أول 200 سطر.
THE INTEREST OF LOVE
Tak terasa sudah tahun baru.
Aku bermimpi buruk tentang kalender ini sejak Oktober.
Meski ada 5.000, kalendernya akan habis sekejap.
Orang selalu minta kalender,
seolah-olah mereka berhak.
Stasiun berita perlu menjelaskan bahwa
menggantung kalender bank di rumah tak membuatmu kaya.
Sial. Aku merobek satu lagi.
Ayolah, Tn. Ha.
Aku bisa menggulung gimbap lebih cepat.
Sial. Aku mau pulang.
Aku pulang duluan.
Aku juga sudah kelar. Tunggu.
Semangat.
Mari segera minum.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Sang-su.
Ada acara peringatan.
Kau tak pernah hadir.
Bisa lebih kreatif?
Alasanmu selalu itu.
Kali ini aku serius. Peringatan sepupu nenek buyutku…
Pergilah.
Aku sayang padamu.
Aku juga ingin kaya.
Ini.
Pakailah.
Terima kasih, Nn. Ahn.
Obati jarimu atau kita akan semalaman di sini.
Baiklah.
Apa kau juga ingin kaya?
Tidak, hidup sedang saja.
Cukup rendah hati, ya?
Kudengar keluargamu kaya.
Karena aku lulusan kampus elite di Gangnam
dan tinggal di sana?
Hidup sedang berarti
kau tak menonjol di antara orang-orang.
Artinya kau sama seperti orang lain.
Beranjak dewasa, aku merasa kurang menarik
di antara orang sekitarku.
Bukan karena ada yang bilang begitu padaku.
Aku menyadari…
apa yang dianggap sedang oleh sebagian orang
merupakan hal yang sulit untuk kucapai.
Bicara soal hidup sedang
hanyalah cara mereka menyombongkan diri karena mereka tak begitu.
Aku terkejut kau bilang begitu.
Aku tak mau repot-repot mengoreksi rumor berlebihan
karena itu akan mencegahku hidup sedang.
Kalau begitu, ambil dua.
Jadi dua kali lebih sedang.
EPISODE 4
Maaf kau harus bekerja semalaman
karena aku.
Toh ini akhir pekan, jadi aku bisa bangun siang.
Kerja bagus, Pegawai Senior.
Tunggu, kau kini kepala bagian. Maaf aku lupa terus.
Kerjamu lebih keras meski kau seniorku.
Jangan bilang begitu.
Posisimu lebih tinggi dariku.
Orang lain tak menganggap pelayan sebagai senior mereka,
meski kami melatih mereka.
Itu karena mereka tahu promosi mereka lebih cepat.
Kau mengajariku semuanya saat masa percobaan.
Jika bukan karenamu,
aku pasti mengulangi kesalahan.
Posisiku tak penting.
Kau akan selalu jadi senior dan mentorku, apa pun kata mereka.
Apa keretanya sudah jalan?
Ya.
Harusnya ambil kalender lagi.
THE INTEREST OF LOVE
Menyenangkan? Mempermainkan perasaanku.
Aku bisa membalikkan kata-katamu.
Kau masih tak bisa jujur.
Bilang agar aku mengerti.
Jelaskan kejadian hari itu.
Sudah kubilang.
- Itu karena saldonya… - Kau bukannya tak bisa datang.
Kau pilih tak datang.
Aku melihatmu.
Aku lihat semuanya.
Kau telat sejam,
tapi kau tak mau bergegas.
"Kenapa dia pergi?"
Awalnya, aku tak mengerti.
Tapi kemudian…
Hei.
Apa kita bisa pergi bersama lagi?
Aku tak suka hubungan tak jelas.
"Apa karena perkataanku?"
Aku tak mau meyakininya.
Tapi besoknya, kau bilang…
Aku ada masalah kemarin…
Maaf tak bisa datang.
Apa kau menunggu lama?
"Kenapa dia berbohong?"
"Kenapa sembunyikan fakta bahwa dia datang?"
Kau tak mau aku mengetahuinya.
Kau tak mau aku tahu kau ragu untuk datang.
Benar, 'kan?
Kenapa?
Kenapa ragu?
Kukira latar belakangku tak jadi soal bagimu.
Aku tak kuliah.
Aku cuma teller. Keluargaku miskin.
Itu sebab kau pergi?
Apa karena kau mau ke kantor pusat dan tak mau ada rumor?
Kalau begitu, tak perlu seolah-olah kau berbeda.
- Apa aku lelucon? - Sebaliknya.
Aku serius padamu.
Kau bukan orang…
yang ingin kukencani dengan tergesa-gesa.
Aku malah berpikir menikahimu.
Kenapa tak datang?
- Kenapa kau ragu? - Aku tak tahu.
Itu tak disengaja.
Terjadi begitu saja.
Tapi aku tak berdiam lama dan langsung mencarimu.
Tapi kau sudah tak ada.
Tepat.
Jadi, aku benar.
Tapi aku akhirnya kembali.
Aku mungkin agak ragu,
- tapi aku kembali. - Kau masih ragu.
Aku tak terlalu berarti bagimu.
Kenapa kau bersikap begitu?
Kau melihatku menuju hotel hari itu.
Kenapa tak bilang apa pun? Kenapa bersikap dingin?
Kenapa tak beri aku kesempatan menjelaskan?
- Tak ada kewajiban bagiku. - Kau bisa tanya.
Kau bisa langsung menemuiku.
Bisa dibahas.
Aku harus bilang apa?
Aku perlu tahu kenapa kau ragu?
Hidup sedang.
"Apa kau ragu…
karena mengencaniku akan mempersulitmu hidup sedang?"
Itu yang ingin kau dengar?
Satu pertanyaan untukmu.
Su-yeong.
Apa kau menaruh rasa padaku?
Apa aku cuma…
berkhayal?
Ya.
Kukira kita…
mirip.
Cuma itu.
Tak akan menyesal?
Tidak.
Kau tak sedih…
karena apa pun?
Tidak.
- Tn. Noh. - Ya, Tuan.
Apa kita bisa capai KPI tahun ini jika begini?
Saya pun khawatir.
Jika cabang kita dapat nilai D,
kau akan berada di posisi yang lebih sulit dariku.
Kau pasti suka posisimu saat ini.
Itu sebabnya kami
sedang mempersiapkan
promosi posisi yang orisinal dan inovatif.
Benar, 'kan?
Oh ya?
Ya, Tuan.
Tim kami berjanji menaikkan
kinerja untuk kuartal kedua.
Begitu perusahaan peminjam sudah jelas,
tak ada yang perlu Anda khawatirkan, Tuan.
Nn. Ahn.
Mohon berdiri.
Tepuk tangan.
Dia menjual semua Paket Pemenang untuk musim pertama.
Sementara yang lain gagal memenuhi harapan,
- orang seperti Nn. Ahn bekerja keras. - Tak mungkin.
Begitulah bank kita
bisa mempertahankan kinerja seperti ini.
Tepuk tangan lagi.
Sekarang, Nn. Park dan Tn. Ha.
Mohon berdiri.
Cabang Youngpo dikenal kompetitif,
tapi presentasi mereka jadi yang terbaik.
Kita harap mereka akan jadi pemenang akhir kontes.
Mohon tepuk tangan.
Apa yang kau cari?
Di mana kalkulatornya?
Rasanya aku melihatnya di meja Tn. Ha.
Hei, pinjam, ya.
Klien ini akan datang nanti.
Tunggu.
Ukuran fonnya salah. Seharusnya 15, bukan 11.
Klien ini rabun dekat
dan mengeluhkan ukuran fon yang terlalu kecil.
Kukira aku sudah bilang berkali-kali.
Klien ini menjalani operasi LASIK bulan lalu.
Kukira kau tahu.
Kau tak membuang sertifikat hadiah ini.
Akan kuurus setelah kerja.
No comments yet. Be the first to leave one.