak apa-apa?
Oh! Ta... Tanganku!
Aah!
Oh, tidak, Monkey! Maafkan aku!
Oh, Monkey.
Kau tertipu lagi.
Nyaargh!
Po. Monkey.
Master Shifu. Ha. Sejak kapan kau... whoa!
Bagaimana itu bisa terjadi?
Kupikir aku sudah menjelaskan pada kalian.
Bahwa perang kecil antara kalian berdua ini harus dihentikan.
Dia yang memulai.
Saya tidak peduli siapa yg memulai.
Saya ingin itu berakhir sebelum satu dr kalian bertindak terlalu jauh
dan melakukan sesuatu yang akan membuat kalian menyesal. Apakah itu jelas?
Ya.
Inspektur Woo dan putrinya seharusnya sudah tiba..
di Jade Palace tadi malam.
- Saya butuh... - Kami butuh.
Kami butuh, tapi lebih tepatnya saya, membutuhkan kalian untuk menemukan mereka, dan...
Dan mengantar mereka kembali kesini sekaligus.
Baiklah, caranya, tergantung pada kalian.
Kau dengar apa yang mereka bilang. Tidak ada lagi lelucon.
- Tidak sampai aku membalasmu. - Silahkan, panda!
Ada sesuatu yg salah. Kita harusnya sudah bertemu dg mereka sekarang.
Ah, santai. Mereka mungkin berhenti di sebuah penginapan
jadi Inspektur Woo bisa berteriak pada seseorang.
- Hey, apa itu? - Dimana?
- Di balik semak itu. - Apa? Saya tidak melihat apapun.
Ayo periksa.
Oh!
- No-oh-oh-oh! - Usaha yg bagus.
Akui itu, Po. Saya terlalu hebat. Kau tidak akan pernah bisa membalasnya.
Apa yg kau lakukan? Dimana...
- Hey, apa kau dengar itu? - Kau tidak bisa... Aku adalah orang besar...
Aku adalah orang besar!
Kenapa kau... apa yang kau lakukan...
Kalian bodoh atau apalah?
- Kenapa kau terus menculikku? - Untuk sebuah tebusan yang besar.
Kami sudah mengikutimu selama sebulan,
menunggu waktu yang tepat, dan lalu inilah.
Dengan siapa kau bicara seperti itu? Aku adalah inspektur.
Kau akan ditangkap dan dihukum berat.
- Kau dengar? Huh? - Saya lupa bagaimana cengengnya dia.
Hmm.
Terima kasih. Sebentar lagi adalah hari ulang tahun ibu kami.
Oof!
Oh, ow, oh!
Oh-hooah!
Wow. Ayo bantu dia, Po.
Monkey, tunggu! Tanganku sedikit sibuk.
Itu tidak lucu.
Tak oh hya!
Ow!
- Dah! - Akhirnya. Itu hanya soal waktu.
Apa?
- Hyah! - Oh!
Wyah!
Ah, erm...
- Ah. - Oh!
- Ooh, waho! - Oh.
- Hya... ugh. - Yah!
- Ooh. - Ryar!
- Woo. - Hyah-uh.
- Benarkah, teman? - Ini belum selesai.
- Okay. - Hyoo-ah!
- Wassa! - Mungkin itu.
Apa yang kau lakukan? Tapi... hey. Hey!
Kejar mereka! Mereka akan kabur.
Orang-orang itu? Scoff. Jangan pikirkan tentang mereka.
Beraninya kau membantah ayahmu. Kejar mereka!
Bodoh. Tak berotak. Nitwit.
Apakah kau tuli? Kejar mereka!
Apa kau dengar?
Jangan khawatir. Mereka tidak akan mengganggumu selama kami bersamamu.
Lalu aku akan melakukannya sendiri.
Hyai-oh!
Oh, turunkan aku. Sekarang!
Saya minta maaf, tapi kami dapat perintah untuk membawamu kembali ke Jade palace.
Turunkan dia, sekarang.
- Kau ikut? - Tidak.
Tidak sampai kau tangkap babi-babi itu.
Hey. Hey! Turunkan aku, sekarang.
Wow, dia sangat mirip dengan ayahnya. Cerewet dan suka memerintah.
Dan dia berbau seperti strawberry.
Yeah, benarkah? Saya benci strawberry.
Saya tidak pernah diperlakukan seperti ini selama hidupku.
Mereka harus dicambuk. Disiksa!
Aku benar-benar menyesal. Tapi demi pertahanan,
mereka hanya mencoba untuk membawamu ke tempat aman.
Dan sekarang kau telah selamat,
kau bisa menyerahkan batu Lu Mong.
Tidak, kami tidak bisa. Babi-babi itu mencurinya!
Mencurinya?
- Kenapa kau tidak mengejar mereka? - Tunggu, Tunggu, Tunggu, Tunggu.
Tidak seorangpun bilang tentang batu.
- Yeah. - Apa?
Kau perlu semuanya dijelaskan dulu baru kau melakukan sesuatu?
Huh? Bodoh? Huh?
Ini bencana. Catastrophic!
Whoa, whoa, whoa. Apa pentingnya batu ini?
Itu adalah relic suci kuno dari daerah Lu Mong.
Entah bagaimana itu menjadi milik kaisar.
Penduduk Lu Mong mengancam akan melakukan perang.
- Kalau tidak dikembalikan. - Delegasi Lu Mongian
akan tiba di sini dalam beberapa hari lagi.
- Ketika mereka menemukan bahwa itu tidak ada disini... - Perang! Semuanya karena kalian.
Kau dan kecerobohan konyol mu. Saya harap kalian senang.
Sangat.
Tidak mungkin akan terjadi perang.
Tigress mungkin sudah menangkap babi-babi itu
dan mendapatkan batunya. Dan kalau kau tidak menghabiskan waktumu untuk berteriak dan
bilang ke kami tentang batu itu dulu, tidak satupun dari ini
- akan terjadi. - Oh!
- Dia menyentuh ku. - Oh, dia membuatku marah.
- Oh, dia membuatku begitu gila. - Dia membuatku gila juga.
Ngomong-ngomong... Aku akan menjumpaimu pagi nanti.
Membuatmu gila juga, huh?
Mantis, Aku mendapatkannya! Aku akhirnya tau bagaimana
menghadapi Monkey dengan semua leluconnya.
- Bukankah Master Shifu bilang ke kamu... - Saya tau, saya tau.
Tapi aku harus membalas Monkey. Lelucon ini adalah kesempatanku.
Kau harus membantuku menulis sebuah surat.
Okay, okay, okay. Baca kembali.
"Saya, Ming, dengan ini memerintahkan mu, Monkey,
untuk pergi keluar dengan saya siang besok."
Yes!
"Pakaian haruslah formal."
"Mandi adalah wajib." Itu hebat.
"P.S. Kau yang membayar."
Oh, man, dia pasti akan senang saat membaca nya.
Benarkan? Dia tidak tahan dengannya.
Hmm. Oh.
Ini pasti akan sangat lucu. Dia akan berteriak, "tidak, tidak, tidak!"
Ya, ya, ya!
Ya!
Po... Ming suka padaku.
Dia baru saja mengirim saya surat untuk kencan keluar bersama nya.
Saya adalah monyet paling bahagia di Cina!
O-whoo-hoo! A-ha-haa!
- Ya! - Tapi, Monkey, kupikir
- kau tidak tahan dengannya. - Ya!
Oh, apa yg membuatmu berpikiran begitu?
Uh-oh. Uh, Monkey...
Jangan sekarang, Po. Saya harus bersiap-siap.
Saya tidak percaya. Dia menyukai ku.
Dia menyukai ku!
Lelucon..Terbaik..Yang pernah ada!
Ooh!
Aww!
- Whoa. Kau tidak apa-apa? - Saya merasa tidak enak.
Aku sudah terjaga sepanjang malam mencoba mencari akal bagaimana cara memberitahu Monkey
bahwa itu hanyalah sebuah lelucon, dan Ming tidak benar2 suka padanya.
- Mungkin saya harus menanyakan pada Tigress. - Dia tidak disini, ingat?
Shifu mengirimnya keluar untuk mencari babi-babi itu,
untuk mendapatkan kembali batu suci nya.
Saya akan pergi juga, tapi... ini hari liburku.
- Kau dengar akan ada sebuah perang? - Maksudku leluconnya adalah satu hal,
Tapi ini benar2 bisa membuat perasaan Monkey sakit, waktu yg hebat.
Saya lebih baik bilang padanya sebelum dia benar2 akan pergi pada kencan itu
dan berpikir Ming menyukainya.
No comments yet. Be the first to leave one.