أول 200 سطر.
THE INTEREST OF LOVE
PAKET
KANTOR POS
Kau mengirimkan uang lagi?
Astaga. Banyak sekali.
Kau juga perlu uang buat makan.
Ayah tahu Bank KCU, 'kan?
Ya, aku dapat kerja di sana.
Aku mau pindah dari studio kecil ini ke tempat yang bagus.
Lebih baik dari studio karena semuanya tersedia.
Tentu.
Ada kompor gas dan kulkas.
Perabot lengkap.
Ayah, selain itu,
pemandangannya luar biasa.
Ayah juga perlu melihatnya.
Aku baik-baik saja. Tak perlu khawatir.
EPISODE 5
JEONG JONG-HYEON
BANK KCU
KIM JI-YUN
Kau orang baru, 'kan?
- Halo. - Senang bertemu.
- Saya Jeong Jong-hyeon. - Ma Du-sik.
Kau calon aktor?
Tidak. Saya sedang belajar guna jadi polisi.
Calon pegawai negeri.
- Halo. - Halo.
Tn. Ma.
Aku sakit mag. Bisa belikan aku obat?
Ya, Tuan.
Tn. Jeong, kau bisa pergi?
- Tentu, saya… - Tak perlu.
Ada obat mabuk di rak kedua di ruang loker.
- Oh, ya? - Ya.
Itu ada di rak?
Kau pasti petugas keamanan yang baru.
Senang bertemu denganmu.
Namaku Ahn Su-yeong.
Saya Jeong Jong-hyeon.
SOJU
Apa kau tinggal dekat sini?
Halo.
Aku juga tinggal dekat sini. Di sana.
Sampai jumpa.
Soal klien yang ribut hari ini…
Lampu penyeberangan akan memerah tiap kali dia coba menyeberang.
Maaf?
Mengesalkan melihat
lampu berubah dari hijau ke merah
begitu kau mau menyeberang.
Dia juga akan selalu ketinggalan bus.
Dan menumpahkan saus tteokbokki merah ke baju putihnya.
Satu lagi.
Nilai tukar akan turun begitu dia tukar uang.
Benar, orang begitu kesal saat itu terjadi,
meski itu tak mengubah apa pun.
THE INTEREST OF LOVE
JEONG JONG-HYEON
Aku juga
punya satu pertanyaan.
Jika aku…
Andai aku tepati janji
hari itu di hotel…
apa kau akan mengencaniku?
Sebetulnya,
aku…
Hei, Sang-su!
Ayo merokok.
Apa kalian dekat?
Apa kau bisa menjodohkannya?
Dia mau berkencan.
Hanya saja,
aku ingin asmara yang seru sebelum menikah.
Aku pasangan yang baik, 'kan?
Ada apa?
Apa dia punya pacar?
Serius?
Dia punya pacar?
Halo?
Hai, Jong-hyeon.
Tak apa-apa.
Aku sudah makan.
Ada apa?
Apa dia punya pacar?
JEONG JONG-HYEON
Aku sudah gila.
Apa yang kulakukan?
BANK KCU
Kenapa kau masuk lagi kemarin?
Aku melihatmu menelepon.
- Jadi… - Soal kemarin.
Maaf jika aku membuatmu tak nyaman.
Aku tak merasa begitu.
Mau bertemu sebentar malam ini?
Mari bicara setelah selesai kerja.
Baiklah.
SANG-SU
Telepon aku jika kau baca pesan ini.
Apa itu makan siangmu?
Kurasa sudah kedaluwarsa.
Baru kemarin, jadi kurasa tak apa-apa.
Kau juga begitu waktu kuliah.
Kau tak berubah.
Kenapa terus berbicara formal?
Aku begitu?
Aku membuatmu tak nyaman?
Bicara santai saja. Tak perlu canggung.
Hei.
Sang-su, ternyata kau di sini.
Iya.
Kau tak menjawabku saat pelatihan.
Maaf, aku minum setelah selesai.
Pasti seru.
Semua sesi itu sama saja. Kenapa? Ada apa?
Teman kuliah, Hyeon-a dan Hyeong-su, akan menikah.
Kau sudah tahu, 'kan?
- Oh, ya. - Ayo datang bersama.
Hai, Su-yeong.
Halo.
- Ayo kita datang. - Ya.
Su-yeong.
Sang-su tampak aneh, 'kan?
Entahlah.
Itu karena aku.
Aku bilang aku menyukainya.
Dia pasti merasa canggung.
Dia tak pandai berbohong.
Jadi, apa kalian kini berkencan?
Belum.
Aku tahu dia akan berpikir keras.
Sangat sulit berkencan di kantor.
Tapi kurasa ada peluang.
Sang-su. Minumlah.
Baik. Terima kasih.
Mana berkas yang sudah kita bahas?
- Ini. - Ini rupanya.
- Informasinya lengkap… - Ya.
Totalnya 123.780 won.
Apa? Pasti salah.
Saat kuhitung di rumah, totalnya 125.780.
Anda ingin saya menghitungnya lagi?
Tak perlu. Berikan saja padaku.
Istriku sendirian di rumah.
Demensianya makin parah.
Aku sungguh cemas saat dia sendirian.
Kalau begitu, bawalah ini.
Orang yang butuh bantuan bisa pakai alat ini untuk panggilan darurat.
Berisi pelacak GPS, jadi…
Anda bisa tahu di mana istri Anda,
dan jika dia minta bantuan, Anda akan segera diberi tahu.
- Aku tak tahu soal ini. - Ini gratis.
Saya bisa bantu menghubungkannya ke ponsel Anda.
Saldonya sudah benar.
Baiklah, mari kita pulang.
- Kerja bagus. - Sampai jumpa.
- Kerja bagus. - Sampai jumpa.
Nn. Ahn.
Ikut aku bertemu Punggyeong Products.
Sekarang, Tuan?
Kau tak bisa datang saat sif PB.
Karena kini sudah kembali, datanglah.
Baik, Tuan.
Ganti baju dan turunlah.
- Selamat malam, Tuan. - Pertahankan.
Kita bertemu lain kali.
Tak apa-apa.
Biar kubawakan.
- Terima kasih. - Kerja bagus.
Lihatlah.
Kenapa dia selalu mengajak Nn. Ahn?
Ada apa dengan mereka?
Tentu tak ada apa-apa. Mana mungkin.
Apa dia terlihat bahagia mengikutinya?
Dia bisa saja menolaknya.
Dasar Nn. Bae. Sudah jelas dia lugu.
Kau tak tahu soal perintah dan kedisiplinan, ya?
- Aku pulang dulu. - Sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Perkataan Nn. Bae tak salah.
Nn. Ahn mungkin dapat imbalan.
Jika tak bisa bantu, setidaknya berhentilah menjelekkannya.
Kau cuma melukai korban.
Kau bersikap seolah-olah kau ibu Nn. Ahn.
- Kau terlalu protektif. - Pulang dulu.
Hei, tunggu. Mari pulang bersama.
Kukira kau ada acara.
Acaranya batal. Aku ikut.
- Baiklah. - Ayo pergi.
Silakan.
Kami akan terus mendukung Anda sebisa mungkin.
Tak bisa bisnis sendirian di masa ini.
Saya berhasil karena punya rekan tepercaya.
Begitu, ya?
Saya lihat rekening Anda,
dan ada dana yang jatuh tempo dalam beberapa pekan.
Bolehkah saya menyarankan produk bagus kepada Anda?
Kami baru saja membuat produk untuk VIP…
Kukira ini makan malam santai.
Astaga, tentu.
No comments yet. Be the first to leave one.