أول 200 سطر.
"Acara ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun" "Pemirsa diharap bijak"
"Episode 42"
"Toko Setelan Wolgyesu"
"Toko Setelan Wolgyesu"
Pasti rasanya menyegarkan tapi aneh kembali.
Aku tidak pernah menduga akan kembali.
Terima kasih, Dong Jin.
Benar. Yun Shil.
Serahkan penjelasan tertulis. - Penjelasan tertulis?
Kamu tidak bekerja tanpa pemberitahuan dan menghilang.
Kamu memengaruhi bisnis toko secara negatif.
Aku hanya butuh meminta maaf. Kenapa aku harus menulis itu?
Toko kita seperti perusahaan lain. Aku tidak bisa membiarkannya.
Bercerminlah pada kesalahanmu
dan tulis itu dengan tulus.
Jadi, kamu memintaku menulis surat permintaan maaf sekarang?
Aku yakin kamu sering menulisnya di sekolah.
Aku murid yang baik.
Jangan katakan hal yang tidak bisa dikonfirmasi. Pokoknya,
aku ingin membuat batasan jelas antara pekerjaan dan hidup pribadi,
jadi, aku ingin kamu segera menyerahkannya.
Selamat datang kembali, Yun Shil.
Aku senang kamu kembali.
Apa kabar? - Baik.
Aku minta maaf membuatmu khawatir, Bu Geum.
Aku minta maaf dan bersyukur atas segalanya, Master Bae.
Dong Jin amat mengkhawatirkanmu.
Aku menyuruhnya menulis penjelasan tertulis.
Penjelasan tertulis? - Penjelasan tertulis?
Akan kutolak jika aku tidak menyukainya,
jadi, sebaiknya kamu menulis dengan segenap hatimu, Yun Shil.
Baiklah, akan kulakukan.
Apa kalian sudah pulang?
Belum. Kami datang ke sini lebih dahulu.
Pak Lee dan Bu Choi pasti menunggu. Kalian harus pergi.
Baiklah. Maaf aku membuat kalian khawatir.
Aku minta maaf lagi.
Aku kembali, Pak Lee.
Ya, selamat datang kembali.
Bagaimana kondisimu? - Aku jauh lebih baik.
Aku turut sedih kamu melalui hal itu.
Di mana Ibu? - Dia membuat makan siang.
Ayo masuk.
Ayah.
Astaga, Yun Shil.
Maaf kamu harus melalui semua itu.
Apa kamu baik-baik saja sekarang?
Ya, aku baik-baik saja.
Dong Jin tampak bahagia setelah kamu kembali, Yun Shil.
Selamat, Dong Jin. - Terima kasih.
Hatiku amat sakit setelah kamu pergi seperti itu.
Maaf aku tidak ada untukmu.
Jangan bilang begitu, Dong Sook.
Bu Choi, aku kembali.
Selamat datang kembali. Aku sudah menunggumu.
Baiklah. Ayo duduk, semua. - Baiklah.
Ibu memasak banyak makanan untukmu sejak pagi ini.
Makan lahap dan tidur lelap adalah obat terbaik.
Jangan khawatirkan apa pun dan beristirahatlah sebisamu.
Akan kulakukan, Bu Choi.
Baiklah. Ayo makan, semua.
Yun Shil.
Ibu membuat panekuk kubis napa yang kamu sukai.
Makanlah selagi hangat. - Baiklah, terima kasih.
Coba juga ikan kepala batu gorengnya.
Aku pergi memancing dan menangkapnya sendiri.
Kamu pergi untuk mencari uang tapi kembali
dengan ikan kepala batu alih-alih uang.
Kamu tampil di "Music Stage",
jadi, kukira kamu akan cepat terkenal.
Kapan kamu akan mulai mendapatkan penghasilan?
Lagunya mendapatkan ulasan bagus, jadi, dia akan segera terkenal.
Nantikanlah itu.
Ini.
Tidak apa-apa. - Kamu harus makan lagi.
Kamu bahkan belum sarapan.
Kalian berdua memakai cincin sepasang.
Apa kalian akan menikah? Kapan?
Kukira Ibu merestuinya.
Bukankah itu alasanmu kembali, Yun Shil?
Punggungku sakit. Aku harus berbaring.
Yun Shil, makanlah.
Terima kasih.
Kenapa kamu mengikuti Ibu?
Aku ingin memberi tahu Ibu sesuatu.
Ibu.
Kami ingin menikah. Tolong restui kami.
Apa kamu harus bergegas seperti itu?
Ibu tidak menentangnya.
Hanya saja ini keputusan terpenting dalam kehidupan.
Ibu rasa kamu harus mengambil waktu dan memikirkannya dengan matang.
Aku merasa hal lain
akan menghalangi kami jika tidak kami lakukan sekarang.
Masalah tidak akan hilang hanya karena kalian menikah.
Dari wanita yang mengklaim sebagai ibu mertua Yun Shil
sampai bajingan yang akan muncul berkata bahwa dia suaminya,
kamu harus melalui segalanya.
Jika kamu tidak yakin bisa melalui semua itu,
tidak perlu memulainya.
Aku tidak akan menghindari semuanya. Aku yakin, Ibu.
Bagus.
Ibu belum benar-benar menetapkan keputusan,
jadi, beri Ibu sedikit waktu untuk berpikir.
Astaga.
Astaga.
Pembantu rumah tangga
membuatkan bubur dengan kacang pinus kesukaan Ibu.
Ibu harus makan ini.
Apa kamu bercanda sekarang?
Sebelum Ibu bisa menerima bahwa kamu hamil,
kamu bilang itu bohong.
Katakanlah. Berapa lama kamu berniat membodohi Ibu?
Aku ingin memberi tahu kenyataannya
setelah kami menikah.
Astaga, kamu bodoh.
Bu Ko, aku datang.
Astaga. Kenapa Tukang Berak datang lagi?
Astaga.
Astaga.
Hyo Sang bilang Ibu sakit.
Aku datang untuk menjenguk Ibu karena aku khawatir.
Aku mengerti. Terima kasih sudah datang.
Apa kabar?
Makan ini, Ibu.
Ibu pasti kesal.
Ibu mungkin amat memanjakan Hyo Won karena dia anak bungsu.
Karena itulah dia tidak tahu aturan di dunia ini.
Itu maksudku.
Tapi
tidak memahami realitas tidak bagus.
Tidakkah Ibu berpikir Ibu harus menyuruhnya memperluas jaringan
orang-orang yang bergaul dengannya dan bertemu pria-pria lain?
Kamu benar.
Dia masih muda, tapi dia bahkan tidak bekerja.
Yang dia lakukan hanyalah terobsesi kepada pacarnya.
Dia amat antisosial dan tidak efektif.
Apa kamu mengkritik putriku sekarang?
Tidak, bukan itu maksudku.
Apa kamu tidak menghormati calon mertuamu?
Beraninya kamu menjelek-jelekkan calon saudari iparmu?
Aku tidak menjelek-jelekkannya. Aku hanya mengkhawatirkannya.
Maafkan aku.
Maaf mengatakan ini kepadamu, tapi...
Hyo Won.
Kamu harus tahu realitas pernikahan.
Kamu tumbuh besar tanpa kesulitan.
Aku tidak mengerti kenapa kamu mau menikahi pria seperti Tae Yang.
Lantas tidak perlu coba mengerti.
Aku pun tidak mau dimengerti oleh orang sepertimu.
Orang sepertiku?
Kamu mengkhianati Tae Yang
dan memilih pria lain karena Tae Yang tidak kaya.
Wajar kami tidak memahamiku.
Apa katamu? Bukankah itu kelewatan?
Ada aspek materalistis. Aku tidak akan menyangkalnya.
Tapi pada dasarnya, yang lebih kubenci darinya
adalah dia tidak punya ambisi atau impian.
Karena itulah aku tertarik kepada Hyo Sang yang berlawanan.
Kurasa kamu bisa bilang dia santai jika dikatakan dengan baik-baik.
Tapi bagiku, kelihatannya dia hanya berusaha
terlihat santai padahal sebenarnya dia malas dan tidak kompeten.
Dia memilih menunda impiannya demi membantu
dan menjaga pacarnya yang miskin.
Teganya kamu menyebut orang itu malas dan tidak kompeten.
Bukankah kamu harus berterima kasih kepadanya?
Aku sudah membayar semuanya, jadi, aku tidak berutang.
Aku kehabisan kata-kata.
Jangan lihat sisi baiknya saja.
Lihat situasinya secara objektif dan saksama.
Apa Tae Yang hidup seperti itu karena dia santai dan sederhana?
Atau dia hanya mencoba membenarkan fakta bahwa dia pecundang malas?
Apa yang kamu lakukan?
Aku ingin membalaskan dendam Tae Yang.
Apa katamu? - Serta,
jangan gunakan kata "pecundang" untuk mendeskripsikan siapa pun.
Itu hanya bisa digunakan untuk menjelaskan orang sepertimu
yang memilih uang daripada cinta.
Dasar...
Hei, Tae Yang.
Apa waktuku tidak tepat?
Tidak. Aku baru pulang. Aku menulis penjelasan tertulis.
Maaf aku tidak bisa mengunjungimu di rumah sakit.
Untuk apa penjelasan tertulis itu?
Pak Lee memintaku menyerahkannya.
Harus kukatakan kamu bersalah kali ini.
Kamu tahu itu, bukan?
Ya. Aku menyesali perbuatanku.
Aku sudah memutuskan untuk tetap tegar
dan tidak terpengaruh hal-hal kecil.
Tentu saja. Aku baik-baik saja sekarang.
Ya. Ayo bicara lagi nanti.
"Aku dengan tulus meminta maaf. Dan aku tidak serius saat Pak Lee"
Aku masuk.
Kamu sudah selesai menulisnya?
Apa aku harus menulisnya?
Sudah kubilang. Kita harus membatasi pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Baiklah.
Ini dia.
Baiklah, coba kulihat.
"Penjelasan Tertulis"
No comments yet. Be the first to leave one.