My Golden Life

My Golden Life (황금빛 내 인생)

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

180121 황금빛 내 인생 My Golden Life E40 id-VIU
تعليق من anyhow
Source Sub: VIU, Video Ver: NEXT. Kami hanya menyelaraskannya. Kunjungi vkatchu.wordpress.com

الوسوم

other
نشرت في: 2018-01-22
تنزيلات: 22
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"Episode 40"

Kamu lihat gunung itu?

Aku menemukannya di dekat puncak gunung itu.

Dia kolaps setelah minum obat.

Dia tampaknya akan melakukannya lagi.

Itulah alasanku menahannya dan mempekerjakannya,

jadi, dia tidak memikirkan hal lain.

Setelah digabungkan,

dorong ke mana pun maumu

karena ada rodanya.

Serta kita sebaiknya menggunakan papan tulis putih

di atas mejanya.

Tempat tidur dan meja. Seperti transformer.

Tapi ini sudah ada.

Aku melihatnya di toko perabot.

Aku tahu yang itu juga,

tapi itu juga bisa menjadi rak buku dan meja.

Papan tulisnya yang menjadikannya spesial.

Jika para murid menggunakan ini di studio mereka

atau di atap rumah mereka, mereka akan punya ruang lebih.

Tapi dari mana kamu mendapatkan ide ini?

Aku pergi menemui Ayah.

Kamarnya amat kosong.

Aku sedang membuat rak dari kayu sisa.

Aku berniat membuat rak yang bisa

menjadi meja juga. Lalu ide itu pun tercetus.

Kamu bekerja terlalu keras, bukan?

Di kampus dan di sini.

Kamu bekerja di malam hari, bahkan di hari liburmu sekarang.

Kamu mau tinggal di sini seharian?

Entahlah. Aku pasti wanita super.

Sejak aku menyadari ayahku aman,

aku tidak lelah sama sekali. Aku bersemangat.

Ini hanya sketsa kasar.

Buatlah yang lebih mendetail.

Aku akan mencarikan kayu yang bisa kita gunakan untuk ini.

Ada apa? Kamu lupa sesuatu?

Ini hari libur kita.

Kamu juga melupakan sesuatu?

Semuanya baik-baik saja?

Ji An.

Biarkan aku memelukmu sekali saja.

Apa katamu?

Ada apa?

Kini aku mengerti alasanmu seperti ini.

Kini aku mengerti kenapa kita tidak bisa bersama.

Aku

menemui Pak Gong.

Maaf aku tidak tahu.

Aku bahkan tidak bisa membayangkannya.

Kenapa...

Kenapa kamu...

Bagaimana kamu...

Aku tidak mau kamu tahu hal seperti itu.

Aku tidak tahu kamu amat menderita.

Aku tidak tahu

semenderita apa kamu di rumahku.

Kamu berjalan di atas tali di antara hidup dan mati.

Walaupun kamu bilang tidak,

kukira kamu hanya angkuh

karena takut.

Benar.

Aku berusaha bunuh diri.

Tapi bukan karena keluarga Haesung

atau karena kamu membuat hidupku sengsara.

Aku malu dengan diriku sendiri

karena mengabaikan saudara dan orang tuaku

yang membesarkanku dan mencintaiku selama 28 tahun

hanya karena aku kesulitan.

Tapi

aku tidak punya tempat kembali

kecuali ke saudara dan orang tuaku.

Aku melihat ayahku dipukuli Wakil Pimpinan.

Aku melihat ayahku berlutut di tanah yang dingin.

Ji Soo.

Ji Soo seperti belahan hidupku,

tapi dia terluka dan tidak bisa sembuh.

Saat tali terakhir tempatku berpegang putus,

aku tidak punya energi untuk terus hidup.

Masa-masa buruk sebagai pencari kerja,

magang, dan pegawai kontrak.

Aku tidak punya hasrat atau tenaga untuk melakukan itu lagi.

Pilihanku

yang menciptakan situasi itu.

Jadi, aku benci diriku sendiri.

Aku membencinya dan malu.

Itulah alasanku

mau mengakhiri hidupku.

Ironinya adalah

saat kukira akan mati, aku baru sadar.

Aku sudah hidup dengan penuh penyesalan

dan salah menjalani hidup.

"Kenapa aku hidup seperti itu?"

"Kenapa aku selalu membandingkan diriku dengan orang lain?"

"Kenapa aku tidak memperbaiki standarku sendiri?"

Kamu sudah berusaha yang terbaik.

Aku telah hidup tanpa tujuan atau target.

Tapi setelah bekerja di ladang rumput laut kering itu,

dunia tidak seseram sebelumnya.

Para pekerja tinggal di ladang yang berharga.

Mereka hidup bahagia.

Tanpa harapan atau ambisi, aku bekerja

di toko kerajinan sembari membuat barang

dan mencium aroma kayu yang kusukai.

Aku mulai makin menyukai pekerjaanku.

Aku juga belajar

dahulu aku orang seperti apa

dan apa yang kusukai.

Aku senang.

Aku juga.

Jadi, sekarang,

aku bahagia.

Kini, yang paling mengganggu pikiranku adalah

menahan perasaanku kepadamu.

Aku tahu.

Kini aku tahu itu.

Aku menyadari alasanmu tidak bisa bersamaku.

Karena jati diriku.

Aku tidak bisa menerima alasanmu tidak menginginkan

seseorang sepertiku.

Itu karena yang kubawa.

Kini aku mengerti.

Cinderella itu tidak ada.

Kamu bilang sendiri beberapa kali.

"Tidak ada yang gratis dalam hidup ini."

Itulah peraturan keluarga Haesung.

Duniamu membagi beberapa kelas.

Karena aku amat memahami aturan itu,

aku tidak bisa masuk ke duniamu hanya karena cinta.

Aku juga tidak mau.

Aku juga yakin itu tidak benar.

Kini aku menjalani hidupku sendiri.

Terlepas dari perasaanmu kepadaku,

itulah alasanmu tidak mau

berurusan denganku.

Ya,

jika kamu tidak meninggalkan keluargamu,

kita bisa saja berkencan sesaat.

Secara diam-diam.

Di samping itu,

kita harus berkencan untuk tahu kita bisa bersama atau tidak.

Tapi keluargamu

bahkan tidak memperbolehkanku mengencanimu

karena mereka sudah memandangku rendah.

Pasti amat berat bagimu.

Aku hanya berusaha mengencanimu.

Tidak.

Aku tahu betapa beratnya kamu memilih itu.

Kukira cintaku akan cukup untukmu.

Aku konyol dan arogan

untuk berpikir seperti itu.

Aku berpikir pendek.

Aku meninggalkan rumah

demi keuntunganku sendiri.

Aku tidak pergi karenamu.

Aku selalu yakin kamu mengincar kekayaanku.

Aku terus memikirkan itu.

Aku mengerti kenapa kamu berpikir seperti itu.

Jika masuk ke duniaku,

kamu tidak akan bisa hidup sebagai Seo Ji An.

Kamu harus hidup berdasarkan aturan.

Sebagai menantu keluarga Haesung.

Sebagai istri ahli waris, Choi Do Kyung.

Kamu harus menjaga tata krama.

Kamu juga tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan.

Itulah alasanku tidak menyeberang ke duniamu.

Aku tidak bisa membiarkanmu menderita.

Aku juga tidak berhak.

Aku tidak berhak memintamu ikut denganku.

Jadi,

aku harus berhenti mengganggumu.

Aku

tidak yakin bisa membuatmu bahagia, Ji An.

Karena jati diriku.

Karena aku Choi Do Kyung.

Mulai sekarang,

aku tidak akan memintamu melakukan apa pun denganku.

Aku tidak bisa.

Terima kasih.

Serta maaf.

Mulai sekarang,

aku tidak akan membuatmu menderita lagi.

Kenapa kamu minum soju tanpa gelas?

Ada gelas di sana.

Biarkan saja.

Siapa itu?

Nona Seo.

Bolehkah aku mengambil itu?

Ya, silakan.

Hei. Lewat sini. Ayo.

Hei, kemari. Lewat.

Tangkap bolanya./- Sebelah sini.

Hei, Seo Tae Soo.

Kamu tidak akan menjadi apa pun.

Kudengar ada les gitar di Seoul.

Berhentilah bermimpi, Berandal.

Kamu tukang antar. Kamu tidak bisa menjadi gitaris.

Kenapa aku harus berhenti bermimpi?

More Indonesian subtitles for My Golden Life

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left