أول 199 سطر.
Ini Fauzi Nidal.
Tinggalkan pesan dan aku akan menghubungi anda kembali.
Fauzi, ini, uh... ini aku lagi. Barry.
Um... Bassam.
Uh, aku yakin kau tidak menerima pesanku,...
...tapi, um, aku akan datang untuk menghadiri pernikahan keponakanku.
Uh, tiba besok.
Kau bisa telpon ke nomor telpon Amerika-ku. Jadi... uh...
...hubungi aku.
Akan senang sekali bertemu denganmu.
Jamal, perbaiki kancing bajumu.
Bagaimana kau akan di hormati orang lain jika kau tidak bisa berpakaian rapi?
Jamal. Bassam.
Ayo, Jamal. Keluarlah.
Khaled! Khaled! Khaled!
Khaled! Khaled! Khaled! Khaled!
Khaled! Khaled!
Lambaikan tangan, Jamal.
Jangan seperti perempuan. Lambaikan tanganmu.
Jamal, berdirilah di sana.
Tn. Presiden.
Putraku yang akan memotong pita.
Suatu kehormatan besar... berdiri di sini bersama kalian,...
...warga Ma'an yang baik.
Tanah ini, dulu ternoda oleh darah dan air mata...
...konflik, telah di bersihkan oleh keringat dari kerja keras kalian.
Jembatan ini lebih dari hanya sekedar baja dan beton.
Ini adalah simbol dari perbedaan kita...
Turunlah, Bassam!
Halo, Ny. Shapiro.
Maaf karena menghubungimu sepagi ini, Dokter, tapi...
...Danny batuk semalaman.
Uh, yah... uh, Dr. Chang...
...yang menangani pasienku minggu ini, kuberitahu saja nomor telponnya...
Aku yakin dia juga bagus, tapi aku hanya percaya padamu.
Aku senang kau percaya padaku,...
...tapi dia seorang Dokter yang baik dan aku akan keluar kota, jadi...
Aku mengerti kau sibuk, tapi bagaimana jika dia menderita radang tenggorokan?
Tidak, aku... uh, aku mengerti. Sungguh.
Aku akan berada di kantorku dalam sepuluh menit.
Terima kasih, Dr. Al Fayeed.
Oke. Dah.
Aku tidak percaya Ibu membawa kita ke pernikahan ini...
...di saat mereka membakar foto kakek di jalanan.
Emma, jangan gunakan internet.
Dan mereka membakar Bakery tempat kue pengantin itu dibuat.
Kau pikir ini lucu? Bagaimana jika mereka menyerang kita?
Tidak ada yang menyerang kita.
Jika mereka melakukannya, kita akan mendapat pengawalan bersenjata.
Kakek seperti Raja.
Em, di sana kita adalah keluarga kerajaan.
Kau tahu, kau seperti Kate Middleton. Hanya lebih gemuk.
Hei, jangan bicara seperti itu pada adikmu.
Ayo.
Bagian mana yang salah dari perkataanku?
Emma... / Aw, lucu.
Serius, hentikan sikapmu itu...
...dan coba hargailah ini sebagai sebuah peluang yang baik?
Ya.
Bukan aku saja, kau tahu.
Ayah juga tidak ingin datang. / Dia bilang begitu padamu?
Dia tidak perlu mengatakannya. Bukankah sudah kelihatan?
Menurut Ibu kenapa Ayah tidak mau pulang setelah 20 tahun?
Ayah tidak ingin pulang, dan aku juga tidak.
Jadi aku tidak ikut.
Kau ikut.
Lama juga kau lari.
Kau melewatkan semua kesenangannya.
Ada darurat medis.
Danny Shapiro menderita radang tenggorokan.
Itu sebabnya aku tidak memberi nomor ponselku pada pasien.
Sammy, habiskan makananmu.
Aku harus mengepak.
Sayang, kau menyadari Emma membeberkan kekuranganmu?
Mungkin dalam pesawat, kau bisa memikirkan sesuatu yang baik...
...untuk kau ceritakan tentang keluargamu.
Mereka bukan keluargaku. Kaulah keluargaku.
Tidak, kau lihat, ini persis seperti apa yang kubicarakan.
Tentu saja dia bersikap seperti itu.
Yang dia dengar hanyalah kau tidak ingin datang.
Berjanjilah kita akan kembali.
Apa?
Sangat lucu.
Sudah kubilang jangan ambil nomor 405... maksudku,...
...ayolah, siapa yang ambil nomor 405?
Baiklah, ayo, cepat.
Ayo!
Bagus. Kau senang sekarang?
Kita ketinggalan pesawat.
Aku yakin ada satu lagi.
Atau mungkin ini pertanda dari Allah bahwa kita seharusnya pergi...
...ke Disney World seperti keluarga yang lain.
Aku akan telpon maskapai penerbangan Mencari tahu apa masih ada pesawat.
Tn. Al Fayeed? / Ya.
Anda siap naik pesawat? / Pesawatnya masih di sini?
Tentu saja.
Maafkan aku. Penumpang lainnya sudah naik?
Hanya anda penumpangnya, pak.
Ayah anda membooking semua tempat duduk.
Selamat pagi. / Selamat pagi.
Oh, wow.
Ini yang kumaksud.
Kurasa aku menyukainya.
Satu pesawat?
Oh, tidak. Tidak, tunggu, tunggu. Baiklah, yang ini.
Oh, bung. Lihatlah ini.
Terima kasih, Kakek.
Oke, anak-anak, tolong berdiri.
Ini bukan tempat duduk kita.
A... ayah bercanda, kan?
Tidak, berdiri.
Kita akan duduk di tempat duduk yang telah kita bayar.
Tidakkah ini sedikit gila?
Ini yang gila.
Kubilang tidak mau jet pribadi, jadi dia melakukan ini.
Dan a... aku tidak mau di manipulasi seperti itu.
Tidak bisa.
Sayang, Ayahmu tidak akan tahu.
Baik.
Duduk saja di mana kau suka.
Tidak apa-apa.
Aku akan duduk dengan Ayah.
Tidak. Tetap di sini.
Aku duduk di sebelah jendela.
Oh.
Berapa lama aku tertidur?
Dua jam.
Mmm.
Jadi tidak berubah pikiran, huh?
Jika bisa membuat perubahan, aku sangat bahagia kita melakukan ini.
Yah, aku bahagia jika kau bahagia.
Kau tahu, aku melihat sebuah kesempatan.
Akhirnya kau bisa duduk dengan Ayahmu.
Menceritakan padanya tentang semua yang...
...membebani pikiranmu selama ini.
Yeah, kau tidak mengenal Ayahku.
Aku mengenalmu.
Kulihat anda sudah bangun.
Ya.
Apa yang kau bawa?
Dom Pérignon Rosé Oenothèque 1990.
Kakak anda, Jamal, memaksa kami menyediakannya untuk anda.
Untuk kakakmu, Jamal.
Untuk kakakku.
Kenapa kau tidak memanggilku? Istriku baru saja telpon.
Pesawat adikku akan mendarat sepuluh menit lagi.
Masuklah ke dalam.
Sangat mengagumkan.
Salaam alaikum.
Wa alaikum as-salaam.
Senang bertemu denganmu, Bassam.
Senang sekali semua bisa datang.
Kami sangat mengharapkannya.
Aku percaya penerbanganmu memuaskan?
Ada... uh, banyak tempat kosong.
Ayahmu memaksa.
Kau masih seorang Al Fayeed.
Ada pertimbangan keamanan.
Adik.
Jamal.
Kau kelihatan pucat. Ada apa?
Tidak ada matahari di California?
Saat kita ke Disney, banyak sinar matahari.
Molly.
Hei, Jamal.
"Miss America".
Jamal.
Selalu kelihatan cantik.
Terima kasih.
Emma.
Datanglah pada paman.
Putri duyung kecilku.
Sammy.
Sammy, teman memancingku.
Hei, paman Jamal.
Tinggi sekali.
Aku baru saja membeli Mikelson Nomad.
Pernah mendengar nama kapal ini?
Tidak.
Tercepat dari yang pernah kau lihat.
Setelah pernikahan, kita akan membawanya dan menangkap tuna.
Baiklah.
Mari. Kita pergi ke Istana.
Lihat, Em, ada kereta bawah tanah.
Aku membaca bahwa mereka telah membangun Mall besar di pusat kota.
Sama sekali tidak berbeda dengan di rumah.
Kecuali tidak ada lalu lintas.
Mereka menahannya, bodoh... karena kita.
Manis.
Lihat... ada foto kakek di billboard.
Kau tidak bisa membunuhku!
Ini aku!
Aku di sini!
Kau tidak bisa membunuhku!
Ya ampun.
Ayah di besarkan di sini?
Yeah.
Aku tidak percaya Ayah pergi.
Aku sudah berada di bandara ketika kau telpon.
No comments yet. Be the first to leave one.