أول 175 سطر.
SmilyMADman Subs
Diterjemahkan oleh Muhammad Khairul Septian
Walau lebih kurang selalu ditayangkan,
DIE NIBELUNGEN belum pernah ditampilkan
dalam versi Jerman yang lengkap,
baik dalam cetakan yang masih ada,
atau apapun yang berada dari negatif kamera aslinya.
Restorasi fotokimia ini berdasarkan dari negatif kamera yang tak lengkap.
Bagian yang hilang ditambahkan dari bermacam cetakan
bersama dengan salinan arsip.
Pewarnaan mengikuti metode konvensional dari cetakan dahulu yang kontemporer,
dan berdasarkan teknik penintaan asli:
produksi dari cetakan hitam putih,
dengan pewarnaan selanjutnya dengan pencelupan warna.
Antarjudul berbahasa Jerman diambil dari cetakan yang ada dan judul berkilat
direstorasi secara digital dari negatifnya.
Judul yang hilang yang telah dibuat ulang
ditandai oleh logo Murnau-Stiftung.
Untuk perbaikan berdefinisi tinggi ini,
gambar-gambar telah dibenarkan peletakannya,
dan kerusakan pada film telah diperbaiki.
SYAIR NIBELUNG
Sutradara: Fritz Lang
Naskah: Thea von Harbou
Sinematografi: Carl Hoffmann dan Günther Rittau
Penata Tempat dan Konstruksi: Otto Hunte
Kolaborator Penataan: Erich Kettelhut dan Karl Vollbrecht
Perancang Naga: Karl Vollbrecht
Perancang Kostum: Paul Gerd Guderian
Pendandan: Otto Genath
Musik: Gottfried Huppertz
Para Pemeran:
Ratu Ute: Gertrud Arnold
Kriemhild: Margarete Schön
Brunhild: Hanna Ralph
Siegfried: Paul Richter
Raja Gunther: Theodor Loos
Gerenot: Hans Carl Müller
Giselher: Erwin Biswanger
Volker von Alzey: Bernard Goetzke
Hagen Tronje: Hans Adalbert Schlettow
Dankwart: Hardy von François
Mime, si pandai besi: Georg John
Alberich, si Nibelung: Georg John
Wanita Rune: Frida Richard
Pendeta: Georg Jurowski
Anak Bangsawan: Iris Roberts
SYAIR NIBELUNG
Didedikasikan untuk orang Jerman
SIEGFRIED
Canto Pertama:
Bagaimana Siegfried Membunuh Naga
Berkatalah Mime, si pandai besi yang licik dan pintar:
Kembalilah pulang ke Xanten,
Siegfried, putra dari Raja Siegmund!
Begitu pandainya dirimu sampai tak bisa kuajarkan lagi!
Apa kau tidak pernah mendengar
mengenai kastil di Worms dari Rhein,
ataupun raja-raja Burgundy yang berkuasa di sana?
Aku akan pergi ke tempat itu, untuk meminang hati Kriemhild!
Tunjukkan aku jalan ke Worms,
atau kau akan kehilangan nyawa!
Selamat tinggal, Siegfried, putra Raja Siegmund!
Kau tak akan sampai ke Worms!
Dengan demikian, Siegfried muda
dapat memahami kicauan burung itu:
Jika seorang pembunuh naga
memandikan dirinya dalam darah naga,
maka dia akan menjadi tak terkalahkan,
kebal untuk ditebas dan ditusuk.
Berakhirlah Canto Pertama
Canto Kedua:
Bagaimana Volker Bernyanyi
di Hadapan Kriemhild Tentang Siegfried,
dan Bagaimana Siegfried Tiba di Worms
Biolanya berbunyi dan Volker bernyanyi:
Si pembunuh naga, putra dari Siegmund,
memasuki wilayah para Nibelung.
Dia telah mengalahkan seekor naga.
Tiada di bumi ini yang seperti dirinya.
Lalu Alberich, si Nibelung, memohon-mohon:
Ampuni nyawaku, sebagai gantinya ambillah Tarnhelm, wahai pahlawan!
Ini membuat pemakainya tak terlihat,
juga bisa membuatnya berubah menjadi apapun!
Ampuni nyawaku dan aku akan membuatmu menjadi raja terkaya di dunia!
Mahkota dari penguasa Utara, Raja para raksasa es,
sedang ditempa di sini oleh para Nibelung.
Tiada pedang di dunia ini yang sebanding dengan Balmung!
Nibelung menempanya dengan cairan darah panas!
Terkutuklah pewaris kekayaan ini!
Berubahlah jadi batu, kalian semua yang kuciptakan dari batu!
Dan lalu Volker bernyanyi.
Biolanya melantunkan bunyi:
Kemudian Siegfried, si pembunuh naga,
berlindung di antara para raja Nibelung,
Dua belas kerajaan si perkasa itu jatuhkan.
Dua belas raja menjadi budaknya.
Lalu berbicaralah Kriemhild, putri dari Ute:
Terimalah jubah ini, Volker,
yang aku jahit dengan tangan sendiri
sebagai hadiah atas lagumu.
Siegfried, putra dari Raja Siegmund,
berdiri di luar gerbang kastil,
dengan dua belas pasukannya
dan meminta untuk bertemu
dengan Raja Gunther!
Lalu Hagen Tronje berkata:
Biarkan pembunuh naga itu pergi ke manapun, Raja Gunther!
Tapi jangan terima dia di sini!
Jangan lagi ada yang menyebutkan kata "Worms"
kalau dia tidak tahu
bahwa para raja di sana saling menyapa satu sama lain.
Siegfried, putra dari Raja Siegmund,
akan mendapatkan sambutanku!
Semalam aku bermimpi sangat buruk...
Dan pada saat ini, mimpi itu kembali menghantui pikiranku!
Aku datang kemari, Raja Gunther, untuk menikah dengan Kriemhild saudarimu!
Raja Gunther, juga,
sudah merencanakan pernikahan,
dan memutuskan untuk mencari
wanita yang perkasa, berani, dan perawan.
Brunhild adalah namanya,
dan dia mengenakan mahkota Islandia.
Api ganas mengelilingi wilayahnya,
kastil batu besi miliknya berdiri dengan angkuhnya,
bersinar kemilau, mengalahkan cahaya utara.
Kenapa dirimu membicarakan soal Brunhild,
saat dirimu tahu
bahwa peminangnya harus sangat kuat
untuk bisa mengalahkannya tiga kali dalam pertandingan kekuatan?
Siegfried, pahlawan yang mulia,
telah datang ke Worms
di saat yang sangat bagus!
Dia mungkin akan membantumu untuk meminang Brunhild!
Dua belas raja ini adalah budakku.
Aku tak pernah menjadi budak raja,
dan aku tak akan pernah!
Bersiaplah untuk petualangan pernikahanmu,
wahai Raja Gunther —
karena Siegfried, si pahlawan tangguh,
akan membantumu meminang Brunhild!
Berakhirlah Canto Kedua
Canto Ketiga:
Bagaimana Siegfried mengalahkan Brunhild untuk Gunther
Kapal naga sedang membawa pahlawan aneh ke pantaimu!
Orang-orang asing itu semakin mendekat ke danau api!
Jika yang paling perkasa mendekat, api-apinya akan padam.
Persiapkan diriku, para wanitaku!
Ini akan jadi pertarungan yang tak seperti yang lain!
Selamat datang, pahlawan, di dalam pertarungan hidup dan mati!
Saya tidak menginginkan hidup atau matimu, Brunhild.
Yang Mulia Gunther lah yang akan memutuskannya!
Sebelum malam turun, Raja Gunther,
senjatamu yang hancur akan menghiasi aulaku!
Aku permisi pergi, Raja Gunther,
untuk memberitahu orang di kapal:
Sebelum malam turun anda akan naik ke kapal
bersiap untuk pulang ke istana
dengan Brunhild, pengantinmu!
Mari kita mulai tiga pertandingan ini, Raja Gunther!
Tiga kali kau harus mengalahkanku, wahai raja:
dalam melempar batu,
dalam lompatan jauh,
dalam melempar tombak!
Berdiri tegap, Yang Mulia!
Akan kuayunkan batu itu untukmu.
Aku akan membantumu melompat.
Berakhirlah Canto Ketiga
Canto Keempat:
Bagaimana Brunhild Tiba di Worms
Dan Bagaimana Upacara Pernikahannya
Mulai persiapkan pernikahannya! Raja dan Ratu akan tiba!
Kita sudah tiba di tujuan, ratuku.
Apa kau sungguh lelaki yang telah mengalahkanku tiga kali?
Aku adalah tawananmu! Tapi aku tak akan jadi istrimu!
No comments yet. Be the first to leave one.