أول 200 سطر.
Namaku Rodrigo Díaz.
Aku lahir di Vivar,
di perbatasan kerajaan Kastila, Aragón, dan Navarra.
Tiga bersaudara menguasai takhta mereka.
Pada perang saudara, mereka merebutkan upeti dari raja-raja Muluk al-Thawaif,
yang melemah setelah runtuhnya Kekhalifahan Kordoba.
Ayahku tewas bertarung untuk Fernando I,
Raja Léon dan Kastila.
Dia mewariskanku sebuah pedang.
Dengan pedang ini,
hari ini, aku mencapai kejayaan.
Namun, saat aku gugur dalam perang,
aku yakin tak ada yang akan ingat namaku.
Seperti halnya tak ada yang ingat ayahku.
Juara!
Juara!
LEGENDA EL CID
VIVAR. ABAD KE-11
Ruy ikut aku ke León.
Aku kehilangan suamiku, Ayah.
Kini kau ingin aku kehilangan putraku.
Kau ingin tetap di sini?
Atau ikut aku jadi kesatria kelak?
-Usianya 12. -Aku jadi abdi usia 10.
Ayahnya baru tewas!
Kau mau dia juga begitu?
Menjaga perbatasan?
-Raja Fernando utus dia ke sini. -Selama 15 tahun!
Ruy ikut denganku.
-Aku simpan ini. -Tidak!
-Ayahku beri ini untukku! -Ini milikmu jika kau layak.
Ruy.
Jangan cemas,
akan kuberi senjata yang jauh lebih kuat.
Bawa salib ini.
Bawalah bersamamu, Nak.
Ini akan selalu melindungimu.
LEÓN: IBU KOTA KERAJAAN
Di sini kau mulai sebagai abdi.
Ayo.
Ayolah, Nak. Ayo!
Bagus. Kau akan segera jadi kesatria kerajaan.
Jangan beri harapan palsu untuknya.
Sial kau, Ruy.
Bagaimana kau tahu aku merencanakan?
-Ingatanku bagus. -Itu akan membuatmu sukses.
Semoga hingga jadi kesatria.
Harus jadi pengawal kesatria dahulu.
Sebelum hari itu datang, kau urus ini.
Dia sudah dipecut karena mencurangi takaran.
Saat kami pergi ke rumahnya, dia tepergok mencurangi takaran lagi.
Apa hukuman darimu, Sancho?
-Pukuli dia dua kali lipat. -Jika dia ulangi?
Gantung dia dan jadikan dia contoh.
Ayah, boleh aku bicara?
Apa pintunya dibuka paksa?
Dia tak akan membukanya.
Maka wanita ini tak boleh dipecut.
Hukum menyatakan, petugas raja pun tak boleh masuk rumah dengan paksa.
Lalu suamimu? Apa dia di ladang?
Ya, Yang Mulia.
Tak ada wanita bisa ditahan tanpa ada suaminya.
Itu pernyataan piagam.
-Bebaskan dia. -Terima kasih, Paduka Raja.
Pelajari dari adikmu, Sancho.
Ruy!
Jimena!
Kau belum melupakanku.
Bagaimana aku melupakanmu?
Kau berubah.
Masih bicara dengan burung?
Jauhi tunanganku!
-Bersihkan kandang. -Hentikan.
Ajari cucumu soal derajatnya!
Ayo.
Kau senang aku kembali, kulihat.
Maaf.
Pejuang yang baik hemat tenaga untuk perang yang bisa dimenangi.
Aku akan menang, Kakek.
Kenapa menantang putra Count León?
-Aku harus membungkuk saja? -Jauhi Jimena!
-Jimena dan aku... -Bukan apa-apa!
Jimena seorang wanita ningrat,
perlakukan dia seperti itu.
Aku tak sabar ingin melihatmu.
Jimena?
Nona Elvira.
Asyik, kau pulang dari Asturias!
-Nona Urraca. -Jimena yang cantik.
Kau cepat untuk merayu tunanganmu.
Ayo, kita harus bertukar kabar.
Kau tampak sangat cantik.
Bulla kepausan akan dikeluarkan.
Tuan Putri akan bisa mengambil posisinya yang sah.
Dia akan jadi ratu León yang sah di mata Tuhan.
Gantinya apa, karuniamu?
Memulai perang terhadap musuh Tuhan.
Semua sudah siap.
Kau bicara kepada Raja Ramiro?
Aragón bersama kita.
Navarra akan mendukung tujuan kita.
Adu tombak berkuda saat yang tepat.
Keberadaan Ramiro dan pasukannya akan pastikan kesepakatan.
Semua bangsawan León bersamamu.
Mereka akan bangkit melawan Raja Fernando.
Suamiku tak boleh mati.
Dia harus kembali ke Kastila.
Tuan Putri,
Raja Fernando melupakan tugasnya sebagai pangeran Kekristenan.
Dia lebih suka menerima emas dari kafir
alih-alih menguasai Toledo atau Zaragoza.
Kuterima rencana ini dengan satu syarat.
Jangan ada pertumpahan darah, apalagi Fernando.
Sesuai perintahmu, Paduka.
Juga jangan sakiti anak-anakku.
Kami terutama mencemaskan Sancho.
Dia tak akan menerimanya.
Aku akan urus Sancho.
Kita dikelilingi para abdi.
Dengan banyaknya pemuda tampan,
pasti kalian suka satu.
Elvira?
Aku terima siapa pun pilihan orang tua kita.
Kau juga.
Tentu.
Kita tahu apa? Bukannya kita punya mata.
Semoga aku dapat pangeran tampan.
Atau kakek ompong.
Apa pun yang sesuai bagi Ayah dan kerajaan.
Kain!
Bukan kau!
Aku lebih suka Jimena.
Katakanlah, Jimena.
Kapan kau ditunangkan?
Usiaku 10 tahun.
Aku suka Orduño. Sangat tampan.
Juga putra count!
Silsilahnya tak buruk.
Bagi yang bukan putri raja.
Terima kasih, Tuan Putri.
Katakanlah,
apakah belatinya menusuk buahmu?
-Tuan Putri! -Apa?
Aku tak pernah lakukan dosa itu.
Kasihan Orduño.
Pasti kelaminnya terasa disengat puluhan lebah.
Hei, kau tahu kau dapat pria bagus.
Lebih baik dari Ruy, pecundang itu.
Elvira, astaga, jangan Ruy!
Dia tak punya tanah yang cukup untuk makamnya.
Perhatian, Semuanya!
Sambutlah Lisardo, abdi baru.
Ruy, urus dia.
Aku pengawal.
Aku pemimpin di sini.
Bantu urus tempat tidur untuk kuda.
Ya, Tuanku.
Jangan cemas.
Dia awalnya tampak bodoh,
tetapi setelah sepekan, kau akan lihat dia tolol.
Aku akan menyusul.
Setelah anak buahku selesaikan kerja mereka.
Ambilkan kuda untukku.
Putri Urraca.
Aku akan jadi kesatria beberapa hari lagi.
Aku cuma minta satu.
Mau jadi pelindungku dan ikatkan pacuku?
Dengan senang hati.
Nona-nona,
kami para abdi menunduk di kaki kalian.
Abdi biasa sepertimu
tak boleh bicara dengan wanita ningrat.
Orduño,
wanita ningrat perlu lebih dari kata...
Ya.
-Orduño! -Tuan!
Majikan dan pelayan sama saja.
Kau terlalu manjakan Ruy, dia bahkan lancang dengan saudarimu.
Dia hanya membungkuk. Seperti Vellido kepadamu.
Vellido akan dijadikan kesatria.
Ruy hanya seorang abdi.
Itu bisa diperbaiki.
Kemarilah, Ruy.
Mulai hari ini, kutunjuk kau jadi pengawalku yang baru.
Sungguh?
Begitu saja?
Kau mau apa? Tepukan di punggung?
Baik. Selesai.
Nona-nona,
abdi dan pengawal baru membungkuk di kaki kalian.
Jangan menghinaku lagi, dasar keparat.
Sancho dan kakekmu tak bisa melindungimu.
Benar, pergilah!
Sembunyi di lubang seperti ayahmu.
Gigiku.
Jangan ganggu kami.
Mandikan aku seperti saat aku kecil?
Kau selalu jadi anak kecil bagiku.
Walau kau bukan anak kecil lagi.
Kau pangeran sejati.
No comments yet. Be the first to leave one.