أول 200 سطر.
Tenang.
Kita akan mulai.
Tolong aku! Dia tidak mau melepaskanku!
Tidak bisakah kau membantuku?
Dia tidak mau melepaskanku!
Cynthia?
Lihat yang ini.
Larry.
Kau bisa pergi.
Pintunya terbuka.
Aku tidak bisa melepaskanmu.
Hanya kau yang bisa.
Saat kau siap.
Jangan bicara padanya!
Larry, kau yang memegang kendali.
Dia tidak punya kekuasaan atas dirimu.
Kau perlu melihatnya.
Oh!
Larry, tidak apa-apa.
Kita coba lagi lain kali, oke?
Larry, kita kembali.
Tarik napas.
Oke, tidak apa-apa. Kau aman.
Maaf.
Tidak apa-apa.
Dia...
Dia...
Aku tahu.
Sekian untuk hari ini.
Tapi kau dipersilakan tinggal selama kau suka.
Ada yang sedang menggali-gali pikiranmu.
Bisa sangat membingungkan.
Sangat menguras tenagamu.
Di sana.
Hmm, aku akan segera kembali. Chamomile, kan?
- Oke. - Oke.
Hei, kau baik-baik saja?
- Ya. - Jadi apa yang terjadi? Dia...
memblokir memori atau sesuatu, kan?
Bisa kau mencari tahu guru pendidikan jasmani Larry
antara kelas empat sampai dua belas?
- Ya. - Mungkin seorang pelatih,
botak,
kuning dan biru seharusnya menjadi warna sekolahnya.
Bagaimana itu bisa terjadi dalam kehidupan nyata?
Kau pernah mendengar pepatah "pikiran menguasai tubuh", kan?
Jadi apa yang dirasakan ibuku tidak hanya terasa nyata,
tapi dalam pikirannya, itu nyata.
Itulah kenapa kita harus berhati-hati.
Dia pernah melakukan itu padamu?
Tidak, tidak. Um...
Dia takut dengan apa yang dilihatnya.
Dia harus mempromosikannya.
Mungkin di rumah sakit. Aku bekerja di sana.
Dia bisa membantu banyak orang.
Larry, aturan ada untuk melindunginya.
Bagi dunia luar, dia hanya seorang terapis.
Itu saja. Tidak ada yang luar biasa. Praktik standar.
- Aku tahu. - Oke?
Kau pernah mencobanya?
Itu diwariskan?
Baiklah, aku sudah berlatih, tapi belum ada hasilnya.
Meski begitu, kedua orang tuaku punya kemampuan itu.
Mereka belajar menguasainya bersama-sama.
Ya, begitulah cara mereka saling menemukan.
Ayahmu juga bisa?
Aku akan segera kembali, oke? Luangkan waktu sebanyak yang kau perlukan.
- Hai. - Hai.
Bisa aku membantumu?
Hei. Aku perlu bicara dengan Cynthia Winstone.
Kurasa, dia tidak sedang menantikan kedatangan siapa pun.
Aku tidak punya banyak waktu. Aku perlu bicara dengannya sekarang.
Aku butuh bantuan.
Oke, oke. Masuklah.
Kau bersama seseorang? Seperti orang tua, atau...
Aku bersama ayahku, tapi aku perlu bicara dengan Cynthia. Kudengar dia bisa membantuku.
Aku meninggalkan ayahku di toko kelontong.
Aku mencuri darinya agar dia tahu di mana aku.
Aku perlu menemuinya sebelum dia tiba di sini.
Oke, oke, ayo.
Di sini.
Dengar, kau bisa beritahu aku jika kau dalam bahaya.
Ya.
Perlukah aku menelepon polisi?
Tidak, jangan panggil polisi. Aku hanya perlu bicara padanya.
Itu terlihat menyakitkan. Boleh aku bertanya apa yang terjadi?
Kami punya prosedur. Aku tidak bisa membiarkanmu bicara dengannya
tanpa melakukan penilaian.
- Baik. - Oke.
Siapa namamu?
Riley Harris.
Berapa umurmu?
Empat belas.
Bagaimana kau mengetahui tentang Cynthia?
Seorang perempuan bernama Agatha memberi tahu ayahku
dia bisa membantu seseorang sepertiku.
Apa maksudmu, orang sepertimu?
Aku melihat sesuatu.
Sesuatu macam apa?
Suatu hal.
Bisa kau menjelaskannya?
Ia gelap,
seperti orang, tapi... tidak.
Ia menatapku seperti anjing kelaparan.
Dia bicara padamu, Riley?
Ya.
Selalu bilang hal yang sama.
Sekarang dia di sini?
Bisa kau menunjukkannya?
Dari mana kau mendapatkan bekas luka itu, Riley?
Riley?
Dia di sini.
Dia berdiri tepat di belakangku.
Aku bisa merasakannya.
Dia lapar.
Jordan, siapa tamunya...
Hey, Riley!
- Riley! - Tidak!
- Pak... - Ayah, aku butuh bantuannya.
- Kita bisa bicarakan ini. - Kami tidak butuh bantuanmu. Ayo, kita pergi.
Tidak, biar aku bicara padanya!
Kami tidak butuh bantuanmu.
Dia bisa membantu kita! Aku butuh bantuannya!
Pak.
Ayo... kemari, pergi.
Aku minta maaf atas gangguannya.
Naik ke truk.
Aku sungguh tidak mengerti.
Maksudku, dia ketakutan, Bu, lengannya.
Maksudku, ayahnya jelas menyembunyikan sesuatu.
Katanya ada seorang perempuan bernama Agatha yang bercerita tentang kita.
Agatha Baker, mungkin?
- Dia menceritakan kita? - Aku tidak tahu.
Ibu.
Kau agak menjauh selama ini.
Apa yang terjadi? Haruskah kita panggil polisi, atau...
Tidak, mereka tidak membutuhkan keterlibatan polisi.
Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi pada perempuan itu.
Tidak ada yang bisa kita lakukan untuknya.
Polisi pun tidak bisa.
Ada beberapa hal yang
tidak dapat ditolong lagi.
Bisa kau menjelaskannya padaku sebentar?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku melihat sesuatu.
Apa? Apa maksudmu?
Ada sesuatu yang melekat pada perempuan itu,
sesuatu yang mengerikan.
Oke.
Nah, jika kau benar-benar melihatnya, bukankah itu berarti kita bisa membantu,
kau bisa menolongnya?
Kau tahu kenapa kau memeriksa
sebelum aku bertemu dengan klien?
Ya, Bu, aku tahu.
Kenapa?
Untuk memutuskan kebutuhan psikologis mereka.
Jika mereka punya minat pada terapi alternatif,
kita putuskan kita akan melakukan hipnosis buta atau terapi.
Itu untuk melindungi mereka.
Dan untuk melindungi kita.
Ibu, jika kau benar-benar melihat sesuatu
maka kau satu-satunya orang yang bisa membantu perempuan itu.
Aku tidak akan membuka ini kepada siapa pun
yang berhubungan dengan gadis itu!
Dia punya luka di lengannya! Aku melihatnya!
Dia membutuhkan kita, Bu!
Aku tidak peduli!
Ayah pasti akan membantu.
Itulah sebabnya ayahmu tidak ada di sini lagi.
Boleh masuk?
Ya, senjatanya dimasukkan ke sarungnya.
Kau sedang apa?
Aku sedang meneliti pelatih Larry sebelumnya.
Dia punya empat pelatih, tapi hanya orang ini yang botak.
Bagus. Kau sudah kiramkan padaku?
Ya, sudah ada di kotak masukmu.
Bisa kita bicara hari ini dengan tenang?
Aku tidak tahu, katakan.
Oke.
Hari ini aku takut.
Itu mengingatkanku pada ayahmu.
Kau tahu, perempuan yang dia coba bantu,
tidak jauh berbeda dari hal ini.
Dia juga punya entitas yang melekat padanya,
dan dia tidak bisa melepaskannya.
Karena dia peduli pada orang lain.
Itu yang membuatnya menjadi dirinya. Aku tidak menyalahkannya untuk itu.
Dia menanggung banyak rasa sakit dan penderitaan.
Terlalu banyak.
Apa pun yang melekat pada perempuan itu,
bukan itu yang kita hadapi.
Ibu, kau jadi takut melihat ke dalam diri orang lain.
Kau jarang melakukan itu pada pasien mana pun.
Kau bahkan tidak melakukannya padaku.
Aku tidak perlu melihat ke dalam perempuan itu
untuk melihat apa yang melekat padanya.
Itu membahayakan.
Ya, itu merupakan alasan yang lebih kuat untuk membantunya.
Tidak, itu lebih merupakan alasan untuk tidak membantunya.
Katakanlah aku mencoba, lalu apa?
No comments yet. Be the first to leave one.