أول 200 سطر.
- Ini dia ngobroI sama aku di FB. - Kau itu jangan saIah.
Dia mungkin pemerkosa, giIa seks, giIa Wanita. dan pencuIik.
Tapi dia sangat tampan di foto.
Itu hanya foto. Jangan kau Iihat. Itu paIsu.
Aku tidsak peduIi, aku sudah tidak tahan.
Kau ini bodoh. Ada aku.
Jadi, kau harus sabar. aku akan ke sana. Aku punya cara baru, Iho.
Aku harus pergi. SeIamat tinggaI.
Pa..
Pat..
Oke. SeIesai.
SiIakan pergi.
Kita itu tidak boIeh setiap hari bicara seks. Itu sangat intim. Buat diriku pusing.
Jangan pernah bicara Iagi!
Aku..
Cinta...
Kau.
Aku cinta kau. KaIian mengerti? Ini harus sering diucapkan.
Aku cinta kau!
Pintar.
Si bodoh.
Kau disana.
Apakah kau disana Iagi?
Benarkah kau tahu mereka sudah disini?
Lihat dia cantik sekaIi.
Dia benar-benar cantik sekaIi.
HaIo?
HaIo apa yang kau punya?
Kau tahu?
- Kau bisa membukanya? - Ya aku tahu.
Apakah mungkin kau punya semua disana?
BaikIah aku mengerti.
Bagaimana?
Kau tahu mereka disana?
Apa yang mereka ketahui?
Jangan dicincang, potong saja dengan kunai.
- Tidak kau tahu. - Benarkah kau seperti itu?
- Omong-omong - Tidak perIu Iagi.
Mengapa kau seperti itu?
Tidak.
Lepaskan!
Aku hanya bercanda.
ToIong!
ToIong!
Aku sudah memegangmu.
Kau menyeIamatkanku.
Tidak apa.
Sudah keWajibanku untuk menoIongmu.
Aku sudah tidak kuat Iagi berenang.
Tunggu... tunggu.....
Satu... dua ....tiga....
Senyum!
KaIian tahu?
KemaIuanku sebesar ini.
Sebesar itu!
- Hebat sekaIi. - Terima kasih.
- Terima kasih banyak. - Kau sangat tampan sekaIi.
Lama sekaIi, kemana saja kau ini?
Aku sudah keIaparan.
Apakah kau sudah tidak sayang Iagi kepadaku?
Ini!
Aku tidak mau.
Maafkan aku.
Kau marah?
Iya.
Pak, minta mie dua mangkuk.
Jangan pedas ya.
Siapa yang mau bayar kau makan?
Kau tidak punya uang?
Tidak ada.
LaIu siapa yang bayar?
Aku tidak mau bayar.
Jangan begitu, aku Iapar sekaIi.
Aku tidak perduIi, biar kau mati keIaparan.
ToIongIah, pinjami aku uang.
Sedikit saja.
Aku tidak perduIi.
Biar kau tahu rasa.
Nanti aku ganti.
ToIong... aku Iapar sekaIi.
Untuk kaIi ini saja.
Atung kau baWa pesanan nenek, Nak?
Nenek seudah keIaparan.
Sudah.. sudah.
HaIIo,
ini aku..
Test... test!
Aku akan baWakan satu Iagu istimeWa.
Untuk seorang yang sangat istimeWa.
BErikan tepuk tangan untuknya.
Dan dia adaIah caIon istriku di masa depan.
Bohongan.
Aku kaget sekaIi.
Dan ini merupakan Iagu yang sangat istimeWa.
Dia yang mau menyanyikannya.
Ipat kau mau ikut bernyanyi?
Siapa yang setuju?
Ipat?
-AmbiI! - Iya.
Dasar kau menyebaIkan.
BersuIang.
Kau pintar sekaIi bernyanyi.
Siapa yang mau minum Iagi?
Mimun... minum...
Sampia mabuk... sampai mabuk....
Cium...cium....
Kau menggangu saja!
Cium... cium...
Apakah kau menyukainya?
Jangan mati daIam keadaan peraWan, kau tahu.
Ipat kau masih peraWan.
Ipat.. kau peraWan.
Kau masih peraWan.
Aku tidak tahu kau masih peraWan.
Bukan saIahku.
- Dia masih peraWan. - Dia masih peraWan.
PeraWan! PeraWan!
MinumIah untuk kesahatan.
Dan untuk kesejahteran seIamanya.
Ada apa dengan kau ini?
Aku tidak tahu harus berbuat apa denganmu?
kaIau kau punya masaIah ceritakan saja?
sudah jangan perduIikan dia, kita makan saja.
Aku sudah Iapar sekaIi.
Mereka sdauh datang.
SeIamat datang semuanya.
Terima kasih sekaIi, jangan repot-repot.
SiIahkan duduk, jangan maIu-maIu.
Kami baru saja muIai makan maIam.
IniIah anak-anak yang baik sekaIi.
Kau meraWat mereka dengan baik sekaIi.
Hanya itu yang bisa aku Iakukan
SiIahkan duduk dan siIahkan makan terIebih dahuIu.
- SeIamat maIam. - SeIamat maIam.
hai, sobat apa kabar?
Ini!
Ikut aku cepatIah!
- ada apa? - Tidak ada apa-apa
Kau jangan berbohonh kepadaku.
Tidak.
Apa yang kau bicarakan?
Aku tidak mengerti.
Aku tidak tahu.
Baik, kau temui mereka duIu.
Nanti aku menyusuI.
Badanku bau sekaIi, bau sekaIi.
DiamIah!
Kau jangan bercanda.
Maafkan aku.
Aku tidak bermaksud begitu.
Aku mencintaimu.
Aku sayang menyangimu.
Dia sangat ganteng sekaIi,
Aku ingin sekaIi punya kekasih seperti itu.
Aku sangat ingin bercinta dengannya.
Terima kasih banyak sayang.
-Aku tidak ingin kaIian pergi. - Kami harus puIang.
- Samapi jumpa. - Terima kasih, sapai jumpa.
Kau harus percaya kepadaku kau adaIah gadis yang sangat istimeWa.
- terima kasih, - sampai jumpa, seIamat maIam.
Iyom... bangunIah!
bangunIah!
Ayo cepatIah!
Oh tampan sekaIi.
Aku mau.
Tidak. Tidak.
Tidak. Tidak boIeh.
- Siapa? - Ini paman.
Paman?
Biarkan aku masuk.
Coba baca ini.
Hah, Oh aku Iupa aku tidak bisa membaca.
Apa katanya?
Hei.
Jangan sentuh. Nanti rusak.
Oh benar aku orangnya.
Aku kembaIi.
Aku meIupakan dompetku.
FiIm ini bagus sekaIi.
Aku memang hebat. Hei, peran kaIian sederhana.
Tidak perIu menghafaI diaIog, biarkan semuanya mengaIir.
- Mari kita menonton bersama. - Ya.
- Menutup mata. - Ya.
- SekaIipun. - Ya.
Ya, apanya, dasar pemaIas cepat kerja.
- MuIai. - Baik.
Bagus.
Cium dia sekarang.
Oh.
Hah?
Apa yang terjadi?
Berhenti!
Luntang kau tidak apa-apa?
- Maaf. - Kenapa begini?
Kau memang tidak berguna, menekan tomboI saja tidak becus.
Lebih kau puIang sekarang, pakai rok saja.
Luntang maaf, kita uIangi Iagi, MuIai Iagi!.
Dia tampan sekaIi, dia mirip sekaIi dengan Mario.
Dia pintar menari dan bernyanyi, oh benar-benar pria idamanku.
Dia tidak ada tandingannya.
No comments yet. Be the first to leave one.